cover
Contact Name
Stikes Mataram
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6281392340322
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Swakarsa III No. 10 Kekalik Gerisak Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : https://doi.org/10.47506/2xrgnn93
Core Subject : Religion, Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific adalah platform publikasi ilmiah untuk artikel penelitian, yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan ruang komprehensif bagi penyebaran karya akademik yang membahas berbagai topik dalam ilmu kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific diterbitkan dua kali setahun, dengan edisi yang dirilis pada bulan Juni dan Desember. Cakupan artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Ibu dan Anak, Administrasi Kesehatan, Administrasi Rumah Sakit, & Artikel Teknologi Kesehatan.
Articles 153 Documents
Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Konsumsi Tablet Fe Pada Saat Menstruasi Dengan Kejadian Anemia di SMPN 11 Mataram Nurhidayah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/qmyyh921

Abstract

Pendahuluan : Remaja merupakan masa transisi antara masa anak-anak ke masa dewasa, dimana terjadi pacu tumbuh (growth spurt), Perubahan fisiologi diantaranya ditandai dengan berfungsinya organ reproduksi seperti menstruasi. Pengetahuan berpengaruh terhadap pemilihan makanan dan pengguanaan suplemen tablet FE saat menstruasi dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap keadaan gizinya termasuk status anemia. Anemia pada remaja dapat dicegah dengan pemberian tablet Fe yang harus diminum secara teratur oleh remaja selama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang konsumsi tablet Fe pada saat menstruasi dengan kejadian anemia.  Metode : Rancangan penelitian ini analitik dengan metode survei melalui pendekatan crosssectional. Teknik pengambil sampel menggunakan total sampling sebanyak 50 orang. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 26 siswi (52,0%) memiliki pengetahuan tentang tablet Fe yang cukup baik, responden   yang    mengalami      anemia sebanyak 14 siswi (28,0%). Hasil uji statistik menggunakan chi square diperoleh nilai (P value) sebesar 0,000. Kesimpulan : ada hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang konsumsi tablet Fe pada saat menstruasi dengan kejadian anemia.
Hubungan Asupan Protein Hewani Dengan Status Gizi (TB/U) pada Anak Balita di Dusun Pondok Prasi Kelurahan Bintaro Ampenan Kota Mataram Nurhidayah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/qpeb3w91

Abstract

Salah satu sumber nutrisi yang penting untuk pertumbuhan anak adalah protein. Protein adalah bahan pembangun jaringan tubuh, protein membantu memperbaiki dan memelihara jaringan vital,serta sangat penting untuk pertumbuhan tinggi badan dan semua sistem organ termasuk tulang dan otot. Di Provinsi NTB masih ditemukan balita yang berpostur pendek dan sangat pendek (stunting). Berdasarkan data hasil pekan penimbangan tahun 2020, ditemukan balita stunting di Provinsi NTB sebanyak 77.037 balita. Di Pondok Prasi Kelurahan Bintaro jumlah balita yang tinggi badannya sangat pedek menjadi urutan kedua setelah Ampenan Utara di wilayah kerja Puskesmas Ampenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan asupan protein hewani dalam makanan pendamping ASI dengan status gizi (TB/U) pada anak balita di Dusun Pondok Prasi Kelurahan Bintaro Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan. Desain studi penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 55 balita dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen untuk mengumpulkan data menggunakan kuesioner dan alat ukur tinggi badan (Microtoise), serta menggunakan uji statistik Chi- Square. Hasil analisis data diperoleh nilai p value=0,009<0,05. Sebagian besar anak balita yang ada di Dusun Pondok Prasi Kelurahan Bintaro mengalami tinggi badan normal (50,9%) dan asupan protein hewani yang cukup (34,5%) disebabkan oleh makanan yang mengandung protein hewani disana sangat tinggi karena cenderung dengan tempat tinggal lingkungan yang dekat dengan pantai. Terdapat hubungan antara asupan protein hewani dalam makanan pendamping ASI dengan status gizi (TB/U) pada anak balita, karena semakin bagus asupan protein hewaninya maka semakin bagus pula pertumbuhan tinggi badannya.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Cuci Tangan Pada Pengrajin Sarung Tenun Di Desa Leu Bima I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/dh7x3p46

Abstract

Pengetahuan yang kurang disebabkan karena kurangnya informasi yang didapatkan dari pendidikan formal, seseorang yang mudah mengakses informasi akan lebih cepat mendapatkan pengetahuan, karena majunya teknologi dapat mempengaruhi pengetahuan masyarakat tentang inovasi baru yang dapat memberikan pengaruh sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan cuci tangan pada pengrajin sarung tenun di Desa Leu Bima. Desain penelitain yang digunakan adalah pre experiment dengan rancangan one group pre test and post test. Besar sampel 88 orang dengan teknik sampling yang digunakan probability sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat pengetahuan yang paling tinggi sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang mencuci tangan didapatkan kategori cukup 45 responden (51%), setelah diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan responden mengalami peningkatan menjadi baik sebanyak 66 responden (75%) dari 88 responden. Hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,000<0,05 artinya Ha diterima. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan cuci tangan di Desa Leu Bima.
Hubungan Periaku Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 6-24 Bulan I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/hctvn333

Abstract

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memperkirakan bahwa setiap 30 detik ada satu anak yang meninggal dunia karena diare di Indonesia, diantara kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak, seperti pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau terlambat diberikan bisa menyebabkan diare pada bayi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) dengan kejadian diare pada balita usia 6-24 bulan di Desa Sesela Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik sampel menggunakan total sampling dengan sampel yaitu 51 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner untuk mengetahui perilaku ibu dan kejadian diare. Analisa data menggunakan uji alternatif chi square (Fisher Exact Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI menunjukkan bahwa sebagian besar dalam kategori kurang dan Kejadian diare pada balita Usia 6-24 bulan sebagian besar balita mengalami Diare. Hasil uji analisa didapatkan nilai pvalue <α (0,000 >< 0,05) sehingga Ha di terima dan H0 di tolak yang artinya ada hubungan antara perilaku ibu dalam pemberian MP ASI dengan kejadian diare. Kejadian diare berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) pada balita usia 6-24 bulan. Maka dari itu perlu adanya penyuluhan kesehatan terkait pemberian MP-ASI pada balita usia 6-24 bulan
HUBUNGAN DISABILITAS FUNGSIONAL DENGAN KEJADIAN DEPRESIPADA LANJUT USIA DI BSLU MANDALIKA MATARAM I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/3xd5s384

Abstract

Pendahuluan: Disabilitas adalah beberapa keterbatasan atau ketiadaan kemampuan untuk melakukan aktivitas secara benar-benar normal sebagai manusia yang sering dialami oleh lanjut usia akibat proses penuaan, cedera, atau perjalanan penyakit. Ketidakmampuan tersebut memicu masalah baru terkait gangguan suasana perasaan, yang paling sering yaitu depresi yang merupakan suatu perasaan pesimis atau sedih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan disabilitas fungsional dengan kejadian depresi pada lansia di Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah 36 sampel dengan teknik sampling purposive sampling. Intrumen wawancara menggunakan lembar kuesioner GARS untuk disabilitas dan GDS-15 untuk depresi, analisa data menggunakan Uji statistik Pearson Product Moment. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami depresi yaitu 21 (58,33%) orang lansia, dan responden yang tidak depresi berjumlah 15 (41,67%) orang lansia. Hasil uji statistik pearson product moment dengan bantuan spss versi 21 dihasilkan p value =0,013 < 0,05. Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini, terdapat hubungan antara disabilitas fungsional dengan kejadian depresi pada lansia, sehingga diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan kerjasama dalam menurunkan faktor pencetus yang menyebabkan depresi pada lansia yang mengalami disabilitas.
PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. SOEDJONO SELONG I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2020): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/q77dxj06

Abstract

Latar belakang: Setiap ibu menginginkan persalinannya berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi dengan sempurna. Persalinan bisa saja berjalan secara normal, namun tidak jarang proses persalinan mengalami hambatan dan harus dilakukan melalui operasi. Sectio caesarea adalah salah satu operasi bedah yang paling umum dilakukan di dunia saat ini sebagai salah satu cara untuk membantu proses kelahiran janin melalui insisi pada dinding abdomen (laparotomi) dan dinding rahim (histerektomi). Perasaan cemas ibu yang akan mejalani sectio caesarea merupakan hal yang wajar, tetapi jika tidak diatasi segera akan mempengaruhi ibu dan janin baik fisik maupun psikis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian guided imagery terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Metodologi: Desain penelitian ini adalah jenis pre-eksperimental design dengan one group pre-test & post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang akan melakukan operasi sectio caesarea di RSUD dr. R. SOEDJONO SELONG sebanyak 34 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil primigravida yang akan melakukan operasi sectio caesarea sebanyak 31 orang responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan analisa data menggunakan uji Wilcoxon signed test. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini sebagian besar responden berusia 26-35 tahun (64.5%) dengan rata-rata tingkat pendidikan SMA (29.1%) dan terdapat perbedaan tingkat kecemasan antara pre-test dan post-test yaitu tingkat kecemasan sesudah diberikan perlakuan lebih rendah dibandingkan sebelum diberikan perlakuan. Simpulan: Simpulan dari penelitian ada pengaruh pemberian guided imagery terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Teknik relaksasi guided imagery dapat dijadikan sebagai terapi non farmakologi untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan oleh ibu yang akan melakukan operasi sectio caesarea.
Hubungan Usia Pernikahan Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik(KEK) Di Wilayah Kerja Puskesmas Soriutukabupaten Dompu Bq. Nova Handayani
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/q6nft992

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini menurut UU perkawinan adalah perkawinan yang diizinkan jika laki- laki mencapai umur 19 tahun dan perempuan mencapai umur 16 tahun. Kabupaten Dompu memiliki kasus pernikahan dini Pada tahun 2021 sebanyak 156 kasus. Kecamatan Manggelewa menjadi wilayah dengan kasus pernikahan anak urutan kedua setelah Kecamatan Pekat yakni sebanyak 38 kasus dimana rata-rata yang menikah masih usia sekolah yakni usia 14-16 tahun. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan dengan resiko pernikahan dini di SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah minimal 140 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan uji Spearmen Rank. Hasil penelitian : Pengetahuan remaja putri tentang Pendewasaaan Usia Perkawinan (PUP)tertinggi dengan tingkat pengetahuan Cukup sebanyak 69 responden (49,3%), dan tingkat pengetahuan terendah berada pada kategori pengetahuan Kurang yakni sebanyak 31 responden (22,1%). Uji rank Spearman di peroleh nilai signifikansi sebesar P value = 0,003 < α= 0,05, angka koefisien korelasi sebesar 0,247 artinya korelasinya lemah . Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan dengan resiko pernikahan dini di SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu.
Hubungan Umur Dan Paritas Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kumbe Kota Bima Bq. Nova Handayani
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/pn6pb697

Abstract

Pendahuluan: Anemia terjadi pada ibu hamil karena defisiensi besi sehingga kadar Hb < 11 gr/dl. Anemia ibu hamil di wilayah Puskesmas Kumbe Kota Bima terjadi peningkatan 27% dari tahun 2018 sampai 2020. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Umur dan Paritas dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kumbe Kota Bima. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan survei cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas Kumbe tahun 2020. Menggunakan teknik total sampling yaitu 172 orang Instrumen kohort ibu hamil. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan taraf signifikan 0,05. Hasil: Hasil penelitian dari 124 responden dengan umur tidak berisiko sebagian besar tidak mengalami anemia (79,8%), sedangkan responden dengan umur berisiko dari 48 responden sebagian besar mengalami anemia (54,2%). Hasil uji chi- square menunjukkan ada hubungan antara umur dengan kejadian anemia nilai Pvalue = 0,000. Dari 160 responden dengan paritas tidak beisiko sebagian besar tidak mengalami anemia (72,5%), sedangkan responden dengan paritas berisiko dari 12 responden sebagian besar mengalami anemia besar (58,3%).Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan antara paritas dengan kejadian anemia nilai Pvalue = 0,043. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa umur dan paritas merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian anemia ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kumbe.
Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan Dengan Resiko Pernikahan Dini di SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu Bq. Nova Handayani
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/15y9g774

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini menurut UU perkawinan adalah perkawinan yang diizinkan jika laki- laki mencapai umur 19 tahun dan perempuan mencapai umur 16 tahun. Kabupaten Dompu memiliki kasus pernikahan dini Pada tahun 2021 sebanyak 156 kasus. Kecamatan Manggelewa menjadi wilayah dengan kasus pernikahan anak urutan kedua setelah Kecamatan Pekat yakni sebanyak 38 kasus dimana rata-rata yang menikah masih usia sekolah yakni usia 14-16 tahun. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan dengan resiko pernikahan dini di SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah minimal 140 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan uji Spearmen Rank. Hasil penelitian : Pengetahuan remaja putri tentang Pendewasaaan Usia Perkawinan (PUP)tertinggi dengan tingkat pengetahuan Cukup sebanyak 69 responden (49,3%), dan tingkat pengetahuan terendah berada pada kategori pengetahuan Kurang yakni sebanyak 31 responden (22,1%). Uji rank Spearman di peroleh nilai signifikansi sebesar P value = 0,003 < α= 0,05, angka koefisien korelasi sebesar 0,247 artinya korelasinya lemah . Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan dengan resiko pernikahan dini di SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu.
AKTIVITAS FISIK DAN RISIKO DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA LAKI-LAKI DI DAERAH MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM, BALI I. Gusti Ayu Mirah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2019): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/5p5zda07

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Kecenderungan penyakit telah mengalami pergeseran dari penyakit infeksi (menular) menjadi penyakit tidak menular (PTM). Penyakit tidak menular umumnya disebabkan oleh gaya hidup seseorang yang tidak menerapkan pola hidup sehat disamping faktor keturunan (genetik). Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu PTM yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Aktivitas fisik diperkirakan terkait dengan kejadian DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas fisik dan risiko DM tipe 2 di daerah Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan case control pada 55 laki-laki penderita DM tipe 2 (kasus) dan 55 laki-laki bukan penderita DM tipe 2 yang memenuhi kriteria gula darah puasa (GDP).

Page 1 of 16 | Total Record : 153