cover
Contact Name
Afdhal Ilahi
Contact Email
admin@jurnalcenter.com
Phone
+6281277798480
Journal Mail Official
admin@jurnalcenter.com
Editorial Address
Jl. Arifin Ahmad, Gang Karya Bakti, Perumahan Dwi Tunggal Arifin Blok C8 Tahap 2
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Social Science and Education
ISSN : 3109855X     EISSN : 3109855X     DOI : https://doi.org/10.62567/ijosse
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) is a peer-reviewed academic journal dedicated to publishing high-quality research articles, reviews, and case studies in the fields of science and education. The journal aims to foster innovation and the dissemination of knowledge to enhance scientific and educational development at local, national, and international levels.
Articles 240 Documents
SPIRITUALITAS HENRICUS LEVEN : KEHIDUPAN BERAKAR PADA IMAN DAN PELAYANAN Philipus Penana Ruron; Fransiskus Xaverius Leo Baur
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis spiritualitas Henricus Leven serta relevansinya bagi kehidupan iman dan pelayanan gereja masa kini. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya kedalaman spiritualitas umat Kristen, khususnya generasi muda, di tengah pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi yang menggeser orientasi hidup ke arah individualisme dan hedonisme. Henricus Leven dipandang sebagai figur historis yang menampilkan spiritualitas holistik — berakar pada iman yang mendalam, diwujudkan dalam pelayanan sosial, dan berorientasi pada komunitas marginal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta inferensial (korelasi dan regresi sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi jemaat terhadap spiritualitas Leven berada pada kategori tinggi (M = 4,32) dengan hubungan positif yang signifikan antara pemahaman spiritualitas dan relevansinya terhadap pelayanan gereja masa kini (r = 0,67; p < 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik pemahaman jemaat terhadap nilai iman dan pelayanan Leven, semakin tinggi pula apresiasi mereka terhadap penerapannya dalam konteks modern. Secara praktis, spiritualitas Henricus Leven dipersepsikan sebagai model hidup beriman yang autentik dan kontekstual, mampu menginspirasi pelayanan gereja yang humanis, transformatif, dan berakar pada iman yang hidup.
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN Hermanus Hamu Tukan; Sholahudin Alahyudi Hasan; Marianus Septian
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2179

Abstract

Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berbagai tradisi, spiritualitas selalu menjadi sumber kekuatan, pemaknaan, dan inspirasi yang tidak hanya hadir dalam ruang-ruang religius, tetapi mewarnai seluruh dinamika kehidupan manusia. Spiritualitas bukanlah sekadar konsep teoretis, melainkan suatu proses yang hidup, aktif, dan terus berkembang sesuai dengan pengalaman individu. Setiap manusia menjalani perjalanan spiritual yang unik, dan perjalanan itu hanya dapat dipahami melalui refleksi mendalam terhadap pengalaman hidup sehari-hari. Kehidupan manusia pada dasarnya merupakan perjalanan panjang yang memuat berbagai dinamika: kesuksesan dan kegagalan, sukacita dan duka, keteguhan dan keraguan, pertumbuhan dan kejatuhan. Dalam dinamika tersebut, spiritualitas hadir sebagai dasar nilai yang menuntun seseorang untuk bertanya, memahami, dan menghayati makna terdalam dari setiap pengalaman hidup. Spiritualitas kehidupan bukanlah sesuatu yang bersifat statis, tetapi berkembang dalam proses yang panjang seiring dengan pertumbuhan kesadaran manusia terhadap tujuan hidupnya. Melalui setiap pengalaman, manusia menemukan petunjuk baru, hikmah baru, dan pemahaman baru yang membawa dirinya menuju kedewasaan spiritual yang semakin utuh. Dalam konteks spiritualitas kehidupan, karya dan keteladanan seorang tokoh seperti Hendrikus Leven menjadi sangat penting untuk dikaji karena hidupnya mencerminkan perjalanan spiritual yang kaya, mendalam, dan inspiratif. Hendrikus Leven bukan hanya dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam karya pelayanan, tetapi juga sebagai sosok yang menjadikan setiap langkah hidupnya sebagai ungkapan konkret dari spiritualitas yang matang. Karya-karyanya bukan sekadar kegiatan atau tugas formal, tetapi merupakan bentuk nyata dari penghayatan spiritualitas: pelayanan yang tulus, cinta kasih yang diwujudkan tanpa syarat, kerendahan hati yang mempengaruhi cara ia berelasi, serta kesederhanaan hidup yang menjadi cerminan kedalaman batinnya. Karena itu, perjalanan hidup Hendrikus Leven merupakan contoh nyata bagaimana spiritualitas dapat menjadi kekuatan utama yang membentuk karakter, sikap, pilihan hidup, serta komitmen dalam pelayanan. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menganalisis spiritualitas kehidupan sebagai sebuah perjalanan, dengan merujuk khusus pada karya dan pengabdian Hendrikus Leven. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini menguraikan konsep dasar spiritualitas, makna kehidupan, dinamika perjalanan spiritual, dan relevansinya dalam kehidupan manusia modern. Selanjutnya, kajian ini menelusuri bagaimana nilai-nilai spiritualitas seperti cinta kasih, kesederhanaan, kerendahan hati, syukur, pengampunan, keteguhan, dan harapan tercermin secara nyata dalam setiap aspek karya Hendrikus Leven. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan bukanlah satu peristiwa yang terjadi sesekali, melainkan rangkaian perjalanan panjang yang terus berkembang melalui segala pengalaman hidup, sebagaimana tampak jelas dalam perjalanan Hendrikus Leven. Melalui penelitian dan refleksi ini, ditemukan bahwa spiritualitas kehidupan hanya dapat dipahami secara mendalam ketika manusia menjalaninya sebagai sebuah proses yang menyentuh seluruh aspek hidup: pikiran, perasaan, perilaku, relasi, dan karya. Spiritualitas bukan hanya soal ritual, tetapi tentang cara manusia memberi makna pada setiap langkah hidupnya. Hendrikus Leven menjadi gambaran nyata bahwa spiritualitas yang sejati selalu mengalir ke dalam tindakan nyata: pelayanan kepada sesama, komitmen pada kebaikan, kesediaan berkorban, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta ketekunan dalam menjalani panggilan hidup. Lewat karya-karyanya, ia memperlihatkan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang tidak hanya memperkaya batin pribadi, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi masyarakat dan lingkungan tempat ia berkarya. Kajian ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang manusia di dunia. Setiap pengalaman hidup mengajarkan sesuatu yang membentuk kedalaman batin. Setiap perjuangan menguatkan karakter. Setiap pelayanan membuka ruang baru bagi pertumbuhan iman. Dalam perspektif ini, spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan menuju kedewasaan manusia secara menyeluruh: kedewasaan iman, kedewasaan moral, kedewasaan emosional, dan kedewasaan sosial. Melalui perjalanan tersebut, manusia semakin memahami bahwa hidup bukan hanya tentang pencapaian materi atau status, melainkan tentang bagaimana ia dapat menjadi pribadi yang bermakna bagi sesama. Karya Hendrikus Leven menjadi inspirasi bahwa perjalanan spiritualitas adalah perjalanan untuk mencintai, mengampuni, melayani, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang bertolak dari pengalaman konkret manusia dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelayanan. Karya Hendrikus Leven menjadi contoh bahwa spiritualitas bukan hanya urusan batin, melainkan juga urusan tindakan nyata yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa spiritualitas kehidupan adalah proses panjang yang mengintegrasikan nilai, pengalaman, refleksi, dan tindakan sehingga membentuk kesatuan hidup yang penuh makna. Perjalanan ini mengarah pada kedalaman hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta pada komitmen untuk menjalani hidup dengan cinta kasih, kerendahan hati, dan pengabdian yang tulus.
REFELEKSI SPIRITUALITAS DALAM HIDUP HENDRIKUS LEVEN DAN MAKNA SALIB SPIRITUALITAS Paskalianus Suku Bahon; Maria Revliana Marjen
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis refleksi spiritualitas dalam hidup Hendrikus Leven dengan fokus pada pemaknaan salib dan relevansinya terhadap kehidupan rohani sehari-hari. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali pengalaman spiritual dan interpretasi personal Hendrikus mengenai salib sebagai simbol pengorbanan, harapan, dan transformasi hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna salib dalam hidup Hendrikus tidak hanya dipahami sebagai simbol religius, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang menuntunnya dalam menghadapi penderitaan, membangun relasi dengan Tuhan, serta menghayati panggilan pelayanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya spiritualitas salib dalam membentuk karakter Kristiani yang autentik, tangguh, dan penuh pengharapan. Lebih jauh, penelitian ini menemukan bahwa penghayatan spiritualitas salib mendorong Hendrikus untuk mengembangkan sikap kerendahan hati, kepekaan terhadap sesama, serta keteguhan hati dalam menjalani pergumulan batin maupun tantangan hidup. Spiritualitas salib baginya menjadi sumber kekuatan moral dan motivasi untuk terus memperbarui diri dalam terang kasih Kristus. Temuan ini menegaskan bahwa spiritualitas salib memiliki peran penting dalam membentuk karakter Kristiani yang autentik, tangguh, penuh pengharapan, serta mampu memaknai penderitaan bukan sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam kasih dan pelayanan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman teologis tentang peran salib dalam proses pendewasaan iman dan pembentukan spiritualitas personal.
INTEGRASI SPRITUALITAS HENDRICUS LEVEN DAN DIMENSI SPRITUALITAS KEHIDUPAN Odilia Aprilda Paun; Gibran Anand Perkasa; Nelcy Hella
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi visi spiritualitas Mgr. Henricus Leven, SVD (1883–1953), Vikaris Apostolik Kepulauan Sunda Kecil sekaligus pendiri Kongregasi Pengikut Yesus (CIJ), dengan model spiritualitas terintegrasi kontemporer. Spiritualitas modern dipahami sebagai pencarian makna, tujuan, dan koneksi transenden yang mengintegrasikan dimensi psikologis, sosial, dan eksistensial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif historis-hermeneutik dengan analisis dokumen dan kajian literatur. Data diperoleh dari arsip gereja, biografi, serta literatur akademik tentang spiritualitas terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep integrasi berlandaskan nilai integritas, dengan tujuan menciptakan persatuan dan kesejahteraan. Spiritualitas, menurut para ahli, merupakan pengalaman hidup yang menghubungkan iman, nilai, dan praksis sehari-hari. Dalam konteks historis, Henricus Leven mewujudkan spiritualitas terintegrasi melalui kepemimpinan berakar pada iman, pelayanan tanpa pamrih, keberanian menghadapi penderitaan, serta pembinaan komunitas religius pribumi. Nilai-nilai spiritualitas Leven relevan dengan kerangka spiritualitas modern yang holistik dan inklusif.
KEHIDUPAN YANG BERAKAR PADA IMAN DAN PELAYANAN Yosefina Elsawati Ume Betan; Natalia Tewo Huler; Nelci Halla
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2197

Abstract

Tujuan dari peziarahan setiap manusia adalah beristirahat dalam Allah, sehinga tidak ada satupun kekayaan material di dunia ini yang sanggup memberikan kepuasan yang abadi kepada manusia selain Allah sendiri. Kehidupan manusia seringkali dihadapkan pada tantangan materialistis yang berisiko mengaburkan keberadaan yang lebih dalam. Kehidupan ini dipahami bukan sebagai pemenuhan kewajiban eksternal semata, melainkan sebagai manifestasi cinta yang tulus dan sukarela. Penelitian ini mengkaji konsep kehidupan yang berakar pada iman yang teguh dan pelayanan yang nyata. Iman disini menuntut ekspresi konkret dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana ditegaskan dalam prinsip “Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati”. Aspek pelayanan menjadi bukti nyata dari iman yang hidup, dimana setiap individu didorong oleh kasih untuk menolong sesama yang membutuhkan. Kehidupan yang berakar pada iman dan pelayanan adalah kehidupan yang terintegrasi dimana iman dan pelayanan saling menguatkan. Fondasi iman yang kuat memungkinkan individu yang tetap teguh menghadapi tantangan hidup sementara semangat pelayanan mengubah keyakinan menjadi dampak sosial yang nyata, menjadikan individu sebagai agen transformasi yang membawa nilai-nilai positif ke dalam masyarakat.
SPIRITUALITAS HENDRICUS LEVEN DALAM MEWUJUDKAN KASIH DAN PENGORBANAN Stefanus Octavianus Rangga; Frederikus Ama Makin; Reinoldus Kopong; Januarius Sili Bayen
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2199

Abstract

Spiritualitas merupakan dimensi penting dalam kehidupan manusia yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam relasi dengan sesama dan Tuhan. Hendricus Leven menekankan spiritualitas sebagai suatu proses hidup yang berakar pada kasih dan diwujudkan melalui pengorbanan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep spiritualitas menurut Hendricus Leven serta relevansinya dalam mewujudkan nilai kasih dan pengorbanan dalam konteks kehidupan manusia. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan pemikiran Hendricus Leven dan konsep spiritualitas Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas Hendricus Leven menempatkan kasih sebagai inti kehidupan rohani yang tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diwujudkan dalam tindakan konkret berupa pengorbanan, pelayanan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang lemah dan menderita. Dengan demikian, spiritualitas ini mengajak manusia untuk hidup secara autentik dengan menjadikan kasih dan pengorbanan sebagai landasan utama dalam membangun relasi yang harmonis dengan Tuhan dan sesama.
DIALOG ANTAR SPIRITUALITAS HENDRIKUS LEVEN DAN SPIRITUALITAS KEHIDUPAN PRAKTEK TEOLOGIS Mauritius Bei Gening; Benediktus Ben
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2200

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi perjalanan dan wacana spiritual tokoh Hendrikus Leven dalam bingkai kehidupan sehari-hari serta makna teologis dari praktik spiritualitasnya. Pendekatan dilakukan melalui dialog konseptual antara penghayatan iman, praktik teologis, dan realitas hidup muda-masyarakat misi yang dilaluinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa spiritualitas Leven tidak hanya dimaknai sebagai hubungan vertikal manusia-Tuhan, tetapi juga sebagai hubungan horizontal: manusia-sesama dan manusia-lingkungan. Praktik teologisnya tekanan pelayanan, inkulturasi, dialog antar budaya, dan komitmen terhadap kaum marjinal sebagai wujud iman yang konkret. Dengan demikian, spiritualitas kehidupan dalam kerangka Leven muncul sebagai sintesis antara iman yang murni dan tindakan nyata di ruang sosial. Artikel ini menyatakan bahwa dialog spiritual-praktik teologis menjadi kunci untuk memahami bagaimana spiritualitas dapat diterapkan dalam konteks konkret kehidupan sehari-hari dan misi gerejawi. Akhirnya, artikel ini merekomendasikan agar pengembangan spiritualitas kontemporer memperhatikan kesinambungan antara doktrin, kultur lokal, dan tindakan sosial sebagai satu kesatuan yang utuh.
TRANSFORMASI KEHIDUPAN MELALUI LATIHAN KESADARAN SPRITUAL LEVEN Nelci Halla; Siti Fatimah; Alexander Laba Kewuan
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2202

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana latihan kesadaran dalam spiritualitas Leven dapat menjadi sarana transformasi kehidupan individu. Dengan menekankan kehadiran, penerimaan, dan keutuhan batin, latihan ini menghadirkan perubahan dalam cara seseorang memandang dirinya, lingkungannya, dan relasinya dengan realitas spiritual. Tulisan ini disusun menggunakan pendekatan deskriptif-konseptual tanpa penelitian empiris, tetapi mengacu pada pemikiran umum dalam literatur spiritualitas dan kesadaran.
SPIRITUALITAS KEHIDUPAN MENEMUKAN KETENANGAN DAN MAKNA HIDUP SEJATI Christian Bala Leba; Yosep Freinandemetz Ayub; Sebastianus Jefriyanto Sedo Senjaya
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2206

Abstract

Spiritualitas kehidupan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan manusia dalam menemukan ketenangan dan makna hidup sejati. Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, penuh tekanan, dan dipenuhi tuntutan yang semakin kompleks, manusia sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa sempat memahami dirinya secara mendalam. Kondisi ini menyebabkan banyak individu merasa hampa, kehilangan arah, dan tidak mampu menemukan kebahagiaan yang hakiki meskipun telah meraih kesuksesan secara materi. Spiritualitas hadir sebagai aspek yang memberikan ruang bagi manusia untuk kembali pada kesadaran terdalamnya, membangun hubungan dengan Tuhan, alam, sesama, dan dirinya sendiri. Melalui spiritualitas, individu dapat memahami bahwa hidup bukan sekadar proses mengejar target duniawi, tetapi juga perjalanan batin untuk mencapai kedamaian dan pemaknaan hidup yang lebih luhur. Dengan menumbuhkan spiritualitas, seseorang dapat menjalani hidup dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan pemahaman mendalam tentang tujuan keberadaannya. Spiritualitas menjadi jembatan yang menghubungkan manusia dengan nilai-nilai universal yang membawa pada ketenangan dan kebahagiaan hakiki. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan komprehensif tentang pentingnya spiritualitas dalam kehidupan modern dan bagaimana spiritualitas dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber kekuatan batin dan pedoman hidup.
SPIRITUALITAS DAN PANGGILAN HIDUP DALAM KONTEKS HENDRICUS LEVEN Eugenius D.Yoksan Riberu; Leonardus Sabon Mangan
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2207

Abstract

Artikel ini membahas spiritualitas dan panggilan hidup dengan merujuk pada pemikiran Hendrikus Leven, seorang tokoh yang menekankan keterpaduan antara dimensi batin, tindakan nyata, serta relasi manusia dengan Tuhan dan sesama.Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana spiritualitas bukan hanya pengalaman pribadi, tetapi juga sebuah proses terus-menerus untuk menemukan dan menghayati panggilan hidup secara otentik. Metode penulisan menggunakan kajian literatur kualitatif terhadap karya-karya dan refleksi dalam konteks spiritualitas kristiani.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa spiritualitas Henricus Leven menekankan integrasi: kesadaran diri, keterbukaan pada rahmat Tuhan, relasi dengan sesama, serta komitmen terhadap pelayanan. Panggilan hidup dalam konteks ini dipahami sebagai perjalanan pertumbuhan, bukan keputusan sesaat. Artikel ini menegaskan bahwa spiritualitas yang sehat akan berdampak pada kualitas panggilan, pelayanan, serta kehidupan sehari-hari seseorang.