cover
Contact Name
Al Hasibunur
Contact Email
jmsh.gemacendekia@gmail.com
Phone
+6285137344292
Journal Mail Official
jmsh.gemacendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Biduri Gang Bukit Emas No. 42 RT.01/RW.01 Sandik Atas, Desa Sandik, Kec. Batu Layar, Lombok Barat - NTB, Indonesia 83355
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Modern Social and Humanities
ISSN : -     EISSN : 31100279     DOI : https://doi.org/10.71094/jmsh
Journal of Modern Social and Humanities (JMSH) is a scientific journal peer-reviewed, electronic, online journal that provides publication of articles that focus in the fields of Social Science and Humanities studies. JMSH is published by Gema Cendekia Institute, which will cater to needs of all those researchers and academicians looking forward to contribute through their knowledge, skills and abilities in the field of social and humanities. The journal also welcomes submissions that explore the interdisciplinary connections between these areas, including interdisciplinary research that connects social sciences and humanities with natural sciences, engineering, and technology. JMSH is a publication model that enables the wide dissemination of research articles to the global community without restriction. Thus, all articles published under open access can be accessed by anyone with internet connection.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 46 Documents
Fenomena "Cultural Appropriation" dalam Mode: Studi tentang Perubahan Nilai Budaya dalam Industri Fashion Rafli Adhitama Pranajaya; Nadine Putri Laksana; Gilang Mahendra Wicaksana; Salsabila Nur Aisyah Pradipta
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 2 No. 2: Journal of Modern Social and Humanities, March 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v2i2.364

Abstract

Fenomena cultural appropriation atau apropriasi budaya dalam industri fashion telah menjadi isu penting dalam kajian budaya, desain, dan ekonomi kreatif global. Industri fashion sering menggunakan elemen budaya dari berbagai komunitas sebagai sumber inspirasi desain, namun praktik tersebut tidak jarang menimbulkan kontroversi karena dianggap mengeksploitasi simbol budaya tanpa pengakuan yang memadai terhadap komunitas asalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena cultural appropriation dalam industri fashion serta mengkaji bagaimana praktik tersebut memengaruhi perubahan nilai budaya dalam produk fashion. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis tematik terhadap berbagai sumber akademik yang membahas cultural appropriation, industri fashion, serta dinamika identitas budaya dalam masyarakat global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cultural appropriation dalam fashion terjadi melalui proses reinterpretasi simbol budaya yang kemudian dikomodifikasi dalam pasar fashion global. Proses ini menyebabkan perubahan makna budaya dari simbol identitas kolektif menjadi elemen estetika komersial. Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa respon sosial terhadap cultural appropriation semakin meningkat seiring dengan berkembangnya media digital dan kesadaran publik terhadap isu representasi budaya. Dalam beberapa kasus, industri fashion mulai mengembangkan pendekatan yang lebih etis melalui kolaborasi dengan komunitas budaya sebagai bentuk cultural appreciation. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara apropriasi budaya, komodifikasi budaya, serta perubahan nilai budaya dalam industri fashion global. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan praktik desain fashion yang lebih sensitif terhadap nilai budaya dan keadilan representasi budaya dalam industri kreatif
Dinamika Kepribadian dan Emosi dalam Interaksi Pengguna Aplikasi Kencan Online Sulastriningsih Fitriani; Rizky Putra Media; Mario Stevan Julius
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 2 No. 3: Journal of Modern Social and Humanities, May 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v2i3.414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kepribadian dan emosi dalam interaksi pengguna aplikasi kencan online serta memahami pengaruh faktor teknologi terhadap pengalaman komunikasi romantis digital. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory yang mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner online, analisis percakapan chat, dan wawancara mendalam terhadap pengguna aktif aplikasi kencan online. Variabel penelitian meliputi kepribadian pengguna, dinamika emosi, regulasi emosi, serta persepsi terhadap algoritma aplikasi kencan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi, regresi, analisis emosi teks, dan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian memiliki pengaruh signifikan terhadap pola komunikasi dan pengalaman emosional pengguna dalam aplikasi kencan online. Pengguna dengan tingkat ekstraversi tinggi cenderung lebih aktif membangun komunikasi dan menunjukkan emosi positif, sedangkan pengguna dengan neurotisisme tinggi lebih rentan mengalami kecemasan relasional dan tekanan emosional. Selain itu, light personality traits berkaitan dengan orientasi hubungan jangka panjang dan komunikasi suportif, sementara dark personality traits cenderung berhubungan dengan pola komunikasi ambigu dan hubungan jangka pendek. Penelitian juga menemukan bahwa sistem algoritma aplikasi, ghosting, serta presentasi diri ideal menjadi faktor yang memengaruhi kestabilan emosi pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa aplikasi kencan online merupakan ruang sosial digital yang mempertemukan dinamika psikologis, komunikasi interpersonal, dan pengaruh teknologi dalam pembentukan relasi romantis modern.
Diskursus Iklim di Meme: Ironi Multimodal, Stance, dan Call-to-Action Nabila Agustina Puteri; Zulkarnain Pratama; Salsabila Nur Hidayah
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 2 No. 3: Journal of Modern Social and Humanities, May 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v2i3.415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana meme perubahan iklim membangun diskursus digital melalui ironi multimodal, stance ideologis, dan call-to-action di media sosial. Perubahan iklim sebagai isu global tidak hanya dikomunikasikan melalui media formal, tetapi juga melalui budaya partisipatif digital yang memanfaatkan humor, satire, dan simbol visual. Meme menjadi salah satu bentuk komunikasi populer yang mampu menyederhanakan isu lingkungan kompleks menjadi pesan yang mudah dipahami dan dibagikan oleh pengguna media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana multimodal terhadap meme yang berasal dari Instagram, X/Twitter, Reddit, dan TikTok. Data dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria keterkaitan dengan isu iklim, penggunaan humor atau ironi, serta keberadaan unsur visual dan verbal yang menunjukkan stance dan ajakan bertindak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ironi multimodal menjadi strategi dominan dalam komunikasi meme iklim melalui kontras antara teks dan visual, penggunaan metafora ekologis, serta referensi budaya populer. Meme juga merepresentasikan berbagai stance ideologis, seperti dukungan terhadap aksi lingkungan, skeptisisme terhadap perubahan iklim, dan kritik terhadap kebijakan politik global. Selain itu, meme berfungsi sebagai media call-to-action yang mendorong kesadaran ekologis dan partisipasi sosial melalui pendekatan emosional dan humor digital. Penelitian ini menegaskan bahwa meme memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik, mobilisasi sosial, dan komunikasi lingkungan di era budaya digital kontemporer
Peran Kebijakan Pemerintah dalam Meningkatkan Partisipasi Pengusaha Digital pada Sektor Ekonomi Kreatif Dodo Waluyo; Melinda Hasanah; Irsad Anggriawan
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 2 No. 3: Journal of Modern Social and Humanities, May 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v2i3.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan pemerintah dalam meningkatkan partisipasi pengusaha digital pada sektor ekonomi kreatif. Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya berbagai bentuk usaha kreatif berbasis teknologi, seperti startup digital, content creator, digital marketing, dan UMKM berbasis platform digital. Namun, pengembangan ekonomi kreatif digital masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital, akses pembiayaan yang terbatas, serta regulasi yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data penelitian diperoleh dari berbagai jurnal nasional dan internasional, buku, repository ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan ekonomi kreatif dan transformasi digital. Teknik analisis data menggunakan analisis isi melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan partisipasi pengusaha digital melalui pembangunan infrastruktur digital, pelatihan literasi digital, pemberian insentif usaha, pengembangan inkubator bisnis, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan. Selain itu, regulasi yang adaptif dan perlindungan hukum terhadap karya kreatif juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan ekonomi kreatif digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif digital sangat dipengaruhi oleh konsistensi pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Persepsi tentang Keadilan Sosial di Kalangan Masyarakat: Pengaruh Media Sosial terhadap Persepsi Ketidaksetaraan Bahuwarna Wijaya; Farhunnisa Hartati; Indra Mustofa
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 2 No. 3: Journal of Modern Social and Humanities, May 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v2i3.417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap persepsi masyarakat mengenai ketidaksetaraan dan keadilan sosial. Dalam era digital, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi ruang penyebaran informasi, representasi gaya hidup, serta wacana ketidakadilan sosial yang dapat membentuk opini publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert kepada masyarakat pengguna media sosial aktif berusia 17–60 tahun. Variabel yang diteliti meliputi intensitas penggunaan media sosial, paparan konten visual kekayaan, paparan konten aktivisme sosial, persepsi ketidaksetaraan, legitimasi ketimpangan, status sosial subjektif, serta kelas sosial objektif sebagai variabel moderasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan uji moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap meningkatnya persepsi ketidaksetaraan sosial-ekonomi. Paparan visual kekayaan di media sosial terbukti menjadi faktor paling dominan yang memicu perasaan kekurangan relatif dan memperkuat persepsi ketidakadilan. Selain itu, paparan konten aktivisme sosial juga meningkatkan sensitivitas responden terhadap isu ketimpangan. Status sosial subjektif terbukti memoderasi pengaruh media sosial, di mana individu yang merasa berada pada posisi sosial rendah lebih sensitif terhadap konten ketimpangan dibanding kelompok status sosial tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam membentuk persepsi keadilan sosial dan ketidaksetaraan, sehingga diperlukan peningkatan literasi media sosial kritis untuk mendorong pemahaman publik yang lebih objektif.
Sosiolinguistik Live Commerce: Strategi Kesopanan dan Urgensi ‘FOMO’ pada Tuturan Penjualan Kezia Sudiati; Mulyanto Thamrin; Emil Januar
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 2 No. 3: Journal of Modern Social and Humanities, May 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v2i3.418

Abstract

Penelitian ini membahas strategi kesopanan dan urgensi Fear of Missing Out (FOMO) dalam tuturan penjualan pada praktik live commerce di platform digital. Penelitian dilatarbelakangi oleh perkembangan perdagangan daring yang semakin interaktif melalui fitur siaran langsung pada TikTok Live, Shopee Live, dan Instagram Live. Dalam konteks tersebut, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampaian informasi produk, tetapi juga sebagai sarana membangun kedekatan sosial, menciptakan pengaruh emosional, dan mendorong keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk strategi kesopanan, mengidentifikasi strategi urgensi FOMO, serta menjelaskan hubungan keduanya dalam komunikasi penjualan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif sosiolinguistik dan pragmatik. Data penelitian berupa tuturan penjual dalam aktivitas live commerce yang diperoleh melalui observasi nonpartisipan, teknik simak-catat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjual menggunakan strategi kesopanan berupa sapaan akrab, pujian, mitigasi tindak tutur direktif, dan ungkapan empatik untuk membangun kenyamanan interaksi dengan audiens. Sementara itu, strategi urgensi FOMO diwujudkan melalui tekanan waktu, kelangkaan produk, dan eksklusivitas promosi untuk mendorong keputusan pembelian cepat. Penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi strategi kesopanan dan urgensi menjadi ciri utama komunikasi persuasif dalam live commerce modern serta memperlihatkan peran bahasa sebagai instrumen sosial dan ekonomi dalam perdagangan digital kontemporer.