cover
Contact Name
Umi Narsih
Contact Email
uminars@gmail.com
Phone
+6281336240199
Journal Mail Official
jikeshafshawaty@gmail.com
Editorial Address
https://journal.unhasa.ac.id/index.php/jikes/about/editorialTeam
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
ISSN : -     EISSN : 25797913     DOI : https://doi.org/10.333006/jikes
Core Subject : Health,
JI-KES (Jurnal of Health Sciences) is a journal published by LP2M Stikes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan. This journal publishes research articles in the health care field, including nursing, midwifery, public health, nutrition, pharmacy, and others. The management of this journal accept articles from research lecturers and health experts to be published twice a year in February and August.
Articles 146 Documents
Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terhadap Kepatuhan dan Self awareness Pasien Tuberkulosis (TB), “Loss to follow-up” (LTFU) Ro'isah; Laili, Nurul; Trinoharini, Sulistiani
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i1.927

Abstract

Abstrak Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan sekitar 8,2 juta kasus baru setiap tahun. Strategi End TB WHO menargetkan penghentian epidemi TB pada 2035 dengan tingkat keberhasilan pengobatan ≥90%. Kabupaten Probolinggo menempati urutan kedua kasus TB tertinggi di Jawa Timur. Hingga 18 Maret 2025, dari target 16.466 terduga, ditemukan 3.532 kasus dengan 713 pasien positif (21%). Namun, hanya 638 (89%) yang terdaftar memulai terapi, dan capaian pengobatan tetap 21%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh cognitive behavioral therapy (CBT) terhadap kepatuhan dan kesadaran diri pasien TB kategori “loss to follow-up” (LTFU). Desain yang digunakan adalah metode campuran (sequential exploratory). Tahap pertama berupa penelitian kualitatif fenomenologi untuk menggali fenomena perilaku pasien TB yang tidak berobat melalui FGD dan wawancara yang dianalisis tematis. Tahap kedua merupakan pra-eksperimen dengan desain one-group pre-post test pada 40 pasien LTFU dari populasi 45 orang, dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa konseling oleh pakar keperawatan jiwa selama 4 minggu (1 kali/minggu, 6 sesi, 30–40 menit). Hasil menunjukkan pemahaman dan pengalaman dalam pengobatan TB, pasien merasa malu dan khawatir terhadap lamanya pengobatan. CBT terbukti meningkatkan kepatuhan dan kesadaran diri, sehingga direkomendasikan diterapkan pada pasien maupun keluarga. Kata kunci: Cognitive Behavioral Therapy; Kepatuhan; Kesadaran Diri; Tuberkulosis; loss to follow up   Abstract Tuberculosis (TB) remains a critical global health challenge, with an estimated 8.2 million new cases reported annually. The WHO End TB Strategy aims to eliminate the epidemic by 2035, with a recommended treatment success rate of ≥90%. Probolinggo Regency ranks second in East Java for TB incidence. As of March 18, 2025, 3,532 suspected cases were identified from a target of 16,466, with 713 confirmed cases (21%). However, only 638 (89%) initiated treatment, resulting in an overall treatment success of 21%. This study examined the effectiveness of cognitive behavioral therapy (CBT) in improving adherence and self-awareness among TB patients categorized as “loss to follow-up” (LTFU). A mixed-method sequential exploratory design was employed. The qualitative phase used a phenomenological approach through focus group discussions and interviews, analyzed thematically. The quantitative phase applied a pre-experimental one-group pre-post test involving 40 purposively selected LTFU patients. Counseling sessions were delivered by psychiatric nursing experts over four weeks (once weekly, six sessions, 30–40 minutes). Results revealed that CBT interventions enhanced understanding, reduced anxiety, and significantly improved adherence and self-awareness, suggesting its applicability for both patients and families. Keywords: Cognitive Behavioral Therapy; Adherence; Self-Awareness; Tuberculosis; Loss to Follow-up
Efektifitas Edukatif Supportif terhadap Self Efficacy Ibu Post Partum dalam Pemberian Asi Ekslusif Mariani; Isnawati, Iin Aini
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i1.930

Abstract

Abstrak Pemberian Air susu ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu bagian dari program prioritas kesehatan di Indonesia. Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian ASI sebagai sumber nutrisi satu-satunya bagi bayi sampai usia 6 bulan pertama kehidupan tanpa adanya tambahan makanan dan minuman lainnya kecuali obat. Namun, sampai saat ini masih ditemukan ibu yang tidak memberikan ASI secara eksklusif, dengan alasan ibu merasa ASInya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Kurangnya keyakinan diri ibu menyusui juga menjadi salah satu faktor yang penting untuk digali kaitannya dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas edukasi supportif terhadap self efficacy ibu post partum dalam pemberian asi eksklusif. Metode penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan menggunakan metode one-group pra-post test design, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di wilayah Puskesmas Pajarakan sejumlah 30 responden. Tehnik sampling yang digunakan yaitu total sampling sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis menggunakan uji Paired simple T-Test. Hasil menunjukan bahwa self efficacy ibu post partum dalam pemberian asi eksklusif sebelum dan sesudah diberikan edukasi suportif  menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna dimana P= 0,000 lebih kecil dari α=0,005. Sehingga edukasi supportif dapat dijadikan sebagai solusi untuk meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Kata kunci: edukasi supportif, self efficacy, post partum, ASI eksklusif   Abstract Exclusive breastfeeding is a national health priority program in Indonesia. It refers to providing only breast milk as the sole source of nutrition for infants during the first six months of age, without additional food or drink except for medication. However, many mothers still fail to practice exclusive breastfeeding, often due to concerns about insufficient milk supply. Low maternal self-efficacy is also a key factor contributing to this problem. This study aimed to evaluate the effectiveness of supportive education on the self-efficacy of postpartum mothers in exclusive breastfeeding. A pre-experimental design with a one-group pre-test post-test approach was applied. This study population consisted of all postpartum mothers in the working area of Pajarakan Public Health Center, with 30 respondents selected through total sampling. Data were collected using a validated questionnaire and analyzed using paired sample t-test. Results showed a significant improvement in maternal self-efficacy after supportive education, with p = 0.000 (p < 0.005). These findings suggest that supportive education is effective in enhancing the confidence of postpartum mothers to practice exclusive breastfeeding. Integration of this intervention into maternal and child health services is highly recommended. Keywords: supportive education, self-efficacy, postpartum, exclusive breastfeeding
Karakterisasi dan Aktivitas Antioksidan Serbuk Foam Mat Drying Kulit Pisang Ambon (Musa paradisiaca L. cv Ambon) Angelita, Anastasya; Khoirul Anwar; Shabrina, Ayu
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 2 (2026): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i2.933

Abstract

Abstrak Limbah kulit pisang ambon (Musa paradisiaca L. cv Ambon) yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata mengandung senyawa bioaktif, seperti fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Metode Foam Mat Drying (FMD) dipilih sebagai teknik pengeringan yang efektif untuk mempertahankan kandungan senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik fisik, aktivitas antioksidan dengan metode ABTS, dan kadar fenolik total dari serbuk FMD kulit pisang ambon. Proses pengeringan kulit pisang ambon dilakukan dengan metode FMD menggunakan penambahan maltodekstrin dan Tween 80. Karakterisasi fisik serbuk meliputi uji organoleptik, kecepatan alir, sudut diam, dan kadar air. Analisis total fenolik dilakukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai senyawa standar, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode ABTS dengan trolox sebagai pembanding. Pengukuran absorbansi dilakukan melalui spektrofotometer UV-Vis dan nilai IC50 diperoleh dari analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan serbuk FMD kulit pisang ambon memiliki karakteristik fisik yang baik dengan menunjukkan warna kuning cerah, berbau khas pisang dan berbentuk serbuk. Nilai waktu alir 4,5533 gr/detik, nilai sudut diam 34,3333° dan nilai kadar air 1,7%. Penetapan kadar fenolik diperoleh sebesar 117,5859 ± 0.4677 mg GAE/gram. Aktivitas antioksidan serbuk FMD kulit pisang ambon diperoleh IC50  sebesar 100,2642 ± 0,622058 ppm  yang termasuk dalam kategori sedang. Kata kunci: Antioksidan; fenolik; kulit pisang ambon; serbuk foam-mat drying.   Abstract The underutilised banana peel waste (Musa paradisiaca L. cv Ambon) contains bioactive compounds, particularly phenolics, which have potential as natural antioxidants. The Foam Mat Drying (FMD) method was selected as an effective drying technique to preserve active compounds. This study aimed to evaluate the physical characteristics, antioxidant activity using the ABTS method, and total phenolic content of FMD banana peel powder. The drying process was conducted using the FMD method with the addition of maltodextrin and Tween 80. Physical characterisation included organoleptic evaluation, flow speed, angle of repose, and moisture content. Total phenolic content was determined using the Folin–Ciocalteu method with gallic acid as the standard, while antioxidant activity was measured using the ABTS method with Trolox as the reference. Absorbance was measured using a UV–Vis spectrophotometer, and IC₅₀ values were calculated by linear regression. The FMD powder showed good physical characteristics, including a bright yellow colour, distinctive banana aroma, and powder form. The flow rate was 4.5533 g/s, the angle of repose was 34.3333°, and moisture content was 1.7%. Total phenolic content was 117.5859 ± 0.4677 mg GAE/g, while antioxidant activity showed an IC₅₀ value of 100.2642 ± 0.6221 ppm, categorised as moderate. Keywords: Ambon banana peel; antioxidant; foam-mat drying powder; phenolic.
PENGARUH TAHAPAN MENOPAUSE TERHADAP TINGKAT STRES DAN MEKANISME KOPING PADA WANITA MENOPAUSE Sutiyarsih, Emy; Ariesti, Ellia
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 2 (2026): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i2.996

Abstract

Abstrak Menopause merupakan proses transisi dari masa reproduktif menuju fase non-reproduktif yang ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi akibat penurunan hormon estrogen dan progesteron, sehingga memunculkan perubahan fisiologis dan psikologis yang dapat meningkatkan kecemasan dan stres pada wanita. Oleh karena itu, diperlukan adanya penanganan melalui penguatan mekanisme koping efektif agar wanita mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi selama menopause. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tahapan menopause terhadap tingkat stres dan mekanisme koping pada wanita menopause. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan populasi 180 responden dan sampel 125 responden melalui teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan meliputi data demografi, kueioner PSS-10, dan kuesioner baku dari Brief-Cope. Hasil penelitian didapatkan hubungan positif yang signifikan antara tahapan menopause dengan tingkat stres (p = 0,0001, r = 0,814), yang berarti semakin lanjut tahapan menopause maka tingkat stres semakin meningkat. Selain itu, terdapat korelasi signifikan antara tahapan menopause dan mekanisme koping (p = 0,0001, r = 0,670), di mana wanita cenderung lebih sering menggunakan koping maladaptif seiring berkembangnya fase menopause. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis serta dukungan mekanisme koping adaptif  pada wanita menopause. Kata Kunci: Mekanisme Koping, Menopause, Tingkat Stres   Abstract Menopause is a transition from reproductive to non-reproductive age marked by the cessation of menstrual cycles due to a decrease in estrogen and progesterone hormones, causing physiological and psychological changes increasing anxiety and stress in women. Therefore, it is necessary to strengthen effective coping mechanisms so that women can adapt to changes that occur during menopause. This study aims to analyze the effect of menopause stages on stress levels and coping mechanisms menopausal women. The research design used analytical observation with cross-sectional approach, analyzed using Spearman's-correlation with total population of 180 respondents and sample of 125 respondents through purposive sampling using Slovin formula. The instruments used included demographic data, PSS-10 questionnaire, and standard questionnaire from Brief-Cope. The results of the study found a significant-positive correlation between the stages of menopause and stress levels (p=0.0001, r=0.814), meaning that the more advanced the stage of menopause, the higher the stress level. In addition, there was a significant correlation between the stages of menopause and coping mechanisms (p=0.0001, r=0.670), where women tended to use maladaptive coping more often as the menopause phase progressed. These findings emphasize the importance of psychological intervention and adaptive coping mechanism support for menopausal women. Keywords: Coping Mechanisms, Menopause, Stress
Pemanfaatan Daun Kelor Dan Terapi Rolling Massage Sebagai Upaya Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Mariani; Widhiyanto, Alwin; Hakim, Bawon Nul
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 2 (2026): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i2.961

Abstract

Abstrak Air Susu Ibu merupakan asupan terbaik bagi bayi, terutama pada masa 0–6 bulan pertama kehidupan. Namun, masih banyak ibu menyusui yang mengalami masalah produksi ASI. Hal ini berdampak pada tumbuh kembang bayi dan peningkatan risiko penyakit. Upaya peningkatan produksi ASI perlu dilakukan melalui pendekatan alami dan mudah diterapkan. Daun kelor diketahui mengandung senyawa galaktagog yang dapat merangsang produksi ASI. Sedangkan, rolling massage merupakan metode relaksasi dan stimulasi payudara yang juga berperan dalam memperlancar aliran ASI. Kombinasi keduanya berpotensi menjadi solusi efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan daun kelor dan terapi rolling massage untuk meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test and post-test. Subjek penelitian adalah ibu menyusui yang dipilih secara purposive. Intervensi yang diberikan berupa kapsul daun kelor dan terapi rolling massage selama 14 hari. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, serta dianalisis menggunakan uji Uji Paired simple T-Tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan produksi AS ibu menyusui setelah diberikan intervensi kombinasi kapsul daun kelor dan rolling massage, dimana P= 0,000 lebih kecil dari α=0.005, sehingga intervensi ini dapat dijadikan sebagai solusi berbasis herbal dan terapi non farmakolofis dalam meningkatkan produksi ASI. Kata kunci: daun kelor;rolling massage;produksi ASI;ibu menyusui;laktasi   Abstract Breast milk is the optimal source of nutrition for infants, especially during the first 0–6 months of life. However, many breastfeeding mothers still face problems with low milk production, which can affect infant growth and increase the risk of illness. Efforts to improve breast milk production are therefore essential, particularly through natural, safe, and practical methods. Moringa leaves contain galactagogue compounds that can stimulate milk secretion, while rolling massage is a relaxation and breast stimulation technique supporting smoother milk flow. The combination of these interventions offers an effective and efficient solution. This study aimed to determine the effectiveness of Moringa leaf supplementation combined with rolling massage therapy in increasing breast milk production. A quantitative approach was used with a pre-experimental one-group pre/post-test design. Breastfeeding mothers were selected purposively as study participants. The intervention consisted of administering Moringa leaf capsules and applying rolling massage therapy for 14 days. Data were collected using observation sheets and analyzed with paired t-tests. The results showed a significant increase in breast milk production after the intervention, with P=0.000, lower than α = 0.005. Thus, this combined therapy can be considered a promising herbal and non-pharmacological approach to enhance breast milk production. Keywords: moringa leaves; rolling massage; breast milk production; breastfeeding mothers; lactation
Pengaruh Latihan Kombinasi Terhadap Keseimbangan dan Risiko Jatuh Pada Penderita DMT2 Angraini, Mufita Sari Putri; Komalasari, Dwi Rosella
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 2 (2026): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i2.979

Abstract

Abstrak Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah suatu kondisi metabolik kronis sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa darah secara persisten sebab disfungsi insulin. Kondisi ini dapat menyebabkan neuropati perifer dan kelemahan otot yang berakibat pada penurunan keseimbangan serta peningkatan kejadian jatuh pada lansia. Fokus penelitian adalah mengetahui kombinasi latihan keseimbangan dan latihan kekuatan otot ekstremitas bawah terhadap keseimbangan dan penurunan risiko jatuh pada lansia dengan DMT2. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental pretest–posttest control group dengan melibatkan 34 lansia dengan DMT2 dari empat Posyandu Lansia di Kartasura yang dikelompokkan menjadi intervensi dan kontrol, setiap kelompok sebanyak 17 responden. Kelompok intervensi menjalani program kombinasi latihan keseimbangan statis, dinamis dan penguatan otot tiga kali per minggu selama enam minggu, sedangkan kelompok kontrol melakukan latihan sederhana satu kali per minggu. Keseimbangan dievaluasi menggunakan Timed Up and Go Test (TUG), dan risiko jatuh dinilai dengan Short Falls Efficacy Scale–International (SFES-I). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan keseimbangan (p= 0,001) dan penurunan risiko jatuh (p < 0,001) untuk kelompok intervensi, dengan perbedaan bermakna antar kelompok (p < 0,001). Kombinasi latihan keseimbangan dan kekuatan otot ekstremitas bawah terbukti efektif, aman, dan aplikatif untuk meningkatkan keseimbangan serta mencegah jatuh pada lansia dengan DMT2. Kata kunci: latihan keseimbangan; latihan kekuatan otot; lanjut usia; diabetes melitus tipe 2; risiko jatuh   Abstract Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disorder characterized by persistently elevated blood glucose levels due to insulin dysfunction. This condition can lead to peripheral neuropathy and muscle weakness,  balance and increasing fall vulnerability in older adults. The present study examined  a combination of balance exercises and lower-limb resistance exercise enhances balance and lowers the likelihood of falls among older adults  T2DM. A quasi-experimental pretest–posttest design involving 34 older respondens recruited from elderly health posts in Kartasura, who were evenly assigned to intervention and control groups (n = 17 each). Intervention group performed combined static dynamic balance and strengthening exercises three times per week for six weeks, while the control group performed simple exercises once per week. Balance was assessed using the Timed Up and Go Test (TUG), and fall risk was using Short Falls Efficacy Scale–International (FES-I). The Wilcoxon analysis revealed a statistically significant enhancement in balance performance (p = 0.001), a reduction in fall risk (p < 0.001) in intervention group, significant difference between groups (p < 0.001). Combination of balance and lower-extremity strengthening exercises proved to be effective, safe, and applicable in improving balance and preventing fall risk among elderly individuals with T2DM. Keywords: balance exercise; muscle strengthening; elderly; type 2 diabetes mellitus; fall risk