cover
Contact Name
Nurjanah
Contact Email
abdimuh@stkipmbb.ac.id
Phone
08117171610
Journal Mail Official
abdimuh@stkipmbb.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan K. H. Ahmad Dahlan KM 4 Rt. 03 No. 51 Ds. Mangkol, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Location
Kab. bangka tengah,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
AbdiMuh: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27461831     EISSN : 27461831     DOI : https://doi.org/10.35438/abdimuh
Aims AbdiMuh: Journal of Community Service aims to serve as a platform for publishing community service activities that focus on the application of science, technology, and the arts in community empowerment. This journal supports the dissemination of works that demonstrate real impacts on improving community welfare and self-reliance. Scope The scope of AbdiMuh covers the outcomes of community service activities centered on the application of science, technology, and the arts to improve quality of life. The areas of coverage are broad and include, but are not limited to: Education and community training to enhance human resource capacity. Application and development of appropriate technologies in social and economic life. Economic empowerment based on local potential and community entrepreneurship. Social, health, and environmental activities aimed at improving community welfare. Integration of Islamic values and local wisdom in community service activities. Cross-disciplinary collaboration for sustainable development and community empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
PENANAMAN BENIH SORGUM DALAM KEGIATAN PENGABDIAN DESA DI DESA GUNUNGMANIK, KUNINGAN Haris, M Rahadian Haris; Alfarisi, M Alwi; Raihan, M Zhian; Alfarisi, Alwi; N, Hary Nugraha Azhar; R, M Khaerul; Pahlevi, Rifki Rachman; HF, Attala Dava; Ramadhan, Muhammad Iqbal; Apriyanti, Siti Apriyanti; Djulfiyah, Aldi; S, Subhan; Riyanto, Farhan Dwi; Riyanto, Saniri; Susilo, Ryvaldi Zuwansah Susilo
AbdiMuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): AbdiMuh
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/abdimuh.v6i2.236

Abstract

Abstract Sorghum (Sorghum bicolor) is a plant native to East Africa in the Abessinia region, Ethiopia, and surrounding areas (Vavilov 1926), which is now a cosmopolitan plant spreading throughout the world. FAO data in 2012 shows that there are 110 countries in the world that grow sorghum. Indonesia, which has been growing sorghum since the early 4th century, is not listed on the FAO list of sorghum producing countries, probably because the harvested area is very small (FAO 2013). In Indonesia, the harvest area of sorghum plants in 1990-2010 was only about 25,000 ha and scattered, so it was not included in the FAO statistical list. Sorghum plants in Indonesia are pushed by commodities with higher economic value, such as sorghum, mung beans, gogo rice, or cassava. Currently, the world is experiencing a food crisis due to soaring prices. The Food and Agriculture Organization (FAO) said that the world food price index was at the level of 159.3 in March 2022. This figure is the highest level since 1990. The food crisis is also exacerbated by Russia's invasion of Ukraine, which has an impact on the global economy, especially disruptions in food and energy supplies. Where 22 countries have stopped exporting food to other countries. Russia, Ukraine and India have also stopped exporting their wheat. As a result, the price of wheat has increased by 3 times. Therefore, to anticipate the need for large wheat, it is necessary to substitute wheat with sorghum. Where sorghum as one of the local food commodities is very strategic and has high economic value, starting from stems, leaves to seeds Keywords: Gunungmanik Village; planting sorghum seedlings; Socialization; Village Service Abstrak Sorgum (Sorghum bicolor) merupakan tanaman asli Afrika Timur di wilayah Abessinia, Ethiopia, dan sekitarnya (Vavilov 1926), yang kini menjadi tanaman kosmopolitan menyebar ke seluruh dunia. Data FAO tahun 2012 menunjukkan terdapat 110 negara di dunia yang menanam sorgum. Indonesia yang sudah menanam sorgum sejak awal abad ke-4 justru tidak tercantum pada daftar negara produsen sorgum FAO, kemungkinan karena luas areal panennya sangat kecil (FAO 2013). Di Indonesia, luas panen tanaman sorgum pada tahun 1990-2010 hanya sekitar 25.000 ha dan tersebar, sehingga tidak masuk dalam daftar statistik FAO. Tanaman sorgum di Indonesia terdesak oleh komoditas yang bernilai ekonomi lebih tinggi, seperti Sorgum, kacang hijau, padi gogo, atau ubi kayu. Saat ini dunia tengah mengalami krisis pangan akibat harga yang melonjak. Food and Agriculture Organization (FAO) menyampaikan data, indeks harga pangan dunia telah berada di level 159,3 pada Maret 2022. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak tahun 1990. Krisis pangan juga diperparah oleh invasi Rusia ke Ukraina, yang berdampak terhadap perekonomian global, terutama gangguan pasokan pangan dan energy. Dimana sudah 22 Negara yang menghentikan ekspor pangan nya ke negara lain. Rusia, Ukraina dan India juga sudah tidak lagi mengekspor gandumnya. Akibatnya harga gandum sampai 3 kali lipat. Oleh karena itu untuk mengantisipasi kebutuhan gandum yang besar perlu mensubstitusi gandum dengan sorgum. Dimana Sorgum sebagai salah satu komoditas pangan lokal yang sangat strategis dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, mulai dari batang, daun hingga biji
PEMBUATAN KANDANG AYAM TERINTEGRASI DALAM KEGIATAN “PENGABDIAN DESA” DI DESA GUNUNGMANIK KUNINGAN Anrelsam, David Pepa; Ibrahim, M. Syahrul; Illafiatunnisa, Siti; Diyatrie Muhammad Bilal; Adam Rizki Firdaus; Surya Oktaviero; Fazrin Ardiansyah; Muhamad Jeni Krisyanto; Idris Dwi Affandi; Miko Prasetyo; Alessendriza Maulana Zamzami; Luthfi Prasetiya; Hendra Setiawan; Roni; Asep Adi Permana; Eidisti Belinda; Een Hernawati; Muhammad Hafid; Muhammad Afwan Mubarok; Muhammad Noval Nurhakim
AbdiMuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): AbdiMuh
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/abdimuh.v6i2.240

Abstract

Abstract Building an Integrated Chicken Coop is an approach to building a chicken coop that does not only focus on meat or egg production, but also considers ecosystem balance and environmental sustainability. This concept integrates the principles of, namely designing systems that imitate natural patterns to create a productive, stable and sustainable environment. This research focuses on developing chicken coops that pay attention to animal welfare. The ergonomic design of the cage, equipped with perches and play areas, provides sufficient space for the chickens to move around. Apart from that, a specially arranged lighting system can also improve the quality of life of chickens. The research results showed that chickens kept in integrated cages had lower stress levels and better growth. Through simulations and case studies, this research shows that investing in integrated chicken coops can provide significant economic benefits in the long term. Increasing production efficiency, reducing operational costs and improving product quality can increase farmers' income. Keywords: Gunungmanik Village, making integrated chicken drums with Village Service Abstrak Pembuatan Kandang Ayam yang Terintegrasi adalah sebuah pendekatan dalam membangun kandang ayam yang tidak hanya fokus pada produksi daging atau telur, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. Konsep ini mengintegrasikan prinsip-prinsip seperti mendesain sistem yang meniru pola alam untuk menciptakan lingkungan yang produktif, stabil, dan berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada pengembangan kandang ayam yang memperhatikan kesejahteraan hewan. Desain kandang yang ergonomis, dilengkapi dengan tempat bertengger dan area bermain, memberikan ruang gerak yang cukup bagi ayam. Selain itu, sistem pencahayaan yang diatur secara khusus juga dapat meningkatkan kualitas hidup ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam yang dipelihara dalam kandang terintegrasi ini memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan pertumbuhan yang lebih baik. Melalui simulasi dan studi kasus, penelitian ini menunjukkan bahwa investasi pada kandang ayam terintegrasi dapat memberikan keuntungan ekonomis yang signifikan dalam jangka panjang. Peningkatan efisiensi produksi, pengurangan biaya operasional, dan peningkatan kualitas produk dapat meningkatkan pendapatan peternak. Kata Kunci: Desa Gunungmanik, pembuatan kendang ayam terintegrasi Pengabdian Desa
PEMBERDAYAAN UMKM DESA BADAU MELALUI INOVASI KEMASAN DAN PEMASARAN DIGITAL Fajaria, Dwi; Eko Pratama; astrid, Astrid Juliyanti; Rakha, Rakha Piadika; Syandhu Dea Fermanda; Ratri Kusumadita; Gea Cantika; Ayu Nuratika; febrianus jerabun; putrianti
AbdiMuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): AbdiMuh
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/abdimuh.v6i2.254

Abstract

Kegiatan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Badau dilaksanakan melalui workshop yang berfokus pada pengembangan logo kemasan serta strategi pemasaran digital produk cokelat nanas. Desa Badau memiliki potensi lokal berupa buah nanas dengan cita rasa khas yang menjadi ikon desa, kemudian diolah oleh kelompok ibu PKK Desa Badau menjadi produk unggulan berupa cokelat nanas. Program ini berlangsung selama satu bulan dengan metode wawancara tidak terstruktur dan pendampingan. Wawancara dilakukan untuk menggali kendala dan kebutuhan pelaku usaha, Sedangkan pendampingan diberikan sebagai bimbingan langsung dalam praktik desain logo serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, khususnya dalam strategi pemasaran serta inovasi pengemasan produk. Pengembangan logo kemasan cokelat nanas yang dilakukan oleh tim KKN UNMUH BABEL menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik, nilai jual, serta daya saing produk di pasar yang lebih luas.
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PENGEMBANGAN LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH DASAR) Ferdy, Ferdy Ramadhan; Melani, Melani Desta Amelia; Wahyu, Muhammad Wahyu Kharisma; Said, Said Akhmad Maulana
AbdiMuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): AbdiMuh
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/abdimuh.v6i2.256

Abstract

Penerapan model pembelajaran berbasis proyek yang berfokus pada pengembangan literasi digital di tingkat sekolah dasar. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menggambarkan proses pelatihan serta penggunaan platform Canva sebagai alat pengembangan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter positif kepada siswa melalui integrasi pendidikan karakter dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital berbasis Canva mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, mendorong kreativitas guru dan siswa, serta memperkuat kemampuan literasi digital peserta didik. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan era digital dan mendukung pembentukan karakter peserta didik secara efektif.
PEMBERDAYAAN UMKM DESA BAKIT MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI Ponardi; Andriyani, Dini; Kurniafasari, Zakiyah; Akmal, Muhammad; Salsabila, Alya Mistiara; Pauzan, Muhammad; Hamka; Al Hanif, Muhammad Fikri; Lugica; Nugroho, Fandi
AbdiMuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): AbdiMuh
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/abdimuh.v6i2.260

Abstract

Abstract This community service program aims to empower Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Bakit Village by improving product identity and utilizing simple technology. The activity focused on Mrs. Yul’s bread business, which previously had a label but lacked attractiveness due to design limitations. The methods used included an initial survey to identify business potential and challenges, direct mentoring in creating a new logo with a simple design application, and socialization to provide knowledge on branding and digital promotion. The results indicated that the new and more representative logo strengthened the product identity and enhanced its visual appeal, while the socialization activities increased MSME actors’ understanding of promotional strategies and technology-based business development. This program demonstrates that simple improvements through branding and digital utilization can serve as an initial step to enhance the image, competitiveness, and sustainability of local MSMEs. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pemberdayaan UMKM di Desa Bakit melalui peningkatan identitas produk dan pemanfaatan teknologi sederhana. Fokus pendampingan diberikan pada usaha roti milik Ibu Yul yang sebelumnya telah memiliki label, namun tampilannya masih sederhana dan kurang menarik. Metode yang digunakan meliputi survei awal untuk mengidentifikasi potensi dan kendala usaha, pendampingan langsung dalam pembuatan logo baru menggunakan aplikasi desain sederhana, serta sosialisasi mengenai pentingnya branding dan pemanfaatan media promosi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa logo baru yang lebih representatif mampu memperkuat identitas produk dan meningkatkan daya tarik visual, sementara sosialisasi memberikan pemahaman bagi pelaku UMKM mengenai strategi promosi dan pengembangan usaha berbasis teknologi. Pendampingan ini membuktikan bahwa perbaikan sederhana melalui branding dan teknologi digital dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan citra, daya saing, serta keberlanjutan UMKM lokal.

Page 4 of 4 | Total Record : 35