cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2014)" : 35 Documents clear
Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pelaksanaan SOP Asuhan Keperawatan di ICU-ICCU RSUD Gambiran Kota Kediri Nazvia, Nazvia; Loekqijana, Ahas; Kurniawati, Janik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.049 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.17

Abstract

Kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan komponen penting dalam manajemen keselamatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam pelaksanaan SOP asuhan keperawatan di ruang ICU/ICCU RSUD Gambiran Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui kepatuhan perawat dan faktor yang mempengaruhi (umur, lama kerja, tingkat pendidikan, motivasi, dan persepsi). Instrumen penelitian menggunakan checklist, wawancara, dan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil uji analisis menunjukkan ada pengaruh antara motivasi dan persepsi terhadap kepatuhan perawat dalam pelaksanaan SOP. Variabel lainnya seperti umur, tingkat pendidikan dan lama kerja tidak berpengaruh terhadap kepatuhan perawat.Kata Kunci: ICU, kepatuhan perawat, motivasi, persepsi, standard operational procedure
Pengembangan Model Jenjang Karir Perawat Klinis di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Kolibu, Febi Kornela; Hariyanto, Tatong; Pusparahaju, Arhwinda
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.633 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.24

Abstract

Perawat klinik di RSBB terdiri dari pegawai tetap dan pegawai kontrak. Pengembangan karir yang selama ini dilaksanakan di RSBB berdasarkan masa kerja dan pelatihan yang diikuti oleh perawat belum dilaksanakan sesuai dengan jenjang karir profesional perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengembangan karir perawat klinik di rumah sakit Baptis Batu (RSBB) dan menyusun rancangan pengembangan karir profesional perawat di rumah sakit Baptis Batu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan selama bulan Oktober-November 2013. Data diperoleh dengan wawancara dan focus group discussion (FGD) dengan Direktur rumah sakit, manajer sumber daya manusia, kepala komite keperawatan, manajer keperawatan, kepala-kepala ruangan dan perwakilan perawat di unit rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat (96,7%) memiliki latar belakang pendidikan DIII keperawatan, belum terdapat pola khusus dalam pelaksanaan recruitment, rotasi dan promosi perawat. Rancangan jenjang karir profesional perawat di RSBB disusun berdasarkan latar belakang pendidikan, masa kerja dan uji kompetensi. Dari setiap level jenjang karir, perawat akan dibagi dalam kategori perawat junior, middle dan senior dan diikuti dengan pemberian penghargaan berupa remunerasi.Kata Kunci: Pengembangan karir, perawat klinik
Kepatuhan Standar Prosedur Operasional Hand Hygiene pada Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Fauzia, Neila; Ansyori, Anis; Hariyanto, Tuti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.657 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.31

Abstract

Kesadaran cuci tangan (hand hygiene) pada petugas kesehatan merupakan perilaku yang mendasar dalam upaya mencegah infeksi silang. Cuci tangan mempunyai pengaruh besar terhadap pencegahan terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit dan perawat mempunyai andil besar karena berinteraksi dengan pasien selama 24 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran perilaku cuci tangan perawat di ruang rawat inap rumah sakit X Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode yang digunakan dengan cara observasi hanya pada satu kali momen cuci tangan. Subjek penelitian adalah perawat pelaksana yang berada di lima ruang rawat inap. Jumlah sampel yang diambil adalah 43 perawat. Pengumpulan data dengan cara observasi langsung menggunakan tabel cek list berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berlaku di rumah sakit X.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hand hygiene perawat sesuai dengan SPO yang berlaku di rumah sakit tersebut secara keseluruhan sebesar 36% dengan kepatuhan tertinggi pada unit stroke. Tahapan dalam SPO dengan kepatuhan rendah terutama pada detail teknik melakukan cuci tangan.Kata Kunci: Hand hygiene, kepatuhan, perawat, standar prosedur operasional
Efek Waktu Paparan Genistein terhadap Pembentukan Jantung Embrio Zebrafish Aurora, Habiba; Pramulawati, Devi Anggraeni; Lyrawati, Diana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.919 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.5

Abstract

Genistein merupakan fitoestrogen yang telah banyak diteliti manfaatnya terhadap kesehatan. Efek samping penggunaan genistein belum banyak dipelajari. Pada masa awal perkembangan paparan genistein dalam dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan meningkatkan angka kematian. Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh perbedaan waktu paparan genistein terhadap perkembangan jantung zebrafish, melalui pengamatan pada frekuensi denyut jantung dan ketebalan pericardium dari embrio zebrafish. Embrio zebrafish dipapar dengan genistein 10 µM sejak 2, 24, dan 48 hpf (hours post fertilization). Pengamatan dilakukan pada 72 hpf pada mikroskop dengan perbesaran obyektif 40x, pengukuran ketebalan perikardium dilakukan menggunakan mikrometer pada bagian lateral embrio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan genistein pada tahap awal perkembangan zebrafish menyebabkan penurunan frekuensi denyut jantung dan edema perikardium. Efek tersebut akan berkurang dengan penundaan awal pemberian paparan genistein.Kata Kunci: Denyut jantung, edema perikardium, genistein, zebrafish
Paparan Ultraviolet C Meningkatkan Diameter Pulpa Alba Limpa dan Indeks Mitotik Epidermis Kulit Mencit Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Iszamriach, Rainy; Nofariyandi, Arie
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.54 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek radiasi sinar ultraviolet C terhadap diameter pulpa alba limpa dan indeks mitotik epidermis kulit mencit. Penelitian eksperimental pada mencit Balb/C, 25 ekor, dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol dan empat kelompok perlakuan dengan pemaparan sinar ultraviolet intensitas 15 (P1), 30 (P2), 60 (P3) dan 120 menit (P4) 2 kali sehari selama 15 hari berturut-turut. Sebelum perlakuan, kulit punggung mencit dicukur. Pada hari ke-16, mencit dikorbankan, diambil organ limpa dan kulit punggungnya untuk dibuat preparat histologi. Data berupa diameter pulpa alba limpa dan indeks mitotik dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil pengukuran diameter pulpa alba limpa pada yang terkecil pada kelompok kontrol yaitu 380,24±61,91 diikuti kelompok P1=437,92±95,59 selanjutnya kelompok P2=480,48±167,55 dan kelompok P3=492,80±138,59 dan yang terbesar pada kelompok P4=586,00±41,77. Hasil pengukuran indeks mitotik epidermis kulit mencit yang terkecil pada kelompok kontrol 9,70±2,27 diikuti kelompok P1=12,2±1,93 selanjutnya kelompok P2=13,64±1,35 dan kelompok P3=27,48±3,65 dan yang terbesar pada kelompok P4=38,2±3,90. Ada perbedaan bermakna diameter pulpa alba limpa (p<0,00) dan indeks mitotik epidermis kulit mencit (p<0,00). Disimpulkan bahwa paparan sinar ultraviolet C meningkatkan diameter pulpa alba limpa dan indeks mitotik epidermis kulit mencit.Kata Kunci: Indeks mitotik, mencit, pulpa alba limpa, ultraviolet C
Pengembangan Instrumen Penilaian Kualitas Layanan Rumah Sakit Kartikasari, Dwi; Dewanto, Aryo; Saleh, Maya Syahria
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.14

Abstract

Pengukuran kualitas pelayanan secara berkala merupakan titik masuk dalam peningkatan mutu berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian kualitas layanan. Instrumen dikembangkan berdasarkan kuesioner kualitas layanan yang disusun oleh Padma yang selanjutnya dianalisis untuk melihat faktor pembentuk dimensi kualitas layanan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner delapan dimensi kualitas layanan yang diukur berdasarkan persepsi pasien menggunakan skala Likert 5 poin. Kuesioner diberikan pada 84 pasien di Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Analisis data menggunakan Confirmatory Analysis Factor (CFA ) dengan uji kecukupan sampel KMO MSA>0,50 pada semua dimensi dengan signifikasi bartlett test 0,00 (Sign<0,05). Ekstraksi dan rotasi faktor dilakukan hingga terbentuk satu komponen pada satu dimensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 8 dimensi kualitas layanan yang terdiri 59 item pernyataaan, setelah dilakukan analisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan loading factor diatas 0,50, menghasilkan 3-7 item pada masing-masing dimensi sehingga didapatkan 37 item. Dimensi infrastruktur dibentuk oleh 5 item, kualitas personil dibentuk oleh 6 item, proses perawatan klinis dibentuk oleh 4 item, prosedur administrasi dibentuk oleh 4 item, indikator keselamatan pasien dibentuk oleh 3 item, citra rumah sakit dibentuk oleh 5 item, tanggung jawab sosial dibentuk oleh 3 item, dan kepercayaan terhadap rumah sakit dibentuk oleh 7 item.Kata Kunci: Kepuasan pasien, kualitas layanan rumah sakit, kuesioner
Positioning Unit Rehabilitasi Medik sebagai Centre of Excellence di Rumah Sakit Baptis Batu Laksana, Evi; Hariyanto, Tatong; Pusparahaju, Arhwinda
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.091 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.18

Abstract

Rumah sakit perlu membangun produk unggulan (centre of excellence) yang dapat menarik pasien dan citra rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi positioning unit rehabilitasi medi di mata pelanggan. Penelitian dilakukan pada 30 responden yang dipilih secara accidental sampling pada bulan Oktober 2013. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 responden dengan menggunakan kuesioner, dengan variasi pertanyaan tertutup yang menggunakan skala Likert, serta pertanyaan terbuka sebagai instrumen. Variabel yang diukur adalah karakteristik responden dan respon terhadap positioning kualitas pelayanan rehabilitasi medik. Hasil menunjukkan karakteristik responden yang datang menggunakan fasilitas rehabilitasi medik sebagian besar berusia usia 31-35, perempuan, berasal dari dari wilayah batu, tingkat pendidikan sarjana, bekerja sebagai PNS/PPNS, dengan sumber pembiayaan terbesar dari ASKES. Dimata pelanggan menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan baik, ramah, cepat, tepat, serta mempunyai tingkat keberhasilan terapi yang baik, dengan fasilitas lengkap dan harga terjangkau. Unit juga sudah menjadi top of mind responden jika memerlukan pelayanan rehabilitasi medik. Hasil ini menunjukkan bahwa unit rehabilitasi medik mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi centre of excellence di Rumah Sakit Baptis Batu.Kata Kunci:  Produk unggulan (centre of excellence), unit rehabilitasi medik, positioning
Peran Pengetahuan dan Sikap Dokter dalam Ketepatan Koding Diagnosis berdasar ICD 10 Noor, Viva Maiga Mahliafa; Ansyori, Anis; Hariyanto, Tuti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.387 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.25

Abstract

Berdasarkan data di RS X di Malang, sejak diterapkannya INA-CBG pada tahun 2009 masih terdapat ketidaksesuaian diagnosis dengan kode ICD-10. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan penulisan koding diagnosis ICD-10 oleh tenaga medis RS X di Malang. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini berjumlah 5 orang dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (In depth interview) dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan lemahnya pengetahuan, pemahaman dan sikap Dokter terhadap pentingnya akurasi koding diagnosis sesuai ICD 10 dalam manajemen di rumah sakit, meskipun sudah terpapar dengan pelatihan dan sosialisasi yang didukung dengan adanya prosedur standar. Rumah sakit perlu memperkuat pemahaman dan sikap positif Dokter terhadap akurasi koding diagnosis sesuai ICD yang didukung dengan mekanisme reward and punishment yang jelas.Kata Kunci: Akurasi koding diagnosis,dokter,  ICD 10, pengetahuan dan sikap
Evaluasi Pelaksanaan Sistem Identifikasi Pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Anggraini, Dewi; Hakim, Lukman; Imam, Cecilia Widjiati
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.601 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.32

Abstract

Keamanan pelayanan di rumah sakit dimulai dari ketepatan identifikasi pasien. Rumah sakit harus membangun sistem yang menjamin bahwa pelayanan yang tepat diberikan kepada pasien yang tepat. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab belum optimalnya pelaksanaan sistem identifikasi pasien serta mencari alternatif solusi untuk mengoptimalkan pelaksanaan sistem identifikasi pasien di Ruang Rawat Inap RS.X Malang. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan focus group discussion (FGD), wawancara, pengamatan serta studi dokumen. Identifikasi prioritas alternatif solusi menggunakan brainstorming dengan mempertimbangkan urgency, severity/seriousness, growth (USG). Secara struktur sistem identifikasi pasien cukup lengkap.  Pengetahuan perawat tentang sistem identifikasi pasien cukup baik. Sikap perawat dan petugas lain terhadap pelaksanaan prosedur identifikasi pasien adalah positif namun tidak selalu melakukan prosedur verifikasi sesuai ketentuan terutama untuk tindakan yang menurut perawat tidak berisiko terutama pada saat shift sore dan malam.  Keterbukaan untuk melaporkan insiden pada petugas masih belum optimal. Kendala dan hambatan terutama dirasakan masih sulit merubah kebiasaan untuk selalu melakukan verifikasi, terkadang pasien mengeluh jika terlalu sering ditanya identitasnya, tidak dirasakan adanya kendala ketersediaan gelang identitas, kadang-kadang terjadi salah cetak nama pada stiker identitas. Penyebab utama belum optimalnya pelaksanaan sistem identifikasi pasien berhubungan dengan sistem supervisi terhadap pelaksanaan prosedur identifikasi yang belum optimal serta budaya safety yang masih perlu terus ditingkatkan.Kata Kunci: Budaya keselamatan pasien, keselamatan pasien, sistem identifikasi pasien
Korelasi Kadar Vitamin D, dengan TNF-α dan Manifestasi Klinis pada Pasien Artritis Rematoid Ruliani, Hanik; Kalim, Handono; Suryana, BP Putra; Handono, Kusworini
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.7

Abstract

Artritis rematoid (AR) adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan sinovitis erosif simetrik, diawali dengan  aktivasi sel T dependent antigen yang akan mencetuskan respon imun, terutama tipe Th1. Tumor necrosis factor (TNF-α) adalah sitokin sentral pada patogenesis AR.  Diketahui bahwa defisiensi vitamin D berkaitan dengan eksaserbasi respon imun Th1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kadar vitamin D dengan kadar TNF- α, beratnya aktivitas penyakit pada pasien rematoid artritis. Penelitian cross sectional dilakukan pada pasien rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 24 pasien, kriteria diagnosis ditegakkan menurutkriteria ACR/EULAR 2010. Vitamin D dalam darah  dan TNF-α  diukur dengan metode ELISA, beratnya manifestasi klinis penyakit AR dinilai dengan score DAS28, VAS, dan skala fungsional. Sebesar 45,8% pasien mengalami defisiensi  vitamin D (36,13 ng/ml). Gangguan fungsional terbanyak adalah kelas I (66,6%). Terdapat korelasi yang bermakna antara vitamin D dengan usia pasien (p=0,005, r=-0,553), dengan lama sakit (p=0,009, r=-0,522), dengan DAS 28 (p=0,001, r=-0,615), banyaknya sendi yang sakit (p=<0,001, r=-0,733), dan sendi yang bengkak (p=0,045, r=-0,413), VAS pasien (p=0,006, r=-0,541) serta dengan kadar TNF  (p=0,048, r=-0,408) dan status fungsional pasien (p=0,039, r=-0,424). Hasil membuktikan bahwa kadar vitamin D dalam darah mempunyai hubungan dengan manifestasi klinis AR dan kadar TNFKata Kunci: Artritis rematoid, DAS 28, CRP, TNF VAS, vitamin D

Page 2 of 4 | Total Record : 35