cover
Contact Name
Yasser Muda Lubis
Contact Email
yassermudalubis@ptiq.ac.id
Phone
+6282277868025
Journal Mail Official
idari@ptiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Lebak Bulus Raya No.2, RT.2/RW.2, Lb. Bulus, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12440
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah
Published by Institut PTIQ Jakarta
ISSN : 3109726X     EISSN : 31094503     DOI : https://doi.org/10.53678/idari
IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah berfokus pada pengembangan ilmu dan praktik manajemen dakwah dalam konteks keislaman, komunikasi, dan pengelolaan kegiatan sosial keagamaan keagamaan. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian, kajian teoritis, dan analisis kritis yang berkontribusi pada kemajuan strategi, metode, dan inovasi dalam dakwah serta pengelolaan organisasi keagamaan. Ruang lingkup jurnal ini mencakup, namun tidak terbatas pada, topik-topik berikut: Manajemen Dakwah: Strategi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan dakwah untuk meningkatkan efektivitas penyebaran nilai-nilai Islam. Manajemen Organisasi Keagamaan: Pengelolaan sumber daya, kepemimpinan, dan tata kelola organisasi keagamaan untuk mendukung misi dakwah. Pengembangan Komunitas Berbasis Islam: Upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan dakwah yang inklusif dan berkelanjutan. Inovasi Dakwah: Pengembangan metode, teknologi, dan pendekatan baru dalam dakwah untuk menjawab tantangan kontemporer. Isu Sosial dan Keagamaan: Analisis dampak sosial, budaya, dan politik terhadap pelaksanaan dakwah serta solusi berbasis nilai-nilai Islam. IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah mendorong artikel yang bersifat interdisipliner, mengintegrasikan perspektif manajemen, komunikasi, sosiologi, antropologi, dan studi Islam (seperti tafsir, fikih, tasawuf dll.) untuk memberikan wawasan yang komprehensif. Jurnal ini menjadi platform bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi ide, temuan, dan solusi guna memperkaya wacana dan praktik dakwah di era modern.
Articles 15 Documents
Dakwah sebagai Sistem Manajemen Perubahan: Relevansi Konsep Hikmah, Halaqah, dan Sabr dalam Praktik Kepemimpinan Organisasi Kontemporer Rohman
IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 1 (2026): IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/594j3s07

Abstract

Contemporary change management literature notes that over 70 per cent of organisational transformation programmes fail to meet their targets, and that such failures are more often caused by human resistance than by strategic weaknesses. On the other hand, Islamic da’wah, as a system of social transformation, has successfully mobilised individuals and civilisations for over fourteen centuries without formal authority, without incentive budgets, and without coercive power. However, until now, da’wah has largely been positioned as an object managed by management science, rather than as a subject offering its own managerial logic. This article bridges that gap by analysing three core concepts of da’wah hikmah, halaqah, and sabr as coherent and operationalisable principles of change management within contemporary organisational leadership. This research employs a qualitative approach using an integrative-conceptual literature review method, combining primary Islamic sources, Western management theory, and contemporary da’wah management literature. The results of the analysis indicate that hikmah converges with situational leadership but transcends it by fostering genuine acceptance rather than mere formal compliance; halaqah converges with team learning and communities of practice but transcends them through a dimension of vertical accountability that deepens commitment; and sabr converges with strategic patience but transcends it through a transcendent source of energy that does not diminish under pressure. These three concepts are synthesised into the integrative Da’wah-Based Change Management (DBCM) model with the original proposition: the source of change energy determines the resilience of change. This model offers a theoretical contribution to the development of value-based da’wah management whilst serving as a practical framework for the management of da’wah institutions in Indonesia that are facing the challenges of professionalisation without losing the spirit of da’wah
Manajemen Dakwah Profetik dalam Membangun Toleransi Beragama di Tengah Problematika Sosial Keagamaan Kontemporer Nur Hamidah Pulungan; Susanti Hasibuan
IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 1 (2026): IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/v4af0c08

Abstract

This study aims to analyze the concept of prophetic da‘wah management in fostering religious tolerance amid contemporary socio-religious problems. The phenomena of religious intolerance, identity polarization, hate speech based on religious sentiments, and the strengthening of religious exclusivism in the digital era indicate that modern society requires a more humanistic, inclusive, and contextual approach to Islamic da‘wah. This research employs a qualitative approach using library research and a phenomenological perspective. The data were obtained through the examination of the Prophet’s hadiths, da‘wah management literature, books, scientific journals, and various studies related to religious tolerance and contemporary Islamic preaching. Data analysis was conducted using content analysis techniques to understand the relevance of prophetic values in addressing the dynamics of modern social life. The findings reveal that prophetic da‘wah management based on the Prophet’s hadiths has strong relevance in promoting social harmony and religious tolerance. The Prophet Muhammad’s da‘wah was carried out through approaches emphasizing wisdom, dialogue, compassion, moral exemplarity, and respect for social diversity. These values demonstrate that Islamic da‘wah is not merely oriented toward the transmission of religious teachings, but also toward humanization, social transformation, and the strengthening of religious moderation. This study confirms that the integration of hadith values with the concept of prophetic da‘wah management can serve as an inclusive, moderate, and adaptive model of Islamic preaching in responding to contemporary socio-religious challenges, particularly within the digital era and multicultural societies.
Strategi Manajemen Dakwah Tradisi Khataman Qur'an Perempuan Berbasis Tafsir Sosial atas Krisis Keagamaan Ahmad Luthfi Hidayat
IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 1 (2026): IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/hrpqdq84

Abstract

Tradisi khataman Qur'an di kalangan perempuan sering kali terjebak pada dimensi ritual-spiritual semata, padahal memiliki potensi sosiologis yang sangat besar dalam merespons berbagai krisis keagamaan kontemporer seperti radikalisme, intoleransi, dan komodifikasi agama. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen dakwah pada tradisi khataman Qur'an perempuan berbasis tafsir sosial guna mengatasi krisis keagamaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka (literature review) dengan mengeksplorasi secara kritis dan mendalam dari pemikiran para sarjana terkait manajemen dakwah, sosiologi tafsir, dan gerakan perempuan. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa rekonstruksi manajemen dakwah dalam tradisi ini memerlukan tiga aspek strategi utama yang saling berintegrasi. Pertama, pengorganisasian pesan dakwah melalui transformasi pemahaman teks Al-Qur'an menjadi teologi aksi yang kontekstual. Kedua, optimalisasi tata kelola jaringan kelembagaan kelompok khataman sebagai ruang artikulasi sosial-keagamaan di ranah publik. Ketiga, perumusan program dakwah bil-hal yang adaptif terhadap problematika riil kemasyarakatan. Temuan ini menegaskan bahwa melalui manajemen strategis yang berbasis pada tafsir sosial, tradisi khataman Qur'an perempuan mampu bertransformasi menjadi instrumen gerakan dakwah emansipatif yang solutif dalam memitigasi krisis keagamaan di Indonesia.
Model Dakwah Bil Hal dalam Sustainabilitas Pemberdayaan Kelompok Disabilitas di Yayasan Mahanani Yunita Ayu Ardani; Saipullah Hasan
IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 1 (2026): IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/z0qa3976

Abstract

This study aims to analyze the sustainability of empowering persons with disabilities through the dakwah bil hal model at the Mahanani Foundation in Semarang Regency. This research employs a descriptive qualitative method with data collection techniques consisting of observation, interviews, and documentation. The findings show that the empowerment of persons with disabilities at the Mahanani Foundation is carried out through a dakwah bil hal approach that emphasizes concrete actions and the provision of direct benefits to the community. Dakwah bil hal is implemented through sewing and embroidery training, cassava-based food processing, and sports coaching. Through these programs, persons with disabilities not only acquire technical skills, but also gain opportunities to enhance their self-confidence, productivity, and ability to live independently. The sustainability of the program is reflected in the establishment of productive business units, the marketing of products created by persons with disabilities, increased economic independence, and achievements in sports. These findings indicate that dakwah bil hal can serve as an inclusive da’wah management strategy that promotes independence, dignity, and sustainable livelihoods for persons with disabilities.
Model CIPP Stufflebeam dalam Evaluasi Bimbingan Manasik Haji Jemaah Lansia di KBIHU Hajar Aswad Yogyakarta Annida Alhusna Walhaq; Muhammad Rosyid Ridla
IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 1 (2026): IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/jttkxw46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam pada program bimbingan manasik haji jemaah lansia di KBIHU Hajar Aswad Yogyakarta tahun 2025 melalui model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Seiring melonjaknya jumlah jemaah lansia yang membutuhkan pendekatan pelayanan khusus serta adaptasi kurikulum yang ramah lansia sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 evaluasi ini perlu dilakukan guna tercapainya tujuan ibadah haji yang mabrur, mandiri dan  inklusif terhadap jemaah yang beresiko tinggi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi konteks (context), KBIHU Hajar Aswad telah menyelaraskan tujuannya dengan kebijakan nasional "Haji Ramah Lansia" melalui penekanan pada aspek rukhshah (keringanan ibadah) serta pengenalan program murur dan tanazul. Pada dimensi masukan (input) dan proses (process), lembaga ini mengidentifikasi karakteristik dominan lansia untuk menerapkan inovasi pedagogi gerontologi berupa metode repetisi, pemanfaatan media visual, dan audio doa. Meskipun masih terdapat kekurangan berupa belum seluruhnya pembimbing bersertifikat resmi dan adanya excess pengeluaran anggaran, terlepas dari itu, kualitas pelayanan tetap terjaga dengan baik. Secara fungsional pada dimensi hasil (product), program ini efektif meminimalisir ketergantungan jemaah lansia saat di Tanah Suci melalui peningkatan pemahaman rukun haji, kesiapan psikologis, ketenangan batin, serta rasa percaya diri.

Page 2 of 2 | Total Record : 15