cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKkeS
ISSN : 19786735     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
GAMBARAN KINERJA PERAWAT DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PERSONAL HYGIENE KLIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Nurul Amin
FIKkeS Vol 7, No 1 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.345 KB)

Abstract

Kebutuhan personal hygiene klien skizofrenia di beberapa rumah sakit jiwa sering kali terabaikan. Kondisi ini juga terjadi di RSJD Dr. Amino Gondohutomo dimana klien skizofrenia yang di rawat rata-rata mengalami kondisi gangguan perawatan diri khususnya personal hygiene sebanyak 65%. Kondisi klien saat dirawat masih bau, rambut tidak rapi, kondisi sikat gigi yang tidak layak pakai, handuk yang digunakan secara bersama-sama, tidak memakai alas kaki. Kondisi tersebut adalah 90% dari total klien dengan skizofrenia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja perawat (dari pengkajian sampai evaluasi dan pendokumentasian) dalam memenuhi kebutuhan personal hygiene klien skizofrenia di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang.Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Populasi dari penelitian ini adalah perawat dengan jumlah partisipan sebanyak 4 orang yang terbagi di ruang VIP, kelas 3, kelas 2 dan kelas 1.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat didalam melakukan proses keperawatan pada klien skizofrenia dengan masalah kebutuhan personal hygiene belum optimal. Dalam melakukan pengkajian belum lengkap, merusmuskan diagnosa keperawatan hanya berdasarkan saat klien masuk UGD, merumuskan intervensi tidak lengkap komponennya, dalam melakukan tindakan berdasarkan tingkat ketergantungan, evaluasi dilakukan dengan bertanya dan melakukan observasi. Pada pendokumentasian asuhan keperawatan belum dilakukan dengan optimal, dilakukan hanya seperlunya saja.Berdasarkan hal tersebut diharapkan perawat dan institusi rumah sakit secara bersinergi melakukan kegiatan pelatihan asuhan keperawatan dan pendokumentasiannya.Kata Kunci : kinerja, personal hygieneDaftar Pustaka : 23(1992-2012)
ANTE NATAL CARE (ANC) DALAM RESPREKTIF IBU HAMIL : GAMBARAN KERENTANAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN REMBANG Edy Soesanto; Eny Anggraini
FIKkeS Vol 2, No 2 (2009): Keperawatan, Kesehatan, dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.267 KB)

Abstract

Latar belakang : Angka Kematian lbu (AKI) di idonesia menempati urutan tertinggi di Asia Tenggara. Angka Kematian Bayi (AKB) Propinsi Jawa Tengah tahun 2003 sebesar 8,29 per 1000 kelahiran hidup. AKB tertinggi dialami oleh Kabupaten Rembang. Menurunnya setatus gizi dankesehatan ibu hamil menyebabkan resiko tinggi kehamilan mengalami peningkatan. Resiko tinggi kehamilan ini sebenarnya dapat diantisipasi pada saat ante natal care (ANC), Sehingga kondisi kesehatan ibu hamil dapat dl pantau dan bila terjadi kegawat daruratan akan memudahkanpengambilan tindakan. Amun kenyataannya ibu hamil yang melakukan ANC masih sangat rendah. Berdasarkan data dari Profil Kesehatan JawaTengah tahun 2003, cakupan K4 Kabupaten Rembang adalah 67,65% (peringkat ke 33).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana pengetahuan, perilaku ibu hamil tentang Ante Natal Care, riwayat kehamilan dan status gizi ibu hamil serta peranlpendukung suami dalam pelaksanaan Ante Natal Care di Kabupaten Rmbang.Metodologi : menggunakan metode Diskriptif dengan pendekatan crosectional. Subyek peelitan ini ibu hamil trimester ke tiga di daerah pantai di Kabupaten Rembang, sebanyak 88 orang, dengan metode pengambilan sample Multitage Random Sampling. Penelitian ini dilakukanpada bulan April 2007.Hasil Penilitian menunjukka bahwa: pengetahuan ibu hamil tentang Ante Natal Care (ANC) rerata sebesar 77,27 + 8,435 serta denga tingkat pengetahuan yang baik tentang ANC sebanyak 35 orang (39,5'A. Berata perilaku ibu hamil tentang Ante Natal Care (ANC) sebanyak 77,a7x. 7,99 dengan tingkat perilaku tentang Ante Natal Care (ANC) yang tinggi sebanyak 30 orang (34,1W. Gambaran status gizi ibu hamilterdapat I0rang (9,1%) mempunyai resiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), Dukungan positif suami terhadap istri untuk proses lnle Natal Care (ANC)seeDesar 49 orang (55,7Y") dengan rerata sebesar 7,77 t 1,436.Kesimpulan dan Rekonendasi :Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pemberi dukungan, informasi melalui penyuluhan, konseling tentang Ante Natal Care (ANC), pemeriksaan kehamilan kehamilan yang paripurna kepada ibu hamil aat ibu hamil melakukan pemeriksaanlkunjungan ke pelayanan kesehatan dalam upaya peningkata dan perubahan: (a) pengetahuan ibu hamiltentang Ante Natal Care (ANC). (b) perilaku ibu hamil dalam melakukan AC. (c) Gizi pada ibu hamil (d) Peranlpendukung suami terhadap istri dalam melakukan ANC. Serta untukitu juga diperlukan peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal, teknik bimbingan dan penguasaan tentang ANC oleh petugas kesehatan.Kata Kunci; status gizi, dukungan suami, Ante Natal Care.
SIKAP TERHADAP KEPATUHAN DIIT HIPERTENSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DORO II KABUPATEN PEKALONGAN Anggraeni Puspita; Siti Aisah; Sutoyo -
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.453 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang dapat merusak organ tubuh.Hipertensi juga di sebut juga silent killer karena termasuk penyakit yang mematikan tanpa disertai dengan gejala-gejalanya terlebih dahulu. Salah satu masalah utama dalam mengontrol hipertensi adalah dengan meningkatkan kepatuhan terhadap diit hipertensi dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas doro II. Desain penelitian ini mengunakan metode diskriftif korelasi. Populasi semua penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Doro II yaitu berjumlah 110 responden. Teknik pengambilan sampel mengunakan cluster random sampling dan dapatkan jumlah sampel 50 responden. Alat pengumpulan data yang di gunakan adalah kuesioner , lembar pencatatan tekanan darah.Hasil uji statistik rank sperman di ketahui nilai p = 0,034 ( < 0,05 ) maka Ho ditolak. Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara sikap terhadap kepatuhan diit hipertensi dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Doro II. Nilai korelasi ( r ) sebesar 0,301 menunjukan bahwa kekuatan hubungan sedang dan arah korelasi negatif, artinya semakin tinggi sikap kepatuhan diit hipertensi akan semakin rendah tingkat tekanan darah.Kata Kunci : Sikap Kepatuhan diit, Tekanan dara
HUBUNGAN PERSEPSI PENDERITA TENTANGDUKUNGAN KELUARGA DENGAN KETERATURAN PERAWATAN DAN PENGOBATAN PADA PENDERITA KUSTA DI KECAMATAN BANJARHARJO KABUPATEN BREBES Andry Firmansyah; Edy Seosanto; Ernawati -
FIKkeS Vol 6, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.83 KB)

Abstract

Dukungan keluarga dalam penanganan pengobatan penyakit kusta sangat dibutuhkan untuk memberikan pendampingan dalam proses pengobatan, walaupun peranan para petugas juga sangat besar. Hal utama yang menjadi upaya dalam pendampingan proses pengobatan penyakit kusta bagi keluarga adalah untuk memperkecil kemungkinan kejadian yang tidak diharapkan, seperti tidak mau minum obat, tidak mau mengurus diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi penderita kusta tentang dukungan keluarga dengan keteraturan perawatan dan pengobatan pada penderita kusta di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif korelasi dengan metode pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita penyakit kusta PB dan MB di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarharjo dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode total samplingyaitu berjumlah 58 orang yang terdiri dari penderita kusta PB (12 orang) dan MB (46 orang). Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah persepsi penderita kusta tentang dukungan keluaga dan keteraturan perawatan dan pengobatan pada penderita kusta. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis statistik Fisher Exact. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh sebagian besar persepsi penderita kusta tentang dukungan keluarga sebagian besar adalah buruk yaitu sebanyak 33 orang (56,9%), keteraturan penderita kusta dalam perawatan dan pengobatan kusta sebagian besar adalah tidak teratur yaitu sebanyak 56 orang (96,6%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi penderita kusta tentangdukungan keluarga dengan keteraturan perawatan dan pengobatan pada penderita kusta di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes, dengan nilaip-value 0,181 > ? (0,05). Berdasarkan hasil analisis statistik tersebut maka diharapkan masyarakat dapat meningkatkan dukungan penghargaan dan dukungan emosional kepada anggota keluarga yang menderita penyakit kusta, yaitu dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada penderita kusta untuk melakukan aktivitas fisik serta dengan memberikan suasana rumah yang nyaman bagi penderita kusta.Kata kunci:dukungan keluarga, keteraturan perawatan dan pengobatan, kusta
PERAN KELUARGA PRASEJAHTERA DENGAN UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI DESA DEPOK KECAMATAN KANDEMAN KABUPATEN BATANG Cipto Roso
FIKkeS Vol 8, No 2 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.915 KB)

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sering dijumpai pada balita dan menjadi salah satu penyebab kematian pada balita. Salah satu faktor yang meningkatkan angka kematian balita adalah faktor ekonomi yang rendah. Untuk mengurangi angka kematian tersebut maka dilakukan berbagai upaya pencegahan ISPA pada balita di keluarga prasejahtera. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan peran keluarga prasejahtera dengan upaya pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Desa Depok Kecamatan Kandeman. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling sebanyak 86 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji sperman rank. Hasil uji statistik diperoleh ? value sebesar 0,000 < 0,05 berarti ada hubungan peran keluarga prasejahtera dengan upaya pencegahan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Desa Depok Kecamatan Kandeman. Berdasarkan hasil tersebut dapat disarankan pada petugas kesehatan untuk Petugas kesehatan sebaiknya meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pencegahan ISPA dalam keluarga prasejahtera pada kegiatan posyandu dengan bekerja sama dengan kader kesehatan dan aparat desa.Kata kunci : Peran Keluarga Prasejahtera, Upaya Pencegahan ISPA pada Balita
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GARAM BERYODIUM DENGAN KETERSEDIAAN GARAM BERYODIUM PADA TINGKAT RUMAH TANGGA DI DESA KRAJAN KECAMATAN TEMBARAK KABUPATEN TEMANGGUNG Ali Rosidi
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.2 KB)

Abstract

Masih ditemukannya mutu dan konsumsi garam beryodium yang masih rendah dimasyarakat. Hal ini disebabkan distribusi garam beryodium yang belum merata, belum seluruh garam yang beredar di masyarakat mengandung cukup yodium, perbedaan harga garam beryodiumyang cenderung lebih mahal dua sampai tiga kali serta kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingya mengkonsumsi garam beryodium. Kurangnya pengetahuan menyebabkan salah konsep tentang kebutuhan garam beryodium dan mutu garam beryodium. Bertambahnyapengetahuan mengenai garam beryodium, maka seseorang mempunyai kemampuan untuk menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang garam beryodium dengan ketersediaan garam beryodium pada tingkat rumah tangga di Desa Krajan Kecamatan Tembarak Kabupaten TemanggungJenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan disign cross sectional / belah lintang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Systematic random sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu rumah tangga di Desa Krajan KecamatanTembarak Kabupaten Temanggung sebagian besar kategori sedang dan baik. Hasil uji garam ditemukan 62,5 '/, kadar yodiumnya kurang dari 30 ppm dan 37,5 % kadar yodiumnya 30 ppm atau lebih. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang garam beryodium dengan ketersediaan garam beryodium pada rumah tanggaKata kunci :kadar yodium, tingkat pengetahuan, ketersediaan garam beryodium
PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI SINDROM KLIMAKTERIUM DI DESA PRAMBATAN KIDUL KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KUDUS Dwi Endah Ayu Ermawati; Shobirun -; Ernawati -
FIKkeS Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.57 KB)

Abstract

Wanita dengan klimakterium akan terjadi perubahan-perubahan tertentu yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan ringan sampai berat. Perubahan dan gangguan itu sifatnya berbeda-beda. Gangguan-gangguan baik fisik maupun psikologis dapat menyebabkan kecemasan pada wanita. Kecemasan pada sindrom klimakterium akan muncul apabila dilatarbelakangi pengetahuan yang rendah. Hal ini juga terjadi pada sebagian wanita yang tinggal di Desa Prambatan Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi sindrom klimakterium di Desa Prambatan Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Jenis penelitian ini deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu usia klimakterik yaitu kelompok usia 40-50 tahun yang tinggal di Desa Prambatan Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus yang berjumlah 93 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan proporsional random sampling dengan jumlah 76 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan ibu tentang klimakterium adalah rendah yaitu 55,3%, dan tingkat kecemasan wanita usia klimakterium sebagian besar adalah berat yaitu 65,8%. Hasil uji korelasi Spearman rho didapatkan koefisien korelasi sebesar -0,682 dengan nilai p sebesar 0,000 (P< 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negative yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi sindrom klimakterium di Desa Prambatan Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Artinya jika pengetahuan wanita tinggi maka tingkat kecemasannya akan menurun dan sebaliknya.Berdasarkan hal tersebut di atas diharapkan kepada para ibu terutama pada usia klimakterium untuk mencari dan memperluas pengetahuan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan sindrom klimakterium terutama gejala-gejala yang timbul pada masa ini. Sehingga dengan pengetahuan yang baik akan mengurangi tingkat kecemasan ibu mengenai sindrom klimakterium ini.Kata Kunci : Sindrom klimakterium, Tingkat kecemasan
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STATUS GIZI BALITA DENGAN FREKUENSI TERJADINYA ISPA DI DESA KEBONDALEM GRINGSING BATANG Anjar Puji Hastuti
FIKkeS Vol 8, No 1 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.699 KB)

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan insiden Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di negara berkembang dengan angka kematian balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15%-20% pertahun pada golongan usia balita. Proporsi penyebab kematian balita di negara berkembang adalah pneumonia 19%, diare 17%, malaria 8% dan campak 4%. Jika digabungkan di seluruh dunia pneumonia menyebabkan hampir satu pertiga atau 29% kematian anak balita. Study pendahuluan terhadap 10 balita di Desa Kebondalem yang terkena penyakit ISPA dengan status dibawah garis merah sejumlah 4 orang anak (40%), sedangkan yang menderita ISPA dengan status gizi sedang sejumlah 6 orang (60%). Di Desa Kebondalem Gringsing Batang jumlah balita 189 orang, terdapat 5 dukuh yang terdiri dari dukuh Kebondalem, Kutoharjo, Kebonsari, Rowogebang dan Gebang anom. Peneliti melakukan penelitian di dukuh Rowogebang dan Kebondalem dengan jumlah balita 78. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang status gizi balita dengan frekuensi terjadinya ISPA di Desa Kebondalem Gringsing Batang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional, sampel dalam penelitian ini adalah ibu dan balita yang berada di Desa Kebondalem sebanyak 129 orang. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan Chi Square. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 100 orang (77,5%), sebagian besar responden jarang mengalami ISPA sebanyak 106 orang (62,2%) dan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan frekuensi kejadian ISPA dengan nilai p value 0,001 (p< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan ibu lebih memperhatikan gizi pada balitanya dengan memperhatikan asupan nutrisi pada balita, memberikan ASI sebelum usia 6 bulan, melakukan posyandu setiap bulan sehingga kesehatan balita dapat terkontrol.Kata Kunci : Pengetahuan, status gizi, ISPA
PERUBAHAN FUNGSI FISIK DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN RESPON PSIKOSOSIAL PADA LANSIA DI KELURAHAN KEMBANGARUM SEMARANG Heryanto Adi Nugroho
FIKkeS Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Keperawatan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6736.565 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguji hubungan antara perubahan fungsi fisik dengan respon psikososial lansia di Kelurahan Kembangarum Kodya Semarang JawaTengah. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia usia ? 60 tahun yang tinggal di Kelurahan Kembangarum, Semarang yang berjumlah 300 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik multi stage random sampling, dengan cluster ditentukan pada tingkat RW yang memenuhi kriteria inklusi yaitu umur ? 60 tahun, tidak demensia, tidak cacat fisik, tinggal bersama keluarga, bersedia menjadi responden dan tinggal di Kelurahan Kembangarum, Semarang. Hasil analisis variabel dukungan keluarga dengan respon psikososial menunjukkan hubungan yang signifikan,. Dari hasil uji anatisis Regresi linier ganda, variabel independen dukungan keluarga yang paling dominan dalam mempengaruhi variabel dependen respon psikososial lansia adalah dukungan keluarga melalui upaya mempertahankan aktifitas yang masih mampu dilakukan lansia. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa respon psikososial pada lansia akibat dari perubahan fungsi fisik, psikologis dan sosial, membutuhkan dukungan keluarga agar dapat beradaptasi secara adaptif selama proses perubahan tersebut, Kata kunci : perubahan fungsi fisik, dukungan keluarga, respon pstkososk/ dan lansia
PENGARUH PENGGUNAAN BANTAL PASIR TERHADAP KELUHAN KETIDAKNYAMANAN PASIEN PASCA PERCUTANEOUS CORONARY ANGIOGRAPHY (PCA) DI INSTALASI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH RSUP DR. KARIADI SEMARANG Ari Kusumantoro
FIKkeS Vol 6, No 1 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.824 KB)

Abstract

Ketidaknyamanan adalah kondisi ketika individu mengalami sensasi tidak nyaman sebagai respon terhadap stimulus rangsang berbahaya. Ketidaknyamanan berupa rasa nyeri, kesemutan dan kaki kebas dapat dialami pada pasien pasca tindakan Percutaneous Coronary Angiography (PCA) yang diberikan penekanan bantal pasir pada area femoral seath.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan bantal pasir terhadap keluhan ketidaknyamanan pada pasien pasca tindakan PCA di Instalasi Jantung dan Pembuluh Darah RSUP Dr. Kariadi Semarang.Penelitian menggunakan desain penelitian Uji Klinis Acak (Randomized Clinical Trial) dengan Design Paralel Matching Post Test menggunakan analisis Kruskal Wallis dan Oneway Anova. Penelitian dilakukan Mei s/d Juni 2012. Sampel 30 responden dibagi kelompok I dengan penekan bantal pasir 2,1 kg sebanyak 10 orang, kelompok II dengan penekan 2,3 kg sebanyak 10 orang dan kelompok III dengan penekan 2,5 kg sebanyak 10 orang. Hasilnya menunjukkan tidak ada pengaruh penggunaan bantal pasir 2,1 kg, 2,3 kg dan 2,5 kg pasca tindakan PCA terhadap keluhan ketidaknyamanan pada observasi jam kesatu (p value=0,958), jam kedua (p value=0,670) dan jam ketiga (p value=0,317). Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan penggunaan bantal pasir 2,1 kg pada pasien pasca PCA, dapat menjadi acuan pemberian asuhan keperawatan pasca PCA, dilakukan penelitian lanjut, dapat menambah ilmu perawat dalam merawat pasien pasca PCA.Kata kunci: ketidaknyamanan, Percutaneous Coronary Angiography (PCA), bantal pasir.

Page 3 of 11 | Total Record : 102