cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2013)" : 9 Documents clear
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA SMP/MTS Berbasis Contextual Teaching And Learning (Studi pada Materi Pokok Asam, Basa, dan Garam) Sugiarti .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.277 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.785

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berbasis CTL pada materi pokok asam, basa, dan garam yang valid, praktis, dan efektif.  Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan model Thiagarajan yang biasa disingkat dengan 4D, yaitu tahap pendefinisian (Define), tahap perancangan (Design), tahap pengembangan (Develop), dan tahap penyebaran (Disseminate). Subjek penelitian dalam hal ini ujicoba terbatas adalah siswa kelas VII­4 MTsN Model Makassar sebanyak 37 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi dan instrumen penelitian. Hasil pengamatan dan angket respon siswa dianalisis secara deskriptif. Perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku Panduan Guru, Buku Siswa dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Validitas RPP, sebesar 3,82, Buku Panduan Guru dan Buku Siswa sebesar 3,94, dan LKS sebesar 3,98. Keseluruhan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berada dalam kategorikan valid (3,50≤X≤4,50). Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran IPA berbasis CTL layak digunakan. Kepraktisan perangkat dilihat dari pelaksanaanya yang berada dalam kategori terlaksana sepenuhnya 1,9 (). Keefektifan dilihat dari (1) respon positif dari para siswa terhadap Buku siswa sebesar 82% dan LKS sebesar 80%, (2) keseluruhan aktivitas siswa berada dalam interval waktu ideal, (3) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sebesar 3,87 berada dalam kategorikan tinggi (4,2 ≤ KG <5,0) dan (5) hasil belajar siswa menunjukkan ketuntasan klasikal 92%. Kata Kunci: Penelitian Pengembangan, Perangkat Pembelajaran IPA, CTL, Model Thiagarajan. ABSTRACT This study is a research and development which aim to produce sains learning tools based on CTL in acid, base and salt subject matter was valid, practical and effective.  Development of learning tools using Thiagarajan’s model was commonly abbreviated to 4D, Define stage, Design stage, Develop stage, and Disseminate stage. The limited test of subject were students of VII4 MTsN Model Makassar as many as 37 students. Technique of collection data used validation sheet and research instrument. Observation and questionnaire of the students response were analyzed descriptively. The developed sains learning tools were lesson plan, teacher book, student book, and student worksheet. Validity of lesson plan is 3.82, teacher book and student book is 3.94, and student worksheet is 3.98. Overall of learning tools developed are in valid categorize (3,50  ≤  X  ≤  4,50). It shows that the sains learning tools based on CTL are suitable to use. The practically of tools viewed from its implementation which was in implemented completely category 1,9 (). The effectiveness was viewed from (1) the positive response from the students to student book is 82% and student worksheet is 80%; (2) the overall activity of the students are in the ideal time interval; (3) the ability of the teacher to manage learning in 3.87 are categorized high (4.2 ≤ KG <5.0), and (5) student achievement test showed 92% classical completeness. Keywords: Research development, Sains learning tools, CTL, Thiagarajan’s model
Efektivitas Metode Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Generik Sains Siswa Kelas XI IA 2 SMA Negeri 8 Makassar (Studi Pada Materi Pokok Hidrolisis Garam) Selvianti .; Ramdani .; Jusniar .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.214 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.793

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keefektifan metode pemecahan masalah untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan generik sains siswa kelas XI IA 2 SMA Negeri 8 Makassar. Variabel dalam penelitian ini merupakan variabel tunggal yaitu keefektifan metode pemecahan masalah dalam pembelajaran kimia pada materi pokok hidrolisis garam. Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IA 2 SMA Negeri 8 Makassar tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk essai yang terdiri dari 5 butir soal dan diperoleh nilai rata-rata seluruh siswa sebesar 71,71 dengan frekuensi 22 siswa tuntas dan 8 siswa tidak tuntas. Hasil analisis nilai gain yang dinormalisasi, <g>, menunjukkan bahwa efektivitas metode pemecahan masalah untuk meningkatkan hasil belajar kelas XI IA 2 SMA Negeri 8 Makassar pada materi pokok hidrolisis garam sebesar 0,57. Sedangkan <g> efektifitas metode pemecahan masalah untuk meningkatkan keterampilan generik sains adalah 0,51. Kata Kunci: Problem Solving, Keterampilan generik. ABSTRACT The  descriptive research aims to determine the effectiveness of problem solving method to increase students achievement and generic skills of science grade XI IA 2 Senior High School 8 Makassar. Single variable namely effectiveness of problem solving method to increase learning outcome and generic skills of science study on hydrolysis of salt. The subject of research is all of students grade XI IA 2 Senior High School State 8 Makassar academic year 2012/2013 that amount 30 students. Data collecting use students’ achievement test in essay form that consist of 5 items and found average value all of the students are 71.71 with frequent 22 students are pass and 8 students are not pass. Analysis result of normalized gain, <g>, showing that effectiveness of problem solving method to increase students’ achievement grade XI IA 2 Senior High School State 8 Makassar study on hydrolysis of salt is 0.57. Meanwhile, <g> of effectiveness of problem solving method to increase generic skills of science is 0.51. Keywords: Problem Solving Method, Generic Skills of Science.
Perbandingan Hasil Belajar Siswa yang Diberi Tugas Rumah dan Kuis pada Model Pembelajaran Langsung (Studi pada Materi Pokok Reaksi Redoks) Muhammad Danial; Jestiana Rahel; Iwan Dini
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.053 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.794

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberi tugas rumah dengan yang diberi kuis pada model pembelajaran langsung kelas X SMA Kristen Elim Makassar. Desain penelitian yaitu posttest only control design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian tugas rumah dan pemberian kuis pada model pembelajaran langsung, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa pada materi pokok reaksi redoks. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Kristen Elim Makassar sebanyak 2 kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara sampling total dengan acak kelas, diperoleh kelas X2 sebagai kelas yang diberi tugas rumah dengan jumlah siswa 17 orang dan kelas X1 sebagai kelas yang diberi kuis dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar pada materi pokok reaksi redoks berupa posttest. Teknik analisis data yaitu  menggunakan Test Kolmogorov-Smirnov untuk dua sampel, diperoleh nilai Dhitung = 0,2  Dtabel = 0,44 pada taraf signifikan α = 0,05. Dengan demikian, H0 diterima atau H1 ditolak, menunjukkan tidak ada perbedaan hasil belajar siswa antara yang diberi tugas rumah dengan yang diberi kuis pada model pembelajaran langsung kelas X SMA Kristen Elim Makassar pada materi pokok reaksi redoks. Kata Kunci : Tugas rumah, kuis, pembelajaran langsung, hasil belajar. ABSTRACT This study is the quasi experiment research that aimed to know the comparison of learning result with homework and quiz on the direct instruction model of students class X SMA Kristen Elim Makassar. Design of the research is posttest-only control design. Homework and quiz on direct instruction model as independent variables and learning result of student on the redox reaction as a dependent variable. The population in this research are all students of  class X SMA Kristen Elim Makassar that consist of two classes. The sample was taken by total sampling with random class and class X2 as class with homework that consist of 17 students and class X1 as class with quiz that consist of 20 students. The data  of the research was obtained by the study result test on the subject of the redox reaction by post test. The data was analyzed by Kolmogorov-Smirnov Test two sample and get Dcalculation = 0,2  Dtable = 0,44 and significant level α = 0,05. Thus H0 was received or H1 was failed. It is means that no differences of learning result with giving homework and quiz on the direct instruction model of class X students of SMA Kristen Elim Makassar on the main topic of redox reaction. Keywords: Homework, quiz, direct instruction, learning result.
Pembuatan dan Analisis Mutu Briket Arang Tempurung Kelapa Ditinjau dari Kadar Kanji Maryono .; Sudding .; Rahmawati .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.016 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.795

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui mutu briket arang tempurung kelapa ditinjau dari kadar kanji. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pengumpulan bahan baku, pengeringan bahan baku,  karbonisasi, penggerusan dan penyaringan, pencampuran bahan perekat, pencetakan dan pengempaan, pengeringan dan penentuan mutu briket. Kadar air yang diperoleh berkisar antara 3,46-5,57%, kadar abu berkisar antara 7,49-9,94%, sedangkan kadar zat yang hilang pada suhu 950ºC berkisar antara 2,86-4,77%. Kata kunci : briket, tempurung kelapa, karbonisasi, kadar kanji. ABSTRACT This study is an experimental research that aims to determine the quality of coconut shell charcoal briquettes observed by starch consentration. The  research carried out in several stages, namely collection of raw materials, dehydration of raw materials, carbonization, crushing and screening, mixing binder, molding and compressing, drying and briquettes quality determining. Moisture concentration obtained from 3,46-5,57%, ash concentration from 7,49-9.94%, and volatile matter concentration at 950ºC from 2,86-4,77%. Keywords: briquette, coconut shell, carbonization, starch concentration
Pengaruh Perbandingan monomer AM dan Crosslinker MBAM pada Pembuatan Keramik Berpori Secara Gelcasting Dengan Bahan Dasar Lumpur Lapindo Suriati Eka Putri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.27 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.791

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan keramik berpori secara gelcasting dengan bahan dasar Lumpur Lapindo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode gelcasting dapat digunakan untuk membuat keramik berpori dengan bahan dasar lumpur Lapindo dengan mengkaji pengaruh perbandingan monomer AM dan crosslinker MBAM. Keramik berpori dengan bahan dasar Lumpur Lapindo (clay A) dibandingkan dengan clay yang pada umumnya digunakan dalam proses pembuatan keramik (clay B).Bahan dasar clay A yang digunakan diekstraksi terlebih dahulu menggunakan akuades. Adonan keramik terdiri dari 3 jenis yaitu keramik mentah gelcasted bahan dasar clay A, keramik bahan dasar clay B, dan keramik dengan variasi perbandingan AM:MBAM bahan dasar clay A. Serbuk keramik dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam larutan premix yang berisi campuran AM dan MBAM, kemudian dihomogenkan dan ditambahkan inisiator APS dan katalis TEMED. Setelah itu adonan dimasukkan ke dalam cetakan dan dikeringkan di udara bebas kemudian disintering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode gelcasting dapat digunakan dalam pembuatan keramik berpori dengan bahan dasar lumpur Lapindo, namun menghasilkan badan keramik yang retak. Warna keramik yang dihasilkan merah kecoklatan sedangkan clay B berwarna kuning kecoklatan. Kata kunci: keramik berpori, gelcasting, lumpur Lapindo ABSTRACT The research on synthesis of porous ceramic by gelcasting method using Lapindo mud as raw material has been done. The aim of this research was to determine whether gelcasting method can be used to make porous ceramics using Lapindo Mud as raw material reviewing the influence of monomer and crosslinker ratio AM:MBAM. Porous ceramic using Lapindo mud (clay A) compared with the clay that generally used in the manufacture of ceramics (clay B). The clay A raw material is extracted with aquadest. The ceramic dough consist of clay A gelcasted ceramic, clay B ceramic, and clay A ceramic with AM:MBAM variation. Powder ceramic is dispersed dropwise into premix solution containing the AM and MBAM mixture, homogenized and inserted with APS initiator and TEMED catalyst. The dough is then molded, dried and sintering. The results showed that gelcasting method can be used on synthesis of porous ceramic using Lapindo mud as raw material but produces a cracked ceramic body. The resulting ceramic color brownish red while clay B brownish yellow. Keywords: porous ceramic , gelcasting , Lapindo mud
Studi Pemisahan Emas dari Batuan Bijih Emas Asal Daerah Poboya (Sulawesi Tengah) dengan Menggunakan Teknik Flotation and Sink dengan Media Tetrabromoetana (TBE) Ila Israwaty
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.203 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.796

Abstract

Teknik flotation and sink merupakan salah satu teknik pemisahan emas ramah lingkungan. Pada penelitian ini dibuat beberapa variasi ukuran partikel batuan yaitu pada ukuran (177- 231 µm), ( 88-177 µm), (53- 88 µm), dan <53 µm. Sampel digunakan masing-masing sebanyak 20 gram dan TBE sebanyak 15 mL. Terbentuk dua fasa yaitu fasa tenggelam dan fasa terapung. Analisis kandungan emas dilakukan dengan menggunakan AAS GBC Avanta. Kondisi pemisahan terbaik pada variasi ukuran 88-177µm. Pemekatan konsentrasi emas sebesar 34 kali (fasa tenggelam : 6592,69 ppm, sampel : 204,14 ppm). Persen rendemen sebesar 2,84 % dan persen loss sebesar 27,58 %. Persen recovery TBE sebesar 76,67 % (ukuran 177-231 µm). Hasil XRD menunjukkan bahwa batuan sebagian besar terdiri dari SiO2 dan CaCO3. Hasil XRF diketahui kandungan emas sebesar 0,036 %. Hasil analisis pada fasa terapung tidak ditemukannya lagi keberadaan emas. Kata Kunci: Emas, pemisahan emas, Flotation and Sink, tetrabromoetana (TBE). ABSTRACK Flotation and sink techniques is one of the gold separation environmentally friendly techniques. In this study made ​​several variations of the particle size of rock that is the size (177-231 μm), (88-177 μm), (53-88 μm), and <53 μm. Each sample is used as much as 20 grams and as many as 15 mL TBE. Formed two phases, sinking phase and floating phase. Gold content analysis performed using GBC Avanta AAS. The best separation conditions on the variations of size 88-177μm. Concentration of gold concentration by 34 times (phase sinks: 6592.69 ppm, sample: 204.14 ppm). Percent yield of 2.84% and the percent loss of 27.58%. Percent recovery of 76.67% TBE (size 177-231 μm). XRD results indicate that the rock consists mainly of SiO2 and CaCO3. Results XRF known to gold content amounting to 0.036%. The analysis on the floating phase is no longer finding the existence of gold. Key Words : Gold, gold separation, flotation and sink, tetrabromoethane (TBE).
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Kimia Peserta Didik Kelas X SMK Negeri 2 Bantaeng Faridha Ahriani
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.968 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.782

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi antara model pembelajaran kooperatif dan gaya belajar dalam mempengaruhi hasil belajar peserta didik pada materi pokok ikatan kimia. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan menggunakan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X SMK Negeri 2 Bantaeng tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 66 orang. Sampel peneltian adalah kelas XA NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan) dan XB NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan) dipilih secara purposive random sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan program SPSS 17.0 menggunakan analisis one way Anova, two way Anova dan Uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada materi pokok ikatan kimia, (2) terdapat perbedaan hasil belajar kimia antara peserta didik yang memiliki gaya belajar visual, audio dan kinestetik pada materi pokok ikatan kimia, (3) ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TGT dengan gaya belajar dalam mempengaruhi hasil belajar peserta didik pada materi pokok ikatan kimia. Rata-rata hasil belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih tinggi daripada yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Rata-rata hasil belajar peserta didik yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih tinggi daripada peserta didik yang memiliki gaya belajar visual dan auditorial.Kata kunci: kooperatif, STAD, TGT, gaya belajar, hasil belajarABSTRACT The aim of this study is to determine the interaction between the cooperative learning model and learning styles in influencing the learning outcomes of students in chemical bonding subject. The type of this research is a quasi experiment using 2x3 factorial design. The study populations were all of students class  X at SMK Negeri 2 Bantaeng academic year 2012-2013 as many as 66 students. Sampling was done by purposive random sampling and selected was the class XA NFV (Nautical Fishing Vessels) and XB NFV (Nautical Fishing Vessels). Hypothesis testing is performed with the SPSS 17.0 program using one way ANOVA, two way ANOVA and Tukey HSD test. Results of this study indicate that; (1) there are differences in learning outcomes between students studying chemistry taught by STAD cooperative learning model to taught by using TGT cooperative learning model in chemical bonding subject, (2) there are differences in learning outcomes between students who have learning styles on visual, audio and kinesthetic in chemical bonding, (3) there is an interaction between cooperative learning model and learning styles with in influencing learning outcomes of students in chemical bonding subject. Students who were taught by TGT cooperative learning model have a higher learning outcomes than taught by STAD cooperative learning model. Learning outcomes of students who have a kinesthetic learning style are higher than visual and auditory learning style Keywords: Cooperative, STAD, TGT, learning style, learning outcomes
Penerapan Metode Diskusi Berkelanjutan pada Mata Pelajaran Kimia untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA6 SMA Negeri 11 Makassar Sumiati Side; Hardin .; Munir Tanrere
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.314 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.792

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana langkah penerapan metode diskusi berkelanjutan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI IPA6 SMA Negeri 11 Makassar. Dilakukan dua siklus masing-masing dengan tiga kali pertemuan, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi evaluasi dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan tes hasil belajar yang dianalisis secara kuantitatif dan analisis deskriptif. Metode diskusi berkelanjutan dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: (a) menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan di dalam kelas, (b) membagi siswa dalam beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari 3-5 orang secara acak dan tiap kelompok memiliki ketua kelompok, (c) tiap kelompok di beri topik atau meteri yang telah disusun oleh pengajar sesuai tujuan yang ingin dicapai, (d) memberi kesempatan tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, (e) menunjuk satu kelompok sebagai klompok penyanggah dalam tiap diskusi (bertugas menyanggah hasil diskusi oleh kelompok pemateri), (f) menunjuk satu orang sebagai moderator untuk mengarahkan jalannya diskusi, (g) kelompok yang belum dapat giliran merupakan kelompok peserta yang punya hak berkomentar, menyanggah, dan berpendapat sesuai permasalahan dalam diskusi nantinya dan (h) permasalahan yang belum terselesaikan dilanjutkan diluar kelas untuk didiskusikan tiap kelompok sebagai bahan tugas, dan memeriksa jurnal kegiatan pembelajaran klompok yang ditulis oleh ketua kelompok. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan langkah-langkah metode diskusi berkelanjutan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Kata Kunci: Metode Diskusi Berkelanjutan, keaktifan, Hasil Belajar. ABSTRACT This research is a classroom action research that aims to known how the implementation steps of continuous discussion method to improve the activity and learning outcomes of the students class IPA6 SMAN 11 Makassar. The research was conducted by two cycles where each cycle consists of a planning phase, action phase, observation and evaluation / reflection phase consisted two cycles with three of meetings. Collecting data using observation of student activity sheets and analyzed qualitatively. Ongoing discussion method is done using the following steps: (a) Prepare all equipment that will be used in the classroom.                                    (b) Divide students into groups, each group consisting of 3-5 people at random and each group has a group leader (c) Each group is given a topic or meteri which has been prepared by teachers of appropriate objectives to be achieved. (d) Provide an opportunity for each group to present the material from the group's discussion. (e) Designate one group as in any discussion klompok buffer (buffer group served to refute the results of the group discussion by presenters). (f) Designate one person as the moderator or direct the course of the discussion. (g) The group has not been able to turn to a group of participants who had the right to comment, argue, argue later in the discussion of each issue. (h) The problems that have not been complished continued outside the classroom for discussion by the group as a task, the learning activities journal written by the chairman of the group. Require the nature and content of the conversation does not stray from the subject. Take note of the things that you think teachers should be immediately corrected that lets students do not realize the wrong opinion. By applying the measures sustainable methods of discussion and activities to increase student learning outcomes from the first cycle to the second cycle. Keywords: Ongoing Discussion Methods, Results Learning
Pengembangan Perangkat Assessment Berbasis Keterampilan Generik Sains pada Mata Kuliah Praktikum Kimia Dasar Lanjut Haksani .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.037 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.790

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang difokuskan untuk mengembangkan perangkat assessment berbasis keterampilan generik sains (KGS) pada mata kuliah praktikum kimia dasar lanjut yang meliputi pra-praktikum, proses praktikum, dan laporan praktikum. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi model pengembangan perangkat Plomp, yang terdiri dari fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi/konstruksi, fase tes, evaluasi dan revisi, dan fase implementasi. Perangkat assessment berbasis KGS dikembangkan telah divalidasi oleh dua orang ahli kemudian direvisi sehingga didapatkan perangkat valid. Uji coba terbatas dan implementasi dilakukan di Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar dengan jumlah mahasiswa 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat assessment yang dikembangkan setelah dilakukan validasi dinyakatan valid karena koefisien validasi isi > 0,75 atau 0,75% yaitu 1,00. Perangkat assessment dinyatakan praktis karena sebagian besar aspek direspon positif oleh asisten. Perangkat assessment dinyatakan efektif karena telah memenuhi kriteria keefektifan, dengan hasil: (1) Skor keseluruhan praktikan berada pada kategori sangat baik, (2) Aktivitas asisten dan praktikan terpenuhi. Kata kunci; generik sains,assessment, praktikum kimia ABSTRACT This study is a development research which focused by developing assessment instrument based on Science Generic Skill (SGS) on advance chemistry experimental, include pre-experiment, experiment process, and experiment report. This research adopted the development model of Plomp’s lesson instrument, consist of several phases; initial investigation, design phase, realization/construction phase, test phase, evaluation phase, revision phase, and implementation phase. The developed assessment instrument based on SGS has been validated by two experts and also been revised, thus the valid instrument was achieved. Partial try out and implementation were done at Chemistry Department of Mathematic and Natural Sciences Faculty UNM, by number of sample are 30 students. The result shows that the developed assessment instrument was valid categorize, validation coefficient of >0.75 or 0.75 % is 1.00. The developed assessment instrument was practical for most of the aspect were given positive response by the assistant. The developed assessment instrument was effective, comply effectively criteria (1)  score of all students were very good category (2) activities of assistant and students were fulfilled. Key words: generic sains,assessment, chemistry experimental

Page 1 of 1 | Total Record : 9