cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 317 Documents
Skrining Fitokimia Beberapa Fraksi Klroform dari Daun Lantana Camara Linn. Maryono Maryono; Muharram Muharram; Pince Salempa
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.739 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v16i1.4548

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan skirining fitokimia terhadap beberapa fraksi ekstrak kloroform daun L.camara Linn. Ekstrak kloroform diperoleh dari hasil partisi dengan metode ekstraksi padat cair ekstrak metanol. Fraksinasi terhadap ekstrak kloroform daun L.camara Linn. dilakukan dengan kromatografi kolom menggunakan adsorben silika gel G 60, eluen campuran etil asetat dan n-heksana. Setiap fraksi dikontrol dengan kromatografi lapis tipis, dan fraksi yang memiliki pola kromatogram dengan harga Rf yang mirip dikelompokkan menjadi satu sebagai fraksi gabungan. Terhadap masing-masing fraksi dilakukan skirining fitokimia dengan menggunakan reagen pereaksi. Hasil penelitian ditemukan pada ekstrak kloroform adanya senyawa triterpeniod, steroid dan flavonoid. Triterpenoid dan steroid dengan indikasi kuat pada fraksi nonpolar, flavonoid pada fraksi polar dengan indikasi sedang dan tidak terdeteksi adanya alakloid.Kata kunci: lantana, skrining fitokimiaABSTRACTSkirining phytochemicals have been conducted on the some fraction of the chloroform extract of leaves L.camara Linn. Chloroform extract obtained from the partition with solid liquid extraction method from methanol extract. Fractionation of the chloroform extract performed by column chromatography using silica gel G60 as adsorbent, eluent a mixture of ethyl acetate and n-hexane. Each faction is controlled by thin layer chromatography, and the fraction which has a pattern of the chromatogram with similar Rf are grouped as a combined fraction. The skirining phytochemical on the fractions using reagent. The results found in the chloroform extract there are triterpeniod, steroids and flavonoids. Triterpenoids and steroids with strong indications in nonpolar fraction, flavonoids in the polar fraction and alkalod not was detected.Keywords: lantana, phytochemical screening
Analisis Tingkat Kekeruhan Air Das Jeneberang Sebagai Sumber Air Baku Pam Somba Opu Nur Anny Suryaningsih Taufieq
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.862 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.398

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekeruhan air DAS Jeneberang dikaitkan kualitas air bersih dan pengaruh penambahan aluminium sulfat Al2(SO4)3 terhadap tingkat kekeruhan air. Penelitian ini bersifat eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan ulangan sebanyak empat kali sehingga diperoleh 16 contoh air. Sebelum pemberian, Al2(SO4)3 terlebih dahulu dilarutkan. Perbandingan Al2(SO4)3 dengan air ditentukan berdasarkan hasil Jar-test. Untuk mengurangi pemakaian Al2(SO4)3, contoh air diendapkan terlebih dahulu selama satu jam. Dosis larutan Al2(SO4)3 yang diberikan adalah sepuluh tetes pipet (1 mL/20 mL contoh air) (A1), 30 tetes pipet (3 mL/20 mL contoh air) (A2), dan 50 tetes pipet (5 mL/20mL contoh air) (A3) masing-masing diulang sebanyak 4 kali dan sisa contoh air sebagai control (A0). Parameter yang diamati adalah pH, tingkat kekeruhan air, zat padat terlarut, dan kesadahan total air. Data dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan aluminium sulfat Al2(SO4)3 lima mL pertabung reaksi contoh air efektif untuk menurunkan tingkat kekeruhan air DAS Jeneberang. Kata kunci: Turbiditas air, DAS Jeneberang, PAM Somba Opu ABSTRACT This research aims to know the level of water turbidity on Jeneberang river related to the clean water quality and influence of addition of aluminum sulphate (Al2(SO4)3) to the level water turbidity. This research was an experimental and used randomized complete block design with four treatments. Each treatment is repeated for four times so that obtained 16 water samples. Before using Al2(SO4)3, it had to be condensate first. Ratio of Al2(SO4)3 and aquades water should be determined by Jar-test. To reduce Al2(SO4)3 usage, the samples were precipitated for one hour. After that, they were mixed by Al2(SO4)3 as much as 1 ml each 20 ml water (A1), 3 ml each 20 ml water (A2), and 5 ml each 20 ml water (A3). The remaining of water sample was used as control sample (A0). Parameters that were concerned are pH, level of water turbidity, dissolved solids, and hardness total of water. Obtaining data were analyzed by using variant analysis. The result showed that the treatment of aluminum sulphate (Al2(SO4)3) addition 5 ml per reaction tube effectively reduced the level of water turbidity on stream area of Jeneberang river. Key Words: water turbidity, Jeneberang river, PAM Somba Opu
Strategi Sintesis Total Senyawa Epotilon: Suatu Senyawa Aktif Baru Yang Potensial Sebagai Anti-Kanker Muharram .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.153 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i2.429

Abstract

ABSTRAK Epotilon adalah suatu makrosiklik lakton kelas baru yang menarik oleh karena daya aktivitasnya sebagai zat anti kanker. Senyawa makrolida ini diisolasi pertama kali oleh  kelompok Höfle dari Myxobacterium Sorangium cellulosum strain 90 yang diambil dari Sungai Zambezi Afrika Selatan. Berbagai uji biokimia mengunkapkan bahwa epotilon lebih potensial dibandingkan taksol dengan efek samping lebih kecil.   Setelah konfigurasi absolut epotilon A (I) dan B (2) dipublikasikan oleh Höfle, dan kawan-kawan, total sintesis epotilon dan turunanya secara intensif telah dilakukan. Publikasi pertama sintetis epotilon total oleh  Danishefsky dan kawan-kawan, diikuti oleh Nicolou dan kawan-kawan,  dan Shinzer dan kawan-kawan. Meskipun masing-masing kelompok mempunyai strategi tersendiri, ketiga kelompok tersebut menggunakan reaksi-reaksi olefin-metatesis, makrolaktonisasi, dan aldol sebagai reaksi-reaksi penyambung. Key words: Epothilone, totalsynthesis, olefin-Metatesis, macrolactonisation, aldol reaction ABSRACT Epothilone is a new class of macrocyclic lactones, which has drawn because of its powerful activity as anticancer agent. This macrolide compound was first isolated by Höfle’s group from the myxobacterium Sorangium cellulosum strain 90 that were harvested off the shores of the Zambezi River in South Africa. In various biochemical assays have revealed that the epothilones are more potent than taxol with less undesired side effect. After the absolute configuration of epothilone A (I) and B (2) were published by Höfle, et al, the total synthesis of epothilone and its derivate was intensively conducted. The first total synthesis of epothilone was published by Danishefsky et al, shortly followed by independent routes from Nicolou, et al. and Shinzer et al. Even though each group has own strategie, the three groups used olefin-methatesis,, macrolactonisation, and aldol reaction as coupling reactions. Key words: Epothilone, totalsynthesis, olefin-Metatesis, macrolactonisation, aldol reaction
Lempung Aktif Sebagai Adsorben Ion Fosfat Dalam Air Army Auliah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.43 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i2.424

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi Lempung aktif  terhadap ion fosfat. Penelitian ini  dilaksanakan di Laboratorium  Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar. Sampel lempung  diambil dari  Kabupaten Barru dan diaktivasi secara fisika pada suhu 350 oC selama 3 jam. Kapasitas Adsorpsi lempung aktif ditentukan berdasarkan penentuan waktu kontak optimum pada variasi waktu kontak 1, 3, 7, 8, 9, 10 dan 11 jam dengan variasi konsentrasi awal fosfat  10, 20, 30, 40, dan 50 ppm. Konsentrasi fosfat yang teradsorpsi  pada  lempung aktif  ditentukan dengan metode asam askorbat yang diukur dengan  spektrofotometer Uv-Vis pada  l  890 nm. Prinsip dasar  metode ini adalah  senyawa ortofosfat direaksikan dengan ammonium  molibdat dengan kalium antimonil tartrat dalam suasana asam. Asam fosfomolibdat yang dihasilkan kemudian direduksi  dengan  asam askorbat  menjadi kompleks molibdenium yang berwarna biru. Intensitas warna biru dari senyawa molibdenium ini sebanding dengan konsentrasi fosfat yang tidak teradsorpsi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi lempung aktif  0,8197  mg/g  yang mengikuti pola isoterm  Langmuir dengan nilai  R2 =  0,861. Kata Kunci:  Lempung Aktif, Kapasitas Adsorpsi, Ion Fosfat ABSTRACT The research of activated clay as adsorber on phosphate ions has done in chemistry  Laboratory of  Faculty of Mathematics  and Natural Sciences, State University of Makassar. This research is aimed to know  the adsorption capacity of activated clay to phosphate ions.  The clay sample  was taked from Barru regency and activated phisically at 350 oC during three hours. The capacity of activated clay  adsorption was determined based on the establish  of  optimum contact time at various time of 1, 3, 7, 8, 9, 10, and 11 hours with  the initial variations concentration of phosphate 10, 20, 30, 40, and 50 ppm.  The concentration  of phosphate  which adsorpted  in activeted  clay  was determined  by ascorbic acid method  which  measured  with UV-Vis  spectrophotometer of at l 890 nm.  The  principle  of this method  is the reaction of ortophosphate, ammonium molibdat and potassium antimonil tartrat in acid condition. The phosphomolibdat  acid was reduced  with ascorbic  acid to molibdenium complexes which blue color. The blue color intensity of molibdenium  compound is equal to phosphate concentration  tha is not adsorbed. The measuring result shown that the adsorption capacity of activeted clay is 0.8197 mg/g which  behaves like  the Langmuir  isoterm with R2 0.861. Key  word: Activated Clay,  The Adsorption Capacity,  and Phoshate Ion
Pengaruh Umur Biakan Acetobacter Cylinum terhadap Rendemen Nata Aren Hartati .; Muhiddin Palennari
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.854 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v11i1.390

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur starter terhadap rendemen nata nira aren. Penelitian ini terdiri dari 3 perlakuan yaitu perlakuan A1 (umur biakan 4 hari), A2 (umur biakan 6 hari), A3 (umur biakan 8 hari). Data yang diperoleh dengan variasi (uji F) untuk melihat pengaruh pada taraf kepercayaan α = 0,01. Bila hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh perlakuan maka pengujian dilanjutkan dengan uji BNT α  = 0.01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur starter berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen nata yang dihasilkan  dengan rendemen tertinggi pada perlakuan A1 (umur starter 4 hari) = 34,64 %. Sedangkan A2 dan A3 menghasilkan rendemen lebih rendah masing-masing 24,45%  dan 26,19%. Hasil penelitian ini diharapkan memberi informasi kemasyarakat khususnya yang memiliki potensi daerah pohon aren, agar dapat membuat nata dengan bahan dasar aren. Jadi aren yang diperoleh bukan hanya sebagai minuman segar atau dibuat gula tapi dapat dihasilkan nata aren dalam rangka peningkatan pendapatan petani aren. Kata kunci; Umur biakan, Acetobacter cylinum, Nata ABSTRACT This research aim to know the influence old age the starter to rendemen nata nira of sugar palm. This research is consisted of 3 treatment that is treatment A1 (breeding age 4 day), A2 (breeding age 6 day), A3 (breeding age 8 day). Data obtained with the variation of test F to see the influence of at belief level α = 0,01. If result of research showing is existence of treatment influence hence examination continued with the test BNT α = 0,01. Result of research indicate that the starter age have an effect on very real to rendemen nata yielded by rendemen is highest at treatment A1 (starter age 4 day) = 34,64 %. While A2 and A3 yield the lower rendemen each 24,45 % and 26,19 %.Result if this research is expected to give the information to society specially which owning of potency of area of sugar palm tree, so that be can make the nata with the elementary substance of sugar palm. So the sugar palm obtained not merely as pick me up or made a sugar but can be yieled by nata of sugar palm in order to increase of earnings os sugar palm farmer. Key word: Old age the breeding, Acetobacter cylinum, nata
Integrasi Model Pembelajaran Kimia Berbasis Teknologi Informasi dan Hiperteks Eda Lolo Allo; Sumiati Side; Anna Permanasari; Agus Setiabudi
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.243 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v11i1.358

Abstract

ABSTRAKPenelitian pengembangan telah dilakukan untuk menemukan model-model perkuliahan kimia berbasis hipeteks, dan dikembangkan dengan memperhatikan upaya peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Model perkuliahan dikembangkan interaktif dengan memanfaatkan software Swish Max2. Pengembangan model diawali dengan analisis konsep dan analisis keterampilan berpikir kritis yang potensial dikembangkan dalam perkuliahan. Hasil analisis menunjukkan sedikitnya ada lima pokok bahasan yang tingkat abstraksinya tinggi, yaitu elektrokimia, kesetimbangan kimia, larutan, energetika dan kinetika kimia. Jenis konsep yang teridentifikasi adalah konsep konkrit, konsep berdasarkan prinsip, konsep abstrak dengan contoh konkrit, dan konsep abstrak. Sementara itu, keterampilan berpikir kritis yang dapat dikembangkan dalam perkuliahan adalah (1) Mengidentifikasi/ merumuskan pertanyaan. (2) Mengidentifikasi kesimpulan, mengidentifikasi alasan yang dikemukakan, mengidentifikasi alasan yang tidak dikemukakan, menemukan persamaan dan perbedaan, mengidentifikasi hal yang relevan, menemukan struktur/rumus, merangkum. (3) Menjawab pertanyaan mengapa, menjawab pertanyaan tentang alasan utama, menjawab pertanyaan tentang fakta. (4) Menyesuaikan dengan sumber, memberikan alasan, kebiasaan berhati-hati. (5) Melaporkan berdasarkan pengamatan, melaporkan generalisasi eksperimen, mempertegas pemikiran, mengkondisikan cara yang baik. (6) Menginterpetasikan pertanyaan. (7) Menggeneralisasikan, meneliti. (8) Menerapkan prinsip/rumus, mempertimbangkan alternatif. (9) Menentukan strategi terdefinisi, menentukan definisi materi subyek. (10) Mengidentifikasi asumsi dari alasan yang tidak dikemukakan, mengkonstruksi pernyataan. (11) Merumuskan masalah, memilih kriteria untuk mempertimbangkan penyelesaian, merumuskan alternatif penyelesaian, menentukan hal yang dilakukan secara tentative, merangkum dengan mempertimbangkan situasi lalu memutuskan. (12) Menggunakan strategi logis Kata kunci: Model Pembelajaran Kimia, Teknologi Informasi, HiperteksABSTRACTThe research and development has been done to find models courses using hypertext model, and developed with attention to improve the mastery of concepts and critical thinking skills of students. The models were developed interactively on using Swish Max2 software. The development of models was begun with the concept analysis and critical thinking skills analysis those potentially developed in the course. The results of the analysis showed there were at least five subjects those had high level abstraction, namely electrochemistry, chemical equilibrium, solution, energetic and chemical kinetics. Types of concept those identified were concrete concept, concept based on principles, abstract concept with concrete examples and abstract concept. Meanwhile, critical thinking skills that can be developed in h course are 1) Identifying or formulating question; (2) Identifying conclusions, identifying reasons, seeing similarities and differences, identifying and handling irrelevance, seeing the structure of an argument and summarizing; (3) Answering the why question, primary reason question, and question with fact; (4) Judging the credibility of a source, ability to give reasons, careful habits; (5) Report by observer, report generalize experiment, and conditions of good access; (6) Question interpretation; (7) generalizing, researching; (8) Using principle/formula, considerate of alternative; (9) Determining define strategy, determining define subjects; (10) Identifying assume of not presented reason, construction of question; (11) Define the problem, select criteria to judge possible solutions, formulate alternative solutions, tentatively decide what to do, review, taking into account the total situations, and decide; (12) Using logical strategies.Key words: Chemistry models of teaching, Information Technology (IT), Hypertext
Pemanfaatan Zeolit dan Bokashi Ampas Tahu untuk Menekan Konsentrasi Nikel dan Meningkatkan Pertumbuhan Baby Corn pada Tanah Tambang di Soroako Muhammad Danial; Nur Anny S. Taufieq; Wahidah Sanusi
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.087 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.413

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan studi penggunaan zeolit sebagai absorben terhadap kation nikel dalam tanah dan ampas tahu sebagai sumber bahan organik untuk memperbaiki beberapa sifat kimia tanah. Oleh karena itu, penggabungan kedua perlakuan ini merupakan suatu model pemanfaatan lahan marjinal menjadi lahan yang produktif. Target khusus dari seluruh kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas zeolit dalam mengikat kation nikel dan potensi ampas tahu sebagai sumber organik unsur hara untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pada tanah tambang nikel. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan Percobaan Dua Faktor dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 48 polibag yang ditanami baby corn sebagai tanaman uji coba. Selain itu, terdapat 16 polibag yang diinkubasikan dan merupakan kombinasi perlakuan. Setiap polibag diisi 10 kg tanah kering udara. Faktor pertama adalah zeolit dengan dosis : 0, 2, 6, dan 10 ton/ha. Faktor kedua adalah bokashi ampas tahu dengan dosis : 0, 2, 6, dan 10 ton/ha. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan zeolit dan bokashi ampas tahu efektif untuk menurunkan kadar nikel dalam tanah dari 87,33 ppm menjadi 52,00 ppm, menurunkan Al-dd tanah, menurunkan kadar Fe dalam tanah, dan meningkatkan tinggi tanaman dari 81,00 cm menjadi 91,92 cm. Penggunaan zeolit dan bokashi ampas tahu juga mampu memperbaiki beberapa sifat kimia tanah Ultisol yang berasal dari areal bekas tambang nikel yaitu meningkatkan pH tanah, C-organik dan bahan organik tanah, N-total tanah, K-dd tanah, dan KTK tanah, tetapi menurunkan P-tersedia tanah. Berdasarkan uraian tersebut, maka perlakuan dengan dosis zeolit 2 ton/ha dan bokashi ampas tahu 6 ton/ha merupakan perlakuan terbaik Kata Kunci; zeolit, bokashi ampas tahu,baby corn ABSTRACT This research is the using of zeolit as absorbent of nickel cation of the land and tahu waste as organic source. The combination of two treatments is one model to improve quality of marginal land to be productive land. The specific aimed of the research is activity of zeolith in the nickel cation fasten and tahu waste potential as organic source. The research was experimental using two factors in the complete random design with four treatments and three replications to obtain 48 polibags planted with babycorn as experimental plant and 16 incubated polibags as a treatment combination. Each polibag contained 10 kg dry soil. The first factor was zeolith with dosages: 0, 2, 6, and 10 tons/ha. The second was bokashi of tahu waste with dosage 0, 2, 6, and 10 tons/ha. The result shows that the using zeolith and bokashi of tahu waste is able to reduce the nickel rate from 87,33 ppm to 52,00 ppm. It reduce soil Al-dd, reduce Fe rate and improve plant height from 81,00 cm to 91,92 cm. The usage of zeolith and bokashi of tahu waste can improve some chemical characteristic of ultisol soil, improve pH of soil, C-organic and soil organic, N-total soil, soil K-dd, and CEC soil, but reduce P soil available. The best treatment is the zeolith with dosage 2 tons/ha and bokashi of tahu waste 6 tons/ha. Keyword; zeolith, bokashi ampas tahu,baby corn
Pengaruh Penggunaan Tutor Sebaya Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X SMAN 1 Bajeng (Studi pada Materi Pokok Perhitungan Kimia) Jusniar .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.819 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.397

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif penggunaan tutor sebaya terhadap hasil belajar kimia siswa kelas X SMAN 1 Bajeng dengan desain  “Random Pretest Posttest Desain”. Populasi seluruh siswa kelas X SMAN 1 Bajeng  sebanyak  6 kelas. Sampel dipilih dengan undian yaitu  kelas X1 sebagai  kelas eksperimen dan X4 sebagai kelas kontrol sebanyak  30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes hasil belajar dengan Pretest dan Posttest. Hasil analisis deskriptif menunjukkan, nilai rata-rata siswa kelas eksperimen adalah 65,47 standar deviasi 9,07 dan 56,67% dinyatakan dalam tuntas. Sedangkan pada kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional, nilai rata-rata 55,20, standar deviasi 12,54 dan 16,67% dinyatakan dalam  tuntas. Hipotesis diuji dengan Analysis of Covariance (ANACOVA) diperoleh nilai signifikansi p = 0,001 < a, ( a = 0,05). Hal ini menunjukkan hipotesis H0 ditolak. Penggunaan tutor sebaya berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Bajeng. Persentase pengaruh penggunaan tutor sebaya terhadap hasil belajar  dari slope atau  selisih nilai rata-rata posttest dan pretest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar    20 % . Kata Kunci: Tutor sebaya,Hasil belajar ABSTRACT This Research is aimed to known the positive influence of tutor sebaya to chemistry learning achievement of the students of SMAN 1 Bajeng. This research uses “Random Pretest Posttest Design". The Population  are all 10th class students of SMAN I Bajeng winches involved six classes. The samples are two classes that selected by random with toss technique, these are as experiment class and X4 as control class respectively 30 students. The variable of research are tutor sebaya as independent variable and chemistry learning achievement as depend variable. The depend data is collected by pretest and posttest. The descriptive analyzes show the average value of student of experiment class by using tutor sebaya are 65.47 deviation standard are 9.07 and 56.67% expressed in complete criterion.  While at control class by using conventional learning, average value, deviation standard, and complete criterion are respectively 55.20, 12.54, and 16.67%. Hypothesis tested by analyzes of covariance (ANACOVA) using SPSS 13 for windows program and obtained significance value; p=0,001=0,05), this matter show the hypothesis refused and H1 accepted. This mean that tutor sebaya learning has positive significance effect to learning achievement of the student of SMAN 1 Bajeng in chemistry especially in chemistry calculation. The percentage of the effect are 20%. Keyword: Tutor sebaya, Learning achievement
Penerapan Pembelajaran DRILL untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA UNM pada Perkuliahan Kimia Fisik 2 Tahun Akademik 2008/2009 Jusniar .; Sumiati Side
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v11i1.386

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk menemukan langkah-langkah pembelajaran DRILL yang dapat  meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa semester IV program studi pendidikan kimia tahun akademik 2008/2009. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester IV kelas B program studi pendidikan kimia Jurusan Kimia FMIPA UNM sebanyak 40 mahasiswa. Data yang terkumpul dianalisis berdasarkan indiktor keberhasilkan sebagai kriteria keberhasilan penerapan pembelajaran yakni siswa dalam mengikuti proses pembelajaran paling sedikit 60% terlibat aktif seperti mengerjakan latihan terstruktur yang diberikan dalam bentuk work sheet, bertanya, meminta bimbingan pada dosen, mengerjakan soal pada white board, mengeluarkan pendapat (memberikan penjelasan tentang konsep penyelesaian latihan/soal) dan sebagainya. Kriteria keberhasilan dilihat dari tingkat pemahaman mahasiswa adalah pada setiap tes siklus (setiap selesai 1 materi pokok) adalah 60% siswa memperoleh nilai lebih dari 64. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar yang ditunjukkan oleh mahasiswa mengalami peningkatan  dari siklus 1 (61,4%)  ke siklus 2 (71,8%). sedangkan untuk tingkat pemahaman mahasiswa pada siklus 1 yakni yang memperoleh nilai lebih dari 64 adalah sebesar 60,5% dan pada siklus 2 sebesar 70,7%. Kata Kunci: Pembelajaran Drill, Aktivitas belajar. ABSTRACT This classroom action research is aimed to find Learning Drill Steps that’s can increasing learning activity of the IV semester student of chemistry education academic year 2008/2009. The subject of the research are 40 students of the class B of the IV semester of chemistry Department FMIPA UNM. The datas has been collected analyzed  based on kinerja indicator as keberhasilan criterium of learning applied. That is less 60% active like; do structural training that is given by work sheet, ask question, ask guides from lecturer, solving problem on the white board, give opinion, etc. keberhasilan criterium can be seen by students’s comprehension level in every cycle that 60% get score 64. the research result shows that student’s activity increasing from 61,4 %  in cycle 1 to 71,8% in cycle 2. while comprehension level increasing from 60,5% to 70,7.% Key  Word : Learning  Drill, Learning  activity
Pengaruh Umur Terhadap Keragaman Kandungan Asam Amino Cacing Tanah Lumbricuss rubellus Army Auliah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.295 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.417

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur terhadap keragaman kandungan asam amino cacing tanah Lumbricuss rubellus. Cacing tanah ini memiliki variasi umur (7), (8), (9), (10), (11), (12), dan (13) minggu. Cacing tersebut dikumpulkan dan dibersihkan dari kotoran, lalu ditimbang masing-masing sebanyak 100 gram dan dicuci.  Setelah itu dihaluskan dengan cara diblender, kemudian dikering-bekukan dalam freeze  dryer selama 24 jam sampai kering dan dihaluskan kembali. Analisis kandungan asam amino menggunakan instrumen Amino Acid Analyzer. Pengerjaan dengan alat ini meliputi hidrolisis asam amino. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada setiap umur diperoleh 17 jenis asam amino berupa 9 jenis asam amino esensial dan 8 jenis asam amino non esensial sedangkan kadar masing-masing asam amino tidak berbeda jauh di setiap umurnya. Hal ini menandakan bahwa umur tidak mempengaruhi keragaman dan kandungan asam amino cacing tanah Lumbricuss rubellus. Kata kunci: asam amino, Lumbricuss rubellus ABSTRACT The aim of this research is to know the influence of age to the content and various of amino acid of worm Lumbricus rubelus. The worm has the variation age (7), (8), (9), (10), (11), (12), and ( 13) weeks. The worm collected and cleaned of the dirty, then deliberated each as much 100 gram and cleaned. Afterwards attenuated, then freezed-dryed during 24 hours in  freeze dryer. Analysis of amino acid by amino acid analyzer which included amino acid hydrolisis. Result of this research indicate that there are 17 kinds of amino acid in every age that are 9 kinds of essential amino acid and 8 kinds of non essential  amino acid, wherever concentration of  its amino acid in every age almost constant. This matter show that the age doesnot influence the content and various of amino acid of worm of Lumbricuss rubellus. Keywords: amino acid, Lumbricuss Rubellus