cover
Contact Name
RUDI TRI MARTONO
Contact Email
rudi@rajekwesi.ac.id
Phone
+62353882197
Journal Mail Official
lppm@rajekwesi.ac.id
Editorial Address
STIKES Rajekwesi JL. KH. Rosyid Km.5 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
ISSN : 20875231     EISSN : 27222721     DOI : -
Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan di dalam maupun di luar Negeri. Naskah berupa penelitian yang bermanfaat untuk menjaga kemajuan ilmu kesehatan. Naskah yang diterima Redaksi dimuat tanpa merubah isi dan menyesuaikan format penulisan yang telah ditetapkan oleh Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro.Jurnal Ilmiah Kesehatan menerima hasil penelitian, kajian konsep yang merupakan pemikiran inovasi hasil telaah pustaka dan pembahasan tinjauan pustaka belum pernah dipublikasikan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan Ilmu Pendidikan di bidang kesehatan di dalam maupun luar Negeri.
Articles 34 Documents
Asuhan Keperawatan Dengan Stemi Anterior Di Rumah Sakit Tipe A : Studi Kasus: Nursing Care For Patients With Anterior Stemi In A Type A Hospital : A Case Study Azmy Avi Alizain; Innani Wildania; Khikmatul Mujizah; Fuji Istiana
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2026): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56800/jpk.v17i2.105

Abstract

ABSTRAK ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan kondisi akut yang membutuhkan penanganan segera dan pemantauan secara komprehensif. Pasien dengan STEMI dapat mengalami nyeri dada, sesak napas, gangguan fungsi jantung, serta keterbatasan aktivitas yang memerlukan asuhan keperawatan secara sistematis. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan STEMI anterior di rumah sakit tipe A. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam studi kasus adalah satu pasien dengan diagnosis medis STEMI anterior yang menjalani perawatan di RS Tipe A. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri dada sebelah kiri, sesak napas, kelemahan, takikardia dengan frekuensi nadi 120 kali/menit, frekuensi pernapasan 23 kali/menit, serta terdengar ronki dan gallop S3. Pemeriksaan EKG menunjukkan sinus rhythm, ST elevation pada V2–V3, left axis deviation, dan complete right bundle branch block. Foto toraks menunjukkan edema paru bilateral. Tiga diagnosis keperawatan yang ditemukan yaitu nyeri akut, penurunan curah jantung, dan intoleransi aktivitas. Implementasi keperawatan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, saturasi oksigen dan EKG, manajemen nyeri, pemberian oksigen, posisi semi-Fowler, teknik relaksasi, serta peningkatan aktivitas secara bertahap. Evaluasi menunjukkan nyeri mengalami penurunan dari skala 6/10 menjadi 1/10, pasien tidak tampak gelisah, saturasi oksigen berada pada 96–98%, dan pasien mulai mampu duduk secara terbatas di tempat tidur. Asuhan keperawatan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan pada pasien STEMI anterior menunjukkan adanya perbaikan pada masalah nyeri akut dan kondisi klinis pasien. Pemantauan hemodinamik, EKG, oksigenasi, manajemen nyeri, serta pengaturan aktivitas secara bertahap merupakan komponen penting dalam mendukung stabilisasi pasien STEMI. Masalah penurunan curah jantung dan intoleransi aktivitas masih memerlukan pemantauan serta intervensi lanjutan. Keywords: anterior STEMI; nursing care; acute pain; decreased cardiac output; activity intolerance. ABSTRACT ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) is an acute condition requiring immediate management and comprehensive monitoring. Patients with STEMI may experience chest pain, dyspnea, impaired cardiac function, and activity limitations that require systematic nursing care. This case study aimed to describe the implementation of nursing care in a patient with anterior STEMI in a type A hospital. This study used a descriptive method with a case study approach. The subject was one patient medically diagnosed with anterior STEMI who received treatment at A Hospital. Data were collected through interviews, observation, physical examination, and medical record documentation. The nursing care process consisted of assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The assessment showed that the patient experienced left-sided chest pain, dyspnea, weakness, tachycardia with a heart rate of 120 beats/minute, a respiratory rate of 23 breaths/minute, pulmonary crackles, and an S3 gallop. Electrocardiography showed sinus rhythm, ST elevation in leads V2–V3, left axis deviation, and complete right bundle branch block. Chest radiography showed bilateral pulmonary edema. Three nursing diagnoses were identified: acute pain, decreased cardiac output, and activity intolerance. Nursing interventions included monitoring vital signs, oxygen saturation and electrocardiography, pain management, oxygen administration, semi-Fowler positioning, relaxation techniques, and gradual activity progression. Evaluation showed that pain decreased from 6/10 to 1/10, the patient no longer appeared restless, oxygen saturation remained at 96–98%, and the patient began to tolerate limited sitting at the bedside. Systematic and continuous nursing care in a patient with anterior STEMI demonstrated improvement in acute pain and overall clinical condition. Hemodynamic and ECG monitoring, oxygenation management, pain management, and gradual activity progression are important components in supporting patient stabilization. Decreased cardiac output and activity intolerance still required continued monitoring and further intervention. Keywords: anterior STEMI; nursing care; acute pain; decreased cardiac output; activity intolerance.
Asuhan Keperawatan Pada Nn.S Dengan Diagnosa Medis Cedera Kepala Ringan Diruang High Care Unit (HCU): Studi Kasus: Nursing Care for Ms. S with a Medical Diagnosis of Mild Head Injury in the High Care Unit: A Case Study Novika Reza; Retno Puji Astuti; Hartatik; Fidrotin Azizah
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2026): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56800/jpk.v17i2.106

Abstract

ABSTRAK Cedera kepala ringan merupakan kondisi yang membutuhkan pemantauan neurologis secara berkelanjutan karena perubahan kondisi klinis dapat terjadi setelah trauma. Penatalaksanaan keperawatan yang tepat diperlukan untuk mempertahankan stabilitas neurologis, mengontrol nyeri, dan mencegah komplikasi akibat cedera. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan penatalaksanaan keperawatan pada pasien dengan cedera kepala ringan. Studi ini menggunakan desain case study pada seorang perempuan berusia 34 tahun dengan cedera kepala ringan akibat kecelakaan lalu lintas. Data diperoleh melalui pengkajian, pemeriksaan fisik dan penunjang, penetapan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi selama tiga hari perawatan. Hasil pengkajian menunjukkan riwayat penurunan kesadaran, pusing, nyeri kepala, leher dan wajah kiri, serta edema, hematoma, abrasi, dan laserasi wajah. Pemeriksaan CT-scan menunjukkan tidak terdapat perdarahan intrakranial, tetapi ditemukan fraktur zygomaticomaxillary complex (ZMC) kiri. Tiga diagnosis keperawatan teridentifikasi, yaitu risiko perfusi serebral tidak efektif, nyeri akut, dan gangguan integritas kulit. Setelah tiga hari intervensi, kondisi neurologis tetap stabil dengan GCS 15 dan kesadaran compos mentis. Keluhan pusing berkurang, intensitas nyeri menurun dari 7/10 menjadi 5/10, dan edema wajah mengalami penurunan. penatalaksanaan keperawatan yang meliputi pemantauan neurologis, manajemen nyeri, dan perawatan luka menunjukkan perkembangan klinis yang positif pada pasien cedera kepala ringan dengan cedera wajah penyerta. Pemantauan berkelanjutan dan edukasi pasien serta keluarga diperlukan untuk mendukung pemulihan dan mencegah komplikasi. Kata Kunci: cedera kepala ringan; asuhan keperawatan; manajemen nyeri; perfusi serebral ABSTRACT Mild traumatic brain injury was a condition that required continuous neurological monitoring because clinical changes could occur after trauma. Appropriate nursing management was needed to maintain neurological stability, control pain, and prevent complications. This study aimed to describe nursing management in a patient with mild traumatic brain injury. A case study design was used involving a 34-year-old woman who experienced mild traumatic brain injury following a traffic accident. Data were collected through assessment, physical and supporting examinations, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation during three days of treatment. The assessment showed a history of loss of consciousness, dizziness, and pain in the head, neck, and left side of the face, accompanied by facial edema, hematoma, abrasion, and laceration. A CT scan showed no intracranial hemorrhage but revealed a left zygomaticomaxillary complex (ZMC) fracture. Three nursing diagnoses were identified: risk for ineffective cerebral tissue perfusion, acute pain, and impaired skin integrity. After three days of nursing interventions, the patient remained neurologically stable with a Glasgow Coma Scale score of 15 and compos mentis consciousness. The dizziness decreased, the pain intensity decreased from 7/10 to 5/10, and facial edema decreased. Nursing management, including neurological monitoring, pain management, and wound care, resulted in positive clinical progress in the patient with mild traumatic brain injury and associated facial injury. Continuous monitoring and education for the patient and family were needed to support recovery and prevent complications. Keywords: mild traumatic brain injury; nursing care; pain management; cerebral perfusion.
PELAKSANAKAN FAMILY CENTERED MATERNITY CARE (FCMC) DALAM ASUHAN KEBIDANAN DI PUSKESMAS DANDER KABUPATEN BOJONEGORO: Implementation of Family-Centered Maternity Care (FCMC) in Midwifery Care at Dander Community Health Center, Bojonegoro Regency NUR AZIZAH; Mifta Nur Laili; Puji Lestari; Ihsanti Indri; Prita Yuliana; Aulia Chairunnisa
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2026): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56800/jpk.v17i2.107

Abstract

Family center maternity care adalah Salah satu pendekatan dalam asuhan kebidanan komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan ibu dan bayi berbasis dukungan keluarga yaitu dengan melakukan pendidikan kesehatan melalui peran Family Centered Maternity Care (FCMC), merupakan suatu upaya untuk memotivasi ibu hamil dalam menjaga kesehatan dengan melibatkan peran dukungan semua anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran Family Centered Maternity Care (FCMC) dalam asuhan kebidanan di Puskesmas Dander, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan desain diskriptif dengan variabel tunggal yaitu pelaksanaan family centered maternity care yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Dander, Kabupaten Bojonegoro. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu hamil dan ibu nifas di Puskesmas Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro yang bersedia menjadi responden yaitu sebanyak 51 orang yang memenuhi kriteria penelitian, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. intrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang dibentuk dalam (googleform). Analisis data dilakukan secara univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase masing-masing variabel penelitian antara lain: usia, pendidikan, pekerjaan, paritas dan pelaksanaan family centered maternity care (FCMC). hasil penelitian bahwa sebagian besar responden mengikuti pelaksanaan family centered maternity care (FCMC dalam asuhan kebidanan di Puskesmas Dander, Kabupaten Bojonegoro Kata Kunci : Asuhan kebidanan; Family centered maternity care (FCMC), Kehamilan ABSTRACT Family center maternity care is one of the approaches in community midwifery care to improve the welfare of maternal and infant health based on family support, namely by conducting health education through the role of Family Centered Maternity Care (FCMC), an effort to motivate pregnant women in maintaining health by involving the support role of all family members. This study aims to identify the picture of Family Centered Maternity Care (FCMC) in midwifery care at the Dander Health Center, Bojonegoro Regency. This study uses a descriptive design with a single variable, namely the implementation of family centered maternity care carried out in the working area of ​​the Dander Health Center, Bojonegoro Regency. The sample in this study was some pregnant women and postpartum mothers at the Bojonegoro Health Center, Bojonegoro Regency who were willing to be respondents, namely 51 people who met the research criteria, sampling using purposive sampling. The research instrument used was a questionnaire formed in (googleform). Univariate data analysis was used to describe the frequency distribution and percentage of each research variable, including: age, education, occupation, parity, and implementation of family-centered maternity care (FCMC). The results of the study showed that most respondents participated in the implementation of family-centered maternity care (FCMC) in midwifery care at the Dander Community Health Center, Bojonegoro Regency. Keywords: Midwifery care; Family-centered maternity care (FCMC); Pregnancy
PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PELAKSANAAN SENAM KEGEL UNTUK MENDUKUNG PEMULIHAN MASA NIFAS DI DESA SUMBERTLASEH TAHUN 2026: KNOWLEDGE OF POST-POST MOTHERS ABOUT IMPLEMENTING KEGEL EXERCISES TO SUPPORT POST-POST RECOVERY IN SUMBERTLASEH VILLAGE IN 2026 Ihsanti Indri Fajriya; Aulia Chairunnisa; Raffiky Pinandia Sustamy
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2026): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56800/jpk.v17i2.108

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan kehamilan dan relaksasi otot-otot dasar panggul serta saluran vagina saat hamil dan melahirkan dapat mengubah seberapa longgar dinding perut. Latihan kebugaran jasmani dapat dilakukan setelah melahirkan untuk mencapai tujuan pemulihan. Latihan Kegel, yang menargetkan otot dasar panggul pubococcygeus, pertama kali disyaratkan untuk membantu wanita yang tidak bisa mengatur buang air kecil, terutama setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk membekali ibu nifas dengan pengetahuan, pemahaman, dan praktik penggunaan senam Kegel nifas. Populasi ibu nifas di Desa Sumber Tlaseh Kecamatan Dander pada tanggal 18 Mei 2026 menjadi subjek penelitian deskriptif ini. Sebanyak 28 responden dari populasi sampel dipilih dengan teknik total sampling menggunakan rancangan penelitian cross-sectional. Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan pendekatan pengisian kuesioner. Berdasarkan analisis data, sebagian besar ibu nifas tahu (50,0%) dan sebagian besar paham (50,0%) memiliki wawasan cukup tentang senam Kegel di Desa Sumber Tlaseh Kecamatan Dander pada tahun 2026. Harapannya, para ibu bersalin akan lebih giat mencari ilmu dan menerapkan latihan senam Kegel. Kata kunci : wawasan, ibu nifas, senam kegel ABSTRACT The growth of pregnancy and the relaxation of the pelvic floor muscles as well as the vaginal canal during pregnancy and childbirth can change how loose the abdominal muscles are. Physical training can be used to achieve recovery goals. Kegel training, which targets the pubococcygeus muscles, helps women who cannot control urination well, especially post childbirth. This study aims to evaluate and equip postpartum mothers with the knowledge, understanding, and practice of postpartum Kegel training. The population of postpartum women in Sumber Tlaseh Village, Dander District on May 18, 2026, served as the subjects of this descriptive research. A total of 28 respondents were selected using a total sampling technique with a cross-sectional approach. Variable measurements were carried out using a questionnaire filling approach. Based on data analysis, most postpartum mothers know (50.0%) and understand (50.0%), possessing sufficient knowledge about Kegel training in Sumber Tlaseh Village, Dander District in 2026. It is expected that postpartum mothers will be more active in seeking knowledge about Kegel training. Keyword : knowledge, postpartum, kegel training

Page 4 of 4 | Total Record : 34