cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKkeS
ISSN : 19786735     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK SIWI PENI GUNTUR DEMAK Eka Puji Hastuti; Siti Aisah; Budi Santosa
FIKkeS Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.389 KB)

Abstract

Peran aktif orangtua terhadap perkembangan sangat diperlukan pada saat mereka masih berada dibawah usia lima tahun. Peran aktif orangtua tersebut yang dimaksud adalah usaha langsung terhadap anak seperti membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan, dan menyediakan fasilitas kepada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan kebiasaan mencuci tangan pada anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Siwi Peni Guntur Demak. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak di TK. Siwi Peni Guntur Demak sebanyak 64 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan nilai Continuity corection sebesar 20,631 dengan nilai p=0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran orangtua dengan kebiasaan mencuci tangan pada anak prasekolah di TK Siwi Peni Guntur Demak. Diharapkan kepada orangtua agar menambah wawasan tentang prilaku hidup sehat pada anak sehingga dapat berperan aktif kepada anak-anaknya agar dapat melakukan kebiasaan mencuci tangan untuk kebersihan diri dengan cara menyediakan sarana-prasarana mencuci tangan, memberikan teladan dan memberikan pemahaman arti pentingnya kebersihan diri pada anak.Kata Kunci : Peran orangtua, Kebiasaan mencuci tangan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI PUSKESMAS TIRTO I KABUPATEN PEKALONGAN Candriana Yanuarini
FIKkeS Vol 8, No 1 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.961 KB)

Abstract

Filariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.Wilayah Puskesmas Tirto I berdasarkan survay darah jari yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan mendapatkan angka mikrofilaria 1,9%. Tujuan dari penelitan ini adalah menganalisis dan mendiskripsikan hubungan antara karakteristik individu berupa umur dan jenis kelamin, perilaku berupa pengetahuan, sikap dan tindakan, lingkungan berupa keberadaan tempat berkembangbiak vektor dan tempat istirahat vektor dengan kejadian filariasis. Pengambilan sampel menggunakan case control sebanyak 44 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan chek list. Analisis data menggunakan uji chi square diperoleh variabel umur dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kejadian filariasis, sedangkan variabel pengetahuan, sikap, tindakan, keberadaan tempat istirahat vektor dan berkembangbiak vektor berhubungan dengan kejadian filariasis dan merupakan faktor protektif atau faktor yang bisa mengurangi risiko kejadian filariasis. Berdasarkan hasil tersebut dapat disarankan pada petugas kesehatan untuk meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pencegahan filarisis.Kata kunci : Kejadian filariasis, kasus, kontrol
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ISPA PADA BALITA DAN SIKAP TENTANG PENCARIAN PENGOBATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS J0GONALAN KABUPATEN KLATEN Tri Nur Hidayati
FIKkeS Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Keperawatan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2535.029 KB)

Abstract

Di lndonesia ISPA mengakibatkan 150.000 kematian balita per tahun akibat pneumonia. Di Puskesmas Jogonalan I Kab. Klaten mempunyai angka pneumonia yang semakin meningkat dan menjadi tertinggi pada bulan Juni 2001 di Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang ISPA pada balita dan sikap tentang pencarian pengobatan di wilayah kerja Pushesmas Jogonalan l Kab Katen. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, Sampelter diri dari 50 responden dari seluruh orang tua balita di wilayah kerja Puskesmas Jogonalan I Kab Klaten secara proportionalo yang diambil secara accidental. Untuk mendapatkan data yang relevan penulis menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 3 (tiga) aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku. Hasil yang diperoleh dari uji sfafistic chi square dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan hasil hubungan pengetahuan dengan perilaku (x2=16,655, df=3, p= 0,001), hubungan antara sikap dengan perilaku (x2=8,655, df=3, p=0,034), dan uji statistic analisa regresi mengahsilkan hubungan pengetahuan, sikap, dengan perilaku (r square= 14,9, p=0,002). Pengetahuan dan sikap secara bersama-sama mempengaruhi perilaku, dan dapat dijelaskan 14,9%, serta pengetahuan (Korelasi parsial= 0,276) lebih mempengaruhi perilaku daripada sikap (Korelasi parsial= 0,206). Hasil uji statistic diatas menunjukkan ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku, ada hubungan bermakan antara sikap dan perilaku, dan ada hubungan bermakana antara pengetahuan , sikap, dengan perilaku. Dengan hasil ini , maka akan memperkuat teori bahwa pengetahuan dan sikap mempengaruhi perilaku, Puskesmas akan mengikuti petunjuk pelaksanaan program penanggulangan ISPA, orangtua balita mendapatkan informasi tentang ISPA melalui penyuluhan perawat kesehatan masyarakat, dan bagi peneliti Ianjutan mengetahui serta mengantisipasi keterbatasan peneIiti. Kata Ku nci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, ISPA
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA PADA TRIMESTER TIGA DI BPS NY. MURWATI TONY AMD. KEB KOTA SEMARANG Agi Saputra; M.Fatkhul Mubin; Sayono -
FIKkeS Vol 6, No 1 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.015 KB)

Abstract

Bertambahnya usia kehamilan akan menyebabkan perasan yang tidak nyaman dan ingin segera melahirkan terutama pada trimester ke tiga. Pada masa ini, suami dukungan suami memberi rasa aman pada istri. Dukungan suami selama ibu hamil akan membuatnya merasa nyaman dan terjaga emosinya. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan dukungan suAmdi terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida pada trimester tiga di BPS Ny. Murwati Tony Amd.Keb, Kota Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan deksriptif korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil primigravida trimester 3 di BPS Ny. Murwati Tony Am.Keb, Kota Semarang berjumlah 30 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Hasil penelitian mendapatkan bahwa rata-rata skor dukungan suami adalah 13,13 dan rata-rata skor kecemasan ibu primigravida adalah 10,93. Analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu primigravida trimester tiga di BPS Ny. Murwati Tony Am.Keb dengan nilai p = 0,014. Berdasarkan hasil penelitian maka diharapkan kepada suami untuk ikut mendampingi istri saat pemeriksaan sehingga suami juga ikut mendengarkan penjelasan dari bidan tentang kondisi ibu dan janin yang sebenarnya serta suami agar menjaga istri selama proses kehamilan.Kata Kunci : Dukungan suami, Tingkat kecemasan
EFEKTIFITAS EFFLEURAGE DAN ABDOMINAL LIFTING DENGAN RELAKSASI NAFAS TERHADAP TINGKAT NYERI PERSALINAN KALA I DI KLINIK BIDAN INDRIANI SEMARANG Dhina Noor Faradilah
FIKkeS Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.069 KB)

Abstract

Selama persalinan ibu mengalami nyeri. Nyeri yang dialami yaitu nyeri pada kala I sampai kala IV. Dalam hal ini pemberi pelayanan sangat penting untuk mengurangi nyeri persalinan yaitu dengan tehnik Effleurage dan Abdominal Lifting dan relaksasi nafas dalam untuk meningkatkan kenyamanan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektifitas pemberian Effleurage dan Abdominal Lifting dengan relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala I di Klinik Bidan Indriani Semarang.Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pretest-posttest design. Sampel pada penelitian ini adalah ibu bersalin di Klinik Bidan Indri Semarang yang ditetapkan secara purposive random sampling. Jumlah sampel ada 54 responden yang dibagi 2 kelompok yaitu 27 responden tehnik Effleurage dan Abdominal Lifting dan 27 responden tehnik relaksasi nafas dalam. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dengan skala nyeri numerik.Hasil analisis uji statistic dengan menggunakan uji Mann- Whitney didapatkan hasil untuk nilai ? = 0,031 < ? 0,05. Artinya kedua upaya penurunan nyeri tersebut sama- sama efektif untuk menurunkan nyeri persalinan kala I tetapi diantara keduanya lebih efektif relaksasi nafas dalam dibandingkan Effleurage dan Abdominal Lifting dengan hasil mean 4,85> 4,30.Disarankan dapat membantu memenuhi kebutuhan rasa nyaman dalam mengontrol nyeri secara non farmakologis dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang manajemen nyeri persalinanan pada saat ANC.Kata kunci : Effleurage dan Abdominal Lifting, relaksasi nafas , nyeri kala IDaftar Pustaka : 38 (1998-2010)
GAGAT GINJAL KRONIS DAN PENANGANANNYA: LITERATUR REVIEW Ns Cut Husna
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.503 KB)

Abstract

Gagal ginjal kronis merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan uremia. Hal ini teriadi apabila laju filtrasi glomerular (LFG) kurang dari 50 milmenit. Urutan etiologi terbanyak gagal ginjal kronis adalah glomerulonetritis (25%), diabetes melitus (23Yo), hipertensi (20%) dan ginjal polikistik (10%). Di lndonesia pertumbuhan penderita gagal ginjal kronik sekitar l0% per tahun. Berdasarkan data dari Pusat Nefrologi lndonesia insiden dan prevalensi 100-150/1 juta penduduk tiap tahun. Penatalaksanaan gagal ginjal kronik mengacu pada therapy konservatif (diet, kebutuhan kalori, kebutuhan cairan dan elektrolit), therapy simptomatik, dan therapy pengganti ginjal (hemodialisis, dialysis peritoneal, dan transplantasi ginjal di anjurkan untuk meningkatkan kesehatan pasien tersebut. Keyword: Gagal ginjal, kronik, therapi konservatif, therapi simptomatik, therapi pengganti ginjal
GAMBARAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DI PUSKESMAS GENUK DAN BANGETAYU SEMARANG Haqi Maulana Mochammad; Siti Aisah; Ernawati -
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.674 KB)

Abstract

Pengawas menelan obat (PMO) pada penderita tuberkulosis paru harus dikenal, dipercaya, dan disetujui oleh petugas kesehatan maupun penderita tuberkulosis paru (Depkes RI, 2007). Untuk mendukung tugas dan fungsinya PMO harus memiliki karakteristik yang handal meliputi jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan kemampuan komunikasi dengan penderita, dan memahami peran dan tugasnya. Jenis kelamin PMO ikut berperan dalam penentuan tingkat keberhasilan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Perbedaan jatidiri antara pria dan wanita mempengaruhi produktivitas kerja individu. Jati diri seorang pria ditentukan oleh kemampuannya. Pria akan membanggakan diri atas kemampuan memecahkan masalah atau menyelesaikan sebuah pekerjaan, sedangkan wanita lebih mementingkan rasa kepedulian, integritas dan nilai-nilai yang lebih personal dan kepedulian untuk melayani. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran Pengawas Menelan Obat (PMO) pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Genuk dan Bangetayu Semarang. Penelitian ini menggunakan penelitian studi diskriptif sederhana. Variabel gambaran Pengawas Menelan Obat (PMO) pada penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Genuk dan Bangetayu Semarang yang terdiri dari jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, kemampuan komunikasi dan peran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pengawas Menelan Obat (PMO) pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Genuk dan Bangetayu Semarang sebanyak 37 orang. Penelitian menggunakan teknik total Sampling sebanyak 37 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin responden sebagian besar perempuan yaitu sebanyak 21 orang (56,8%), umur responden sebagian besar tergolong pada umur dewasa dini yaitu sebanyak 22 orang (59,5%), pendidikan responden sebagian besar berpendidikan dasar yaitu sebanyak 19 orang (51,4%), pekerjaan responden sebagian besar bekerja sebagai pegawai swasta dan wiraswasta masing-masing sebanyak 13 orang (35,1%), PMO sebagian besar adalah keluarga pasien yakni sebanyak 36 orang (97,3%), pengetahuan responden sebagian besar Baik yakni sebanyak 19 orang (51,4%), kemampuan komunikasi responden termasuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 24 orang (64,9%), peran PMO sebagian besar Baik yakni sebanyak 26 orang (70,3%). Hasil penelitian ini dharapkan dapat dijadikan rekomendasi kepada masyarakat khususnya penderita tuberkulosis paru tentang arti pentingnya kehadiran PMO disamping penderita untuk menjamin kepatuhan menelan obat.Kata Kunci : Pengawas Menelan Obat (PMO)Pustaka : 23 (1994 - 2010)
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA LOLONG KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN Anis Syafaat Nurmaya Dewi
FIKkeS Vol 7, No 1 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.718 KB)

Abstract

Kebanyakan wanita di Indonesia khususnya para ibu muda gencar menggalakan pemberian ASI Eksklusif. Tetapi fakta menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif masih belum maksimal dan masih sangat kurang khususnya di Indonesia. Di era globalisasi banyak ibu yang bekerja, keadaan itu sering menjadi kendala bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sehingga pemberian ASI eksklusif tidak tercapai.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik dan pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalogan. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif korelasi dengan metode pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang mempunyai anak usia 6 bulan - 1 tahun di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling yaitu berjumlah 125 orang. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah karakteristik (usia, pendidikan, pekerjaan), pengetahuan dan pemberian ASI. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis statistik Chi Square dan Fisher Exact. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh ada hubungan yang signifikan antara usia dengan pemberian ASI di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan dengan nilai p-value 0,000 < ? (0,05). ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pemberian ASI dengan nilai p-value 0,001 < ? (0,05). ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan pemberian ASI dengan nilai p-value 0,000 < ? (0,05). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan dengan nilai p-value 0,027 < ?. Berdasarkan hasil analisis statistik tersebut maka diharapkan Puskesmas Kabupaten Pekalongan hendaknya lebih meningkatkan pelayanan terutama sosialisasi tentang ASI Eksklusif pada ibu bekerja sehingga dapat menumbuhkan kesadaran ibu-ibu yang memiliki bayi untuk mau memberikan ASI Eksklusif.Kata kunci : karakteristik, pengetahuan dan pemberian ASI
Analisa Faktor-faktor Dan Perilaku Patuh ANC lbu Hamil dengan Terjadinya pre-Eklamsia Di RS. Soewondo Kendal Sri Rejeki
FIKkeS Vol 2, No 2 (2009): Keperawatan, Kesehatan, dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.483 KB)

Abstract

Prostitusi merupakan masalah sosial ekonomi yang sangat dilematik dirasakan oleh bangsa kita. Masalah ekonomi merupakan salah satu alasan seorang wanita memilh untuk menjadi Wanita Penjaja Seks (WPS). lnfeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS merupakan momok bagi para penjaja dan pengguna seks bebas. Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah setiap mikroba yang ditularkan seseorang kepada orang lain melalui kontak yang dekat dan intim (Spense, 1989).Dilokalisasi Sunan Kuning Kota Semarang merupakan tempat praktek prostitusi yang beresiko adanya penularan lnfeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV / AIDS. Untuk mencegah terijdinya IMS dan HIV / AIDS adalah dengan menggunakan kontrasepsi kondom dan pelaksanaan program Voluntary Conseling Test (VCT).
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MENGKONSUMSI MAKAN MAKANAN MANIS DAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK TK PERTIWI 37 GUNUNG PATI Ernawati -; Arwani -; Amin Samiasih
FIKkeS Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.503 KB)

Abstract

Penyakit gigi dan mulut adalah suatu penyakit yang tidak kalah pentingnya dengan penyakit lain. Karies gigi dan gangguan gigi berlubang merupakan gangguan kesehatan gigi yang paling umum dan tersebar luas di sebagian penduduk dunia. Tingginya angka karies gigi dapat dipengaruhi berbagai faktor.Karies gigi dapat disebabkan oleh faktor distribusi penduduk, lingkungan, perilaku dan faktor pelayanan kesehatan gigi. Pada anak prasekolah, karies gigi banyak disebabkan karena adanya kebiasaan yang kurang baik. Pada umumnya anak usia prasekolah tersebut mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan yang manis atau yang mengandung gula murni seperti permen, cokelat, dan donat.Di lain pihak anak prasekolah memiliki kebiasaan menggosok gigi hanya dua kali sehari yaitupada waktu pagi hari dan sore hari. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif korelasi, Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cros sectional (belah lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu siswa di TK Pertiwi 37 Gunung berjumlah 47 siswa. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Sebagian besar anak pada anak TK Pertiwi 37 Gunungpati Semarang sering mengkonsumsi makanan manis. Sebagian besar anak pada anak TK Pertiwi 37 Gunungpati Semarang, melakukan gosok gigi dengan buruk. Sebagian besar anak pada anak TK Pertiwi 37 Gunungpati Semarang, mengalami karies gigi. Ada hubungan antara perilaku konsumsi makanan manis dengan kejadian karies gigi pada anak TK Pertiwi 37 Gunungpati Semarang (p = 0,007).Ada hubungan antara perilaku menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak TK Pertiwi 37 Gunungpati Semarang (p = 0,001).Saran yang diberikan kepada ibu-ibu yang memiliki anak sebaiknya mengurangi konsumsi makanan manis-manis pada anak-anak dengan cara memberikan bekal makanan ke sekolah sehingga akan mengurangi konsumsi makanan jajanan yang manis-manis sehingga karies gigi dapat terkurangi.Kata kunci : Perilaku konsumsi makanan manis, perilaku gosok gigi, kejadian karies gigi

Page 8 of 11 | Total Record : 102