Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Preventif Jurnal Kesehatan Masyarakat welcomes manuscripts that cover a broad range of topics within the public health discipline The journals scope encompasses but is not limited to the following key areas Health Administration and Policy The management organization and policy making processes within health systems including health economics and financing Epidemiology The study of the distribution patterns and determinants of health and disease conditions in defined populations Health Promotion The science and art of helping people change their lifestyle to move toward a state of optimal health including health education and behavior science Environmental Health The assessment and control of physical chemica and biological factors in the environment that can potentially affect health Occupational Health and Safety The promotion and maintenance of the highest degree of physical mental and social well-being of workers in all occupations Reproductive Health Research and policy related to reproductive processes functions and systems at all stages of life Biostatistics Family Planning and Population The application of statistics to public health along with studies on family planning methods demography and population dynamics Community Nutrition The study of nutrition and its effects on the health of populations including nutritional assessment policy and interventions at the community level
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)"
:
13 Documents
clear
Gambaran Sanitasi Pasar Desa Impress Pujasera Di Banyuwangi Tahun 2018
Nabila, Sayu Larasati;
Mandagi, Ayik Mirayanti
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v12i1.170
Pasar tradisional merupakan salah satu tempat umum sehingga banyak orang beraktifitas setiap harinya dan berperan sangat penting dalam hal pemenuhan kebutuhan. Indonesia memiliki sekitar 13.450 pasar tradisional yang mampu menampung lebih dari 12 juta pedagang didalamnya. Namun hanya 10% pasar tradisional yang dikelola dengan baik secara profesional. Sisanya, pasar tradisional terkesan jorok, bau, becek dan berantakan. Kualitas sanitasi pasar menjadi hal yang penting dalam mewujudkan pasar sehat agar tidak menjadi sumber penularan penyakit dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sarana dan prasarana serta gambaran sanitasi di Pasar Desa Impress Pujasera di Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan langsung menggunakan lembar observasi berupa instrumen penilaian yang terdiri dari 6 variabel. Hasil penelitian menunjukkan Pasar Desa Impress Pujasera di Banyuwangi memiliki nilai masing-masing variabel yakni variabel lokasi sebesar 8; variabel bangunan sebesar 9,05; variabel sanitasi sebesar 26,3; variabel perilaku hidup bersih dan sehat sebesar 3,5; variabel keamanan 0; dan variabel fasilitas lain sebesar 0,75. Jika dilakukan penilaian secara keseluruhan dari semua variabel, Pasar Desa Impress Pujasera mendapatkan skor penilaian sebesar 47,6 dan dikategorikan pasar tidak sehat sesuai dengan Kepmenkes No. 519/MENKES/SK/VI/2008 tentang Penyelenggaraan Pasar Sehat.
Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pekerja Pt.Semen Bosowa Di Banyuwangi
Putri, Githa Dwi;
Dwiyanti, Endang;
Mandagi, Ayik Mirayanti
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v12i1.174
Sumber daya manusia atau pekerja merupakan asset bagi sebuah perusahaan, dimana pekerja ini lah yang dapat memberikan perusahaan nilai. Pekerja ini juga yang nanti nya dituntut untuk mempunyai moral perilaku kerja, salah satu moral tersebut adalah Disiplin Kerja. Terbukti bahwasanya jika disiplin kerja dalam suatu perusahaan buruk maka hasil dan proses produksi suatu perusahaan akan terhambat, sehingga kinerja pekerja pun akan ikut menurun. Setelah dilakukan pengambilan data awal di PT. Semen Bosowa Banyuwangi ditemukan bahwa terdapat 72% pekerja yang memliki disiplin kerja masih dibawah total rata – rata score (4,02), dan masih terdapat 27% pekerja yang masih memiliki Kinerja dibawah total rata – rata score (3,88). Hal ini membuat peneliti tertarik untuk melihat pengaruh antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pekerja di PT. Semen Bosowa Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif dan rancang bangun cross-sectional study. Sampel penelitian sebesar 73 orang, diambil secara acak menggunakan disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data meliputi Disiplin Kerjan dan Kinerja Pekerja. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh antara Disiplin Kerja terhadap kinerja pekerja (Σ=0.001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah meskipun Disiplin Kerja yang dimiliki Pekerja di PT. Semen Bosowa Banyuwangi tinggi namun Kinerja pekerja yang berada di PT. Semen Bosowa Banyuwangi sudah baik tetapi belum optimal.
Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 Warga Di Wilayah Percontohan Program Rt Siaga Kota Surabaya
Wisudawan Putra, Muhammad Baharuddin;
Soedirham, Oedojo
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v12i1.176
COVID-19 telah ditetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD). Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya merupakan salah satu daerahi dengan angka kasus terbanyak dan telah dikategorikan sebagai zona merah. Total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Jawa Timur sebanyak 3.642 Kasus. Namun di Kota Surabaya ada sebanyak 1.975 Kasus. Hal tersebut dari penerapan protokol kesehatan COVID-19 di masyarakat yang dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan tindakan dari masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan penerapan protokol kesehatan COVID-19 warga di wilayah program RT Siaga Surabaya. Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuesioner yang berasal dari Program RT Siaga Kota Surabaya. Jumlah sampel responden dalam penelitian ini adalah 70 responden. Data dianalisis secara univariat dengan menyajikan distribusi frekuensi variabel. Karakteristik responden sebagian besar di usia 31-40 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Sebanyak 69 responden (99%) memiliki pengetahuan penerapan protokol kesehatan dalam kategori baik. Sebanyak 70 responden (100%) memiliki pemahaman sikap penerapan protokol kesehatan kategori baik sedangkan yang memiliki tindakan penerapan protokol kesehatan dalam kategori baik sebanyak 68 responden (97%). Pengetahuan, sikap dan tindakan warga di wilayah program RT Siaga Kota Surabaya sebagian besar menunjukkan kategori baik terhadap penerapan protokol kesehatan COVID-19.
Bagaimanakah Mutu Puskesmas Di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019? (Berdasarkan Indikator Penilaian Mutu Dan Kinerja Program Mutu Kesehatan)
Zahra, Ragil Fatimah;
Lailiyah, Syifaul;
Novitasari, Anggraeni
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v12i1.179
Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi wajib melaksanakan PKP berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2016, yang mana didukung oleh Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Nomor: 440/2147/KPTS/102.4/2018 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) di Jawa Timur. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menggambarkan tingkat kinerja Puskesmas di wilayah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019 berdasarkan indikator penilaian mutu dan kinerja program mutu kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan di bulan Januari – Februari Tahun 2020 di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumen berdasarkan data hasil PKP Kabupaten Banyuwangi Tahun 2019. Data dianalisis secara deskriptif. Terdapat 1 target indikator yang dapat dicapai oleh >70% puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi, yaitu Survei Kepuasan Pasien (SKP) sebesar 75,55%. Tiga indikator lainnya belum mencapai nilai target. Ada 1 indikator yang tidak tercapai yaitu Kebersihan Lingkungan Pelayanan Berdasarkan 5R (0%). Tingkat Kinerja Puskesmas berdasarkan Indikator Penilaian Mutu Dan Kinerja Program Mutu Kesehatan Tahun 2019 di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2020 yaitu 95,56% kategori kurang dan 4.44% kategori cukup. Hal ini menunjukan bahwa pelayanan mutu yang dimiliki puskesmas untuk masyarakat masih belum maksimal. Perlunya perbaikan mutu juga pendampingan kepada puskesmas berupa pemantauan secara terus-menerus.
Pengembangan Media Promosi Kesehatan Tentang Bahaya Penggunaan Earphone Mahasiswa Universitas Airlangga Di Surabaya
Yudiasari, Novia;
Widati, Sri
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v12i1.182
Penggunaan Earphone secara berlebihan beresiko terjadinya gangguan pendengaran. Pengguna terbanyak pada usia remaja hingga dewasa muda (mahasiswa). Berdasarkan hasil studi pendahuluan sebagian besar mahasiswa Universitas Airlangga belum mengetahui bahaya penggunaan Earphone dan belum adanya media promosi kesehatan mengenai Earphone. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa sebelum dan sesudah diberi media dan mengetahui keefektifan antara sosial media instagram dan youtube dalam penyebaran media promosi kesehatan yang telah dibuat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel penelitian sebesar 100 orang dibagi menjadi dua kelompok menjadi 50 orang pengguna sosial media Instagram dan 50 orang pengguna sosial media youtube diambil menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data meliputi karakteristik responden, media, hingga tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap penggunaan Earphone menggunakan kuesioner online. Analisis data menggunakan paired t-test untuk melihat perbedaan pengetahuan, sikap, perilaku sebelum dan sesudah diberi media dan independent t-test untuk melihat perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku kelompok instagram dan kelompok youtube. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku antara kedua kelompok sebelum dan sesudah diberi media. Pada hasil uji keefektifan antara kedua kelompok menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pengetahuan, sikap, dan perilaku. Video animasi merupakan media yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa. Sosial media instagram dan youtube memiliki kekuatan yang sama. Saran dari peneliti adanya himbauan penggunaan Earphone bagi pihak kampus kepada mahasiswa.
Gambaran Faktor Perilaku Bermain Game Online Pada Remaja
al mubarok, dihya faaizu al dien;
Soedirham, Oedojo
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v12i1.185
Internet telah mengubah kecenderungan permainan di kalangan remaja. Saat ini, sebagian besar remaja mendapatkan hiburan melalui komputer dan smartphone misalnya bermain game online. WHO secara resmi menetapkan kecanduan game atau game disorder ke dalam versi terbaru ICD sebagai penyakit gangguan mental. Penelitian ini akan dilakukan pada remaja yang aktif bermain game online selama satu tahun terakhir di Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan faktor perilaku bermain game online pada remaja berdasarkan teori Snehandu B. kar (1984). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 97 remaja usia 10 – 24 tahun yang aktif bermain game online selama setahun terakhir. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan jenis Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 18-24 tahun (82,5%), memiliki uang saku < Rp 1.000.000 perbulan (70,1%), memiliki dukungan sosial rendah untuk bermain game online (57,7%), memiliki akses informasi rendah (56,7%), memiliki otonomi pribadi rendah (57,7%), memiliki situasi yang tidak mendukung untuk bermain game online (59,8%), dan memiliki niat bermain game online rendah (57,7%).
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Puskesmas Oleh Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Terusan
Sandora, Titik;
entianopa, entianopa;
Listiawaty, Renny
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v12i1.219
Pemanfaatan pelayanan kesehatan menjadi suatu permintaan bagi konsumen berdasarkan kebutuhan dari rasa sakit, ketidaknyamanan maupun keinginan untuk pencegahan akan suatu penyakit. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari tahun 2019 diketahui bahwa Puskesmas Pasar Terusan memiliki persentase kunjungan pasien baru paling rendah yaitu sebesar 19,2%. Desain penelitian adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pasar Terusan pada bulan Juli 2020. Sampel penelitian adalah masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pasar Terusan sebanyak 95 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalsis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui 41,1% responden tidak memanfaatkan pelayanan puskesmas, 32,6% memiliki pengetahuan kurang baik, 34,7% mendapatkan informasi kurang lengkap, 34,7% memiliki keterjangkauan sulit dan 35,8% menyatakan sikap petugas kurang baik. hasil bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000), keterjangkauan (p=0,030) dan sikap petugas (p=0,000) dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Pasar Terusan Tahun 2020. Tidak ada hubungan antara informasi dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Pasar Terusan Tahun 2020 (p=0,646). Puskesmas perlu memperluas jaringannya untuk menjangkau masyarakat yang memiliki jarak tempat tinggal jauh dari puskesmas.
Kerentanan Kejadian Penyakit Berbasis Lingkungan Pada Masyarakat Terdampak Bencana Di Daerah Pesisir Kabupaten Donggala
Arifin, Pitriani;
Radhiah, Sitti;
Sanjaya, Kiki
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v12i1.225
ISPA dan diare yang merupakan penyakit berbasis lingkungan selalu masuk dalam 10 besar penyakit tertinggi di hampir seluruh puskesmas di Indonesia1. Hendrik L. Bloom mengemukakan lingkungan sebagai faktor utama determinan kesehatan masyarakat, kerentanan masyarakat terhadap penyakit ISPA dan diare berkaitan erat dengan sanitasi dasar dan kondisi fisik rumah. Berdasarkan studi pendahuluan diketahui kejadian penyakit berbasis lingkungan meningkat tajam di Kelurahan Boneoge pasca bencana. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan SIG yang bertujuan melihat sebaran kejadian penyakit berbasis lingkungan dikaitkan dengan ketersediaan fasilitas sanitasi dasar dan kondisi fisik rumah. Populasi penelitian adalah semua keluarga yang bermukim di Boneoge. Penarikan sampel secara cluster random sampling dimana perwakilan sampel diambil dari 3 RW dengan jumlah keseluruhan 90 KK. Penentuan titik koordinat rumah responden menggunakan GPS, analisa data spasial dengan aplikasi Arc view GIS 3.3. Pendataan ketersediaan fasilitas sanitasi dasar dan kondisi fisik rumah responden menggunakan kuesioner terstandar dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dari hasil pengumpulan data diketahui faktor lingkungan fisik rumah berupa kepadatan hunian (57.8%) dan jenis dinding rumah (65.5%) responden masuk dalam kategori kerentanan tinggi terhadap kejadian ISPA sedangkan aspek luas ventilasi (65.5%) masih memenuhi syarat kesehatan, demikian juga aspek perilaku merokok dalam rumah tidak berpotensi menyebabkan kerentanan ISPA pada masyarakat setempat. Faktor akses terhadap sanitasi dasar menunjukkan kebutuhan air bersih masyarakat telah terpenuhi, sebaliknya rendahnya kepemilikan jamban (60% KK tidak memiliki jamban) merupakan kerentanan tinggi terhadap kejadian diare.
Analisis Rendahnya Keaktifan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu Tompo Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong
Radhiah, Sitti;
Ayunda, Chantika Rizkia;
Hermiyanty, Hermiyanty
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v12i1.289
Posyandu merupakan wadah kegiatan pengembangan kualitas sumberdaya manusia sejak dini dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Kurangnya keaktifan kunjungan ibu dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Perilaku ibu Balita untuk datang memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di Posyandu merupakan upaya untuk mencegah atau mendeteksi sedini mungkin hambatan pada pertumbuhan Balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keaktifan kunjungan ibu Balita ke Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Taopa Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai Balita usia antara 24-60 bulan dan tercatat sebagai penduduk di wilayah kerja Puskesmas Taopa Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Simple random sampling dengan jumlah sampel 106 orang. Analisis Data menggunakan univariat dan bivariat dengan Uji Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian ada pengaruh antara sikap (ρ=0,001) dan dukungan keluarga (ρ=0,000) terhadap perilaku keaktifan kunjungan ibu Balita ke Posyandu sedangkan pengetahuan (ρ=0,848) tidak ada pengaruh terhadap perilaku keaktifan kunjungan ibu Balita ke Posyandu. Saran yang dapat diberikan kepada petugas kesehatan adalah sebaiknya mengajak ibu Balita untuk membawa balita ke Posyandu dan selalu mensosialisasikan serta memberi penyuluhan tentang pentingnya Posyandu khususnya manfaat maupun tujuan Posyandu.
Literatur Review: Kebijakan dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi
oruh, Shermina
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2021): Volume 12 No.1 (2021)
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/preventif.v12i1.297
Implikasi hasil sensus penduduk 2020 terhadap kebijakan pembangunan kependudukan menunjukkan bahwa angka kematian ibu dan bayi di Inonesia masih cukup tinggi saat ini. Tahun 2015 tercatat 305 kematian per 100 ribu kelahiran dan tahun 2017 dengan 177 kematian per 100 ribu kelahiran. Untuk Tahun 2030 yakni kurang dari 70 per 100 ribu kelahiran. Indonesia menempati posisi ke tiga diantara 10 negara ASEAN. Literature review ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan dan strategi kemitraan bidan dan dukun serta mengajukan konsep pemberdayaan masyarakat dalam mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Metode yang digunakan dengan pencarian database melalui ProQuest, Scilit, Pubmed, Worldcat dan DOI. Sementara kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel antara lain midwife, traditional birth attendant, birth, social health, social and maternal health. Terdapat 12 artikel yang diperoleh dan 5 artikel yang dianalisis melalui analisis kesesuaian topik, tujuan, metode yang digunakan, ukuran sampel, dan hasil dari setiap artikel serta keterbatasan yang terjadi.Terdapat dua (2) artikel yang menyoroti tentang pemberdayaan masyarakat tanpa konsep yang konkrit. Disarankan konsep Sistem AGIL dapat dijadikan strategi pemberdayaan masyarakat untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.