cover
Contact Name
Afdhal Ilahi
Contact Email
admin@jurnalcenter.com
Phone
+6281277798480
Journal Mail Official
admin@jurnalcenter.com
Editorial Address
Jl. Arifin Ahmad, Gang Karya Bakti, Perumahan Dwi Tunggal Arifin Blok C8 Tahap 2
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Social Science and Education
ISSN : 3109855X     EISSN : 3109855X     DOI : https://doi.org/10.62567/ijosse
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) is a peer-reviewed academic journal dedicated to publishing high-quality research articles, reviews, and case studies in the fields of science and education. The journal aims to foster innovation and the dissemination of knowledge to enhance scientific and educational development at local, national, and international levels.
Articles 240 Documents
REPRESENTATION OF POVERTY AND SOCIAL DISCRIMINATION IN THE NOVEL ‘THE GRAPES OF WRATH’ BY JOHN STEINBECK (1939) Muhammad Taufik; Helmi Syukur; Nasrum; Syakirah Rahmah
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2137

Abstract

This research explores the themes of poverty and social discrimination in John Steinbeck's work entitled 'The Grapes of Wrath' through the perspective of Marxist theory. By using qualitative methods, including and in-depth understanding, this research investigates the content of the extent to which the characters' analytical experiences are in line with Karl Marx's views on class struggle. Findings show emotional representations of poverty, depicted through the return of a person recently released from prison to meet basic needs, and social discrimination, such as the rejection of homeless groups as local residents. This research deepens the understanding of economic structures and dominance interactions, providing insight into the complex relationship between societal forces and individual experiences in this novel. The aim of this research is to understand the various forms of poverty and social discrimination by utilizing the Marxist theory proposed by Karl Marx.
PENGARUH POSITIF DAN NEGATIF MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL, PSIKOLOGIS, DAN PERILAKU REMAJA YANG TIDAK TERBIASA DENGAN TEKNOLOGI SOSIAL MEDIA Nathasya Manafe; Ongki Bani; Novantri Kelendonu; Relis Roku Wag; Okma Feoh; Yenry Anastasia Pelondou
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2140

Abstract

Dampak positif dan negatif dari media sosial terhadap perkembangan sosial, psikologis, dan perilaku remaja yang belum terbiasa dengan teknologi media sosial. Di era digital ini, cara berinteraksi sosial telah berubah, terutama bagi remaja yang dibesarkan di tengah kemajuan teknologi yang cepat. Namun, tidak semua remaja beradaptasi dengan cara yang sama terhadap teknologi ini. Remaja yang masih asing dengan media sosial mungkin mengalami tantangan tersendiri saat menjelajahi dunia digital. Di sisi positif, media sosial dapat berfungsi sebagai alat untuk memperluas jaringan sosial, mendorong pembelajaran, dan membantu dalam pengembangan jati diri. Mereka dapat menemukan komunitas yang memiliki minat serupa, bertukar informasi, dan mengekspresikan kreativitas mereka. Namun, ada juga sisi negatif yang signifikan. Terpapar konten yang tidak pantas, mengalami cyberbullying, membandingkan diri secara sosial yang merugikan, dan risiko kecanduan bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan perilaku remaja. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sekelompok remaja yang diidentifikasi kurang akrab dengan media sosial. Temuan studi ini menunjukkan bahwa remaja dalam kelompok ini lebih rentan terhadap dampak negatif dari media sosial, seperti kecemasan sosial dan penurunan rasa percaya diri, disebabkan oleh kurangnya keterampilan digital dan strategi menghadapinya yang efektif. Di sisi lain, beberapa remaja berhasil memanfaatkan media sosial secara positif untuk keperluan pendidikan atau pengembangan keterampilan, meskipun dengan pengawasan yang lebih ketat. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan literasi digital yang menyeluruh dan dukungan psikososial bagi remaja, terutama bagi mereka yang kurang familiar dengan teknologi, untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko dari penggunaan media sosial.
HENDRIKUS LEVEN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PEMAHAMAN SPIRITUALITAS KEHIDUPAN Maria Dolorosa Linda Carvallo; Maria Risnawati Gau; Nelci Halla
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2148

Abstract

Hendrikus Leven, seorang Vikaris Apostolik Kepulauan Sunda Kecil dan pendiri Kongregasi Pengikut Yesus (CIJ), memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman spiritualitas kehidupan, khususnya di Indonesia. Spiritualitasnya menekankan pentingnya kehidupan yang berakar pada iman yang kokoh, pelayanan yang tulus, dan cinta kasih universal. Leven kecil dikenal sebagai sosok yang bijaksana, sederhana, dan memiliki semangat sosial yang tinggi, serta ketertarikan pada hidup religius sejak dini. Kontribusi utamanya terlihat dalam pengembangan dan pertahanan misi perutusan, termasuk pendirian Kongregasi Pengikut Yesus . Spiritualitas pelayanannya digambarkan melalui konsep, yang merupakan refleksi pribadi tentang bagaimana ia menjalankan perannya sebagai Uskup di Kepulauan Sunda Kecil. Selain itu, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) bahkan telah mengadakan peluncuran buku dan bedah buku berjudul Kontekstualisasi Pemikiran Heinrich Leven dalam Pendidikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penggelaran Hamba Allah Mgr. Heinrich Leven .Pemahaman spiritualitas yang ia wariskan mencakup penghayatan kaul, khususnya kaul ketaatan, oleh para suster Kongregasi Pengikut Yesus. Secara umum, spiritualitas adalah kepercayaan dan keyakinan seseorang terhadap kebenaran, kesucian, keterikatan, dan rasa tunduk kepada kekuatan yang lebih tinggi, yang mendorong serta mengarahkan tingkah laku individu. Spiritualitas Leven, yang telah disiapkan secara ilmiah dan spiritual sebagai misionaris, memberikan fondasi kuat bagi perkembangan kehidupan rohani dan sosial.Henricus Leven bukan hanya uskup dan misionaris, tetapi juga figur spiritual yang memadukan pengalaman batin dengan aksi nyata. Pemahaman spiritualitas kehidupan yang ia wariskan adalah spiritualitas hidup yang bertumbuh di dalam iman, diwujudkan dalam pelayanan kepada sesama, terutama mereka yang paling membutuhkan. Spiritualitas ini bukanlah sekadar konsep teoretis, tetapi dipraktikkan dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan umat sehingga menjadi teladan hidup Kristiani yang konkret.
PENGARUH KLAIM PRODUK, KESADARAN MEREK DAN SELEBRITI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KECANTIKAN SKINTIFIC Putri Aulia Sani; Somadi
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2149

Abstract

Pesatnya perkembangan industri kecantikan di Indonesia mendorong meningkatnya persaingan produk impor, khususnya produk skincare asal Tiongkok seperti Skintific. Keberhasilan merek ini tidak terlepas dari strategi pemasaran yang menekankan klaim produk, kesadaran merek, serta dukungan selebriti dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh klaim produk, kesadaran merek, dan selebriti terhadap keputusan pembelian produk kecantikan Skintific pada Generasi Z pengguna Shopee di Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, dengan kriteria responden berusia 15–29 tahun dan pernah membeli produk Skintific minimal satu kali. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial klaim produk, kesadaran merek, dan selebriti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Variabel selebriti memiliki pengaruh paling dominan, diikuti oleh kesadaran merek dan klaim produk. Selain itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran Skintific yang mengombinasikan klaim produk yang jelas, kesadaran merek yang kuat, serta penggunaan selebriti yang kredibel efektif dalam mendorong keputusan pembelian Generasi Z di Kota Bogor.
PERAN KEPALA UNIT DAN MANTRI DALAM IMPLEMENTASI QUICK RESPONSE INDONESIAN STANDARD (QRIS) KEPADA NASABAH UMKM : STUDI KASUS DI WILAYAH KANTOR UNIT BANK BRI SADANG SERANG Novia Febrianty; Ifa Shahrash
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kepala Unit dan Mantri dalam implementasi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) kepada nasabah UMKM di Bank BRI Unit Sadang Serang. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam fenomena implementasi QRIS di lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan Kepala Unit, Mantri, dan UMKM pengguna QRIS. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo, dengan triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Unit berperan dalam perencanaan strategis, pengawasan, dan koordinasi implementasi QRIS, sedangkan Mantri berperan dalam sosialisasi, edukasi, dan pendampingan lapangan. Meskipun implementasi QRIS berjalan baik secara sistemik, terdapat kesenjangan dalam pemanfaatan oleh UMKM, khususnya pada aspek produktivitas dan literasi digital. Penelitian ini memberikan implikasi bagi penguatan pendampingan, strategi manajemen sumber daya manusia, dan literasi digital bagi UMKM.
DEVELOPING TOPWORKSHEET AS STUDENTS’ DESCRIPTIVE READING WORKSHEET AT SMPN 21 MEDAN Kezia Aurelia Sembiring; Neni Afrida Sari
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2165

Abstract

This study aims to develop Topworksheet as students descriptive reading worksheet at SMP Negeri 21 Medan. Data consisted of an analysis of students' needs, interests, and challenges in using Topworksheet as descriptive reading worksheet, sourced from 20 ninth-grade students at SMP Negeri 21 Medan. Techniques for collecting data included distributing questionnaires, conducting interviews, and documentation. Instruments used were interview sheets, printed documents, and questionnaires. This study involved six key stages of Borg and Gall method, which included: gathering data and information, analyzing the data, designing the product, expert validation, revising and finalizing the product. The result of gathering and analyzing data showed that students had low interest in descriptive reading text due to monotonous and unvaried worksheets. This data identified students’ necessity (85%), lacks (55%) and wants (65%) for an interactive worksheet, engaging worksheet to develop reading understanding. The material designing and revising stage resulted in the Topworksheet Web, which consists of interactive descriptive reading practices, utilizing Canva-based visualization and educational games, including a glossary and word search. The expert validation involved a lecturer and a teacher, was 87.2%, and 98.4%, achieving an "Excellent" category. Based on the high validation scores from the experts, it can be concluded that the final product, the Topworksheet Web, is a highly appropriate and effective students' descriptive reading worksheet tailored to the specific needs of students at SMP Negeri 21 Medan.
PENGGUNAAN APLIKASI CAKE UNTUK MENINGKATKAN PENGUCAPAN BAHASA INGGRIS SISWA Neng Wafa Nurmayesti; Handi Pabriana; Anisa Septya Megawati
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2169

Abstract

Studi ini menyelidiki efektivitas aplikasi Cake dalam meningkatkan keterampilan pengucapan bahasa Inggris siswa dan mengidentifikasi aspek kefasihan pengucapan mana yang menunjukkan peningkatan terbesar. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian menggunakan desain pre-test dan post-test dengan 60 siswa kelas 11 di SMAI Nurul Huda, dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Pengumpulan data melibatkan tes pengucapan dan kuesioner, dianalisis melalui statistik deskriptif, N-Gain, dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Temuan ini mengungkapkan keuntungan yang signifikan dalam kelompok eksperimen, dengan skor meningkat dari 46,67 menjadi 81,73, dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang hanya meningkat dari 50,93 menjadi 57,70. Siswa juga mengungkapkan persepsi positif tentang aplikasi Cake, mencatat peningkatan kefasihan dan kepercayaan diri mereka selama latihan pengucapan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa aplikasi Cake secara efektif meningkatkan keterampilan pengucapan bahasa Inggris siswa.
KONSEP MEDAN MAKNA DALAM PEMIKIRAN AHMAD MUKHTAR UMAR DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Raodhatul Fitri; Haniah; Amrah Kasim
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2170

Abstract

This study aims to examine the concept of semantic fields in the thought of Ahmad Mukhtar Umar and its relevance to Arabic language learning. The research employs a qualitative approach with the library study method, which is based on theoretical analysis of relevant scholarly literature. The data consist of primary and secondary sources. The primary data are obtained from Ahmad Mukhtar Umar’s works discussing ‘ilm al-dalālah (semantics), while the secondary data come from books, journal articles, and websites related to semantics and Arabic language learning. The findings show that Ahmad Mukhtar Umar’s linguistic thought is built upon the integration of classical Arabic linguistic traditions and modern linguistic theories, emphasizing language as a dynamic and contextual system of meaning. The concept of the semantic field is understood as a network of semantic relations among vocabulary items, encompassing synonymy, hyponymy, part–whole relations, antonymy, and incompatibility. The study concludes that applying the concept of semantic fields in Arabic language learning enables thematic and conceptual vocabulary development, thereby supporting more meaningful, communicative, and contextual learning.
MENUMBUHKAN JIWA PANCASILA DI KALANGAN ANAK MUDA BANGSA MELALUI NILAI – NILAI ADAT DAN TRADISI LOKAL Ursula Lodang Soge; Georinia Wasi Wekin
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2173

Abstract

Artikel ini mengkaji secara komprehensif upaya menumbuhkan jiwa Pancasila di kalangan anak muda bangsa melalui pemanfaatan nilai-nilai adat dan tradisi lokal sebagai fondasi pendidikan karakter. Dalam konteks modern, generasi muda Indonesia menghadapi perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang berlangsung sangat cepat, sehingga nilai-nilai kebangsaan kerap mengalami pergeseran makna maupun pengurangan relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut adanya strategi pembinaan karakter yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional, historis, dan kultural dengan kehidupan anak muda. Adat dan tradisi lokal yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara mengandung berbagai nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap sesama, solidaritas, kearifan spiritual, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur. Nilai-nilai tersebut selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila dan dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap identitas nasional. Melalui pendekatan kultural, pendidikan berbasis kearifan lokal dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas adat, dan organisasi kepemudaan. Proses internalisasi nilai dilakukan melalui pengenalan tradisi lokal, partisipasi aktif dalam kegiatan budaya, integrasi materi kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan, serta pembentukan ruang dialog yang memungkinkan anak muda memahami relevansi adat terhadap nilai-nilai Pancasila. Artikel ini menegaskan bahwa pelestarian adat dan tradisi bukan sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga merupakan strategi transformasi karakter yang mampu mendorong anak muda agar berperilaku sesuai dengan nilai Pancasila secara sadar dan konsisten. Dengan menghubungkan nilai Pancasila dengan realitas budaya yang dekat dengan kehidupan mereka, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan karakter nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan global. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penguatan jiwa Pancasila melalui adat dan tradisi lokal merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, berakar pada budaya bangsa, serta mampu menghadapi dinamika zaman tanpa kehilangan identitas keindonesiaannya.
ANALISIS KOMPARATIF MODEL PEMBELAJARAN ASYIK DAN ATIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF PADA ANAK USIA DINI Anisya Fitriasari; Indri Ristiani; Mega Endang Sari; Faridatul Ula; Sri Watini
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.2175

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Model Pembelajaran ASYIK (Aman, Senang, Yakin, Inovatif, Kreatif) dan Model ATIK (Amati, Tiru, Kerjakan) dalam meningkatkan partisipasi aktif anak usia dini melalui pendekatan kualitatif studi literatur. Temuan kajian menunjukkan bahwa Model ASYIK berperan strategis dalam menstimulasi dimensi afektif melalui penciptaan ekosistem belajar yang kondusif, di mana penggunaan instrumen reward dan yel-yel secara efektif memitigasi kecemasan instruksional serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Sementara itu, Model ATIK menyediakan kerangka kerja metodologis sistematis yang mengakomodasi kebutuhan eksplorasi sensorik dan motorik anak melalui tahapan belajar berbasis pengalaman (experiential learning). Sinergi antara aspek emosional pada model ASYIK dan struktur kognitif pada model ATIK menghasilkan paradigma pembelajaran holistik yang tidak hanya meningkatkan keterlibatan kinestetik dan literasi numerasi, tetapi juga memperkuat kesiapan mental (school readiness) anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Secara teoretis, integrasi kedua model inovatif ini menegaskan pentingnya reposisi peran pendidik sebagai desainer pengalaman yang mampu menyelaraskan stimulasi pedagogis dengan karakteristik perkembangan alamiah anak pada masa golden age.