cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 317 Documents
Pengaruh Modifikasi Model Pembelajaran Koperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Motivai Terhadap Hasil Belajar Kognitif IPA Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 3 Bulukumba (Studi Sub Topik Unsur, Senyawa, Campuran dan Asam, Basa, Indika Dewi Wahyuni; Viyayanti Indah Arsih; Yasmawati Basri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.91 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v16i2.4580

Abstract

ABSTRAKPenelitian eksperimen semu ini bertujuan (1) mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran STADM dengan peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran STAD pada materi asam, basa, garam dan unsur, senyawa, campuran (2) mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif peserta didik yang memiliki motivasi tinggi dengan peserta didik yang memiliki motivasi  rendah pada materi asam, basa, garam dan unsur, senyawa, campuran (3) mengetahui perbedaan antara model pembelajaran dan motivasi dalam mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain faktorial 2x2, dengan populasi penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Bulukumba tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari tiga kelas yaitu kelas VII/1, VII/2 dan VII/3 yang terdiri atas 89 orang. Sampel penelitian sebanyak dua kelas yaitu kelas  VII / 1 dan VII / 3 yang dipilih secara random sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis varian dua arah GLM Univariat dengan bantuan program SPSS 18.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif peserta didik. Rata-rata hasil belajar kognitif peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran STADM adalah 78.00 dan model pembelajaran STAD adalah 64,24 (2) Ada pengaruh motivasi terhadap hasil belajar kognitif peserta didik. Rata-rata hasil belajar kognitif peserta didik yang memiliki motivasi tinggi adalah 87,18 dan yang memiliki motivasi rendah adalah 65,53 (3) tidak terdapat interaksi antara  antara model pembelajaran dengan motivasi dalam mempengaruhi basil belajar kognitif peserta didik.Kata kunci: Modifikasi STAD, Motivasi, Hasil belajar Kognitif ABSTRACTThis quasi experiment research aims at examining (1) the difference between cognitive learning result of students who taught by employing STADM learning model and the ones taught by employing STAD type on the lesson material of acids, bases, salts, elements, compounds, mixture, (2) the differences between cognitive learning result of students who have' high motivation and the ones who have low motivation on the lesson material of acids, bases, salts, elements, compounds, mixture, (3) the difference between learning model and motivation in influencing learning result of students. The study employed factorial 2 x 2 design. The population was 89 students of grade VII at SMPN 3 Bulukumba of academic year 2013/2014 which consisted of three classes, namely class VII/1, class V1112, and class VII:/3. Samples were two classes, namely grade V11/1 and VII/3 chosen by employing random sampling technique. The hypothesis test was conducted by using two-way variance of analysis of GLM Univariat with SPSS 18.0 for windows program. The results of the study reveal that (1) there is influence of learning model towards cognitive learning result of students. The mean of cognitive learning result of students taught by using STADM learning model is 78.00 and STAD learning model is 64.24, (2) there is influence of motivation towards cognitive learning result of students. The mean of cognitive learning result of students who have high motivation is 87.18 and who have low motivation is 65.53, (3) there is no interaction between learning model and motivation in influencing cognitive learning result of students.Keywords: STAD Modification, Motivation, cognitive in science 
Pengaruh Pemberian Tugas Terstruktur dan Umpan Balik pada Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Kimia SiswaKelas XI SMA Negeri 3 Watampone Sitti Sabriani
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.779 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v17i1.4569

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah eksprimen semu bertujuan untukmengetahui pengaruh pemberian tugas terstruktur dan umpan balikpada pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajarkimia siswa kelas XI SMA Negeri 3 Watampone. Populasipenelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA dan sebagaisampel adalah kelas XI IPA1, kelas XI IPA2, dan kelas XI IPA3.Data dikumpulkan melalui pemberian tes. Hasil analisis deskriptifmenunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang diberikantugas terstruktur dan umpan balik lebih tinggi daripada yang hanyadiberikan tugas terstruktur tanpa umpan balik, begitupun juga yanghanya diberikan pembelajaran kooperatif tipe STAD tanpa umpanbalik dan tugas terstruktur. Hasil analisis inferensial menunjukkanbahwa tidak ada pengaruh pemberian tugas terstruktur, umpanbalik dengan tugas terstruktur, tugas terstruktur dan umpan balikpada pembelajaran koopratif tipe STAD terhadap hasil belajarkimia siswa kelas XI SMA Negeri 3 Watampone.Kata Kunci: Tugas terstruktur, Umpan balik, Hasil belajar,Kooperatif tipe STAD.ABSTRACTThe study was quasi-experiment aimed the influenceof structured task provision and feedback on cooperativelearning of STAD type toward chemistry learningachievement of grade XI Student’s at SMA Negeri 3Watampone. The population was wass students of grade XIIPA and the samples were grade XI IPA1, grade XI IPA2, andgrade XI IPA3. Data was collected through the provision oftest. The data then was analyzed by descriptive statistics andinferential statistics. The result of deskriptive analysisrevealed that students’ learning achievement which wasgiven a structured task and feedback was higher than thestructured task without feedback, also provision ofcooperative learning of STAD Type without feedback andstructured task. The result of inferential analysis revealedthat there was no influence on the provision of structuredtask, feedback with structured task, structured task andfeedback on cooperative learning of STAD type towardchemistry learning achievement of grade XI Student’s atSMA Negeri 3 Watampone.Keywords: Structured task, Feedback provision, Learningachievement, Cooperative learning of STAD
Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kab.Wajo (Studi Pada Materi Pokok Sistem Periodik Unsur) A. Farihah Manggabarani; Sugiarti Sugiarti; Melati Masri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.563 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v17i2.4688

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh model pembelajaran “Blended Learning” terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kab.Wajo pada materi pokok sistem periodik unsur. Blended Learning adalah suatu pembelajaran yang memadukan antara pembelajaran langsung (face to face) dan pembelajaran online. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Blended Learning dikelas eksperimen dan pembelajaran langsung di kelas kontrol serta variabel terikatnya adalah motivasi dan hasil belajar siswa pada materi pokok Sistem periodik unsur. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kab.Wajo yang terdiri dari 9 kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan asumsi bahwa populasi bersifat homogen. Kelas yang terpilih sebagai sampel yaitu kelas X1 sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 24 siswa dan kelas X4 sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 22 siswa. Teknik pengumpulan data diperoleh dari tes hasil belajar siswa yang terdiri atas 20 butir soal pilihan ganda dan angket motivasi yang terdiri dari 31 butir pernyataan dengan 5 kriteria. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji t menghasilkan thitung > ttabel = 4.14 > 1,678 pada ═ 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Blended Learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua (studi pada materi pokok Sistem periodik unsur).Kata Kunci : Blended Learning, Motivasi, Hasil Belajar SiswaABSTRACTThe research was a quasi-experimental that aimed to know the Effect of “Blended Learning” Model to The Student’s Motivation andd Achievement in Grade X of Senior High School 1 Pitumpanua Kab.Wajo in the subject matter of the periodic system of elements. Blended Learning is a learning that combine directly intruction (face to face) and online learning. The independent variable in this study is a Blended Learning model of teaching and learning in class experiments directly in the control class and the dependent variable is motivation and student’s achievement in the subject matter of the periodic system of elements. The population was class X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kab.Wajo which consists of 9 classes. Technique of random sampling done with the assumption that the population is homogeneous. Classes are selected as the sample of class X1 as an experimental class consisting of 24 students and classes X4 as the control class consisting of 22 students. Data collection techniques derived from students' achievement test consisting of 20 multiple choice items and motivation questionnaire consisting of 31 items with five criteria statements. Data were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The hypothesis test using t test shows that tcalculate > ttable = 4.14 > 1,678 on α ═ 0,05. Concluded that there was an effect on the Blended Learning model of motivation and achievement of students of grade X SMA Negeri 1 Pitumpanua (studies on periodic system of elements).Keywords: Blended Learning, Motivation, student’s achievement
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI MIA2 SMA Negeri 1 Masamba melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Pokok Asam Basa Nurul Hidayah; Halimah Husain; Netti Herawaty
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v19i2.12774

Abstract

ABSTRAK Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah pada siswa kelas XI MIA2 SMA Negeri 1 Masamba pada materi pokok asam basa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA2 yang berjumlah 29 orang. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi selama proses pembelajaran untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis proses dan nilai tes hasil belajar untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis produk. Disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis proses siswa adalah 67,24% dikategorikan tinggi, dengan rincian indikator: 1) memberikan penjelasan sederhana sebesar 73,45% 2) membangun keterampilan dasar sebesar 70,34% 3) menyimpulkan sebesar 67,76% 4) memberikan penjelasan lanjut sebesar 63,97%, dan 5) mengatur strategi dan taktik sebesar 60,69%. Sedangkan rata-rata kemampuan berpikir kritis produk siswa adalah 26,94% dikategorikan sangat rendah. Persentase pencapaian siswa pada setiap indikator pembelajaran dengan materi asam basa yaitu: 1) menganalisis teori asam basa berdasarkan konsep Arrhenius, Bronsted Lowry dan Lewis adalah 36.25%, 2) menganalisis indikator yang dapat digunakan untuk membedakan asam basa adalah 70.94%, 3) memprediksi pH larutan dengan menggunakan beberapa indikator adalah 46.98%), 4) menghitung pH larutan asam/basa kuat dan asam/basa lemah adalah 22.13%, dan 5) menghubungkan asam/basa lemah dengan asam/basa kuat untuk mendapatkan derajat ionisasi (α) atau tetapan ionisasi adalah 7.50%. Kata kunci: Pembelajaran berbasis masalah, Berpikir kritis, Asam Basa ABSTRACT The aim of this deskriptif research is to determine how Student’s Critical Thinking Skill by Using Problem Based Learning Model to Students of Class XI MIA2 SMAN 1 Masamba in Material of Acid-Base. The subject of this research were students of XI MIA2 the counsist 29 studensts. The data was obtained by observation during the learning to know critical thinking skill of process and student’s learning achievement is to know critical thinking skill of product. It was concluded that the average critical thinking ability process of the students is 67.24% and categorized as high. Percentage of critical thinking process are: 1) elementary clarification indicator is 73,45%, 2) basic support indicator is 70,34%, 3) inferences indicator is 67,76%, 4) advance and clarification indicator is 63,97%, 5) and strategy and tactic indicator is 60,93% while the average product of students' critical thinking skills are 26,94% and categorized as very low. The percentage of student achievement on each indicator learning materials acid-base are: 1) indicator to analyze the theory of acids and bases is based on the concept of Arrhenius, Bronsted Lowry and Lewis was 36.25%, 2) indicators analyzing indicators that can be used to distinguish acid-base is 70.94%, 3) indicator predicts the pH of the solution using several indicators are 46.98%), 4) indicator calculates pH of strong acid/base and weak acid/base is 22.13%, and 5) indicators linking the weak acid/base with strong acid/base to obtain the degree of ionization (α) or constant ionization is 7.50%. Keywords: Problem based learning, Critical thinking, Acid-Base
Kapasitas Adsorpsi Arang Aktif Batang Pisang (Musa paradisiaca) Terhadap Ion Logam Kromium VI Yuliono Yuliono; Netti Herawati; Maryono Maryono
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.374 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v15i2.4589

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu arang aktif batang pisang (musa paradisiaca) ditinjau dari kadar air dan kadar abu, waktu kontak optimum, dan kapasitas adsorpsi terhadap ion logam kromium VI. Penentuan kadar air dan kadar abu menggunakan metode gravimetri, waktu kontak optimum menggunakan metode batch dengan variasi waktu yaitu 30, 60, 90, 120, dan 150, menit,, dan penentuan kapasitas adsorpsi menggunakan pola isotherm Freundlich dan Langmuir dengan variasi konsentrasi ion Cr (VI) 5, 10, 15, 20, dan 25 ppm. Banyaknya ion yang terserap diukur menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian yang diperoleh berupa kadar air sebesar 12,27%, dan kadar abu sebesar 5,84%. Waktu kontak optimum tercapai pada menit ke-120. Adsorpsi arang aktif batang pisang terhadap ion logam kromium VI mengikuti pola isotherm Langmuer dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,2139 mg/g.Kata kunci: Arang aktif, Cr (VI), Kapasitas adsorpsi, musa paradisiaca, kapasitas adsorpsiABSTRACTThis research aimd to know the quality of banana stem activated charcoal observed from the amount of water and amount of dust, optimum contact time, and adsorption capacity toward Cr6+ ions. Determination of amount of water and amount of dust using gravimetric method, optimum contact time using batch method with 30, 60, 90, 120, and 150 minutes as the time variation, and determination of adsorption capacity using Freundlich and Langmuir isotherm with various concentration of Cr6+ ionsof 5, 10, 15, 20, and 25 ppm. The amount of ion adsorbed was measured by using Atomic Absorption Spectrophotometers (AAS). Result of the research obtained were 2,61% of water amount and 5,57% of dust amount. Optimum contact time achieved in 120 minutes. Adsorption of banana stem activated charcoal towardCr6+ ions followd the Langmuir isotherm with 0,2139 mg/g as the adsorption capacity.Keywords: Activated charcoal, Cr6+, Quality of Activated Charcoal, musa paradasiaca, adsorption capasity
Pengaruh Pemberian Tugas dalam Pembelajaran Generatif terhadap Penguasaan Konsep Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 1 Mangkutana (Materi Pokok Larutan Asam dan Basa) Ratnawati Maming; Ramlawati Ramlawati
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.724 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v16i2.4559

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tugas dalam pembelajaran generatif terhadap penguasaan konsep siswa kelas XI MIA SMAN 1 Mangkutana. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA SMAN 1 Mangkutana yang terdiri dari 3 kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan asumsi bahwa populasi bersifat homogen. Kelas yang terpilih sebagai sampel yaitu kelas XI MIA 3 sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 31 siswa dan kelas XI MIA 1 sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 32 siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian tugas dalam pembelajaran generatif pada kelas eksperimen dan pembelajaran generatif pada kelas kontrol, variabel terikatnya adalah penguasaan konsep siswa pada materi pokok larutan asam dan basa. Teknik pengumpulan data diperoleh dari tes penguasaan konsep siswa berupa pretest dan posttest, dimana tes tersebut terdiri dari 25 butir soal pilihan ganda disertai skala CRI (Certainty Respons Of Indeks). Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial, serta analisis penguasaan konsep berdasarkan nilai CRI siswa. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji mann-whitney dan diperoleh Zhitung > Ztabel = 1.877 > 1.640 pada ═ 0,05. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian tugas dalam pembelajaran generatif terhadap penguasaan konsep siswa kelas XI MIA SMAN 1 Mangkutana pada materi pokok larutan asam dan basa.Kata Kunci: Pemberian Tugas, Pembelajaran Generatif, Penguasaan Konsep, Larutan Asam dan Basa ABSTRACTThe research is a quasi-experiment aimed to know the effect of task assignment in generative learning on concepts mastery of students in class XI MIA SMAN 1 Mangkutana. The population was class XI MIA SMAN 1 Mangkutana which consisted of three classes. A random sampling technique was used assuming homogeneity of students ability. The class selected as a sample was class XI MIA 3 as an experimental class which consisted of 31 students and XI MIA 1 as a control class which consisted of 32 students. The independent variable in this research was task assignment in generative learning in the experimental class and generative learning without task assignment in control class, the dependent variable was student’s concepts mastery on acid base solution topic. Data colletion technique was obtained from multiple choice test which consist of 25 items with CRI scale. The data analysis technique used are descriptive and inferential statistical analysis, and analysis concepts mastery based student’s value CRI. The hypothesis test using -test shows that Zcalculated > Ztable = 1.877 > 1.640 with  = 0,05. So, I concluded task assignment in generative learning gave a postive effect concepts mastery of student in class XI MIA SMAN 1 Mangkutana on acid and base solution topic.Key word: Task Assignment, Generative Learning, Concepts Mastery, Acid Base Solution
Analisis Chromium Hexavalent dan Nikel Terlarut dalam Limbah Cair Area Pertambangan PT VALE Tbk. Soroako-Indonesia Ismail Marzuki
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.622 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v17i2.4679

Abstract

ABSTRAKPengawasan, pengendalian dan tindakan konstruktif dengan menerapkan standar baku mutu limbah cair terhadap industri pertambangan yang menghasilkan limbah cair mengandung logam berat harus dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan, kerugian materil dan timbulnya dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar. Analisis terhadap limbah cair yang dihasilkan industri pertambangan bertujuan memastikan diterapkannya ketentuan standar baku mutu lingkungan oleh setiap industri dengan menggunakan metode pengukuran dan analisis parameter derajat keasaman menggunakan pH meter Oakton, padatan total, konsentrasi Chromium hexavalent (Cr6+) menggunakan Spektrofotometer HACH DR 2000 dan Nikel (Ni) terlarut menggunakan ICP-OES. Hasil yang diperoleh berturut-turut: Derajat keasaman (pH) sampel (SP1) rata-rata pH 8,35 dan sampel (SP4) rata-rata pH 8,92. Kadar padatan Total sampel (SP1) tertinggi, 864 mg/L dan terendah, 136 mg/L, sedangkan sampel (SP4), tertinggi, 1.280 mg/L dan terendah, 174 mg/L. Konsentrasi Chromium Hexavalent (Cr6+) sampel (SP4), 0,91 mg/L dan sampel (SP1), 0,01 mg/L. Konsentrasi rata-rata Nikel (Ni) terlarut (Soluble Nickel) sampel (SP1) rata-rata, 0,08 mg/L, dan sampel (SP4), 0,07 mg/L. Berdasarkan hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa kedua jenis sampel limbah cair PT. Vale Tbk, Soroako memenuhi syarat empat variabel yang dianalisis dalam standar baku mutu limbah cair.Kata Kunci: Limbah Cair, Pertambangan, Chromium, Nikel terlarut, ICP-OESABSTRACTSupervision, control and constructive action by applying liquid waste quality standards to the mining industry that produces heavy metal wastewater must be done to prevent environmental pollution, material loss and health impact to surrounding communities. The analysis of the liquid waste generated by the mining industry aims to ensure the application of environmental quality standard requirements by each industry using measurement method and parameter analysis of acidity degree using Oakton pH meter, total solid, Chromium hexavalent (Cr6+) of concentration using HACH DR 2000, and Nickel (Ni) of dissolved using ICP-OES Spectrophotometer. Results obtained respectively: The average acidity (pH) of the sample (SP1) averaged pH 8.35 and sample (SP4) averaged pH 8.92. Highest total sample (SP1) solids, 864 mg/L and lowest, 136 mg/L, while sample (SP4), highest, 1.280 mg/L and lowest, 174 mg/L. Concentrations of Chromium Hexavalent (Cr6+) samples (SP4), 0.91 mg/L and samples (SP1), 0.01 mg/L. Mean Soluble Nickel (SP1) average concentration, 0.08 mg/L, and sample (SP4), 0.07 mg/L. Based on the results obtained concluded that both types of waste water samples PT. Vale Tbk, Soroako, meets four variables that are analyzed in liquid waste quality standard.Keywords: Liquid Waste, Mining, Chromium, Dissolved Nickel, ICP-OES
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Untuk Meningkatkan Motivasi dan Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas XMIA-3 SMAN 1 Tanete Rilau (Studi pada Materi Pokok Ikatan Kimia dan Bentuk Geometri) Murdika Murdika; Mohammad Wijaya; Sugiarti Sugiarti
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.286 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v19i1.6647

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk menemukan langkah-langkah yang tepat dalam penerapan model pembelajaran TGT sehingga dapat meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar peserta didik Kelas X MIA-3 SMAN Tanete Rilau, barru. Subyek penelitian ini adalah peserta didik Kelas X MIA-3 semester I tahun pembelajaran 2014/2015 sebanyak 38 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan dengan waktu 9 jam pelajaran. Pertemuan pertama dilaksanakan game, pertemuan kedua dilaksanakan turnamen dan pada pertemuan ketiga dilaksanakan tes hasil belajar dan begitupula pada siklus II. Adapun langkah-langkahnya yang tepat dalam menerapkan model pembelajaran TGT yaitu: (1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik serta guru mengaitkan pelajaran sekarang dengan yang terdahulu. (2) Guru menjelaskan  langkah-langkah model TGT dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menyampaikan materi kepada peserta didik dengan media power point. (3) Guru mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok belajar (setiap kelompok beranggotakan 4-6 orang peserta didik) dan menunjuk ketua kelompok. (4) Guru meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk berada di meja turnamen dan memberikan soal untuk di jawab. (5) Guru membagi peserta didik ke dalam meja turnamen dan membagikan soal-soal turnamen berdasarkan tingkat kesulitannya kepada masing-masing kelompok turnamen. (6) Guru memberikan penghargan kepada setiap kelompok yang memiliki poin tinggi.Kata kunci: Penelitian tindakan kelas, Langkah-langkah model pembelajaran TGT                                              ABSTRACTThis study is about a research of a classroom action that aims to find the right steps in the TGT (Team games tournament) implementation learning model in order to increase the motivation and activity student learning outcomes in class X MIA-3, SMAN 1 Tanete Rilau, barru. The subject is the 10th students consist of 38 participants. This study was conducted in two cycles, the first cycle performed 3 time meeting in taking 9 hours. The first meeting implemented game, the second implemented tournament and at the third meeting conducted study outcome test and similarly,on the second cycle. The steps are: (1) The teacher (the researcher) informed the purpose of learning and motivated the students, and the teacher connected this lesson and its previous. (2) The teacher (the researcher) explained the model steps of TGT in using an easy way to be understood and using power point software as well. (3) The teacher (the researcher) organized the students in a group (each group has 4 to 6 participants) this search group has a leader. (4) The teacher (researcher) asked for each group to keep staying in the tournament table to give questions to be answered. (5) The teacher (the researcher) divided in several tournament tables and distributed the tournament questions based on the difficulties level to the each group. (6) The teacher (the researcher) then gave a reward to the each group who had high point.Key words: The action class research, measures TGT learning model.
Penerapan Peta Konsep Setting Kooperatif Tipe TAI untuk Meningkatkan Aktivitas Siswa Kelas XI MIA1SMA Negeri 7 Bulukumba (Materi Pokok Termokimia) Nur Adha S.; Jusniar Jusniar; Melati Masri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.202 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v15i1.4600

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah penerapan pembelajaran peta konsep setting kooperatif tipe TAI yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI MIA1 SMA Negeri 7 Bulukumba. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus pembelajaran meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Adapun langkah-langkah yang tepat dalam penerapan peta konsep setting kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) yaitu (1) guru membagi siswa menjadi 6 kelompok secara heterogen, (2) guru menjelaskan pokok-pokok materi dengan metode tanya jawab dan pemberian hukuman kepada siswa yang tidak dapat menjawab, (3) setiap siswa membuat peta konsep dan menyiapkan minimal satu buku bacaan, (4) siswa mengerjakan LKS dengan soal yang berbeda dalam satu kelompok, (5) siswa berdiskusi mengenai jawaban dari soal LKS (6) guru memberi pengajaran kepada setiap kelompok dengan batasan waktu tertentu untuk setiap kelompok, (7) guru menunjuk siswa secara acak untuk mempersentasikan hasil diskusi kelompok, (8) guru memberikan kuis dengan bentuk soal yang berbeda tiap anggota kelompok, (9) guru menunjuk siswa secara acak untuk menuliskan jawaban kuis di papan tulis, dan (10) guru meminta setiap siswa menuliskan kesimpulan materi pelajaran. Data hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa disiklus I sebesar 67,58% dan siklus II sebesar 78,63%, artinya terjadi peningkatan aktivitas siswa sebesar 11,05%. Adapun hasil belajar siswa di siklus I sebesar 36,66% dan siklus II sebesar 71,88%, artinya terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebesar 35,22%. Berdasarkan data hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penerapan peta konsep setting kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas XI MIA1 SMA Negeri 7 Bulukumba.Kata Kunci: Kooperatif Team Asissted Individualization (TAI), peta konsep aktivitas belajar, termokimiaABSTRACTThe research aimed to describe learning steps of concept mapping cooperative setting type TAI to improve students’ activities Class XI MIA1 SMA Negeri 7 Bulukumba. The research was classroom action research which was done in two cycles and each learning cycle included of planning, implementation, observation, and reflection. The steps in implementing concept mapping with cooperative setting type Team Assisted Individualization were: (1) teacher divided the students into six groups heteregenously, (2) teacher explained the main materials by question and answer method and giving punishmennt to students who are unable to answer the equestions, (3) each students make concept mapping, at least one topic of material, (4) students answer the worksheet of different question in each group, (5) students discussion about the answer of worksheet question, (6) teacher gave lesson to each group with in certein limited time, (7) teacher appointed students randomly to present the group discussion result, (8) teacher gave quiz to each group by giving different types of question, (9) teacher appointed students randomly to write down the answer for quiz on the board, and (10) teacher asked each student to draw conclusion of the material subject. The data result of research showed the students’ activities in Cycle I was 67,58%and in Cycle II was 78,63%, which indicated improvement of students’ activities as much as 11,05%. The students’ learning output in Cycle I was 36,66% and Cycle II was 71,88%, which indicated improvement of students’ activities as much as 35,22%. Based on the result, the implementation of mind mapping cooperative setting type TAI had improved students’ activities in Class XI MIA1 SMA Negeri 7 Bulukumba.Keywords: Cooperative Team Assisted Individualization (TAI), mind mapping, learning activities, thermochemical
Pengaruh Pemberian Kuis di Awal Pembelajaran pada Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Parepare ( Studi pada Materi Pokok Ikatan Kimia ) Sumiati Side; Taty Sulastry; Rafsanjani Supardi
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.094 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v18i1.4667

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kuis di awal pertemuan pada model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar siswa kelas X SMK Negeri 2 Parepare. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMK Negeri 2 Parepare yang terdiri dari delapan belas kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Kelas yang terpilih sebagai sampel penelitian yaitu kelas X otomotif sebagai kelas eksperimen dan kelas X Las sebagai kelas kontrol dengan jumlah masing-masing 32 orang dan 33 orang. Kelas eksperimen diajar dengan model pembelajaran inkuiri disertai pemberian kuis sedangkan kelas kontrol diajar dengan model pembelajaran inkuiri tanpa pemberian kuis. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda dengan jumlah 30 butir soal pada akhir pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik inferensial. Statistik inferensial menunjukkan data terdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji t menghasilkan thitung > ttabel = 2,03 > 1,67, sehingga disimpulkan bahwa pemberian kuis pada model pembelajaran inkuiri berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas X SMK Negeri 2 Parepare pada materi ikatan kimia.Kata Kunci: Pemberian Kuis, Inkuiri, Ikatan KimiaABSTRACTThis research is quasi-experimental whose purpose is to know the effects of quiz giving at beginning of the learning in inquiry model learning result of students class X of SMKN 2 Parepare. Research design used in this research is post test only group design. The population of this research is all of students class X of SMKN 2 Parepare which are consist of 18 classes. Sample is randomly taking from the population. The class that is choosen research sample is students of Otomotive as experimental class and those of welding field as control class. Each these class consist 32 and 33 students. The experimental class is taught by inquiry model with quiz giving, whereas the control class is taught by inquiry model without quiz giving. Data is collected by giving study result test in the multiple choices form that is consist of 30 questions in the end of the class. Collected data are analyzed using inferencial statistics. This statistics test shows that data is normal and homogenous. The hypothesis test with t-test results tcalculate > ttable = 2,03 > 1,67 so it can be concluded that quiz giving in the inquiry model give a positive effect for the learning result of students class X of SMKN 2 Parepare in chemical bonding subject matter.Keywords: Quiz, Inquiry, Chemical Bonding