cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2014)" : 35 Documents clear
Pengembangan Laboratory Information System untuk Memperbaiki Waktu Tunggu Layanan Wuryaning Lestari, Eky Indyanty; Yuniarti, Tri Putri; Agrawati, Ahas Loekqijana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.812 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.12

Abstract

Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mencari akar masalah dan alternatif solusi masalah pemanjangan turnaround time (TAT) layanan laboratorium di Instalasi Patologi Klinik RSUD Kabupaten Jombang. Pada penelitian ini didapatkan sejumlah subjek 103 orang yang melakukan pemeriksaan darah lengkap, kimia klinik, serta keduanya. Penentuan akar masalah dengan diagram fishbone. Identifikasi alternatif solusi masalah dilakukan melalui pohon alternatif solusi sedangkan pemilihan solusi dilakukan melalui teori tapisan Mc Namara dan pendekatan cost benefit analysis. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk menilai normalitas serta paired t-test untuk menentukan uji beda reratadengan taraf signifikansi p≤0,05. Dari hasil penelitian didapatkan pemanjangan waktu tunggu saat spesimen selesai dikerjakan oleh analyzer sampai hasil dilaporkan karena proses ini dilakukan secara manual. Alternatif solusi yang dipilih berdasarkan teori tapisan Mc Namara dan cost benefit analysis adalah penggunaan laboratory information system (LIS). Estimasi TAT dengan pemakaian LIS dapat memendek secara bermakna pada pasien rawat inap untuk pemeriksaan darah lengkap (103,00±77,74 menit; p<0,0001), kimia klinik (107,33±83,32 menit; p<0,0001), dan keduanya (138,43±82,65 menit; p<0,0001). Pada pasien rawat jalan hanya pada pemeriksaan kimia klinik (161,84±129,90 menit; p<0,0001) dan keduanya (94,90±34,35 menit; p<0,0001). Dapat dismpulkan laboratory information system dapat mengurangi pemanjangan TAT secara bermakna.Kata Kunci: Laboratory information system (LIS), pelayanan laboratorium, turnaround time (TAT)
Faktor Pembentuk Kepuasan Kerja Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Faramita, Nanditya Ika; Mansur, Mohammad; Huda, Samsul
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.306 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.22

Abstract

Tingkat turnover tenaga kesehatan yang tinggi dapat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan Rumah Sakit. Salah satu faktor yang mempengaruhi turnover tenaga kesehatan adalah kepuasan kerja yang juga dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang membentuk kepuasan kerja tenaga kesehatan yang menurunkan angka turnover dan kinerja RS. Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan responden 84 tenaga kesehatan yag terdiri dari perawat, bidan, farmasi, analis laboratorium, radiografer, ahli gizi, perekam medis, dan fisioterapis. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan diukur dengan skala Likert 5 tingkat. Data dianalisis dengan analisa faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbentuk faktor intrinsik dan ektrinsik yang mempengaruhi kepuasan kerja. Faktor intrinsik yang terbentuk adalah penghargaan. Faktor ektrinsik yang terbentuk adalah kebijakan RS, gaji dan kompensasi, lingkungan kerja dan hubungan antara atasan dengan bawahan. Terdapat masalah komunikasi yang mempengaruhi persepsi kepuasan kerja oleh tenaga kesehatan di RSX.Kata Kunci: Faktor ektrinsik, faktor intrinsik, kepuasan kerja, tenaga kesehatan
Hubungan Keterlambatan Kedatangan Dokter terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Jalan David, David; Hariyanti, Tita; Lestari, Erika Widayanti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.365 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.19

Abstract

Kepuasan pasien merupakan tujuan utama pelayanan kesehatan. Salah satu indikator mutu pelayanan di instalasi rawat jalan rumah sakit adalah ketepatan kedatangan dokter sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh kepuasan pasien di instalasi rawat jalan terhadap keterlambatan jam kedatangan dokter sesuai dengan jadwal yang tertera. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner daftar tilik yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan tambahan pertanyaan terbuka untuk saran. Secara keseluruhan pasien yang puas hanya 14% dan cukup puas 60%. Ketidakpuasan tertinggi (>50%) didapatkan pada aspek keterlambatan dokter dan permintaan maaf dari dokter ketika terlambat. Hasil menunjukkan hubungan yang kuat antara kepuasan pasien dengan ketepatan jam kedatangan dokter di instalasi rawat jalan rumah sakit (p<0,001). Beberapa solusi untuk meningkatkan kepuasan pasien adalah dengan meningkatkan kenyamanan ruang tunggu dan melakukan penjadwalan ulang jam praktek dokter.Kata Kunci: Kepuasan pasien, keterlambatan dokter
Metode Skrining Gizi di Rumah Sakit dengan MST Lebih Efektif dibandingkan SGA Herawati, Herawati; Sarwiyata, Triwahyu; Alamsyah, Arief
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.944 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.26

Abstract

Pelayanan asuhan gizi rawat inap adalah serangkaian kegiatan terorganisir atau terstruktur yang memungkinkan untuk identifikasi kebutuhan dan penyediaan asuhan gizi guna memenuhi kebutuhan pasien. Pelayanan asuhan gizi rawat inap meliputi skrining gizi dan PAGT (Proses Asuhan Gizi Terstandar). Ketepatan pemilihan, kemudahan penggunaan metode skrining gizi dan penerapan PAGT sangat diperlukan guna menunjang pelaksanaan asuhan gizi rawat inap yang lebih berkualitas. Penelitian ini bertujuan memilih metode skrining gizi dan form PAGT yang diterapkan di  RSI Unisma Malang yang lebih efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan gizi yang optimal sesuai dengan Pedoman Gizi Rumah Sakit (PGRS) Tahun 2013. Dilakukan uji coba penerapan metode skrining gizi dan form PAGT di ruang rawat inap RSI Unisma Malang serta dilakukan evaluasi efektifitas, efisiensi dari penerapan metode skrining gizi dan form PAGT tersebut. Hasilnya adalah peningkatan cakupan jumlah pasien yang terskrining menggunakan metode MST sebesar 34,4% dibandingkan dengan penggunaan metode SGA. Peningkatan cakupan jumlah pasien yang dilakukan PAGT sebesar 100% dari pasien yang beresiko tinggi malnutrisi dari yang dilakukan skrining awal. Metode skrining MST dinilai lebih cepat, sederhana, efektif, efisien dan aplikatif. Format PAGT lebih sederhana dan mudah dilakukan di RSI Unisma Malang.Kata Kunci: MST, PAGT, skrining gizi
Analisis Variasi Pengelolaan Appendicitis Acuta di Rumah Sakit Wava Husada Malang Muzzamil, Muzzamil; Mansur, Muhammad; Suryadi, Muhammad Arif
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.34

Abstract

Pelayanan appendicitis tidak menerapkan sistim paket dan mengalami  banyak variasi, termasuk variasi biaya. Peneliti telah melakukan penelitian data catatan rekam medis terhadap pasien appendicitis acuta bulan Juni, Juli dan Agustus 2013 dengan jumlah sampel 21 pasien. Data dianalisa menggunakan regresi linier untuk mengetahui hubungan antara berbagai variabel. Analisa hubungan antara biaya obat dan biaya tindakan terhadap biaya total perawatan menunjukkan bahwa biaya obat dan biaya tindakan sangat berpengaruh terhadap biaya total perawatan (r2=0,731, p&lt;0,001). Analisa hubungan antara biaya total perawatan dengan lama perawatan menunjukkan bahwa pasien yang membayar lebih mahal dirawat lebih lama dan pengaruh biaya terhadap lama perawatan sebesar 29,8% (r2=0,296, p=0,011). Variasi pelayanan pasien menyebabkan variasi pada total biaya perawatan. Salah satu cara untuk mengurangi variasi, terdapatnya kendali mutu dan biaya adalah penerapan clinical pathway.Kata Kunci: Appendicitis akut, clinical pathway, kendali biaya, kendali mutu, variasi pelayanan
Polifenol Buah Tin (Ficus carica Linn) Menghambat Peningkatan Kadar MCP-1 pada Tikus dengan Diet Tinggi Lemak Lukitasari, Noorma; Ratnawati, Retty; Lyrawati, Diana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.893 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.1

Abstract

Diantara beberapa jalur patogenesa terjadinya aterosklerosis, salah satu mekanismenya disebabkan karena stres oksidatif yang disebabkan ketidakseimbangan antara oksidan dan antioksidan. Buah tin (Ficus carica Linn) mengandung polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian polifenol buah tin dapat mencegah aterosklerosis melalui penghambatan peningkatan kadar MCP-1 serum. Penelitian menggunakan desain Post test only, dimana 25 ekor sampel tikus galur Wistar jantan dibagi dalam 5 kelompok dan diberi perlakuan selama 65 hari. Kelompok 1-5 merupakan secara berurutan merupakan kelompok kontrol negatif (diet normal), kontrol positif (diet tinggi lemak), dosis A (diet tinggi lemak+polifenol buah tin 4,5 mg/hari), dosis B (diet tinggi lemak + polifenol buah tin 9 mg/hari) dan dosis C (diet tinggi lemak + polifenol buah tin 18 mg/hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MCP-1serum pada kelompok kontrol positif meningkat sebesar 1,21% dibanding kelompok kontrol negatif. Pemberian polifenol buah tin pada dosis 9 mg/hari menurunkan kadar MCP-1 sebesar 0,88% dibanding dengan kelompok yang diberi diet tinggi lemak (p=0,000),  dan pada dosis 18 mg/hari kadar MCP-1 sudah kembali normal. Dapat disimpulkan bahwa pemberian polifenol buah tin mampu menghambat peningkatan kadar MCP-1 serum tikus Wistar yang diberi diet tinggi lemak secara bermakna, dengan hasil maksimal pada dosis 18 mg/hari.Kata Kunci: Aterosklerosis, ficus carica, MCP-1 serum, polifenol
Sarkopenia, Latihan, dan Kejadian Jatuh (Falls) pada Populasi Lanjut Usia Tantri, Niluh; sunarti, Sri; Nurlaila, Gadis; Wahono S, Djoko
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.472 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.8

Abstract

Sarkopenia sangat terkait dengan penurunan fungsi dalam melakukan berbagai aktivitas penting yang pada akhirnya akan menyebabkan kerapuhan, meningkatkan risiko jatuh dan hilangnya kemandirian. Latihan diketahui merupakan salah satu modalitas terapi sarkopenia, yang juga memiliki efek protektif terhadap falls. Penelitian dilakukan untuk menemukan hubungan antara sarkopenia dan latihan dengan kejadian jatuh pada  usia >60 tahun. Penelitian observasional dilakukan dengan pendekatan potong lintang pada populasi lanjut usia mandiri di Kabupaten dan Kota Malang sebanyak 232 subjek. Massa otot diukur mengunakan formula MAMC, kekuatan dan fungsi ekstremitas diukur menggunakan kekuatan genggaman tangan dan jarak tempuh dan kecepatan  berjalan. Latihan didefinisikan sebagai senam ataupun jalan kaki minimal 120 menit perminggu. Riwayat jatuh dikatakan positif bila ada kejadian jatuh dalam 1 tahun terakhir berdasarkan anamnesis. Hasil menunjukkan 106 pasien (45,69%) mengalami sarkopeni berdasarkan algoritme EWSGOP. Dari 106 kelompok sarkopeni, 27 subjek pernah mengalami jatuh (25,5%). Faktor berat badan, tinggi badan, index massa tubuh, lingkar lengan atas, tricep skinfold, genggaman tangan, kecepatan berjalan dan latihan, terbukti memiliki perbedaan yang bermakna antara kelompok sarkopenia dan tidak sarkopenia (p=0,000; p=0,035; p=0,04; p=0,000; p=0,000; p=0,000; p=0,000; p=0,001 dan  p=0,031). Hanya lingkar lengan atas yang didapatkan hubungan yang bermakna dengan adanya riwayat jatuh (p=0,000). Didapatkan hubungan yang bermakna antara latihan dengan sarkopenia (p=0,031) dengan OR 1,73 CI 1,007-2,885, sehingga dapat dihitung probabilitas subjek yang tidak melakukan latihan akan mengalami sarkopenia sebesar 63,37%.Kata Kunci:Kekuatan otot, latihan, massa otot, riwayat jatuh , sarkopenia
Faktor yang Mempengaruhi Efisiensi Perbekalan Farmasi di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kediri Sa'adah, Evi; Andadari, Nurwulan; Kurniawati, Janik
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.812 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.16

Abstract

Upaya efisiensi biaya mutlak harus dilakukan oleh setiap rumah sakit yang telah menyandang status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta menghadapi universal coverage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi upaya efisiensi perbekalan farmasi di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Gambiran Kota Kediri. Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode analisis faktor dilakukan pada seluruh (29 perawat) kamar operasi di RSUD Gambiran Kota Kediri. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat berdasarkan analisis fishbone hasil wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi upaya efisiensi perbekalan farmasi di IBS adalah pengetahuan terhadap SOP perbekalan farmasi, beban kerja, pengetahuan mengenai cost awareness, pencatatan, monitoring, evaluasi, pengisian kartu stok, penggantian stok yang terpakai, penyimpanan perbekalan farmasi, dan keterbatasan ruangan. Hasil analisis faktor menunjukkan variabel pembentuk faktor berpengaruh terbesar adalah variabel evaluasi persediaan perbekalan farmasi. Intervensi yang disarankan adalah optimalisasi floor stock dengan menempatkan petugas farmasi di IBS untuk memonitor dan mengevaluasi persediaan perbekalan farmasi di IBS sebagai bentuk inisiasi depo farmasi.Kata Kunci: Efisiensi perbekalan, farmasi, instalasi bedah sentral
Analisa Faktor-faktor Penyebab Tidak Lengkapnya Laporan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit di Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri Supriyanto, Edy; Hariyanti, Tita; Lestari, Erika Widayanti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.028 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tidak lengkapnya laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit di rumah sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengambilan data berupa wawancara dan observasi di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri selama bulan Oktober hingga November 2013. Analisis fishbone digunakan untuk identikasi akar masalah dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk memilih akar masalah yang paling penting dan alternatif solusi. Hasil penelitian ini menunjukkan akar masalah yang diidentifikasi pergantian Tim Mutu RS yang tidak berjalan dengan baik dan tidak lengkapnya anggota sehingga menyebabkan tidak berjalannya program peningkatan mutu berkelanjutan dan pencapaian SPM. Pembentukan kembali Tim Mutu dengan tepat, dan kelengkapan organiknya menjadi titik awal solusi implementasi manajemen mutu di rumah sakit.Kata Kunci: Tidak lengkapnya laporan SPM, tim mutu RS  
Faktor Penyebab Penurunan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Rumah Sakit Iskandar, Heru; Maksum, Halimi; Nafisah, Nafisah
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.27

Abstract

Pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) adalah jantung dari mutu layanan sebagai dasar proses belajar dan revisi dari kebijakan serta perbaikan berkelanjutan. Studi pendahuluan menunjukkan angka IKP yang lebih rendah dari internasional dan cenderung menurun yang mengindikasikan “under reporting”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis dan menentukan solusi faktor penyebab penurunan pelaporan IKP di RS X. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan Focus Group Discussion dengan peserta adalah 26 kepala ruang rawat inap/kepala instalasi RS X. IKP sebenarnya tinggi tetapi tidak dilaporkan, penyebabnya adalah takut disalahkan jika melapor sebab budaya patient safety yaitu no blaming masih belum tumbuh secara merata di seluruh RS, kurangnya pengetahuan tentang pelaporan IKP, keengganan melaporkan karena komitmen kurang dari pihak manajemen atau unit terkait, tidak ada reward dari RS jika melaporkan dan kurangnya keaktifan dari KKPRS. Perlu menumbuhkan budaya patient safety secara merata di RS dengan mengaktifkan kembali Patient Safety Champion (PSC). Dibutuhkan komitmen yang tinggi dari pihak direksi dan manajemen dalam program keselamatan pasien. Perlu monitoring dan evaluasi dari KPRS tentang pelaporan IKP dengan cara ronde keselamatan pasien dan visitasi secara periodik ke unit dan instalasi di rumah sakit.Kata Kunci: Budaya keselamatan pasien, kemauan melaporkan, pelaporan insiden keselamatan pasien

Page 3 of 4 | Total Record : 35