cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
+6282395232077
Journal Mail Official
humanis01jurnal19@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar Kampus Gunung Sari, Fakultas Ilmu Sosial Lt.2, Jl. Raya Pendidikan, Makassar. 90222.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Humanis : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 14115263     EISSN : 27741613     DOI : 10.26858/humanis.v20i1.19201
Humanis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar sejak tahun 2007. Humanis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Menerbitkan artikel kegiatan pengabdian pada masyarakat bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumberdaya manusia,dan teknologi tepat guna. Terbit dua kali dalam satu tahun
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2021): Januari-Juni" : 6 Documents clear
Knowledge Transfer Inovasi Desain Produk UMKM Handycraft Kecamatan Weru dan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon Suzana, Anna; Setiawan, Adi
Humanis Vol 20, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v20i1.19329

Abstract

 Produk handycraft merupakan produk yang memerlukan ketelatenan, kerapihan  dengan  Produk handycraft merupakan produk yang memerlukan ketelatenan, kerapihan  dengan   pemanfaatan tekhnologi sederhana dibanding produk fashion sejenis yang diproduksi pabrikan ketersediaan sumber daya manusia berbagai kompetensi, tenaga ahli desain, manajerial yang tersusun, peralatan, ketersediaan bahan baku, modal, serta badan hukum yang lebih komplit. Salahsatu hal penting yang menyulitkan UMKM handycraft ini mendapatkan ide ide baru atau desain baru yang memiliki keunikan tersendiri , kekuatan handycraft adalah kemampuan desain sehingga bisa menjadi trendsetter atas produk lainnya atau memiliki trademark tersendiri.   pemanfaatan tekhnologi sederhana dibanding produk fashion sejenis yang diproduksi pabrikan ketersediaan sumber daya manusia berbagai kompetensi, tenaga ahli desain, manajerial yang tersusun, peralatan, ketersediaan bahan baku, modal, serta badan hukum yang lebih komplit. Salahsatu hal penting yang menyulitkan UMKM handycraft ini mendapatkan ide ide baru atau desain baru yang memiliki keunikan tersendiri ,kekuatan handycraft adalah kemampuan desain sehingga bisa menjadi trendsetter atas produk lainnya Abstract Handycraft products are products that require diligence, tidiness with handicraft products are products that require diligence, tidiness with the use of simple technology compared to similar fashion products produced by manufacturers, the availability of human resources with various competencies, design experts, structured managerial, equipment, availability of raw materials , capital, and a more complete legal entity. One of the important things that makes it difficult for handicraft MSMEs to get new ideas or new designs that have their own uniqueness, the strength of handicrafts is the ability to design so that they can become a trendsetter for other products or have their own trademark. the use of simple technology compared to similar fashion products produced by manufacturers, the availability of human resources with various competencies, design experts, managerial arrangements, equipment, availability of raw materials, capital, and more complete legal entities. One of the important things that makes it difficult for handicraft MSMEs to get new ideas or new designs that have their own uniqueness, the strength of handicrafts is the ability to design so that they can become a trendsetter for other products. Keyword: UKM, Knowledge Transfer, Desain, Inovasi  
Perencanaan Liputan Sebagai Indikator Ukur Kinerja Redaksi Portal Berita Berita Hamson, Zulkarnain Z Hamson
Humanis Vol 20, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v20i1.19201

Abstract

Hasil analisa yang dilakukan sejak pertengahan 2017, melalui wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) persoalan yang dialami; a) Mitra belum menjalankan prinsip kerja manajemen keredaksian; b) Masih rendahnya pemahaman dan pengetahuan wartawan pada manajemen media; c) Perencanaan liputan, belum dilaksanakan untuk menunjang produktivitas kinerja redaksi. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, dilaksanakan dengan tujuan memberikan solusi peningkatan kinerja redaksi portal berita, melalui perencanaan liputn. Kegiatan diikuti 20 peserta, dari 10 portal berita di Sulawesi Selatan (Sulsel), yang tergabung dalam organisasi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Sulsel, bersama Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar. Menggunakan metode workshop, kegiatan ini berhasil menaikkan pengetahuan dan pemahaman peserta akan pentingnya perencanaan liputan, dari 15% hingga mencapai 75%, dengan evaluasi pre test dan post test.
Literasi Kebangsaan dalam Menangkal Fanatisme Kesukuan pada Organisasi Daerah Mahasiswa Bone Barat (IPMIBAR) Mario, Mario; Suhaeb, Firdaus; Tamrin, Sopian; Usman, Musrayani; Said, M Ridwan
Humanis Vol 20, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v20i1.21631

Abstract

Mencermati perkembangan sosial dalam konteks kebangsaan begitu banyak problem yang belum selesai. Sala-satunya adalah persoalan fanatisme kedaerahan. meskipun keterbukaan informasi dan teknologi mempermudah dalam proses kontak sosial. Namun ternayata tidak serta merta membangun relasi sosial yang iknlusif.Mahasiswa sebagai referesentasi kalangan muda intelek harusnya menjadi contoh perilaku di tengah masyarakat. Namun konflik di kalangan mahasiswa menjadi sangat disayangkan karena telah mencederai simbol masyarakat berpendidikan terutama mahasiswa yang aktif pada organisasi kedaerahan. Keberadaan organisasi daerah idealnya mewadahi putra – putri daerah dalam satu kelompok sekaligus menjadi ruang sosial untuk bersilaturahmi. Namun pada perkembangannya begitu banyak kasus perkelahian (konflik) ternyata melibatkan organisasi daerah. Berangkat dari fenomena tersebut sehingga mendorong tim PKM melakukan literasi kebangsaan pada sala-satu organisasi daerah.Mitra yang akan berkolaborasi dalam kegiatan ini adalah organisasi daerah mahasiswa bone barat yang bernama IPMIBAR. Melihat fanatisme sebagai problem akut yang seringkali melanda organisasi kedaerahan maka dilakukan upaya langkah edukatif melalui kegiatan literasi kebangsaan. Materi yang diturunkan yakni Pertama; Masyarakat multicultural, Kedua ; Peran Pemuda membangun masyarakat inklusif, Ketiga; Mahasiswa dan konflik sosial, Keempat ; Elaborasi kearifan dengan Pancasila, serta Kelima ; Literasi Kebangsaan.Melalui materi itu diharapka pelajar dan mahasiswa yang ada di IPMIBAR bisa memahami peran dalam konteks kehidupan berbangsan dannegara. Selain itu kegiatan ini juga diharapkan bisa mengikis fanatisme kesukuan yang melanda mahasiswa khususnya yang aktif di IPMIBAR. Sehingga setelah kegiatan ini terjadi perubahan cara pandang juga cara membangun relasi ditengah kehidupan kota yang plural.Abstract Observing social developments in the context of nationality, there are so many unfinished problems. The only one is the issue of regional fanaticism. although the disclosure of information and technology facilitates the process of social contact. However, it turns out that it does not necessarily build inclusive social relations. Students as a reference for young intellectuals should be an example of behavior in society. However, conflicts among students are very unfortunate because they have injured the symbols of the educated community, especially students who are active in regional organizations. The existence of regional organizations ideally accommodates regional sons and daughters in one group as well as being a social space to stay in touch. But in its development so many cases of fights (conflicts) turned out to involve regional organizations. Departing from this phenomenon, it encouraged the PKM team to carry out national literacy in one regional organization. The partner who will collaborate in this activity is the regional organization of West Bone students called IPMIBAR. Seeing fanaticism as an acute problem that often plagues regional organizations, educational steps are taken through national literacy activities. The materials that were passed down were First; Multicultural society, Second; The Role of Youth in building an inclusive society, Third; Students and social conflicts, Fourth ; Elaboration of wisdom with Pancasila, and Fifth; National Literacy. Through this material, it is hoped that students and students at IPMIBAR can understand the role in the context of the life of the nation and state. In addition, this activity is also expected to erode the tribal fanaticism that plagues students, especially those who are active in IPMIBAR. So that after this activity there was a change in perspective as well as how to build relationships in the midst of plural city life. 
PELATIHAN SWOT DAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA UKM KERIPIK KERE DI KABUPATEN KUNINGAN Awaluddin, Robi
Humanis Vol 20, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v20i1.22455

Abstract

Keripik kere merupakan makanan khas dari Kuningan yang saat ini meskipun telah memiliki PIRT dan Halal masih harus dipetakan potensi dan tantangannya dengan SWOT dan Business Model Canvas agar jalannya bisnis lebih optimal, maju dan memiliki strategi yang utuh. Program pengabdian pada masyarakat ini dikolaborasikan dengan kegiatan Program Pengalaman Lapangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Kuningan pada bulan februari 2021 dengan hasil UKM Keripik kere yang telah berdiri selama 5 tahun meskipun telah memiliki PIRT dan Halal dari MUI serta beberapa reseller masih harus dioptimalkan lagi dalam hal pemetaan potensi SWOT dan Business Model Canvas nya. Memanfaatkan peluang dengan model pemasaran yang lebih aktif dan inovasi produk dalam varian rasa dan kemasan merupakan salah satu output dari pendampingan pemetaan SWOT dan BMC sebagai value prepositions dan penambahan serta pengoptimalan channel dalam online marketing baik di marketplace shopee, Tokopedia dan di social media baik di Instagram dan facebook perlu dilakukan dengan Teknik marketing yang baik perlu dilakukan untuk mendongkrak pemasaran dan memenuhi kebutuhan pasar akan permintaan keripik kere yang terus meningkat.
Penyuluhan Inokulasi Trichoderma sp Untuk Pengendalian Penyakit Moler Pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L)" dan Pembinaan Organisasi Gapoktan di Desa Gagasari - Kec. Gebang - Kab. Cirebon Deden, Deden; Permana, Ipik; Heryanto, Yanto; Irvan, Maulana; Safi'i, Muhammad syamsul
Humanis Vol 20, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v20i1.19781

Abstract

Rendahnya produksi bawang merah di Indonesia, khususnya di Cirebon dipengaruhi oleh banyak faktor. Cirebon merupakan salah satu daerah pengahasil bawang merah yang termasuk daerah endemis organisme pengganggu tanaman (OPT), termasuk didalamnya endemik penyakit moler yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum. Salah satu agen hayati yang sudah terbukti berperan ampuh sebagai pengendali penyakit layu Fusarium oxysporum yaitu menggunakan Trichoderma sp. GAPOKTAN Tani Mulya merupakan organisasi petani bawang merah di Wilayah Timur Cirebon. GAPOKTAN perlu diberikan bimbingan teknis tentang bagaimana melakukan teknik budidaya bawang merah yang sesuai SOP dari mulai penyiapan bibit, pemgolahan lahan, pemeliharaan, pemberian nutrisi tanaman, pengendalian OPT, panen dan pasca panen sehingga dengan manajemen SOP yang benar ini akan dapat meningkatkan produksi bawang merah dan meningkatkan kesejehteraan keluarga petani. Metode pelaksanaan pengabdian dilaksanakan dengan 2 cara. Metode pertama yaitu penyampaian materi-materi melalui metode penyuluhan, yang materinya meliputi 1). Penyampaian hasil riset, 2). Pemaparan langkah dan metode pengengdalian penyakit dengan Trichoderma, 3). Pemaparan SOP teknik budidaya bawang merah dan teknik pembuatan demplot sebagai pembuktian hasil teknologi, dan 4). Materi penguatan kelompok tani. Metode kedua adalah materi praktek langsung dilapangan pada demplot yang telah dibuat. Demplot dilaksanakan dalam luasan lahan ½ hektar, yang dibagi 4 bagian untuk menjadi tempat praktek 4 Kelompok Tani yang ada dalam GAPOKTAN. Kegiatan PKM yang telah dilaksanakan sangat bermanfaat bagi GAPOKTAN Tani Mulya, mampu meningkatkan pengetahuan petani bawang merah dalam menerapkan SOP Teknik budidaya yang benar, mampu memahami penyakit layu Fusarium serta mampu melakukan tindakan pengendalinya. Petani memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan orgnaniasi kelompok tani serta manfaatnya sebagai media diskusi untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan dalam menyokong pertambahan produksi bawang merah, sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan secara nasional.
Penerapan Model Green School dalam Rangka Membentuk Gaya Hidup Berkelanjutan di SMA Negeri 5 Kota Makassar Syukur, Muhammad; Manda, Darman
Humanis Vol 20, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v20i1.19660

Abstract

Permasalahan program green school yang dilaksanakan disekolah belum disisipkan dalam kurikulum pembelajaran atau materi pelajaran di sekolah sehingga efeknya kepada siswa belum terlalu terasa. Guru-guru kadang merasa prihatin dalam mengatasi permasalahan sampah di sekolah, dalam  menjaga  kebersihan  sekolah  dan  dalam  memilih  jenis  tanaman  yang  perlu ditanam di sekolah yang bisa memberikan banyak  manfaat, sementara guru menjadi ujung tombak pelaksanaan Go green school di Sekolah. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil evaluasi tahap pertama menunjukkan rendahnya pemahaman para guru dan siswa mengenai peran dan fungsi yang harus mereka jalankan dalam membantu sekolah untuk pelaksanaan go green school. Rendahnya pemahaman tersebut disebabkan karena adanya pemahaman diantara guru dan siswa bahwa tanggung jawab tata kelolah sampah dan penataan lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan pemerintah. Setelah guru dan siswa mendapatkan materi pelatihan dan dilakukan evaluasi nampak bahwa para guru dan siswa sudah bisa memahami peran dan fungsi yang bisa mereka jalan dalam membantu sekolah dalam pelaksanaan go green school. Antuasiasme mereka dalam mengikuti pelatihan membuat mereka memiliki tingkat pemahaman yang tinggi dalam menjalankan fungsi peran mereka dalam menjalankan go green school di SMA 5 Makassar. Abstract. The problem of the green school program implemented in schools has not been included in the learning curriculum or subject matter in schools so that the effect on students has not been felt. Teachers sometimes feel concerned about overcoming the problem of garbage in schools, in maintaining the cleanliness of schools and in choosing the types of plants that need to be planted in schools that can provide many benefits, while teachers are at the forefront of implementing Go green school in schools. This training uses lecture, discussion, and Focus Group Discussion (FGD) methods. The results of the first stage evaluation showed that teachers and students had low understanding of the roles and functions they had to carry out in helping schools to implement go green school. The low understanding is due to an understanding between teachers and students that the responsibility for managing waste and structuring the school environment is the responsibility of the principal and the government. After teachers and students received training materials and evaluated it appeared that teachers and students could understand the roles and functions they could take in assisting schools in implementing go green school. Their enthusiasm in participating in the training made them have a high level of understanding in carrying out their role functions in running go green school at SMA 5 Makassar.

Page 1 of 1 | Total Record : 6