cover
Contact Name
Al Hasibunur
Contact Email
jmsh.gemacendekia@gmail.com
Phone
+6285137344292
Journal Mail Official
jmsh.gemacendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Biduri Gang Bukit Emas No. 42 RT.01/RW.01 Sandik Atas, Desa Sandik, Kec. Batu Layar, Lombok Barat - NTB, Indonesia 83355
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Modern Social and Humanities
ISSN : -     EISSN : 31100279     DOI : https://doi.org/10.71094/jmsh
Journal of Modern Social and Humanities (JMSH) is a scientific journal peer-reviewed, electronic, online journal that provides publication of articles that focus in the fields of Social Science and Humanities studies. JMSH is published by Gema Cendekia Institute, which will cater to needs of all those researchers and academicians looking forward to contribute through their knowledge, skills and abilities in the field of social and humanities. The journal also welcomes submissions that explore the interdisciplinary connections between these areas, including interdisciplinary research that connects social sciences and humanities with natural sciences, engineering, and technology. JMSH is a publication model that enables the wide dissemination of research articles to the global community without restriction. Thus, all articles published under open access can be accessed by anyone with internet connection.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Pengaruh Penggunaan Gamifikasi Berbasis Aplikasi Kahoot terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah di Kelas XI SMA Wijaya, Daniel; Hapsari , Hapsari
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 1 No. 3: Journal of Modern Social and Humanities, May 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v1i3.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gamifikasi berbasis aplikasi Kahoot terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah di kelas XI SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kelas dengan desain pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan aplikasi Kahoot dalam pembelajaran Sejarah dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional tanpa menggunakan gamifikasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa adalah angket motivasi yang terdiri dari beberapa indikator, seperti minat, keterlibatan, dan rasa ingin tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam hal motivasi belajar siswa, dengan kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan motivasi yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan gamifikasi berbasis Kahoot dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Sejarah. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemanfaatan teknologi edukatif berbasis game sebagai alternatif untuk meningkatkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif bagi siswa.
Implementasi Model Problem-Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kolaborasi Siswa SMK pada Mata Pelajaran Produktif Lestari, Gina; Dewi Hartono, Citra
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 1 No. 3: Journal of Modern Social and Humanities, May 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v1i3.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa SMK pada mata pelajaran produktif. Metode yang digunakan adalah pretest-posttest dengan desain eksperimen untuk mengukur perubahan kemampuan siswa sebelum dan setelah penerapan model PBL. Fokus utama penelitian ini adalah pada pengembangan keterampilan abad 21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas siswa, yang menjadi kompetensi kunci dalam pendidikan vokasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMK yang mengikuti mata pelajaran produktif di salah satu SMK di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa setelah penerapan model PBL. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan keterampilan abad 21 pada siswa SMK, yang relevan dengan tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis. Oleh karena itu, PBL dapat diterapkan secara lebih luas dalam pendidikan vokasi untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa yang siap menghadapi tantangan global.
Efektivitas Model Flipped Classroom dalam Meningkatkan Partisipasi dan Kemandirian Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SMA Andryani, Vina; Dinantara Pangestu, Bagus
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 1 No. 3: Journal of Modern Social and Humanities, May 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v1i3.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran flipped classroom dalam meningkatkan partisipasi dan kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest kontrol. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diterapkan model flipped classroom dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t untuk melihat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model flipped classroom dapat meningkatkan partisipasi dan kemandirian belajar siswa secara signifikan, terlihat dari peningkatan skor rata-rata partisipasi dan hasil belajar pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Siswa yang mengikuti pembelajaran flipped classroom menunjukkan keterlibatan yang lebih tinggi dalam diskusi dan aktivitas pembelajaran mandiri di luar kelas. Temuan ini mengindikasikan bahwa flipped classroom merupakan inovasi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMA. Oleh karena itu, disarankan untuk mengimplementasikan model ini secara lebih luas dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.
Pengaruh Literasi Digital terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Informatika Siswa Kelas VIII di SMP Negeri Kota Bandung Hadi, Xaverius; Anggraini, Vera
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 1 No. 3: Journal of Modern Social and Humanities, May 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v1i3.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika di tingkat SMP. Literasi digital merupakan kemampuan siswa dalam mengakses, memahami, dan menggunakan teknologi digital secara efektif dalam konteks pembelajaran. Dengan pendekatan kuantitatif korelasional, data dikumpulkan melalui kuesioner literasi digital dan dokumentasi nilai hasil belajar dari 120 siswa kelas VIII di beberapa SMP Negeri di Kota Bandung. Hasil analisis menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat literasi digital siswa dan hasil belajar Informatika. Semakin tinggi tingkat literasi digital siswa, semakin baik pula pencapaian akademik mereka dalam mata pelajaran tersebut. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa literasi digital memainkan peran penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran berbasis teknologi. Studi ini merekomendasikan penguatan program literasi digital di sekolah untuk mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal di era digital. 
Hubungan Antara Kecemasan Belajar Matematika dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas XI SMA di Masa Pascapandemi Astuti, Yulia; Pratama, Wahyu
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 1 No. 3: Journal of Modern Social and Humanities, May 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v1i3.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan belajar matematika dan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMA pada masa pascapandemi. Periode pascapandemi membawa dampak signifikan terhadap kondisi psikologis peserta didik, termasuk dalam konteks pembelajaran matematika yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan keterampilan kognitif kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen berupa skala kecemasan belajar matematika dan tes kemampuan pemecahan masalah. Sampel penelitian terdiri dari 100 siswa kelas XI di salah satu SMA negeri, yang dipilih secara purposive. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada tingkat kecemasan sedang hingga tinggi, yang berbanding terbalik dengan tingkat kemampuan mereka dalam memecahkan masalah matematika. Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan belajar matematika dan kemampuan pemecahan masalah (r = -0,62, p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami siswa, maka semakin rendah kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal matematika. Oleh karena itu, intervensi psikopedagogis untuk mengurangi kecemasan belajar perlu dipertimbangkan dalam strategi pembelajaran pascapandemi.
Krisis Representasi: Ekspresi Budaya Minoritas dalam Ruang Lingkup Media Arus Utama Aliam, Danisa Putra; Sandoro, Petra
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 1 No. 4: Journal of Modern Social and Humanities, July 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v1i4.158

Abstract

Penelitian ini mencoba memahami bagaimana kelompok budaya minoritas di Indonesia mengekspresikan identitas mereka di tengah dominasi media arus utama. Dalam kehidupan sehari-hari, media seharusnya menjadi ruang bersama yang mencerminkan keberagaman masyarakat. Namun, yang sering terjadi justru sebaliknya: budaya minoritas kerap tampil dalam bentuk yang dipermudah, disalahpahami, atau bahkan tidak terlihat sama sekali. Lewat pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis, penelitian ini menelaah bagaimana tayangan televisi, berita daring, dan media populer membingkai keberadaan budaya minoritas. Hasilnya menunjukkan bahwa media masih cenderung menggunakan sudut pandang mayoritas yang kurang memahami kedalaman budaya yang diangkat. Akibatnya, banyak suara minoritas yang tak terdengar, dan stereotip pun terus berkembang. Penelitian ini menyoroti perlunya media yang lebih terbuka dan adil—yang tidak hanya menampilkan, tapi juga memberi ruang bagi minoritas untuk bercerita atas nama mereka sendiri. Mewujudkan representasi yang inklusif bukan hanya soal keadilan, tapi juga langkah penting untuk membangun masyarakat yang saling memahami dan menghargai keberagaman.
Praktik Resistensi Budaya dalam Digitalisasi: Studi Kasus pada Komunitas Subkultur di Media Sosial Maulana, Fikri; Banuaji, Tristan; Sunaryo, Silfiyanti
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 1 No. 4: Journal of Modern Social and Humanities, July 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v1i4.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik resistensi budaya yang dilakukan oleh komunitas subkultur dalam menghadapi arus digitalisasi, khususnya melalui media sosial. Digitalisasi telah menjadi kekuatan hegemonik yang membentuk budaya global, namun di sisi lain, komunitas subkultur menggunakan media sosial sebagai ruang alternatif untuk mempertahankan identitas, nilai, dan ekspresi budaya mereka yang berbeda dari arus utama. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa komunitas subkultur di Indonesia, seperti komunitas punk, goth, dan visual kei, yang aktif di platform seperti Instagram dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi medium eksistensi, tetapi juga menjadi arena negosiasi dan resistensi terhadap nilai-nilai dominan. Komunitas-komunitas ini memanfaatkan fitur digital secara kreatif untuk menyuarakan narasi tandingan, membangun jaringan solidaritas, serta mempertahankan otonomi ekspresi. Temuan ini memperkuat argumentasi bahwa digitalisasi tidak selalu menghasilkan homogenisasi budaya, melainkan membuka ruang bagi praktik kontra-hegemonik. Penelitian ini berkontribusi pada kajian cultural studies dengan menyoroti dinamika relasi kuasa, identitas, dan resistensi di ranah digital.
Menelusuri Identitas dan Representasi dalam Media Kontemporer: Perspektif Pasca-Kolonial Wijaya, Hanif Maulana; Sulistio, Kevin Bagus; Hapsari, Nindia Sani
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 1 No. 4: Journal of Modern Social and Humanities, July 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v1i4.160

Abstract

Di tengah kemajuan media kontemporer, media menjadi kekuatan penting dalam membentuk dan merepresentasikan identitas. Artikel ini menggali bagaimana media kontemporer mencerminkan identitas melalui kacamata pasca-kolonial, dengan menyoroti pengaruh sejarah kolonial terhadap cara narasi dibangun dalam budaya populer, film, iklan, dan media sosial. Dengan pendekatan teori pasca-kolonial, penelitian ini melihat bagaimana media sering kali memperkuat atau mengubah stereotip tentang ras, gender, dan kelas sosial. Lebih jauh lagi, artikel ini mengkaji dampak representasi ini terhadap cara kita memahami identitas dalam dunia yang masih dipengaruhi warisan kolonial. Selain itu, artikel ini menunjukkan bagaimana media bisa menjadi ruang bagi perlawanan terhadap narasi dominan, sekaligus menjadi tempat bagi identitas baru yang lebih inklusif. Dengan menelaah beberapa contoh dari film, iklan, dan media sosial, penelitian ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana identitas dan representasi berkembang dalam konteks pasca-kolonial.
Membangun Ruang Publik melalui Estetika: Analisis Kritis terhadap Pameran Seni dan Identitas Kolektif Hakim, Lutfi; Ramadhan, Fajar
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 1 No. 4: Journal of Modern Social and Humanities, July 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v1i4.161

Abstract

Pameran seni bukan hanya sekadar tempat untuk memamerkan karya, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan ruang publik yang menggambarkan identitas kolektif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana estetika dalam pameran seni bisa membentuk dan memperkuat hubungan sosial antar individu dalam ruang publik. Dengan pendekatan analisis kritis, penelitian ini melihat bagaimana elemen-elemen visual dalam karya seni, seperti bentuk, warna, dan simbol, berinteraksi dengan latar sosial dan budaya di sekitarnya. Pameran seni menjadi sebuah medium yang tidak hanya menciptakan pengalaman estetika, tetapi juga membangun makna bersama yang memperkuat kesadaran kolektif. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan wawasan baru tentang bagaimana pameran seni dapat berfungsi sebagai ruang bagi masyarakat untuk berbagi, berinteraksi, dan membentuk identitas kolektif yang inklusif. Pada akhirnya, pameran seni bukan hanya tentang visual yang dipamerkan, tetapi juga tentang bagaimana seni itu bisa menjadi cermin dari kehidupan bersama yang lebih harmonis.
Membayangkan Kembali Tradisi: Dampak Globalisasi terhadap Identitas Budaya Pribumi Setiawan, Nugroho; Saputra, Hendri; Nugroho, Bayu; Paramita, Tia
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 1 No. 4: Journal of Modern Social and Humanities, July 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v1i4.162

Abstract

Globalisasi telah membawa gelombang perubahan besar, tidak hanya dalam teknologi dan ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan budaya masyarakat pribumi. Artikel ini menggali dampak dari gelombang globalisasi terhadap tradisi dan identitas budaya pribumi, serta bagaimana mereka meresponsnya. Dengan pendekatan kualitatif yang melibatkan studi literatur dan wawancara mendalam, penelitian ini menggambarkan betapa banyak nilai-nilai lokal yang mulai tergerus, beriringan dengan masuknya pengaruh budaya asing yang mengancam keberlanjutan warisan mereka. Namun, di balik tantangan itu, muncul juga semangat untuk beradaptasi dan bertahan. Masyarakat pribumi mulai memanfaatkan teknologi, terutama media digital, untuk mengangkat kembali tradisi mereka dengan cara yang lebih relevan dengan zaman modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun globalisasi menghadirkan ancaman, ia juga membuka peluang bagi masyarakat pribumi untuk memperkenalkan identitas budaya mereka dengan cara yang lebih dinamis, tanpa harus mengorbankan esensi dan akar budaya mereka. Oleh karena itu, penting untuk merawat dan mendukung kelangsungan budaya pribumi, sambil memberikan ruang bagi kreativitas dan inovasi yang tumbuh seiring perubahan zaman.

Page 2 of 4 | Total Record : 34