cover
Contact Name
Bagus Satrio Utomo
Contact Email
bagussat66@gmail.com
Phone
+6281564931200
Journal Mail Official
editor@konsuli.com
Editorial Address
Green Pramuka City, Jl. Jendral Ahmad Yani No Kavling 49, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10570.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
ISSN : -     EISSN : 31234054     DOI : -
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deals with a broad interdisciplinary range of topics in the fields of Technology, Engineering, Strategy, Finance, Accounting, Marketing, Human Resources, Communications, Law, Psychology, Health, Environment, Security, Public Policy, and another section related contemporary issues in achieving United Nations Sustainable Development Goals.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Analisis Perkembangan Regulasi PLTS Atap di Indonesia dan Dampaknya terhadap Akses Energi bagi Industri dan Masyarakat Nanang Aribowo; Daniel; Renaldo Marsal; Rizky Adi Nugraha
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 3 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2 Tahun 2024 menandai perubahan signifikan dalam kebijakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Indonesia, terutama melalui penerapan sistem kuota dan pembatasan periode pendaftaran dua kali setahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi regulasi tersebut terhadap berbagai sektor, mulai dari industri besar hingga masyarakat dengan kapasitas terpasang kecil. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dan analisis komparatif terhadap kebijakan PLTS atap di beberapa negara seperti Jerman, India, dan Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi baru ini memberikan kepastian bagi pengelolaan jaringan dan tata kelola kuota, penerapannya berpotensi membatasi partisipasi masyarakat kelas bawah dan pelaku usaha kecil yang ingin beralih ke energi surya. Penyesuaian kebijakan yang lebih inklusif diperlukan agar PLTS atap dapat mendukung transisi energi nasional secara merata di seluruh lapisan masyarakat. 
Tren, Tantangan, dan Arah Penelitian Daur Ulang Modul Surya Angelina Ratna Kartikasari
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 3 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) global yang pesat membawa konsekuensi meningkatnya volume limbah modul surya yang telah mencapai akhir umur pakainya. Kondisi ini menimbulkan tantangan baru dalam aspek lingkungan dan keberlanjutan industri fotovoltaik (PV). Penelitian ini mereview secara komprehensif tren terkini, kemajuan teknologi, tantangan implementasi, serta arah pengembangan kebijakan terkait daur ulang modul surya berdasarkan literatur tahun 2024–2025. Pembahasan difokuskan pada inovasi teknologi pemulihan material seperti pendekatan mekanis, termal, dan kimiawi; penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan modul PV; serta kebijakan end-of-life management yang diterapkan di berbagai negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan ekonomi sirkular melalui peningkatan efisiensi daur ulang, desain modul yang mudah diproses ulang (eco-design), serta penerapan tanggung jawab produsen yang diperluas (Extended Producer Responsibility, EPR) menjadi kunci dalam mengurangi dampak lingkungan dan memaksimalkan nilai ekonomi dari limbah PV. Dengan demikian, integrasi antara inovasi teknologi, kebijakan berkelanjutan, dan partisipasi industri sangat diperlukan untuk mempercepat tercapainya sirkularitas sistem energi surya di masa depan.
Tinjauan Penerapan Standar dan Regulasi pada Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Studi Perbandingan Nasional dan Internasional Renaldo Marsal; Bagus Satrio Utomo Prawiraharjo
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 3 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi salah satu pilar utama dalam upaya transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon di Indonesia. Pemanfaatan teknologi PLTS terus meningkat melalui berbagai bentuk instalasi, seperti sistem atap (rooftop), sistem lahan (ground-mounted), dan sistem terapung (floating solar PV), yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi energi surya sesuai kondisi geografis dan kebutuhan beban. Namun, penerapan standar teknis dan regulasi yang berbeda pada tiap tipe instalasi menimbulkan tantangan dalam menjamin keselamatan ketenagalistrikan, keandalan operasi, dan efisiensi sistem secara keseluruhan. Studi ini melakukan tinjauan mendalam terhadap berbagai standar nasional dan internasional yang relevan dengan instalasi PLTS, mencakup SNI, PUIL 2011, IEC 61215, IEC 61730, NEC 690, dan IEEE 1547. Analisis perbandingan dilakukan untuk menilai keselarasan antara standar nasional dengan praktik terbaik internasional di negara maju seperti Jerman, Jepang, dan Australia. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar SNI telah mengadopsi acuan IEC secara substansial, namun implementasi di lapangan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi teknisi, fasilitas pengujian yang belum memadai, serta lemahnya sistem sertifikasi dan pengawasan mutu. Rekomendasi utama dari penelitian ini mencakup perlunya harmonisasi regulasi antarinstansi, penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ketenagalistrikan surya, dan peningkatan sistem akreditasi serta uji tipe untuk menjamin mutu dan keselamatan instalasi PLTS di seluruh Indonesia. Dengan langkah tersebut, diharapkan penerapan PLTS nasional dapat mencapai standar internasional dan mendukung pencapaian target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) secara berkelanjutan. 
Peningkatan Efisiensi Modul Surya melalui Teknik Pendinginan: Tinjauan Literatur dan Inovasi Terkini Angelina Ratna Kartikasari
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 3 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul surya merupakan komponen utama dalam sistem fotovoltaik, namun suhu operasi yang tinggi dapat menurunkan efisiensi konversi energi dan mempercepat degradasi modul. Kajian ini meninjau berbagai teknik pendinginan modul surya, termasuk pendinginan aktif, pasif, dan hibrida, serta inovasi terkini seperti penggunaan material fase perubahan (PCM), lapisan air statis, dan integrasi geotermal. Analisis menunjukkan bahwa kombinasi metode pendinginan aktif dan pasif memberikan performa optimal, sementara inovasi baru menawarkan solusi hemat energi dan ramah lingkungan. Kajian ini memberikan dasar bagi pengembangan teknik pendinginan modul surya yang lebih efisien dan ekonomis di masa depan. 
Perbandingan Kebijakan dan Implementasi Biogas di Negara Berkembang Bagus Satrio Utomo Prawiraharjo; Rizky Adi Nugraha
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 3 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis energi global dan peningkatan kebutuhan energi bersih menuntut negara berkembang untuk beralih menuju sumber energi baru terbarukan (EBT). Salah satu alternatif yang potensial adalah biogas, terutama di wilayah pedesaan dengan ketersediaan limbah organik yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kebijakan dan implementasi program biogas di Indonesia serta membandingkannya dengan negara berkembang lain seperti India, China, dan Vietnam. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan menganalisis publikasi dan dokumen kebijakan antara tahun 2013–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan biogas di India, China, dan Vietnam sangat dipengaruhi oleh dukungan kebijakan nasional, insentif fiskal, dan sistem pemantauan terpusat. Di Indonesia, meskipun program BIRU telah memberikan dampak sosial ekonomi positif, keberlanjutan operasional masih menjadi tantangan akibat lemahnya dukungan finansial dan koordinasi kelembagaan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan biogas nasional melalui integrasi program lintas sektor, peningkatan insentif, dan pembentukan pusat data energi terbarukan untuk menjamin keberlanjutan sistem biogas di Indonesia. 

Page 2 of 2 | Total Record : 15