cover
Contact Name
Syah Wardi
Contact Email
jupem333@gmail.com
Phone
+6282362274474
Journal Mail Official
jupem333@gmail.com
Editorial Address
Jalan Mesjid Nomor 17 B Dusun VIII, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31232671     DOI : -
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam focus and scope include research results or conceptual studies on Islamic religious education and issues that have never been published elsewhere. The purpose of this journal is to provide a forum for scientists, researchers, and practitioners to publish original research articles or review articles. The scope of articles published in this journal includes various topics on Islamic Education Teaching and Islamic Education Studies in formal, non-formal, or informal contexts in Indonesian and international contexts.
Articles 16 Documents
PENGARUH PEMAHAMAN POLITIK ISLAM TERHADAP PARTISIPASI POLITIK MAHASISWA UNIVERSITAS ANDALAS Heri Surikno; Zaki Ahmad Rizki; Annisa Aulia Fitri; Assyifa Nur Azizah; Fahrul Rauzi; Revan Adiva Akhsan; Risa Delby Indah; Zelda Nofrini
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman politik Islam terhadap partisipasi politik mahasiswa Universitas Andalas. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman politik yang bersumber pada nilai-nilai Islam, seperti keadilan, amanah, musyawarah, dan kemaslahatan, dalam membentuk perilaku politik yang sehat dan beretika. Mahasiswa sebagai generasi intelektual memiliki kedudukan strategis dalam proses demokratisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Universitas Andalas. Instrumen penelitian mencakup pernyataan terkait pemahaman politik Islam dan bentuk partisipasi politik mahasiswa dalam aktivitas kampus maupun nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai politik Islam, dan pemahaman tersebut berpengaruh pada tingkat partisipasi mereka dalam kegiatan politik, baik melalui pemilihan BEM, keterlibatan organisasi, maupun penggunaan hak pilih dalam pemilu. Pemahaman yang kuat terhadap politik Islam memperkuat orientasi mahasiswa pada perilaku politik yang etis, rasional, dan berorientasi pada kemaslahatan.
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PAI BERBASIS DIGITAL Sabar Hati Albanjari; Salman Ahyani
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut penerapan strategi pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga pemahaman mendalam, reflektif, dan bermakna. Salah satu pendekatan yang relevan dalam menjawab tantangan tersebut adalah deep learning, baik sebagai pendekatan pedagogis maupun sebagai teknologi berbasis kecerdasan buatan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis digital serta menganalisis manfaat, tantangan, dan peluang penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan deep learning dalam pembelajaran PAI berbasis digital mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, mendukung pembelajaran yang adaptif dan personal, serta memperkuat internalisasi nilai-nilai keislaman secara kontekstual. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, sistem pembelajaran adaptif, dan media digital interaktif juga berkontribusi dalam mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Meskipun demikian, implementasi deep learning masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan dan kompetensi guru, kualitas data, serta isu etika dan privasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pendidik, lembaga pendidikan, dan pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan penerapan deep learning dalam pembelajaran PAI guna mewujudkan pendidikan Islam yang relevan dan transformatif di era digital. rumah dan guru PAI mengontrol perilaku siswa di sekolah.
REAKTUALISASI PENDIDIKAN AKHLAK DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PADA GENERASI Z Miswar Miswar; Rahma Maulida Rambe
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital membawa dampak ganda bagi Generasi Z, baik berupa kemudahan akses informasi maupun tantangan degradasi moral yang eksponensial. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan strategi reaktualisasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang relevan bagi Generasi Z di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, artikel jurnal bereputasi, dan buku teks terkait pendidikan Islam, psikologi perkembangan, dan teknologi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konvensional yang bersifat doktriner, linier, dan satu arah tidak lagi efektif untuk menghadapi dinamika psikologis Generasi Z. Diperlukan transformasi strategi secara struktural dan metodologis melalui implementasi metode blended learning, internalisasi nilai lewat proyek konten digital positif, penguatan literasi digital berbasis tabayyun, serta optimalisasi peran guru sebagai fasilitator dan teladan (uswah hasanah) berbasis siber. Reaktualisasi ini penting dilakukan agar kurikulum pendidikan Islam memiliki daya kenyal (resilience) dan tidak gagap dalam menghadapi arus disrupsi teknologi yang terus berkembang.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN Nadirah Nadirah; Ainun Najib
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas strategi peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi tantangan era digital dan implementasi Kurikulum Merdeka. Guru PAI dituntut tidak hanya menguasai materi keagamaan normatif-tekstual, tetapi juga memiliki keterampilan pedagogis berbasis teknologi, perspektif keagamaan yang moderat, serta karakter yang adaptif. Melalui metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi pustaka, artikel ini mengidentifikasi tantangan kontemporer seperti pergeseran otoritas keagamaan digital dan kesenjangan literasi teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru PAI dapat dicapai secara efektif melalui integrasi kerangka kerja Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), penguatan moderasi beragama, optimalisasi forum berbasis komunitas (MGMP), serta pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Sinergi antara kebijakan transformatif pemerintah, komitmen institusi sekolah, dan kesadaran mandiri (self-directed learning) guru menjadi kunci keberhasilan esensial dalam menjaga mutu dan relevansi pendidikan Islam di masa depan.
Program Literasi Keagamaan sebagai Strategi Penguatan Sikap Toleransi Siswa pada Lingkungan Sekolah Multireligius: Studi Kasus di SMP Negeri 2 Kualuh Selatan Irma Sulistia Silaen; Ahmad Darlis; Mohammad Alfarabi
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi program literasi keagamaan sebagai strategi pendidikan multikultural di sekolah dengan latar belakang siswa yang beragam secara agama. Program yang dilaksanakan setiap hari Kamis ini lahir dari proses evaluasi terhadap efektivitas ceramah agama dua minggu sekali, yang kemudian bertransformasi menjadi kegiatan literasi keagamaan mingguan yang lebih kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan nyata siswa. Bagi siswa Muslim, program ini mencakup pembelajaran membaca Al-Qur'an dengan sistem pengelompokan berdasarkan kemampuan (differentiated instruction), metode tutor sebaya, shalat Dhuha berjamaah, serta pembacaan Surah Yasin dengan metode talaqqi. Sementara bagi siswa Kristen, diterapkan pendekatan partisipatif di mana siswa secara bergantian memimpin ibadah, membaca Alkitab, dan menyampaikan refleksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi keagamaan, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan universal seperti saling menghormati, menghargai perbedaan, dan melarang tindakan mengolok-olok sesama, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah al-Hujurat ayat 11. Keberhasilan program ini ditopang oleh kepemimpinan kolaboratif antara kepala sekolah, guru PAI, dan guru PAK dalam pengambilan keputusan yang inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa culturally responsive pedagogy yang berangkat dari kebutuhan nyata siswa mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, dan berkeadilan bagi semua siswa lintas agama.
PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD IT INSAN MADANI, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Aida Fitri
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan karakter merupakan agenda strategis pendidikan nasional yang menempatkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada posisi kunci di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini mengkaji peran guru PAI dalam menanamkan dan menguatkan nilai-nilai karakter peserta didik kelas V di SD IT Insan Madani, Kecamatan Percut Sei Tuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menjalankan peran ganda sebagai pengelola pembelajaran dan teladan moral yang dioperasionalkan melalui pembiasaan 7S (senyum, salam, sapa, sopan, santun, sabar, dan syukur) serta kegiatan kelompok yang menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan kreativitas. Penanaman nilai karakter ditempuh melalui empat metode utama: keteladanan, nasihat, demonstrasi, dan diskusi. Faktor pendukungnya mencakup ketersediaan sarana prasarana dan media bercerita, sedangkan faktor penghambatnya meliputi kesibukan orang tua, lingkungan pergaulan, dan paparan media massa. Solusi yang ditempuh adalah pemberian tugas terstruktur dan penguatan kemitraan guru dengan orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas penguatan karakter di sekolah dasar bergantung pada keterpaduan antara keteladanan guru, pembiasaan sekolah, dan dukungan keluarga.

Page 2 of 2 | Total Record : 16