cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
STUDI TENTANG KOMPARASI DATA TEKANAN UDARA PADA BAROMETER DIGITAL DAN AUTOMATIC WEATHER SISTEM (AWOS) DI Cahya Swastika Populasi; Pariabti Palloan; Nasrul Ihsan
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v8i3.926

Abstract

Abstract :The Study of Air Pressure Data Comparison between Digital Barometer and Automatic Weather System (AWOS) at Stasiun Meteorologi Hasanudin Makassar. This study was expected to provide information about data comparison of air pressure in digital barometer and automatic weather system (AWOS) as basic of data for further research.Observations of meteorological elements can be done visually / directly or with the aid of equipment. Tools to measure weather parameters should have a high degree of accuracy, in accordance with the provisions of (World Meteorological Office) WMO. Based on this, it is important to know the level of accuracy/precision of each piece of equipment used in meteorological observations. Digital barometer is one of the modern air pressure gauge that works on the principle of changing the condition of the silicon sensor to changes in air pressure. While the sensor is a sensor Barocap air pressure acting on the principle of the transducer capacitance changes in response to changes in air pressure as measured by the Automatic Weather Systems (AWOS). Therefore the air pressure data Automatic Weather Systems (AWOS) and digital barometer can be used in flight services information and weather forecast data.Abstrak :Studi Tentang Komparasi Data Tekanan Udara Pada Barometer Digital dan Automatic Weather System (AWOS) di Stasiun Meteorologi Hasanuddin Makassar. penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai data tekanan udara pada barometer digital dan automatic weather system (AWOS) merupakan data dasar untuk penelitian selanjutnya.Pengamatan unsur meteorologi dapat dilakukan secara visual / langsung maupun dengan bantuan peralatan. Alat untuk mengukur parameter cuaca harus memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, sesuai dengan ketentuan (World Meteorological Office) WMO. Berdasarkan hal tersebut, maka sangatlah penting untuk mengetahui tingkat keakuratan/ketelitian dari masing–masing peralatan yang digunakan dalam pengamatan meteorologi. Barometer digital adalah salah satu alat ukur tekanan udara moderen yang bekerja berdasarkan prinsip perubahan kondisi sensor silicon terhadap perubahan tekanan udara. Sedangkan sensor Barocap merupakan sebuah sensor tekanan udara yang bekerja berdasarkan prinsip perubahan kapasitansi dari tranduser sebagai respon terhadap perubahan tekanan udara yang diukur oleh Automatic Weather Sistem (AWOS) Karena itu data tekanan udara Automatic Weather Sistem (AWOS) dan barometer digital dapat digunakan dalam informasi pelayanan penerbangan maupun data prakiraan cuaca.Kata Kunci: Barometer digital, sensor Barocap Automatic Weather Sistem AWOS
HUBUNGAN INDEKS PENGUAPAN PERAIRAN DI SEKITAR SULAWESI SELATAN DENGAN SEBARAN CURAH HUJAN DI DARATANNYA Bahri, Syamsul
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v8i1.812

Abstract

Abstract In macro-scale rainfall affected by the waters as a source of water vapor. Water vapor can be estimated by knowing the evaporation index. Volatility Index is a number or numbers that indicate the intensity of evaporation that might occur to a meteorological conditions and the specific area. Evaporation index values ​​obtained from the theoretical wind speed and temperature difference between sea surface temperature and surface air temperature. Evaporation in the waters of the index could be expected to affect the distribution of monthly rainfall in South Sulawesi mainland, so the author tries to correlate the pattern of rainfall distribution in South Sulawesi with an index value of evaporation to see the closeness of their relationship. The results of the correlation index of evaporation and precipitation patterns of monthly indexes and evaporation of the waters of the western part of Southern positive correlated with monthly rainfall patterns to the west and south of mainland South and negatively correlated with rainfall patterns Eastern. Index evaporation East Sulawesi waters positively correlated with pattern of monthly rainfall areas of the eastern mainland of South Sulawesi, but negatively correlated with rainfall patterns land area of South Sulawesi, West, Central and North and South. Scale value of the coefficient of correlation can be seen in appendix page 68. Both relationships are greatly influenced by the movement of the sun's apparent annual and monthly distribution of wind speed, topography is slightly different, and besides that the direction of the wind blowing toward the south Sulawesi mainland differences also influence the pattern of monthly rainfall and monthly evaporation index value. Abstrak: Dalam skala makro curah hujan dipengaruhi oleh perairan sebagai sumber uap air. Uap air dapat ditaksir dengan  mengetahui Indeks penguapan. Indeks Penguapan  merupakan angka atau bilangan yang menunjukkan intensitas penguapan yang mungkin terjadi untuk suatu kondisi meteorologi  dan pada luasan tertentu. Nilai Indeks Penguapan diperoleh dari hasil perkalian kecepatan angin dan  perbedaan suhu antara suhu muka laut dan suhu udara permukaan. Indeks Penguapan di perairan diduga dapat mempengaruhi distribusi curah hujan bulanan di daratan Sulawesi Selatan, sehingga penulis mencoba mengkorelasikan pola distribusi curah hujan di Sulawesi Selatan dengan nilai indeks penguapan untuk melihat keeratan hubungan keduanya. Hasil korelasi indeks penguapan dan pola curah hujan bulanan yaitu indeks penguapan perairan bagian barat dan Selatan berkorelasi postif dengan pola curah hujan bulanan bagian Barat dan selatan daratan Sulawesi Selatan dan berkorelasi negatif dengan pola curah hujan bagian Timur. Indeks penguapan perairan bagain Timur Sulawesi berkorelasi positif dengan pola curah hujan bulanan wilayah bagian Timur daratan Sulawesi Selatan namun berkorelasi negatif dengan pola curah hujan wilayah daratan Sulawesi Selatan bagian Barat,Tengah dan Utara serta Selatan. Nilai besaran koefisien korelasinya dapat dilihat pada lampiran halaman 68. Kedua hubungan tersebut sangat dipengaruhi oleh pergerakan semu tahunan matahari dan distribusi kecepatan angin bulanan, kondisi topografi yang berbeda beda, disamping itu arah angin yang bertiup menuju ke daratan Sulawesi selatan juga ikut mempengaruhi perbedaan pola curah hujan bulanan serta nilai indeks penguapan bulanan. Kata kunci:   indeks penguapan, pola curah hujan, arah angin, topografi,  korelasi positif, korelasi negatif.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 8 MAKASSAR Fatimah, St.; Sujiono, Eko Hadi; Bakri, Abdul Haris
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v11i1.1462

Abstract

This type of research is quasi experiment involving two groups. The two groups are the group taught with  method of learning Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) and the group taught with conventional learning methods. This research aims to determine: (1) the problem solving ability of physics on students of SMAN 8 Makassar who are taught using conventional learning methods, (2) the problem solving ability of physics on students of SMAN 8 Makassar who are taught using TAPPS learning methods, (3) The effect of TAPPS learning methods on physics problem solving ability of physics on students of SMAN 8 Makassar. The subject of this research is the students of class XI SMAN 8 Makassar. Data was collected by using observation sheet for learner activity and problem-solving tests. Collected Data were analyzed by descriptive statistics and inferential techniques. The result of descriptive statistics analysis before treatment shows that the problem solving ability of physics in experiment class and control class was in very low category with an average score of 32,24 and 22,73. But after being given the treatment, the problem solving ability of physics in experiment class was in high category with an average score of 84,51 while to control class in medium category with an average score of 74,85. Results of the inferential statistics analysis showed that the value of tcount > ttable. This meant that there was a significant difference between average score on problem-solving ability of physics of students who are taught using TAPPS learning method and students who are taught using conventional learning. Thus, it was concluded that there was the effect of TAPPS learning methods toward students’ problem solving ability.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen yang melibatkan dua kelompok yaitu kelompok yang diajar dengan metode pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik Kelas XI yang diajar menggunakan metode pembelajaran konvensional, (2) Kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik Kelas XI yang diajar dengan metode pembelajaran TAPPS, (3) Perbedaan skor kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik SMAN 8 Makassar Kelas XI yang diajar dengan metode pembelajaran TAPPS dengan yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMAN 8 Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas peserta didik dan tes pemecahan masalah. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik statistika deskriptif dan inferensial. Hasil analisis statistik deskriptif sebelum diberikan perlakuan menunjukkan kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam kategori sangat rendah dengan skor rata-rata 32,24 dan 22,73. Adapun setelah diberikan perlakuan, kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik kelas eksperimen berada dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 84,51 sedangkan pada kelas kontrol kemampuan pemecahan masalah peserta didik berada dalam kategori sedang dengan skor rata-rata 74,85. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan nilai thitung > ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor rata-rata kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik yang diajar menggunakan metode pembelajaran TAPPS dengan yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik.Kata Kunci:  metode pembelajaran thinking aloud pair problem solving (TAPPS), pembelajaran konvensional, pemecahan masalah fisika
PENERAPAN PENDEKATAN PAKEM (PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF EFEKTIF DAN MENYENANGKAN) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X2 SMA NEGERI 1 PANGKAJENE Suharman, S A; Palloan, Pariabti; Sujiono, Eko Hadi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v7i2.952

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Pangkajene tahun ajaran 2010/2011 yang diajar dengan menggunakan pendekatan PAKEM. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah pendekatan PAKEM sebagai variabel bebas dan peningkatan hasil belajar sebagai variabel respon, adapun desain penelitiannya adalah “  pre-test and post-test group ”. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pangkajene tahun ajaran 2010/2011 yang terdiri atas 288 orang. Sedangkan sampelnya adalah 32 orang yang diambil dengan memilih satu kelas secara acak dengan asumsi bahwa kelas yang diambil homogen. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif ditemukan bahwa skor rata-rata hasil belajar siswa pada posttest lebih besar dibandingkan skor rata-rata hasil belajar siswa pada pretest. Peningkatan hasil belajar yang terjadi berada pada kategori sedang  (medium gain) dengan <g> = 0,48. Berdasarkan hasil pengujian statistik inferensial thitung > ttabel (15,866 >1,698), hal ini berarti bahwa hasil belajar fisika siswa setelah diajar melalui pendekatan PAKEM berbeda secara signifikan dibandingkan dengan hasil belajar mereka sebelum diajar melalui pendekatan PAKEM.Kata kunci  : hasil belajar, pendekatan PAKEM
PENGARUH KONSENTRASI PREKURSOR TERHADAP SIFAT OPTOELEKTRONIK Mn3O4 Zainuddin, Amiruddin; Subaer, Subaer; Haris, Abdul
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v10i3.971

Abstract

This research examines the effect of concentration prekursor towardthe optoelectronic properties of Mn3O4 (Hausmannite). The purpose of this study was to determine the effect of precursor concentration on the optoelectronic properties of Mn3O4. Mn3O4 were synthesized by dissolving manganese nitrate in water with concentrations varied from 0.2 M, 0.5 M, and 1 M. The sample was then dried at a temperature of 160oC for 4 hours. XRD results showed concentrations of 0.2 M generating three phases Mn3O4 (Manganese Oxide), MnO2 (Ramsdelite), and Mn2O3 (Bixbyite) while a concentration of 0.5 M phases are formed there are two Mn3O4 (Hausmannite) and MnO2 (Pyrolusite ) and for precursors with a concentration of 1 M produces three phases which Mn3O4 (Hausmannite), Mn2O3 (Pyrolusite)  and C8 (Octacarbon). UV-Vis spectrophotometer test showed the value of the absorption and transmittance values, which is quite high in areas with short wavelength (Ultraviolet). The results obtained for the energy gap of three samples of 2.7 eV, 3.80 eV, and 3.88 eV. From the results obtained showed that they can be made for optoelectronic applications, were specially in light emitting devices.Penelitian ini mengkajipengaruh konsentrasi perekursor terhadap sifat optoelektronik dari Mn3O4 (Hausmannite). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari konsentrasi prekursor terhadap sifat optoelektronik Mn3O4. Mn3O4 disintesis dengan melarutkan Mangan nitrat  ke dalam air dengan konsentrasi yang divariasikan yaitu dari  0,2 M, 0,5 M, dan 1 M. Sampel kemudian dikeringkan pada suhu 160oC selama 4 jam. Hasil XRD  menunjukan untuk konsentrasi 0,2 M menghasilkan tiga fase yaitu Mn3O4(Manganese Oxide), MnO2(Ramsdelite), dan Mn2O3(Bixbyite) sementara untuk konsentrasi 0,5 M fase yang terbentuk ada dua yaitu Mn3O4 (Hausmannite) dan MnO2 (Pyrolusite) dan untuk prekursor dengan konsentrasi 1 M menghasilkan tiga fase yaitu fase Mn3O4 (Hausmannite), Mn2O3 (Pyrolusite) dan C8(Octacarbon). Uji UV-Vis spektrofotometer menunjukan nilai absorbsi dan nilai transmitansi, yang cukup tinggi pada daerah dengan panjang gelombang pendek (Ultraviolet).  Nilai celah energi yang diperoleh untuk tiga sampel yaitu 2,7 eV, 3,80 eV, dan 3,88 eV. Dari hasil yang diperoleh maka dapat dibuat untuk aplikasi optoelektronik terutama pada perangkat light emitting.Kata Kunci:  Mn3O4, optoelektronik, absorbsi, tranmitansi, UV-Vis spektrofotometer, XRD
KARAKTERISASI KALSIUM KARBONAT (Ca(CO3)) DARI BATU KAPUR KELURAHAN TELLU LIMPOE KECAMATAN SUPPA Noviyanti, Noviyanti; Jasruddin, Jasruddin; Sujiono, Eko Hadi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v11i2.1484

Abstract

Calcium carbonate (Ca(CO3)) made from limestone obtained in Tellu Limpoe Village Suppa District with the calcination process for 4 hours at temperature variations 550oC, 650oC, and 750oC have been characterized. The higher temperature, the lower percentage of calcite and phase formed more and more. Evident from the result of the characterization of Ca(CO3) calcination with phase shows the XRD obtained calcite each temperature i.e. 98.8%, 92.2% and 84.0% and also the formation of calcium oxide (CaO) phase at the calcination temperature 750oC due to limestone undergoing decomposition by heat energy. The based on analysis of SEM, morphology of Ca(CO3) resembles a cube but the particles size of the uneven and irregular due to the presence of pollutant factors. As for the results of the analysis of the calcium content acquired EDS in the limestone is quite high. Than results of the study it was concluded that limestone has a high purity level because of other chemical elements less than 15%. Telah dilakukan karakterisasi kalsium karbonat (Ca(CO3)) dari batu kapur yang diperoleh di Kelurahan Tellu Limpoe Kecamatan Suppa dengan proses kalsinasi selama 4 jam pada variasi suhu 550oC, 650oC, dan 750oC. Semakin tinggi suhu, kadar kalsit semakin rendah dan fasa yang terbentuk semakin banyak. Terbukti dari karakterisasi Ca(CO3) hasil kalsinasi dengan XRD menunjukkan fasa calcite yang diperoleh untuk masing-masing suhu yaitu 98.8%, 92.2% dan 84.0% juga terbentuknya fasa CaO pada suhu kalsinasi 750oC akibat batu kapur mengalami dekomposisi oleh adanya energi panas. Kemudian berdasarkan analisis SEM, morfologi Ca(CO3) menyerupai kubus namun ukuran partikelnya tidak merata dan tidak beraturan disebabkan adanya faktor pengotor. Sedangkan untuk hasil analisis EDS diperoleh kandungan kalsium yang terdapat dalam batu kapur cukup tinggi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa batu kapur memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dikarenakan unsur bahan kimia lain kurang dari 15%.Kata Kunci:  batu kapur, kalsium karbonat (Ca(CO)3), kalsinasi
PENERAPAN BLENDED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA NEGERI 10 PINRANG M. Cakmar, Sri mulyani Indrawati; Nurhayati, Nurhayati; Yani, Ahmad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v17i3.28991

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui deskripsi hasil belajar fisika peserta didik setelah diterapkannya blended learning  pada SMA Negeri 10 Pinrang. Jenis penelitian ini adalah pra experimen. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan strategi pembelajaran blended learning. Pada strategi blended learning dilakukan pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi zoom metting berbantuan whatsapp dan pembelajaran luring menggunakan metode kelompok kerja yang berlangsung pada semester genap. Setelah diterapkan blended learning maka diberikan instrumen tes pada ranah kognitif untuk mengetahui skor hasil belajar peserta didik yang mengikuti strategi pembelajaran blended learning. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MIPA 2 yang telah memenuhi kriteria dalam penelitian yang berjumlah 25 orang peserta didik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk skor terendah, skor tertinggi, skor rata-rata, standar deviasi, varians. Hasil analisis deskriptif diperoleh skor terendah 11, skor tertinggi 26, skor rata-rata 20,2, standar deviasi 3,9 dan varians 14.5. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa Hasil belajar fisika siswa SMAN 10 Pinrang setelah diterapkannya blended learning berada pada kategori tinggi.
MONITORING KANDUNGAN CO2 BERBASIS IOT DENGAN NODEMCU ESP8266 DAN SENSOR MQ135 Rochmania, Alven; Sucahyo, Imam; Yantidewi, Meta
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v17i3.30634

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tujuan untuk mengembangkan dan mengetahui cara kerja alat monitoring kandungan CO2 di udara berbasis Internet of Things. Penelitian dimulai pada bulan November di dua daerah yang berbeda yaitu Panekan Kabupaten Magetan dan di Ketintang Kota Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan alat monitoring kandungan CO2 yang dibangun yang kemudian dibandingkan dengan alat pembanding yaitu “Air Quality Detector” yang dapat mendeteksi kandungan CO2 juga. Berdasarkan percobaan yang dilakukan alat monitoring kandungan CO2 yang dibangun menghasilkan nilai rata-rata sensor berturut-turut 549.18 ppm dan 666.29 ppm serta pada alat pembanding berturut-turut 523.75 ppm dan 658.75 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat yang dirancang mampu mendeteksi kadar CO2 yang ada di udara baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Alat monitoring yang dibangun memiliki taraf ketelitian 99.32% di daerah pedesaan dan 99.86% saat alat digunakan untuk memonitoring kandungan CO2 di daerah perkotaan. Hasil pembacaan ini dapat tertampil pada Smartphone yang telah terpasang aplikasi monitoring kualitas udara.   
ANALISIS HASIL BELAJAR YANG DIAJAR MENGGUNAKAN SIMULASI PHET (PHYSICS EDUCATION TECHNOLOGY) PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 8 LUWU TIMUR Bunga, Suharti; Khaeruddin, Khaeruddin; Yani, Ahmad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v17i3.15716

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen dengan desain one-shot case study. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar hasil belajar fisika peserta didik melalui penggunaan Simulasi PhET di SMA Negeri 8 Luwu Timur. Variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar fisika peserta didik setelah diajar menggunakan Simulasi PhET, subjek penelitian menggunakan kelas XI IPA 2. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes pilihan ganda hasil belajar pada ranah kognitif. Kemudian data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian diperoleh skor rata-rata sebesar 18.13 berada pada kategori sedang. Tabel distribusi frekuensi menunjukkan pembelajaran fisika secara keseluruhan peserta didik sebesar 3,3% berada pada kategori sangat tinggi, 43,3% berada pada kategori tinggi, 50,0% berada pada kategori sedang, dan 3.3% berada pada kategori rendah. Kata Kunci : simulasi PhET, teori kinetik gas, hasil belajar
PENGGUNAAN MEDIA SIMULASI PhET (PHYSICS EDUCATION TECHNOLOGY) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMAN 9 MAKASSAR Tullah, Hidayat; Azis, Aisyah; Helmi, Helmi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v17i3.29289

Abstract

Penerapan Media Simulasi PhET (Physics Education Technology) terhadap hasil belajar fisika peserta didik SMAN 9 Makassar. Program studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Hj. Aisyah Aziz, dan Helmi). Penelitian dengan jenis pre experiment dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan pengetahuan dan keterampilan terhadap hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan media pembelajaran simulasi PhET serta ada tidaknya perbedaan diantara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. yang menjadi objek dalam penelitian ini berjumlah 32 peserta didik dari populasi. Sebelum di berikan pembelajaran siswa terlebih dahulu diberikan pre-test untuk mengetahuan kemampuan awal. Setelah proses pembelajaran kelas diberikan post-test kemudian didapat bahwa skor hasil belajar fisika  peserta didik mengalami perubahan yang signifikan 

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 3 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 2 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 3 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 2 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 2 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 3 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014) Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 3 (2012) Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 1 (2012) Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011) Vol 7, No 1 (2011) Vol 7, No 1 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA More Issue