cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKkeS
ISSN : 19786735     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI VERBAL DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK PGRI 116 BANGETAYU WETAN Anik Handayani; Amin Samiasih; Mariyam -
FIKkeS Vol 6, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.626 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki latar belakang yaitu ada beberapa anak usia prasekolah yang mengalami gangguan dalam perkembangan bahasanya yang disebabkan karena faktor pengetahuan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang stimulasi verbal dengan perkembangan bahasa pada anak prasekolah di TK PGRI 116 Bangetayu Wetan. Desain penelitian ini adalahdescriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Besarnya populasi sebanyak 30 orang tua, karena jumlah populasi kurang dari 100 maka jumlah tersebut diambil semua sehingga teknik penelitian ini adalah total sampling. Untuk membuktikan adanya hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang stimulasi verbal dengan perkembangan bahasa pada anak prasekolah dilakukan dengan Fisher Exact Test. Berdasarkan hasil analisis Fisher Exact Test diperoleh p-value sebesar 0,001 dengan koefisien korelasi Fisher Exact Test besarnya 0,537 (p < 0,05). Ada hubungan bermakna tingkat pengetahuan orang tua tentang stimulasi verbal dengan perkembangan bahasa anak prasekolah di TK PGRI 116 Bangetayu Wetan 2012.Kata kunci :pengetahuan orang tua perkembangan bahasa anak prasekolah
HUBUNGAN GAMBARAN DIRI DENGAN KEPATUHAN MENJALANI KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Bandiyah -
FIKkeS Vol 8, No 2 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.928 KB)

Abstract

Pasien kanker seringkali tidak patuh terhadap pengobatan. Kepatuhan pasien kanker dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu efek samping, kondisi psikologis, gangguan konsep diri (gambaran diri), biaya, dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gambaran diri dengan kepatuhan menjalani kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Populasi penelitian adalah seluruh penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan pada bulan Juni 2013 sebanyak 73 orang. Sampel penelitian adalah penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan pada bulan Juni 2013 sebanyak 73 orang dengan teknik total sampling. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode wawancara. Hasil uji statistik diketahui ada hubungan gambaran diri dengan kepatuhan menjalani kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan dengan ? value sebesar 0,000 < 0,05. Bagi rumah sakit sebaiknya menjadikan sebagai masukan informasi bagi rumah sakit tentang pemberian asuhan keperawatan yang memperhatikan aspek psikologis pasien sehingga dapat meningkatkan konsep diri pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi.Kepustakaan: 28 buku (2001-2011)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERKAIT HOSPITALISASI ANAK USIA TODDLER DI BRSD RAA SOEWONSO PATI Mariyam -; Arif Kurniawan
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.23 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan reaksi emosional yang timbul oleh penyebab yang tidak spesifik yang dapat menimbulkan perasaan khawatir, tidak nyaman dan merasa terancam. Timbulnya kecemasan biasanya didahului oleh faktor-faktor tertentu. Demikian pula kecemasan yang dialami oleh orang tua terkait hospitalisasi anak usia toddler di BRSD RAA Soewondo Pati dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status ekonomi, tingkat pengetahuan, lama rawat inap, dan juga oleh perilaku caring perawat. Tuiuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua terkait hosititalisasi anak usia toddler di BRSD BAA Soewoindo Pati. Jenis penelitian ini adalah explanatory research. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi, dengan rancangan penelitian cross sectional, Jumlah sampel penelitian adatah 26 responden yang mempunyai anak usia toddler (2-3 tahun), dan dirawat di BRSD RM Soewondo Pati dengan perawatan minimal 3x24 iam padatanggal 05 Juli sampai 10 Agustus 2008. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik quota sampling. Variabel bebas adatah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status ekonomi, tingkat pengetahuan, lama rawat inap, dan perilaku caring perawat. Variabel terikat adalah tingkat kecemasan. Analisa datadengan menggunakan uji chi square, fiser exsact test, dan uji pearson product momen. Dari hasil penelitian terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua terkait hospitalisasi anak usia toddler di BRSD RM Soewondo Pati, didapatkan bahwa nilai p dari masing-masing variabel penelitian lebih kecil daripada nilai alpha sebesar 0,05 yang secara statistik dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor usia, jenis kelamin, tingkatpendidikan, status ekonomi, tingkat pengetahuan, lama rawat inap, dan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan. Simpulan penelitian ini: Usia rata-rata responden adalah 30,50 tahun dan didominasi oleh responden perempuan yaitu 20 responden atau 76,9o/o. Tingkat pendidikan responden adatah Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah dengan persentase 50%:50%, sedangkan status ekonomi responden terbanyak adalah berpendapatan lebih dari Rp 1.200.000,- sebanyak12orang atau 46,2%. Tingkat pengetahuan responden sama antara pengetahuan kurang dengan pengetahuan baik, masing-masing 12 orang atau 46,2%. Durasi lama perawatan responden rata-rata 170,58 jam, dan 53,8% menyatakan adanya perilaku caring perawat. Berdasarkan hasilpenelitian, asuhan keperawatan diharapkan dapat meminimalkan tingkat kecemasan terkaithospitalisasi.Kata kunci: Hospitalisasi, anak usia toddler (2-3 tahun), dan tingkat kecemasan
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH SEBELUM DAN SETELAH DI BERIKAN PENDIDIKAN SEKS DI SMA N 2 MRANGGEN TAHUN 2010 Boediono -; Arwani -; Amin Samiasih
FIKkeS Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.27 KB)

Abstract

Perilaku seksual merupakan perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita yang telah mencapai pada tahap hubungan intim, yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Remaja Indonesia (SKRI) yang dilakukan pada tahun 2002-2003 oleh BPS menyebutkan laki-laki berusia 20-24 tahun belum menikah yang memiliki teman pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 57,5 persen dan yang berusia 15-19 tahun sebanyak 43,8 persen. Sedangkan perempuan berusia 20-24 tahun belum menikah yang memiliki teman dan pernah melakukan hubungan seksual sebanyak 63 persen. Sementara itu perempuan berusia 15-19 tahun belum menikah yang memiliki teman dan pernah melakukan hubungan seksual mencapai angka sebesar 42,3 persen. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan sikap remaja tentang perilaku seksual pranikah, salah satunya melalui kegiatan pendidikan kesehatan. Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah SMA N 2 Mranggen masih terdapat siswi yang hamil diluar nikah, salah satu faktor yang menyebabkannya adalah kurangnya informasi perilaku seksual pranikah. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang hubungan sekspranikah di SMA N 2 Mranggen tahun Ajaran 2009/2010 sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan.jenis Penelitian ini merupakan penilaian pra ekspirimen. Rancangan penelitian menggunakan one group pra test post test dengan populasi siswa kelas XI di SMA N 2 Mranggen sebanyak 226 orang dan sampel yang diambil adalah sampel yang di pilih secara proposonat random sampling dari seluruh total populasi yang berjumlah 70 orang. Variabel independent adalah pendidikan seks Variabel dependent adalah tingkat pengetahuandan sikap remaja tentang seksual pranikah. Uji statistik yang digunakan t-dependent/ paired t-test. Hasil penelitian: Sebagian besar tingkat pengetahuan remaja sebelum diberi pendidikan kesehatan seks adalah cukup yaitu sebesar 33 orang (55%) dan sikap remaja tentang perilaku seksual pranikah sebagian besar adalah sangat tidak setuju yaitu 53 orang (83,3%), sedangkan tingkat pengetahuan remaja sesudah diberi pendidikan kesehatan sebagian besar adalah baik yaitu sebesar 50 orang (83,3%) dan sikap remaja sebagian besar sangat tidak setuju yaitu 58 orang ( 96,7% ). Hasil analisis data pengaruh pendidikan kesehatan seksual pranikah terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang perilaku seksual pranikah terdapat pengaruh yang signifikan ditunjukkan dengan hasil nilai P-Value = 0,000 < 0,05.Simpulan: Pendidikan kesehatan seks berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang perilaku seksual pranikah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai P-value = 0,000 < 0,05. Kata kunci: Pendidikan seks, pengetahuan dan sikap remaja, perilaku seksual
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWAT DALAM PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL Yunita Puspasari
FIKkeS Vol 8, No 1 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.436 KB)

Abstract

Infeksi nosokomial dapat berasal dari pasien, pengunjung, maupun petugas kesehatan yang terlibat dalam perawatan pasien seperti dokter, perawat, tenaga medis, oleh karena itu untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial dapat diupayakan dari tindakan pencegahan oleh semua individu yang kontak dengan pasien, baik itu sebelum maupun sesudah kontak dengan pasien. Hasil pengamatan selama ini, banyak dijumpai tindakan salah yang sering dilakukan perawat diruang inap Rumah Sakit Islam adalah jarang mencuci tangan sebelum melakukan tindakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dengan praktik perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial diruang rawat inap Rumah Sakit Islam Kendal. Jenis penelitian deskripitif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas diruang rawat inap : Ruang Hamzah, Ruang Usman, Ruang Alfat, Ruang Roudhoh, Ruang Lukman, Ruang Umar Rumah Sakit Islam Kendal yaitu sebanyak 55 perawat. Sampel penelitian menggunakan total sampling. Analisis data dengan menggunakan Spearman Rho. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap dengan praktik perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial diruang rawat inap Rumah Sakit Islam Kendal dengan nilai p value 0,002 dan 0,017. Diharapkan perawat untuk dapat mencari informasi tentang pencegahan infeksi nosokomial, bersikap positif dan diharapkan melakukan evaluasi diri dan menyadari pentingnya pencegahan infeksi nosokomial sehingga dapat meningkatkan pelayanan pada pasien.Kata Kunci : pengetahuan, sikap, praktik, perawat, infeksi nosokomial
ANTARA ANTE NATAL GARE (ANC) DAN POST PARTUM: POTRET PERJALANAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA IBU HAMIL DAN NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS I KECAMATAN GUNTUR KABUPATEN DEMAK Edy Soesanto; Eny Winaryati; Nuke Devi Indrawati
FIKkeS Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Keperawatan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9627.502 KB)

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di lndonesia menempati urutan tertinggi di Asia Tenggara, dan cenderuni mengalami kenaikan. Salah satu penyebabnya berhubungan dengan kehamilan dan persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjajagi sejauh mana pengetahuan, perilaku dan pola makan yang dialami dan dilakukan oleh lbu hamil dan ibu Nifas sebagai gambaran potret perjalanan Kesehatan Reproduksi diwilayah Puskesmas I Kecamatan Guntur Kabupaten Demak.  Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kab. Demak, bahwa di Puskesmas l, Kecamatan Guntur, cakupan Kesehatan ibu dan Anak paling rendah. Responden penelitian ini ada 65 ibu nifas. Pengambitan data penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner, serta analisa kadar Hb. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan program SPSS versi 10. Hasil penelitian didapatkan data; Katagori cukup, untuk pengetahuan lbu hamil tentang ANC 70,8 %, perilaku lbu Hamit dalam melakukan ANC 63,1 %, pola makan yang dilakukan ibu pada saat hamil (61,5 %). Penilaian Pengetahuan ibu nifas tentang persalinan dan paska persalinan sebagian besar masih kurang (60 %). Penilaian perilaku ibu nifas terdapat perimbangan. antara yang tetah berperilaku baik (50,8%) dengan yang cukup dan kurang ( 49,2%). Penilaian pola makan ibu ibu nifas sebagian besar masih kurang (56,9%) Sebagian besar ibu nifas menderita anemia (56,2%). Dengan penyebarannya (66,2%) menderita anemia ringan, (20%) menderita anemia sedang. Sedang yang tidak menderita anemia hanya (13,8 %). Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya dilakukan  penyuluhan, penyampaian informasi tentang kesehatan dan gizi melalui forum pengajian  dan PKK, dilakukan pelatihan kepada kader dan ibu bidan, dicanangkan hijaunisasi dan peternakan guna mendukung peningkatan gizi keluarga melalui penggalakan dan lomba. Kata kunci: antenatal care (ANC), post partum, kesehatan reproduksi, ibu hamil dan nifas
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN LOW BACK PAIN PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANDANGSERANG KABUPATEN PEKALONGAN Amien Dyah Nawang Wulan; Tri Hartiti; Machmudah -
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.203 KB)

Abstract

Penduduk lansia merupakan salah satu kelompok penduduk yang potensial menjadi masyarakat rentan, sehingga perlu diciptakan suatu kondisi fisik maupun nonfisik yang kondusif untuk pembinaan kesejahteraannya. Salah satu masalah fisik sehari-hari yang sering ditemukan pada lansia adalah nyeri punggung bawah atau LBP. Senam lansia diharapkan dapat menurunkan LBP pada lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan LBP pada lansia, jenis penelitian quasi experiment dengan menggunakan rancangan one grouppretest-posttest design. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2011 di Puskesmas Kandangserang dengan metode accidental sampling, jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan sebelum senam lansia 30% responden mengalami nyeri ringan dan 70% sisanya mengalami nyeri sedang. LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang kabupaten Pekalongan sesudah senam lansia, responden mengatakan nyeri ringan 73,3%, sedangkan sisanya nyeri sedang yaitu sebanyak 26,7%. Ada pengaruh senam lansia terhadap penurunan LBP pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan (p<0.05)Kata kunci : lansia, LBP, senam lansia.
DESKRIPTIF TENTANG KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG BERISIKO TERJADINYA JATUH PADA LANSIA DI DESA SUSUKAN KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG Lisa Agustina
FIKkeS Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.518 KB)

Abstract

Jatuh merupakan masalah fisik yang sering terjadi pada lansia. Dengan bertambahnya lansia kondisi fisik, mental dan fungsi tubuh menurun. Penyebab jatuh pada lansia dapat disebabkan oleh banyak faktor, faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik (lantai yang licin dan tidak merata, tersandung oleh benda-benda, kursi roda yang tidak terkunci, penglihatan kurang dan penerangan cahaya yang kurang terang cenderung gampang terpeleset atau tersandung sehingga dapat memperbesar resiko jatuh pada lansia). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lingkungan yang berisiko terjadinya jatuh pada lansia. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsional random sampling. Jumlah sampel yang di gunakan dalam penelitian ini sebanyak 120 responden, hasil penelitian didapatkan lantai rumah dengan nilai mean 12,35, kondisi penerangan dengan nilai mean 6,08, keberadaan tangga dengan nilai mean 1,08 dan penggunaan alat-alat di rumah dengan nilai mean 0,98. Sebagai keluarga yang mempunyai lansia dengan usia 60-85 tahun diharapkan dapat megurangi resiko terjadinya jatuh pada lansia dengan menjaga dan memelihara lingkungan sekitar.Kata kunci : karakteristik lingkungan yang beresiko jatuhDaftar Pustaka : 22 (2001-2012)
Pengaruh latihan Kegel Terhadap Frekuensi lnkontinensia Urine Pada Lansia di Panti Wreda Pucang Gading Semarang Akhmad Mustofa; Wahyu Widyaningsih
FIKkeS Vol 2, No 2 (2009): Keperawatan, Kesehatan, dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.052 KB)

Abstract

Latihan kegel adalah latihan yang digunakan untuk memperkuat otot dasar panggul dengan cara mengkontraksikan rectum dan uretra yang ditahan selama 3 - 5 detik kemudian merelaksasikannya, dan ini diulangi sebanyak l0 kali selama 4 minggu. Kontraksi otat dasar panggul yang melemah dapat menyebabkan inkontinensia urine, dimana ini merupakansalah satu masalah yang dialami lansia dan perlu mendapatkan perhatian khusus seiring dengan meningkatnya populasi lansia di indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan kegel terhadap frekuensi inkontinensia urine pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental dengan rancangan "Time Series Design" yang dilakukan pada 24 orang responden, untuk mengetahui pengaruh latihan kegel terhadap frekuensi inkontinensia urine pada lansia.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa setelah dilakukan latihan kegel terjadi penurunan frekuensi inkotinensia urine sebesar 21,6 % dari 10,043 kali menjadi 7,871 kali. Dari hasil uji T-dependent test didapatkan nilai p sebesar 0,000 sehingga ada pengaruh latihan kegel terhadap frekuensi inkontinensia urin pada lansia di PantiWreda Pucang Gading Semarang.Hasil penelitian tersebut mengindikasikan perlunya latihan kegel secara teratur dalam waktu yang relatif lama untuk mengetahui pengaruh latihan kegel terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin.Kata kunci : Latihan Kegel, Frekuensi lnkontinensia Urine, Lansia.
HUBUNGAN POLA PERAWATAN GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK SEKOLAH DI MADRASAH IBTIDAIYAH MANGUNHARJO KECAMATAN TEMBALANG SEMARANG SELATAN Fatikhin -; Vivi Yosafianti Pohan; Sri Darmawati
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.688 KB)

Abstract

Pola perawatan gigi yang baik, diantaranya adalah pemeriksaan gigi secara teratur, menyikat gigi (hygiene mulut), pemberian flourida, menggurangi makanan dan minuman manis. Berdasarkan data yang telah diperoleh dari DINKES kota Semarang tahun 2009 didapatkan data bahwa penyakit karies gigi sejumlah 14,88% atau 1060 orang dari 7123 orang. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada 102 murid di Madrasah Ibtidaiyah Mangunharjo didapatkan data murid yang memiliki gigi berlubang yaitu 84 anak atau 82,3%. Tujuan penelitianuntuk mengetahui hubungan pola perawatan gigi dengan terjadinya karies gigi pada anak sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Mangunharjo Kecamatan Tembalang Semarang Selatan.Metode penelitianini menggunakan metode cross-sectional dengan pemberian kuesioner serta observasi. Sampel pada penelitian ini diambil secara total sampling dengan cara mengambil seluruh anggota populasi anak sekolah yang berada di Madrasah Ibtidaiyah Mangunharjo Kecamatan Tembalang Semarang Selatan. Uji statistik yang digunakan chi-squart bila memenuh syarat dan uji alternatifnya uji Kolmogorov-Smirno. Hasil penelitian sebagian besar ada pada pola perawatan gigi sedang sebesar 70 responden (61,9%), sedangkan kejadian karies gigi sebesar 96 responden (85%) terdapat karies gigi. Hasil analisis data hubungan pola perawatan gigi dengan kajadian karies gigi terdapat hubungan yang signifikan ditunjukkan dengan hasil nilai p-Value = 0,000<0,05.Kata kunci: karies gigi, pola perawatan gigiPustaka:27 (1992-2010)

Page 9 of 11 | Total Record : 102