cover
Contact Name
Yuli Andriansyah
Contact Email
yuliandriansyah@uii.ac.id
Phone
+6285369607374
Journal Mail Official
editor.abhats@uii.ac.id
Editorial Address
Jl. Selokan Mataram, Dabag, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab
ISSN : 27470474     EISSN : 27470482     DOI : 10.20885/abhats
Below is a concise, publication ready Aims & Scope for ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab in fluent American English. It centers the journal’s mission on epistemology and the integration of knowledge while reflecting your recent article profile. ________________________________________ About the Journal ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab is a biannual scholarly journal published by the Directorate of Islamic Boarding Schools (Direktorat Pondok Pesantren), Universitas Islam Indonesia. The journal advances innovative and creative studies in Islamic epistemology and the integration of knowledge (integrasi ilmu pengetahuan) across the revealed, rational, and empirical sciences. Aims & Readership Aims. ABHATS seeks to: 1. develop rigorous frameworks of Islamic epistemology and methodology; 2. model integrative thinking between classical Islamic scholarship and contemporary disciplines; 3. enrich scholarly culture and improve the quality of understanding in knowledge production; 4. strengthen methodological development for research and teaching; and 5. contribute solutions to contemporary social, legal, educational, and ethical questions—especially in Indonesian and broader Muslim contexts. Readership. Scholars and students of Islamic studies, philosophy of science, Qur’anic and Hadith studies, Islamic law, social sciences and humanities, education and da‘wa, public policy, and civil society. Scope ABHATS welcomes original research articles, conceptual/theoretical essays, critical literature reviews, and text based analytical studies that make explicit their epistemic and methodological contributions. Areas include, but are not limited to: 1. Epistemology & Philosophy of Knowledge Islamic theories of knowledge; integration of naqli–‘aqli–tajribi (revealed, rational, empirical) sciences; methodology building and theory of interpretation. 2. Qur’an, Hadith & Hermeneutics Exegesis and thematic studies, interpretive debates (e.g., anthropomorphism), intertextual and comparative approaches (e.g., Qur’an–Bible), and method critique. 3. Islamic Thought, Theology & Ethics Classical and contemporary kalām, Sufism, moral philosophy, and applied ethics for modern life. 4. Islamic Law & Legal Reform Uṣūl al fiqh, maqāṣid al sharī‘ah, siyāsah shar‘iyyah, sadd/fath al dhari‘ah, family and child welfare, waqf and philanthropy, human rights and constitutional questions, and Indonesian legal developments. 5. Society, Culture & Civilization Islam and urbanization, civil society and Pancasila, communal welfare (ḥifẓ al ummah), media and digital culture, gender and family roles, and contemporary social change. 6. Education, Da‘wa & Pesantren Studies Character education, pedagogy rooted in classical texts, youth and digital religiosity, and the intellectual heritage of pesantren. 7. Comparative, Interdisciplinary & Policy Relevant Studies Dialogue between Islamic scholarship and social sciences/humanities; analyses that connect normative theory with empirical evidence and policy implications. Topics of Particular Interest Submissions that exemplify the journal’s mission include: • Islamic work philosophy and modern urbanization (e.g., Ibn Khaldun’s insights); • renewal of waqf law and governance; • hermeneutical readings of prophetic traditions; • civil society, Pancasila, and public ethics; • gender, family, and child welfare in Islamic and comparative perspectives; • intertextual Qur’an–Bible studies; • da‘wa for youth in a gadget society; • character education from classical manuscripts. Contribution Criteria. Accepted papers clearly articulate their epistemological stance, demonstrate methodological rigor, and show how Islamic intellectual resources can integrate with, critique, or enrich contemporary knowledge and practice.
Articles 84 Documents
Penilaian Akuntabilitas Pada BAZNAS Kabupaten Pati Ditinjau Dari Perspektif Shariah Enterprise Theory (SET) Nabila, Hana
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 3 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai lembaga sosial keagamaan BAZNAS Kabupaten Pati dalam melakukan pertanggungjawaban lembaga selain menekankan pada aspek fisik dan aspek mental juga menekankan pada aspek spiritual berupa sifat ihsan dan takwa yang diwujudkan dalam ketaatan etika syariah yang mengontrol laporan keuangan dan pencapaian program. Shariah enterprise theory merupakan suatu integrasi sosial yang diinternalisasi dengan nilai-nilai Islam yang menjadi alat ukur dalam akuntabilitas Islam atau trilogi akuntansi syariah dengan pertanggungjawaban tertinggi kepada Tuhan, kemudian pertanggungjawaban kepada manusia dan alam. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara informasi pelaporan dana ZIS pada BAZNAS Kabupaten Pati dengan perspektif shariah enterprise theory (SET). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penilaian akuntabilitas BAZNAS Kabupaten Pati dalam perspektif shariah enterprise theory belum sepenuhnya sesuai, dikarenakan presentase program tanggung jawab kepada Allah hanya pada posisi ketiga terendah yaitu sebesar 3,05%. Sedangkan posisi kedua pertanggungjawaban yaitu kepada manusia dengan presentase sebesar 40,35%, dan posisi pertama yaitu pertanggungjawaban kepada alam dengan presentase sebesar 56,6% tingginya presentase tersebut disebabkan dalam pertanggungjawabannya ada program unggulan dari BAZNAS Kabupaten Pati yang juga merupakan arahan program dari Bupati Pati untuk memprioritaskan bantuan bedah rumah sebagai icon atau program unggulan sehingga dana yang didistribusikan sangatlah besar.
Ambidexterity dan Orientasi Strategi Dalam Pengelolaan Pesantren: Studi Kasus Pesantren di Yogyakarta Lutfi, Egi Imam
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 4 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan salah satu penopang perekonomian masyarakat. Oleh karena itu penting untuk mempelajari bagaimana strategi pengembangan dan pertumbuhan yang dilakukan oleh pesantren hingga mampu menjadi seperti sekarang ini. Untuk mengembangkan pesanren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ambidexterity dan orientasi strategi diterapkan oleh pesantren – pesantren di Yogyakarta. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan pandangan baru dalam dunia bisnis dan Pendidikan serta menjadi rujukan bagi pengelola pesantren untuk menerapkan ambidexterity dan orientasi strategi yang tepat Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber. Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan wawancara semi terstruktur dengan mengajukan beberapa pertanyaan terkait ambidexterity dan orientasi strategi dalam pengelolaan pesantren di Yogyakarta. Hasil analisis mennunjukkan bahwa Ambidexterity memiliki 2 dimensi yaitu eksplorasi dan eksploitasi. Adapun strategi eksplorasi yang dilakukan oleh pesantren adalah dengan meningkatkan kualitas Pendidikan. Selain peningkatan kualitas, dalam pengembangan pesantren diperlukan menjalin relasi bisnis. Adapun upaya eksplorasi lain yang dilakukan oleh pesantren adalah diferensiasi selanjutnya terkait orientasi strategi, pesantren menggunakan dua orientasi yaitu orientasi reputas dan inovasi. Akan tetapi dua orientasi tersebut mengarak kepada satu tujuan dan landasan yaitu rahmatan lil alamain. Keywords: ambidexterity, orientasi strategi, pesantren, eksplorasi, eksploitasi
Analisis Kinerja Karyawan Lulusan Non-Perbankan Syariah di Bank Syariah Amini, Titik Husnawati; Sanusi, Muhammad
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 4 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol4.iss2.art1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kinerja karyawan lulusan non-perbankan syariah di Bank BPD DIY Syariah serta kendala yang dihadapi dalam bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yang mana dalam penelitian kualitatif instrument utama adalah penelitian itu sendiri. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi pada karyawan di Bank BPD DIY Syariah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja dari lulusan perbankan syariah dan lulusan non-perbankan syariah. Tingkat kinerja mereka diukur dari cepat tanggapnya dalam memahami pelatihan kayawan yang meliputi pemahaman aspek hukum, akad-akad syariah, jasa perbankan, produk bank syariah serta kualitas pelayanan karyawan kepada nasabah Bank BPD DIY Syariah. Kendala yang dialami oleh karyawan bank BPD DIY Syariah yang berlatar belakang non-perbankan syariah meliputi kurangnya pengetahuan mengenai jenis akad, sistem operasional, bentuk layanan jasa perbankan syariah, hingga produk-produk bank syariah itu sendiri
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Islamic Social Enterprise (ISE) Pada Yayasan PDHI (Persaudaraan Djamaah Haji Indonesia) Yogyakarta Dinurianah, Umi; Fahmi, Rizqi Anfanni
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 4 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol4.iss2.art4

Abstract

Pemberdayaan masyarakat memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan di masyarakat. Namun, hal ini belum sesuai dengan hasil yang diharapkan. Nyatanya masih banyak sekali program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan tidak berjalan berkelanjutan secara mandiri, hal ini disebabkan oleh banyak faktor terutama oleh sumber dana yang belum dikelola secara maksimal. Tujuan utama adanya penelitian ini untuk membahas terkait bagaimana Yayasan PDHI mampu memberdayakan masyarakat dengan dana filantropi secara produktif bukan konsumtif atau yang biasa disebut dengan istilah Islamic Social Enterprise (ISE) bagi kebermanfaatan masyarakat yang berkelanjutan. Metode penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer didapat dari wawancara dengan pihak Yayasan PDHI dan beberapa mitra atau lembaga di bawah naungan Yayasan PDHI. Sedangkan data sekunder didapat dari dokumentasi laporan kegiatan dan program - program di Yayasan PDHI. Waktu pengambilan data dalam penelitian ini yaitu bulan Desember 2022 sampai Februari 2023. Penelitian ini menggunakan teknik interaktif yaitu melalui wawancara dan non interaktif melalui dokumentasi. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program - program yang dilaksanakan oleh Yayasan PDHI ini memberikan pemberdayaan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan dalam keberlangsungan program melalui kegiatan ekonomi pada mitra atau lembaga dibawah naungan yayasan melalui sistem otonomi yang dilaksanakan oleh pihak Yayasan PDHI. Dengan menerapkan prinsip dasar bahwa Islamic Social Enterprise (ISE) pada Yayasan PDHI ini harus mengarah pada al-falah (kebahagiaan dunia dan akhirat) serta menerapkan rasa kemaslahatan umat dalam setiap program kegiatanya.
Signifikansi Religiositas dalam Minat Berwakaf Uang Rakhmawati, Rakhmawati; Arintin, Hilda Khilya
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 4 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol4.iss2.art2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi wakaf dan religiositas dengan minat untuk berwakaf uang. Regresi linier berganda digunakan sebagai alat analisis. Responden yang didapatkan sebanyak 72 orang pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Variabel literasi wakaf diproksi dengan pertanyaan-pertanyaan yang diadaptasi dari Indeks Literasi Zakat (ILZ) BAZNAS. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi wakaf tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pegawai kantor kementerian agama DIY untuk berwakaf uang. Variabel religiositas berpengaruh signifikan terhadap minat pegawai kantor wilayah kementerian agama DIY untuk berwakaf uang. Keragaman variabel minat berwakaf uang yang dapat dijelaskan oleh variabel literasi wakaf dan variabel religiositasi sebesar 53,7 persen. Hasil penelitian ini menambah referensi terkait hubungan antara literasi wakaf, religiositas, dengan minat berwakaf uang. Implikasi dari penelitian ini adalah religiositas perlu menjadi faktor yang diperhatikan dalam meningkatkan perolehan wakaf uang.
Masjid Sebagai Pusat Kesejahteraan Sosial: Pendekatan SERVQUAL Analysis dan Importance Performance Analysis Rosyada, Nabila Arini
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 4 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol4.iss2.art3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kualitas pelayanan di masjid Daarussalam dan aspek pelayanan manakah yang menjadi perhartian masyarakat dan perlu ditingkatkan oleh takmir masjid Daarussalam jika dilihat dari aspek dimensi tangible, reability, responsiveness Assurance dan empathy. Berdasarkan analisis servqual rata-rata gap antara harapan dan kinerja masih bernilai negatif. Hanya satu yang bernilai positif yaitu atribut nomor 3 tentang tempat parkir yang cukup. Kemudian ada satu atribut yang bernilai nol yaitu atribut no 5 tentang keramahan takmir dan jamaah masjid sehingga dapat disimpulkan bahwa keramahan takmir dan jamaah sudah sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Adapun atribut yang memiliki gap terbanyak yaitu atribut no 4 dengan gap -0,8 tentang fasilitas masjid sehingga perlu peningkatan yang tinggi terhadap fasilitas masjid yang disediakan. Gap terbanyak kedua aadalah no 11 dengan gap -0,5 tentang keamanan masjid. Sehingga dua hal tersebut yaitu fasilitas dan keamanan masjid perlu ditingkatkan. Kemudian berdasarkan analisis IPA diperoleh bahwa fasilitas masjid, keamanan masjid dan empati takmir terhadap jamaah menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan. Kemudian atribut yang sudah bagus pelayanannya adalah profesionalitas takmir dan rasa tanggung jawab.
Persepsi Pedagang Makanan Non-Halal Terhadap Konsumen Muslim di Kota Manado iqbal, iqbal; Lestary, Ratna Ayu Dewi
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 4 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol4.iss2.art5

Abstract

Indonesia yang merupakan salah satu negara yang memiliki banyaknya penduduk muslim di dunia. Namun, yang perlu disadari adalah tidak semua daerah yang ada di Indonesia merupakan mayoritas penduduknya muslim, salah satunya adalah Kota Manado tepatnya di Provinsi Sulawesi Utara. Tercatat dalam data pemerintahan di Kota Manado oleh Kanwil Kemenag pada tahun 2020 penduduk yang beragama Islam hanya 212.021 dari total penduduk 548.361. Dapat dikatakan bahwa masyarakat yang beragama muslim hanya sekitar 38,7% dari total keseluruhan penduduk. Hal ini membuat masyarakat muslim harus lebih bersikap kritis, selektif, dan memiliki ketelitian dalam membeli makanan olahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi pedagang makanan non-halal terhadap konsumen muslim dan penerapan label non-halal di Kota Manado. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data yang diambil secara purposive sampling. Sampel diambil dari 27 orang responden, mencakup pedagang makanan non-halal, pedagang makanan muslim, masyarakat lokal non-muslim, dan masyarakat muslim yang menetap di Kota Manado yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Sario, Kecamatan Wanea, Kecamatan Malalayang, dan Kecamatan Mapanget. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa masih rendahnya kesadaran terkait makanan halal pada masyarakat muslim dan non-muslim di Kota Manado. Kemudian untuk penerapan label “non-Halal” dianggap penting sebagai identitas pedagang makanan non-halal, tetapi belum ada yang menerapkannya. Banyak dari pedagang makanan non-halal yang menggunakan label sesuai dengan keinginan mereka masing-masing. Bahkan, ada yang tidak menggunakan identitas sama sekali terkait menu makanan yang dijual. Hal ini juga disebabkan oleh kurangnya edukasi dan literasi terkait makanan halal di Kota Manado
Otoritarianisme dan Kemandegan Falsafah Di Dunia Islam: Peran Imam Abu Hamid Al-Ghazali Dalam Patronase Ulama-Negara dan Pengaruhnya Kepada Kemandegan Tradisi Falsafah Di Dunia Islam Al-Fuadi, Farhan; Ulum, Miftahul
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol5.iss1.art2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Ghazali dan politik kekuasaan terhadap kemunduran falsafah di dunia Islam abad pertengahan. Kajian yang dilakukan dalam penelitian ini mengambil pendekatan sosiologi ilmu pengetahuan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjelaskan masalah secara jernih dan memberikan klarifikasi terhadap asumsi besar yang menempatkan Ghazali sebagai faktor utama dari kemunduran falsafah di dunia Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis diskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ssumsi tentang Ghazali sebetulnya bisa dianggap berlebihan untuk memahami sejarah ilmu pengetahuan yang melibatkan dinamika masyarakat muslim dalam ruang dan waktu yang amat luas. Nizamiyah sebagai lembaga pendidikan yang didirikan oleh Nizham al-Muluk, dimana Ghazali menjalankan karir intelektualnya yang sangat berpengaruh setelah Juwaini, menjadi lembaga ilmu pengetahuan yang memiankan peran yang tidak bisa diabaikan dalam memediasi pertemuan antara kepentingan politik penguasa dan kepentingan-kepentingan religious para ulama. Terlibatnya Ghazali dalam polemic dengan berbagai kelompok seperti polemiknya dengan kaum Syi’ah melalui “Fadhaih al-Bathiniyah wa Fadhail al-Mustazhiriyah” lalu melebar berpolemik dengan para filosof melalui “Tahafut al-Falasifah” meski pada akhir kehidupannya Ghazali meninggalkan rasionalisme ke mistisisme, beliau tidak kehilangan kritisismenya yang kuat. Semua polemiknya menjadi kepanjangan tangan kekuasaan dalam meneguhkan keamanan, kestabilan negara dan keteguhan ideologi negara. Menjadikan Ghazali satu satunya faktor kemandegan perkembangan falsafah tidaklah relevan. Faktor yang paling menentukan sebetulnya adalah kekuasaan yang otoriter yang memanfaatkan fatwa ulama sebagai alat legitimasi kekuasaan. Keywords: Ghazali, otoritarianisme, falsafah dunia Islam, patronase ulama dan negara
Analisis Minat Beli Konsumen Muslim Terhadap Produk Kosmetik: Studi Kasus Pada Produk Kosmetik Impor Legal Namun Belum Berlabel Halal Setyaningsih, Budiyati; Albari
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol5.iss1.art1

Abstract

Skincare merupakan salah satu industri yang sedang tumbuh pesat di Indonesia. Produk impor mulai memasuki pasar Indonesia akan tetapi beberapa diantaranya masih belum berlabel halal. Kondisi tersebut menimbulkan kebingungan bagi masyarakat muslim dalam pembelian skincare. Walaupun demikian beberapa masyarakat muslim tetap melakukan pembelian terhadap skincare impor yang belum berlabel halal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat beli konsumen muslim terhadap produk kosmetik impor yang sudah legal akan tetapi belum berlabel halal. Analisis dalam penelitian ini mencakup pengaruh iklan, negara aslal dan gaya hidul terhadap minat beli masyarakat. Sampel dalam penelitian ini adalah 200 masyarakat pengguna skincare impor. Penelitian ini dianalisis secara kuantitatif dengan metode structural equation model dengan software AMOS. Hasil analisis menunjukkan bahwa minat beli skincare dipengaruhi oleh gaya hidup sedangkan iklan dan negara asal tidak berpengaruh. Selanjutnya ditemukan bahwa gaya hidup dipengaruhi oleh iklan skincare dan negara asal skincare. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi rujukan dalam memahami pemasaran skincare impor di Idonesia. Disisi lain penelitian ini menujukkan perlunya penekanan pada pengurusan label halal bagi poduk skincare yang dijual di Indonesia. Keywords: label halal, skincare, minat beli, iklan, gaya hidup, negara asal
Korean Wave, Kesadaran Halal dan Literasi Halal Pada Konsumen Makanan Korea: Studi Kasus Generasi Z di Yogyakarta Putra, Adam Yazly; Aliyanti, Fitri Eka
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol5.iss1.art3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari dari variabel Korean wave, kesadaran halal, dan literasi halal terhadap minat beli produk makanan Korea bulgogi. Populasi di dalam penelitian ini adalah generasi Z yang berada di D.I. Yogyakarta sebanyak 100 responden dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan sebaran kuesioner yang disebarkan kepada seluruh populasi menggunakan google form. Metode analisis yang digunakan pada data menggunakan analisis linier berganda. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Korean wave berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli makanan Korea Bulgogi. Kemudian variabel kesadaran halal tidak berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap minat beli produk makanan Korea Bulgogi. Namun variabel literasi halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk makanan Korea Bulgogi. Sedangkan secara simultan, Korean wave, dan literasi halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli makanan Korea bulgogi, dan kesadaran halal tidak berpengaruh terhadap minat beli produk makanan Korea Bulgogi. Keywords: Korean wave, kesadaran halal, literasi halal, minat beli, Generasi Z