cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
FIKkeS
ISSN : 19786735     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PRE OPERASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI HERNIA DI RSUD KUDUS Arif Kurniawan; Yunie Armiyati; Rahayu Astuti
FIKkeS Vol 6, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.03 KB)

Abstract

Kecemasan dapat terjadi pada semua pasien yang akan menjalani operasi, termasuk pada pasien yang akan menjalani operasi hernia. Kecemasan yang mereka alami biasanya terkait dengan segala macam prosedur asing yang harus dijalani pasien dan juga ancaman terhadap keselamatan jiwa akibat segala macam pembedahan dan tindakan pembiusan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan pre operasi terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi hernia di RSUD Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian ini ialah one group pretest posttest dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling yaitu berjumlah 15 orang. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis statistik T dependent / Paired T-test. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh sebagian besar responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan mengalami cemas sedang yaitu sebanyak 11 orang (73,3%), sedangkan yang mengalami cemas ringan dan cemas berat masing-masing yaitu sebanyak 2 orang (13,3%) dengan rata-rata 52,67. sebelum diberikan pendidikan kesehatan mengalami cemas ringan yaitu sebanyak 8 orang (53,3%), sedangkan yang mengalami cemas sedang sebanyak 5 orang (33,3%), dan yang tidak mengalami cemas sebanyak 2 orang (13,3%). Ada pengaruh yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan pada pasien pre operasi hernia skrotalis yaitu dengan p value = 0,000 < ? (0,05). Rekomendasi yang dapat diberikan adalah agar perawat dapat melaksanakan pendidikan kesehatan secara berkelanjutan pada setiap pasien yang akan dilakukan tindakan operasi.Kata kunci: tingkat kecemasan, pendidikan kesehatan, operasi hernia
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG GIZI BURUK SEBELUM DAN SETELAH DILAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI PUSKESMAS MRANGGEN III MRANGGEN DEMAK Edy Soesanto; I`ib Ristu Mutaqin
FIKkeS Vol 2, No 1 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.702 KB)

Abstract

Data dari Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Departemen Pertanian (Deptan) Rl, menegaskan bahwa sebanyak 27% bayi di bawah lima tahun (balita) di lndonesia mengalami gizi buruk. Banyak akibat yang dapat ditimbulkan dari kasus gizi buruk yang salah satunya berupapenurunan tingkat intelektual, dan bahkan bila dibiarkan lebih lanjut balita akan mengalami ketidakmampuan dalam mengadopsi ilmu pengetahuan. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya gizi buruk ini adalah faktor ekonomi, makanan keluarga, faktor infeksi, dan pendidikan ibu. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk perbedaan tingkat pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang gizi buruk pada ibu balita, Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan one-group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian semua ibu yang memiliki balita dengan kasus gizi buruk yang berada di Puskesmas Mranggen lll, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak jumlah populasinya adalah 30 ibu dengan balita gizi buruk dengan tekniksampel jenuh.Berdasarkan uji statistik dengan independent sample t fest diperoleh nilai p sebesar 0.000 (< 0.05), sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan secara bermakna tingkat pengetahuan responden tentang gizi buruk sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatanDengan demikian diharapkan kepada setiap ibu balita untuk meningkatkan pengetahuannya dengan mencari informasi mengenai asupan gizi yang baik untuk diberikan kepada anaknya melalui pelayanan kesehatan atau tenaga kesehatan terdekat seperti Puskesmas, Posyandu, atau bidan desaKata Kunci : Pendidikan kesehatan, gizi buruk
HUBUNGAN ANTARA DUKUGAN KELUARGA DENGAN KEIKUTSERTAAN SENAM LANSIA DI PERUMAHAN SINAR WALUYO SEMARANG Eko Kurniadi Siswanu; MF. Mubin -; Sarah Ulliya
FIKkeS Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.719 KB)

Abstract

Latar belakang; Senam lansia merupakan bentuk peran serta masyarakat lansia dalam upaya bidang kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal serta kondisi menua yang sehat dan mandiri. Sehingga dalam pemanfaatannya diperlukan suatu motivasi yang mampu untuk menggerakkan diri lansia menghadiri senam lansia. Melalui dukungan keluarga yang baik diharapkan akan memunculkan motivasi lansia yang tinggi pula dalam mengikuti kegiatan senam lansia.Tujuan; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara dukungan keluarga dengan keikutsertaan senam lansia.Metode penelitian; Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non experimental dengan studi korelasional dan pendekatan yang digunakan adalah desain Retrospective. Instrumen berupa kuesioner dukungan keluarga. Subyek penelitian adalah semua lansia usia 60-82 tahun di Perumahan Sinar Waluyo Semarang dengan sample sebanyak 81 orang. Untuk pengolahan dan analisa data uji Continuity Correction.Hasil penelitian; Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap keikutsertaan senam lansia, didapatkan hasil uji Continuity Correctiondengan significancy = 0,030 pada a = 0,05Kesimpulan; Untuk dapat meningkatkan motivasi lansia dalam keikutsertaan senam lansia, hendaknya keluarga memberikan dukungan, seperti halnya dengan mengantarkan lansia mengikuti senam dapat meningkatkan semangat lansia untuk selalu aktif mengikuti senam lansia, dengan mengikuti kegitan senam lansia secara teratur lansia dapat meningkatkan status kesehatannya.Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Senam Lansia Daftar Pustaka : 37 (1996 - 2009)
GAMBARAN PRAKTIK PENCEGAHAN PENULARAN TB PARU DI KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWUNI I KABUPATEN PEKALONGAN Didin Mujahidin
FIKkeS Vol 8, No 2 (2015): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.21 KB)

Abstract

Penularan utama TB Paru adalah bakteri yang terdapat dalam droplet yang dikeluarkan penderita sewaktu batuk, bersin, bahkan berbicara, sehingga pada lingkungan populasi yang padat angka kejadian TB Paru menjadi tinggi. Pencegahan TB Paru dapat dilakukan oleh keluarga. Peran dari keluarga sangat penting bagi setiap aspek perawatan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan praktik pencegahan penularan TB Paru di keluarga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian ini adalah kelurga yang di dalamnya terdapat penderita TB Paru di wilayah Puskesmas Kedungwuni I Kabupaten Pekalongan pada bulan Juni 2013 sebanyak 31 keluarga. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik angket. Hasil uji statistik diperoleh kesimpulan sebagian besar (64,5%) kurang dalam melakukan praktik menutup mulut pada waktu batuk dan bersin, sebagian besar (51,6%) kurang dalam melakukan praktik meludah pada tempat khusus yang sudah diberi disinfektan, sebagian besar (51,6%) telah melakukan praktik imunisasi BCG pada bayi, sebagian besar (41,9%) telah melakukan dengan baik praktik mengusahakan sinar matahari dan udara segar masuk ke dalam rumah, sebagian besar (64,5%) kurang dalam melakukan praktik menjemur bantal dan kasur terutama di pagi hari, sebagian besar (67,7%) kurang dalam melakukan praktik memisahkan barang yang digunakan penderita, sebagian besar (58,1%) kurang dalam melakukan praktik pemberian makanan yang bergizi tinggi sebagian besar (74,2%) kurang dalam melakukan praktik pengadaan ventilasi rumah. Petugas kesehatan sebaiknya memberikan penyuluhan secara berulang tentang pencegahan penularan penyakit TB Paru pada penderita TB Paru dan melibatkan anggota keluarga dalam pencegahan penularan TB Paru di dalam keluarga.Kata kunci : Praktik Pencegahan, TB Paru
Hubungan Pola Asuh Orangtua Dengan Perkembangan emosi Anak Usia Pra Sekolah Di TK Rohmatul Magfiroh Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Heni Dwi Windarwati; Asti Melani A.; Rika Yustita
FIKkeS Vol 3, No 1 (2010): Jurnal Keperawatan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.994 KB)

Abstract

Anak usia pra sekolah (4-6 tahun) perlu mendapatkan stimulus dan pola asuh yang positif untuk mengembangkan fungsi motorik, kognitif dan afeksi. Bentuk perkembangan afeksi adalah perkembangan emosi negatif dan positif yang diakibatkan dari pemberian pola asuh orangtua (authoritarian, permissive, authoritative). Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara pola asuh orangtua dengan perkembangan emosi anak usia pra sekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah observational analitik dengan pendekatan cross sectional studi. Sampel dipilih dengan menggunakan total sampling berjumlah 49 orangtua (ibu) anak usia pra sekolah dan 49 anak usia pra sekolah di TK Rohmatul Magfiroh Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan 35 (71,4%) orangtua (ibu) anak usia pra sekolah menerapkan pola asuh demokratis dan 36 (73,5%) anak memiliki perkembangan emosi positif. Uji statistik Chi Square penelitian ini menunjukkan hubungan pola asuh orangtua dengan perkembangan emosi anak usia pra sekolah, dengan nilai x2 hitung >x2 tabel (9,698>5,991) dan memiliki nilai p < 0,05 (0,008<0,05). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mengenai pengaruh budaya terhadap perkembangan emosi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN DI POSYANDU BUDI LESTARI DESA TLOGOREJO GUNTUR DEMAK Abdul Muchid; Amin Samiasih; Mariyam -
FIKkeS Vol 6, No 1 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.531 KB)

Abstract

Latar belakang: Pencapaian suatu kemampuan setiap anak bisa berbeda-beda, namun ada patokan umur tentang kemampuan apa saja yang perlu dicapai seorang anak pada umur tertentu. Salah satu aspek penting pada proses tumbuh kembang adalah perkembangan psikomotorik karena merupakan awal dari kecerdasan dan emosi sosialnya. Semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang motorik kasar maka akan semakin baik perkembangan motorik kasar pada anak. Sebaliknya bila ibu mempunyai pengetahuan kurang akan berakibat pada kemampuan ibu dalam merawat dan memantau perkembangan motorik kasar pada anak. Tujuan: mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3-4 tahun di Posyandu Budi Lestari Desa Tlogorejo Guntur Demak. Metode: penelitian ini adalah corelatif research dengan pendekatan cross sectional. Besarnya populasi sebanyak 32 ibu, karena jumlah populasi kurang dari 100 maka jumlah tersebut diambil semua sehingga tehnik penelitian ini adalah total sampling. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis diperoleh p-value sebesar 0,028 dengan koefisien korelasi 0,389. Simpulan: disimpukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3-4 tahun dan disarankan meningkatkan pelayanan kesehatan sehingga kader di posyandu bisa memberikan informasi dan pengetahuan perkembangan anak serta dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran kepada ibu - ibu yang memiliki anak usia 3 - 4 tahun bahwa perkembangan motorik kasar anak itu penting.Kata kunci : Pengetahuan ibu, Perkembangan motorik kasar, Anak usia 3-4 tahun
TINGKAT PENGETAHUAN GURU SEKOLAH DASAR TENTANG PERKEMBANGAN EMOSI DAN SOSIAL ANAK USIA SEKOLAH KELAS 1DI KECAMATAN TEGAL TIMUR KOTA TEGAL Angga Mardiyantoro
FIKkeS Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.392 KB)

Abstract

Meningkatnya angka kekerasan terhadap anak khususnya anak usia sekolah yang terjadi di sekolah yang dilakukan oleh guru akhir-akhir ini memberikan dampak negative terhadap perkembangan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan guru sekolah dasar tentang perkembangan emosi dan sosial anak usia sekolah kelas 1 di kecamatan Tegal Timur Kota Tegal. Metode : Penelitian bersifat deskriptif menggunakan SPSS 16 uji univariat distribusi frekuensi, tendensi sentral (mean, median, modus) dan nilai penyebaran data (standar deviasi, variasi, range, minimum, maksimum).Populasi seluruh guru sekolah dasar kelas 1 sebanyak 43 responden.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 responden.Pengambilan sampel dengan teknik sample jenuh.Analisis data secara dekriptifterhadap tingkat pengetahuan perkembangan emosi dan tingkat pengetahuan perkembangan sosial. Hasil : tingkat pengetahuan emosi kategori kurang terdapat 18 responden, cukup 14 responden, baik 11 responden, rata-rata 18,06,minimum 11, maksimum 34, dan standart deviasi 4,35. Tingkat pengetahuan sosial kategori kurang terdapat 10 responden, cukup 18 responden, baik 15 responden, rata-rata 13,23 ,minimum 8, maksimum 17, dan standart deviasi 2,34. Berdasarkan hasil tersebut tingkat pengetahuan guru sekolah dasar tentang perkembangan emosi kurang dan tingkat pengetahuan guru tentang perkembangan sosial baik.Kata kunci : perkembangan emosi dan sosial.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEMIMPINAN DAN GAYA MANAJEMEN DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.375 KB)

Abstract

Kepuasan kerja merupakan wujud dari persepsi karyawan yang tercermin dalam sikap dan terfokus pada perilaku terhadap pekerjaannya. Timbulnya tanda dan gejala ketidakpuasan kerja perawat berhubungan dengan lingkungan kerja perawat khususnya kualitas kepemimpinan dan gaya manajemen. Lingkungan kerja yang positif mampu mempengaruhi, mendorong dan memotivasi seseorang untuk bekerja secara optimal sesuai profesinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kualitas kepemimpinan dan gaya manajemen dengan kepuasan kerja perawat di RSUD Tugurejo Semarang. Populasi penelitian berjumlah 225 orang dengan latar belakang pendidikan Dlll keperawatan, sarjana keperawatan dan ners. Teknik pengambilan sampelnya adalah total sample. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan antar variabel dengan metode cross sectional. Variabel bebas adalah kualitas kepemimpinan dan gaya manajemen, sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan kerja perawat. Hasil analisis didapatkan kualitas kepemimpinan keperawatan baik (54.2%), gaya manajemen baik (56.4%), kepuasan ketrja perawat baik (53,8%), dan adanya hubungan antara kualitas kepemimpinan dengan kepuasan kerja (p=0,000) serta adanya hubungan antara gaya manajemen dengan kepuasan kerja (p=0,000). Kesimpulan: ada hubungan antara kualitas kepemimpinan .dan gaya manajemen dengan kepuasan kerja perawat. Kata Kunci : kepemimpinan, manajemen, kepuasan kerja.
STUDI DESKRIPTIF DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEBERSIHAN GIGI DI SD MUHAMMADIYAH 10 SEMARANG UTAR Haris Susena; Vivi Yosafianti Pohan; Sri Darmawati
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.019 KB)

Abstract

Masalah utama dalam rongga mulut anak adalah karies gigi. Di Negara-negara maju prevalensi karies gigi terus menurun sedangkan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia ada kecenderungan kenaikan prevalensi penyakit tersebut. Penyebab timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat salah satunya adalah faktor perilaku atau sikap mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Hal tersebut dilandasi oleh kurangnya pengetahuan akan pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut. Anak masih sangat tergantung pada orang dewasa dalam hal menjaga kebersihan dan kesehatan gigi karena kurangnya pengetahuan anak mengenai kesehatan gigi dibanding orang dewasa. Anak usia antara 6-12 tahun atau anak usia sekolah masih kurang mengetahui dan mengerti memelihara kebersihan gigi dan mulut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dukungan orangtua terhadap kebersihan gigi pada anak di Sekolah Dasar Muhammadiyah 10 Semarang Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi survey. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SD Muhammadiyah 10 Semarang Utara yang berjumlah 117 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua responden memberikan dukungan dalam bentuk informasional sebagai upaya kebersihan gigi anak yaitu 52,1%, dukungan penilaian keluarga responden berimbang antara yang tidak mendukung dan yang mendukung yaitu 49,6% dan 50,4%, dukungan instrumental keluarga responden yang terbesar adalah kategori mendukung yaitu sebanyak 55,6%, dukungan emosional keluarga responden yang terbesar adalah kategori tidak mendukung yaitu sebanyak 53,8%. Berdasarkan hasil tersebut maka diharapkan Siswa SD hendaknya dapat menjaga kebersihan giginya sendiri dengan cara menggosok gigi sedikitnya dua kali sehari, serta mengurangi makan makanan yang manis yang dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.Kata Kunci : Dukungan keluarga, kebersihan gigi, anak SD
PERBEDAAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH YANG SEKOLAH TK DAN ANAK YANG TIDAK SEKOLAH TK DI DESA BANJARSARI KEC. BANTARBOLANG PEMALANG Rizal -
FIKkeS Vol 7, No 1 (2014): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.676 KB)

Abstract

Tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan, baik lingkungan sebelum anak dilahirkan maupun lingkungan setelah anak itu lahir. Sesuai dengan karakteristik pendidikan usia dini yang memberikan rangsangan kepada anak maka anak diharapkan dapat mengoptimalkan perkembangan dan memenuhi karakteristiknya yang merupakan individu unik, yang mempunyai pengalaman dan ilmu pengatahuan yang berbeda dibandingkan dengan anak yang tidak ikut program pendidikan usia dini. Tujuan penelitian adalah mengidentifiasi perbedaan anak usia prasekolah yang sekolah TK dengan anak yang tidak sekolah TK ditinjau dari tingkat perkembangannya. Desain penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi perbandingan. Populasi penelitian ini adalah semua anak usia pra sekolah yang tinggal di Desa Banjarsari Kecamatan Bantarbolang Pemalang dengan jumlah 90 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah 47 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar anak ikut dalam program tidak sekolah TK (57,4%), sebagian besar perkembangan anak dalam kategori abnormal (51,1%). Hasil komparasi ada perbedaan yang bermakna antara perkembangan anak yang sekolah TK dengan yang tidak sekolah TK di Desa Banjarsari Kecamatan Bantarbolang Pemalang (p=0,028). Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka keluarga yang mempunyai anak usia pra sekolah diharapkan dapat memasukkan anaknya ke program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bentuk rangsangan kepada anak untuk perkembangannya.Kata Kunci : Anak usia pra sekolah, Perkembangan anak, PAUD

Page 10 of 11 | Total Record : 102