cover
Contact Name
Bagus Satrio Utomo
Contact Email
bagussat66@gmail.com
Phone
+6281564931200
Journal Mail Official
editor@konsuli.com
Editorial Address
Green Pramuka City, Jl. Jendral Ahmad Yani No Kavling 49, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10570.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
ISSN : -     EISSN : 31234054     DOI : -
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deals with a broad interdisciplinary range of topics in the fields of Technology, Engineering, Strategy, Finance, Accounting, Marketing, Human Resources, Communications, Law, Psychology, Health, Environment, Security, Public Policy, and another section related contemporary issues in achieving United Nations Sustainable Development Goals.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 33 Documents
Tantangan Interdisipliner dalam Implementasi Sustainable Development Goals di Negara Berkembang Sri Lestari
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 3 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di negara berkembang sering kali menghadapi kegagalan akibat pendekatan sektoral yang terfragmentasi dan kurangnya integrasi antar- disiplin ilmu. Masalah utama terletak pada ego sektoral lembaga pemerintah dan ketidakmampuan menerjemahkan target global yang kompleks ke dalam kebijakan lokal yang pragmatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan interdisipliner dalam pencapaian target SDGs serta merumuskan kerangka kerja kolaborasi lintas disiplin yang adaptif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik tinjauan literatur sistematis dan analisis konten terhadap laporan pencapaian SDGs di kawasan Asia Tenggara selama lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan terbesar bersumber dari rendahnya literasi data lintas sektoral dan lemahnya koordinasi antara akademisi, praktisi, serta pengambil kebijakan (p=0.001). Disimpulkan bahwa keberhasilan implementasi SDGs memerlukan pergeseran paradigma dari pendekatan linier menuju pendekatan sistem yang mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan secara simultan. Strategi ini direkomendasikan sebagai fondasi dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 
Mitigasi Konflik Agraria di Kawasan Industri Gresik Melalui Pendekatan Sosio-Legal dan Mediasi Siti Panca Utami
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 3 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eskalasi pembangunan kawasan industri di Kabupaten Gresik sering kali berbenturan dengan hak atas tanah masyarakat lokal, memicu konflik agraria yang kompleks dan berkepanjangan. Ketegangan ini sering disebabkan oleh ketidakjelasan status kepemilikan tanah historis serta proses pengadaan tanah yang dianggap tidak transparan oleh warga terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab sengketa lahan di kawasan industri serta merumuskan model mitigasi konflik melalui integrasi pendekatan sosio- legal dan mekanisme mediasi non-litigasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di wilayah industri Manyar, melibatkan teknik wawancara mendalam dengan perwakilan korporasi, tokoh masyarakat, dan otoritas pertanahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor determinan konflik meliputi tumpang tindih alas hak tanah dan lemahnya perlindungan terhadap hak ulayat atau tanah adat dalam regulasi daerah. Disimpulkan bahwa mitigasi konflik agraria memerlukan transformasi dari pendekatan formal-legalistik menuju pendekatan dialogis-mediatif yang mengedepankan keadilan restoratif. Strategi ini direkomendasikan untuk meminimalkan risiko hukum dan sosial bagi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem industri.  
Perancangan Sistem hibrida PLTS-PLTB-PLTD-BESS di Daerah 3T (Studi Kasus Pulau Semau) Mohamad Isnaeni Romadhon; Rizky Adi Nugraha
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 3 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Semau merupakan salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi energi baru terbarukan cukup besar, khususnya energi surya dan energi angin. Namun, sistem kelistrikan di pulau tersebut masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang memiliki biaya operasional tinggi sehingga penyaluran listrik kepada masyarakat masih dibatasi selama 12 jam per hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa teknis dan keekonomian sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) berbasis PLTS, PLTB, PLTD, dan Battery Energy Storage System (BESS) di Pulau Semau menggunakan perangkat lunak HOMER Pro.Metode penelitian dilakukan dengan memodelkan sistem kelistrikan berdasarkan data profil beban, potensi energi surya, kecepatan angin, spesifikasi pembangkit, serta parameter biaya pembangkitan. Total kebutuhan energi listrik Pulau Semau sebesar 5415 kWh/hari dengan rata-rata beban harian sebesar 225,625 kW dan beban puncak mencapai 1005,38 kW. Penelitian ini membandingkan dua skenario sistem pembangkit hibrid yaitu skenario 1 (PLTS-PLTB-BESS) dan skenario 2 (PLTS-PLTB-PLTDBESS).Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem eksisting berbasis PLTD menghasilkan energi listrik sebesar 2,8 GWh/tahun dengan konsumsi bahan bakar mencapai 843.221 liter/tahun dan nilai Levelized Cost of Energy (LCOE) sebesar 27,02 USD/kWh. Pada skenario 1 diperoleh renewable fraction sebesar 100% dengan nilai unmet electrical load sebesar 50.129 kWh/tahun dan nilai Net Present Cost (NPC) sebesar 26,4 juta USD. Sedangkan pada skenario 2 diperoleh renewable fraction sebesar 98,7% dengan unmet electrical load sebesar 0 kWh/tahun dan nilai NPC sebesar 32,2 juta USD.Berdasarkan hasil analisis, sistem PLTS-PLTB-PLTDBESS dinilai lebih optimal untuk diterapkan di Pulau Semau karena mampu memenuhi kebutuhan energi listrik secara penuh dengan tingkat keandalan sistem yang lebih baik meskipun memiliki nilai NPC sedikit lebih tinggi. Implementasi sistem pembangkit listrik hibrid berbasis energi terbarukan di Pulau Semau diharapkan dapat mendukung percepatan transisi energi serta meningkatkan rasio elektrifikasi pada wilayah kepulauan terpencil di Indonesia. 

Page 4 of 4 | Total Record : 33