cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 3 (2015)" : 17 Documents clear
Endothelial Nitric Oxide Synthase 3 (eNOS3) Gene Polymorphisms and Essential Hypertension in Javanese Ethnic Group Arjadi, Fitranto; Aziz, Saefuddin; Muntafiah, Alfi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.205 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.4

Abstract

Hypertension is still a major public health problem in Indonesia and in several other countries. This disease is caused by multi factorial components involving both environmental and genetic factors. eNOS3 gene is one of the enzymes related to the high prevalence of hypertension. This gene expresses the NOS enzyme which regulates the synthesis of NO. NOS enzyme causes vasodilatation which decreases peripheral resistance and lowers blood pressure. This cross sectional study compared hypertension patients to those with normal blood pressure in the age group of 40-80 years old. The main purpose of this study is to evaluate the influence of eNOS3 gene Glu298Asp allele expression in Javanese ethnic group patients with hypertension. The samples consist of 50 respondents with hypertension and 50 respondents with normotension as control. Data of eNOS3 gene polymorphisms and NO plasma levels from the respondents were analyzed using t-test and chi-square test. Glu298Asp allele genotype variation in eNOS3 gene was detected by PCR-FRLP using primers G894TF and G894TR and the PCR products were cut using Mbol restriction enzymes. Sequencing result of each polymorphism band shows a typical nucleotide sequence compared to the nucleotide sequence of eNOS3 gene in Gen Bank. The results of this study showed no connection between Glu298Asp allele polymorphism in eNOS3 gene with hypertension in Javanese. There was also no relation between eNOS3 gene polymorphisms with high levels of respondents' NO plasma. Average NO plasma level of hypertension patients is 34,53 µmol/L, whereas average NO level of normal blood pressure is 32,5 µmol/L.Keywords: Allele Glu298Asp, eNOS3 gene, G894T, hypertension, Javanese ethnic, NO plasma level 
Nanosecond Pulsed Electric Fields (nsPEFs) Induce Socs1 and Socs3 but not Socs2 Gene Expressions in Hela S3 Cells Rohmah, Martina Kurnia; Lyrawati, Diana; Yano, Kenichi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.1

Abstract

Nanosecond Pulsed Electric Fields (nsPEFs) is one of bioelectric technologies applied widely in a number of sciences. nsPEFs cause some biological responses and known to play a role as a novel cancer therapy. However, the nsPEFs molecular mechanisms have not been fully elucidated. This study determines the effects of nsPEFs in socs (Suppressor of Cytokine Signaling) genes which are target genes of JAK/STAT signaling pathway. Through a negative feedback mechanism, SOCS proteins can suppress both cytokine signal transduction and overgrowth factor, so the cell growth is controlled. In cervix cancer, the presence of E6 and E7 HPV's oncoprotein is associated with methylation and inactivation of socs1 and socs3 genes. This mechanism is related to the increase of STAT expression and cancer prognostic. In this research, nsPEFs as much as 20 kV/cm for 80 ns was exposed over HeLa S3 cells in 4 mm cuvette. Socs1, socs2 and socs3 gene expressions were analyzed using real time PCR SYBR green and reverse transcription PCR (RT-PCR). This study shows that at 20 and 30 shots, nsPEFs significantly increase socs1 and socs3 but not socs2 gene expression. Effect of nsPEFs on socs1 and socs3 gene expression pattern is influenced by duration of post exposure incubation and each cell activity on internal cell condition. This research provides a new cancer therapy target for nsPEFs.Keywords: Bioelectric, gene expression, nsPEFs, shot, socs gene
Pengaruh Faktor Instrinsik dan Ekstrinsik terhadap Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini oleh Bidan di Puskesmas Rawat Inap Putri, Rismaina; Indrawan, I Wayan Agung; Andarini, Sri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.989 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.16

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses alami dimana bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir kontak kulit dengan kulit ibunya hingga 1 (satu) jam setelah lahir. Meskipun IMD wajib dilakukan bidan dalam proses persalinan namun belum semua bidan melaksanakannya dengan baik. Terdapat beberapa faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi pelaksanaan IMD. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh faktor intrinsik yang meliputi karakteristik bidan (umur, pendidikan, masa kerja), pengetahuan, sikap dan motivasi dan faktor ekstrinsik bidan yang meliputi pelatihan, beban kerja dan imbalan  terhadap pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik secara case control dan dengan tehnik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di 3 (tiga) Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pasuruan yaitu Puskesmas Gondangwetan, Purwodadi dan Winongan pada bulan November – Desember 2013. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang. Setiap subjek diobservasi dengan lembar observasi saat melaksanakan IMD kemudian mengisi kuisioner untuk mengukur faktor intrinsik yaitu karakteristik bidan (umur, pendidikan, masa kerja), pengetahuan, sikap  dan motivasi dan faktor ekstrinsik bidan yaitu pelatihan, beban kerja dan imbalan. Analisis hasil penelitian menggunakan uji analisis jalur. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik bidan berpengaruh terhadap pelaksanaan IMD di Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pasuruan. Variabel yang berpengaruh langsung terhadap pelaksanaan IMD di Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pasuruan adalah sikap bidan (2,78%), beban kerja yaitu jumlah persalinan/minggu (0,26%) dan jumlah jam kerja bidan/minggu (1,54%) serta motivasi (0,44%). Umur (14,51%), pendidikan (2%), masa kerja (7,67%), pengetahuan (0,26%), pelatihan (8%), dan imbalan (0,06%) merupakan faktor yang berpengaruh tidak langsung terhadap pelaksanaan IMD di Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pasuruan. Umur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pelaksanaan IMD di Puskesmas Kabupaten Pasuruan.Kata Kunci: Bidan, faktor ekstrinsik, faktor intrinsik, Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Combined Food (Bekatul dan Lemak) Menurunkan Kadar Kolesterol Total, Trigliserida, dan LDL pada Tikus Galur Wistar Jufri, Nur Nashriana; Wirjatmadi, Bambang; Adriani, Merryana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.8

Abstract

Bekatul merupakan bahan pangan nabati yang berpotensi menurunkan kolesterol karena kandungan serat pangan yang tinggi dan komponen bioaktif seperti oryzanol, fitosterol dan tokoferol serta tokotrienol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek pemberian diet komibnasi bekatul dan tinggi kolesterol terhadap kadar kolesterol total, trigliserida dan LDL pada tikus galur wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan randomized post test only control group design. Dalam penelitian ini 25 ekor tikus galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok secara acak diberi perlakuan selama 4 minggu. Kelompok (K-) diberi diet standar,  (K+) diberi diet standar dan tinggi kolesterol, (P1) diberi diet standar, tinggi kolesterol dan bekatul 10%, (P2) diberi diet standar, tinggi kolesterol dan bekatul 30%, (P3) diberi diet standar, tinggi kolesterol dan bekatul 50%. Kadar kolesterol total diukur menggunakan metode CHOD-PAP, trigliserida menggunakan metode GPO-PAP dan LDL menggunakan metode homogen assay. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Tukey HSD. Pemberian bekatul dan diet tinggi kolesterol secara bersamaan memberikan kadar kolesterol total (p=0,000), trigliserida (p=0,001), dan LDL (p=0,048) yang lebih rendah secara bermakna dibandingkan kondisi diet hiperkolesterol. Dosis bekatul sebesar 50% (P3) memberikan penurunan bermakna kadar kolesterol, trigliserida dan LDL hingga sama dengan kondisi normal. Pemberian bekatul dan diet tinggi kolesterol secara bersamaan dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida dan LDL pada tikus galur wistar dengan dosis efektif 50%.Kata Kunci: Bekatul, combined food,  kolesterol total, LDL, trigliserida
Pengaruh Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Perawat tentang Flebotomi terhadap Kualitas Spesimen Laboratorium Wuryaning Lestari, Eky Indyanty; Rasyid, Harun Al; Thoyib, Armanu
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.284 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.17

Abstract

Kesalahan pra-analitik memberikan kontribusi paling besar pada kesalahan di laboratorium (46-77,1%). Pelaksanaan pengambilan spesimen (flebotomi) yang tidak tepat, kurangnya pengetahuan dan ketidakpatuhan dari petugas flebotomi dilaporkan sebagai penyebab kesalahan pra-analitik yang berhubungan dengan kualitas spesimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku perawat tentang tindakan flebotomi serta pengaruhnya terhadap kualitas spesimen. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 129 orang perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap RSUD Kabupaten Jombang dengan masa kerja minimal 1 tahun dipilih secara acak. Pengetahuan dan sikap responden tentang tindakan flebotomi diukur menggunakan kuesioner. Perilaku dan kualitas spesimen diukur melalui observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah korelasi Spearman, independent sample t-test, dan multiple logistic regression. Terdapat korelasi positif yang bermakna antara pengetahuan perawat dan kualitas spesimen (r=0,190; p=0,031). Tidak terdapat perbedaan bermakna rata-rata skor sikap perawat tentang flebotomi berdasarkan kualitas spesimen laboratorium (p=0,698) dan tidak terdapat korelasi antara perilaku perawat dan kualitas spesimen (r=0,017; p=0,846). Pengetahuan, sikap, dan perilaku perawat tidak berpengaruh terhadap perubahan kualitas spesimen, diduga faktor peralatan yang digunakan untuk flebotomi memiliki peran dalam penentuan kualitas spesimen. Peningkatan pengetahuan, mempertahankan sikap positif, memperbaiki sikap negatif serta merevisi SPO pengambilan darah perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.Kata Kunci: Kesalahan pra-analitik, kualitas spesimen, pengetahuan, perawat, perilaku, sikap
Kombinasi Artemisinin dan Ekstrak Moringa oleifera Menurunkan Ekspresi NF-κB namun Tidak Menurunkan Ekspresi iNOS pada Otak Mencit Diinfeksi Malaria Harahap, Herpan Syafii; Dalhar, Mochammad; H, Tinny Endang Endang; Norahmawati, Eviana; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.904 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.6

Abstract

Malaria otak merupakan manifestasi tersering dari infeksi malaria berat yang ditandai dengan respon inflamasi berlebih di otak. Untuk mencegah terjadinya resistensi, penggunaan obat antimalaria standar (artemisinin) harus dikombinasikan dengan obat antimalaria lain. Moringa oleifera, yang secara in vitro memiliki aktivitas antimalaria dan anti-inflamasi, merupakan kandidat obat untuk dikombinasikan dengan artemisinin. Penelitian dilakukan untuk menguji pengaruh kombinasi artemisinin dan ekstrak Moringa oleifera terhadap ekspresi NF-kB dan iNOS pada otak mencit model malaria. Penelitian eksperimental laboratorik ini dilakukan dengan menggunakan 36 ekor mencit Balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei ANKA sebagai model malaria. Sampel dibagi menjadi enam kelompok, masing-masing satu kelompok kontrol positif, kontrol negatif, pemberian artemisinin 0,12mg/hari (C0), dan tiga kelompok yang masing-masing mendapatkan kombinasi artemisinin 0,12mg/hari dan ekstrak daun kelor 3,75mg/hari (C1), 7,5mg/hari (C2) dan 15mg/hari (C3). Pengobatan diberikan setelah mencit mencapai derajat parasitemia 1-5% pasca inokulasi parasit secara intraperitoneal. Ekspresi NF-kB dan iNOS otak mencit diamati dengan metode imunohistokimia pada hari ke-3 dan ke-7 pasca infeksi. Pemberian kombinasi artemisinin 0,12mg/hari dan ekstrak Moringa oleifera 3,75mg/hari, 7,5mg/hari, dan 15 mg/hari, menyebabkan penurunan ekspresi NF-kB dan iNOS yang bermakna dibandingkan dengan kontrol positif (p<0,05). Perlakuan tersebut tidak menyebabkan penurunan ekspresi iNOS yang bermakna dibandingkan pemberian artemisinin 0,12mg/hari saja (p>0,05). Kombinasi ekstrak Moringa oleifera dengan artemisinin memberikan efek sinergis dalam penurunan derajat parasitemia dan ekspresi NF-kB, tetapi tidak untuk ekspresi iNOS di otak mencit yang diinfeksi malaria.Kata Kunci: Artemisinin, iNOS, malaria otak, Moringa oleifera, NF-kB
Uji Diagnostik Indeks Darah dan Identifikasi Molekuler Karier Talasemia β pada Pendonor Darah di Banyumas Hapsari, Ariadne Tiara; Rujito, Lantip
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.366 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.13

Abstract

Talasemia menempati kelainan genetik yang paling umum di seluruh dunia dengan prevalensi karier talasemia di Indonesia adalah sekitar 3-10%. Banyumas merupakan salah satu wilayah yang menyumbang angka prevalensi penderita talasemia yang cukup besar. Salah satu perangkat dalam program pencegahan terpadu adalah memastikan diagnosa molekuler pada tahap skrining sesuai dengan mutasi lokal. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui nilai uji diagnostik indeks darah dan karakterisitik mutasi talasemia β pada pendonor darah yang dicurigai karier talasemia. Subjek penelitian adalah 183 pendonor darah rutin pada PMI Banyumas. Skrining awal menggunakan indeks darah MCV, MCH, dan Hemoglobin elektroforesis. Karakteristik molekuler dilakukan dengan teknik PCR-RFLP dan teknik ARMS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa MCV memiliki nilai sensitivitas 81,3%, dan spesifisitas 95,8% sedangkan MCH menunjukkan sensitivitas sebesar 80% dengan spesifisitas 97,5%. Mutasi IVS-1 nt 5 (G>C) merupakan mutasi tersering disusul dengan HBE (codon 26) dan IVS1 nt 1(G>T).Kata Kunci: Identifikasi molekuler, indeks darah, karier talasemia

Page 2 of 2 | Total Record : 17