cover
Contact Name
Stikes Mataram
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6281392340322
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Swakarsa III No. 10 Kekalik Gerisak Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : https://doi.org/10.47506/2xrgnn93
Core Subject : Religion, Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific adalah platform publikasi ilmiah untuk artikel penelitian, yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan ruang komprehensif bagi penyebaran karya akademik yang membahas berbagai topik dalam ilmu kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific diterbitkan dua kali setahun, dengan edisi yang dirilis pada bulan Juni dan Desember. Cakupan artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Ibu dan Anak, Administrasi Kesehatan, Administrasi Rumah Sakit, & Artikel Teknologi Kesehatan.
Articles 178 Documents
EFEKTIFITAS TERAPI AKUPRESUR PC6 DALAM MENGATASI EMESIS GAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI UPT PUSKESMAS TEMBILAHAN HULU TAHUN 2025 Linda; Ernawati; Siti Aisyah; Dela Safira Putri
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/kb424y14

Abstract

Pendahuluan: Kehamilam merupakan kondisi fisiologis, selama kehamilan terjadi ketidaknyaman yang merupakan akibat dari proses adaptasi fisiologis system tubuh ibu terhadap kehamilannya. Selama kehamilan, ibu akan mengalami berbagai perubahan yang membuat badannya terasa tidak nyaman. Salah satu keluhan yang cukup sering dialami ibu hamil adalah morning sickness atau emesis gravidarum, kondisi ini 60%-80% terjadi pada primigravida. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi akupresur dalam mengatasi emesis gravidarum pada Ibu hamil trimester I di UPT Puskesmas Tembilahan Hulu, dilakukan penekanan pada titik pericardium 6 (PC6) yang terletak 2 cun dari pergelangan tangan lengan bawah bagian dalam diantara dua tendon, penekanan dilakukan selama 7 menit dan diulang selama 5 hari berturut-turut. Efek stimulasi ini adalah pelepasan beta endorphin sehingga menghambat pusat muntah di otak. Metode: Rancangan penelitian menggunakan Pre-Test dan post-test Group Design, pengambilan sampel dengan metode Non Probability Sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari s.d Juli 2025. Populasi penelitian ini seluruh Ibu Hamil yang datang melakukan kunjungan ANC di UPT Puskesmas Tembilahan Hulu. Sampel penelitian ini adalah Ibu Hamil TM I yang melakukan kunjungan ANC di UPT Puskesmas Tembilahan Hulu berjumlah 31 orang. Hasil: Analisis statistic menggunakan Uji Paired T-Test  diperoleh Hasil p value 0,000 < α 0,05, Kesimpulan : artinya terapi akupresur PC6 teruji efektif dalam mengatasi emesis gravidarum pada Ibu Hamil TM I di UPT Puskesmas Tembilahan Hulu.
PENGARUH AKUPRESUR TITIK ST 15, SI 1 DAN ST 16 TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI UPT PUSKESMAS GAJAH MADA TAHUN 2025 Ernawati; Linda Raniwati; Yona Hartini; Ema Yudin
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/er9rae02

Abstract

Pendahuluan: Produksi ASI yang belum optimal pada masa nifas masih menjadi masalah dalam pelayanan kebidanan dan memengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif. Masa nifas merupakan periode penting dalam keberhasilan laktasi karena terjadi adaptasi fisiologis dan psikologis ibu. Faktor fisik dan psikologis ibu dapat menghambat kerja hormon prolaktin dan oksitosin. Akupresur pada titik ST15, SI1, dan ST16 merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi meningkatkan produksi ASI dan mudah diterapkan dalam praktik kebidanan. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi akupresur pada titik ST15, SI1, dan ST16 terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Metode: Penelitian quasi eksperimen dengan desain post test only control group. Sampel terdiri dari 33 ibu nifas yang dibagi menjadi kelompok intervensi (16 responden) dan kontrol (17 responden). Kelompok intervensi diberikan terapi akupresur, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Produksi ASI diukur berdasarkan volume ASI dan dianalisis menggunakan uji Mann Whitney U. Hasil: Rata-rata produksi ASI pada kelompok intervensi lebih tinggi (19,58 ml) dibandingkan kelompok kontrol (8,31 ml) dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan: Terapi akupresur pada titik ST15, SI1, dan ST16 berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi pendukung dalam asuhan kebidanan masa nifas.
KUALITAS TIDUR SEBAGAI PREDIKTOR FUNGSI KOGNITIF ANAK SEKOLAH DASAR: STUDI KORELASIONAL DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Endah; Lili Al Pizamara; Nurhayati; Robiatul Adawiyah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/trhsgs26

Abstract

Latar Belakang: Kualitas tidur merupakan faktor fisiologis krusial yang berperan sebagai prediktor terhadap performa kognitif anak. Di tengah tantangan era modernisasi, menjaga stabilitas fungsi kognitif siswa sekolah dasar menjadi kunci utama dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kualitas tidur sebagai prediktor fungsi kognitif pada anak di SDN 1 Gereneng Timur, Kabupaten Lombok Timur. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 34 siswa kelas 4 yang diambil melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kualitas tidur (PSQI) dan lembar observasi fungsi kognitif. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa memiliki kualitas tidur baik (73,5%) dan fungsi kognitif baik (61,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik (r = 0,942; p = 0,000). Kesimpulan: Kualitas tidur memiliki pengaruh yang signifikan dan searah terhadap fungsi kognitif; semakin baik kualitas tidur, semakin optimal kemampuan kognitif siswa.
Antasida sebagai Terapi Simptomatik Gastritis: Tinjauan Pustaka Anis Wulan Prabajati; Febrioni Cahya Sabrina; Ni Luh Putu Faniacetta Dahayu Wedantari; Nurussifa&#039; Innuffus; Seikha Cheany Fitriansyah; Nurhidayati Nurhidayati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/qcjak943

Abstract

Abstrak  Pendahuluan:Antasida merupakan salah satu terapi tertua yang digunakan untuk meredakan gejala akibat peningkatan sekresi asam lambung, terutama pada gastritis dan dispepsia. Pemahaman mengenai sejarah, klasifikasi, mekanisme kerja, efektivitas, serta efek samping antasida terus berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan. Tujuan:Artikel ini bertujuan meninjau secara sistematis peran antasida dalam terapi simptomatik gastritis, meliputi mekanisme kerja, efektivitas baik sebagai monoterapi maupun kombinasi, serta profil efek samping dan strategi pencegahannya. Hasil: Tinjauan menunjukkan bahwa antasida efektif menetralkan asam lambung, menurunkan aktivitas pepsin, dan meredakan gejala dengan onset cepat, meski durasi kerjanya singkat. Kombinasi dengan simetikon, alginat, atau oxethazaine terbukti meningkatkan efektivitas terhadap gejala kembung, refluks, dan nyeri epigastrium. Efek samping meliputi konstipasi (aluminium), diare (magnesium), hiperkalsemia dan batu ginjal (kalsium), serta sindrom susu-alkali akibat konsumsi berlebihan. Kesimpulan: Antasida tetap berperan penting sebagai terapi simptomatik gastritis berkat efektivitas, ketersediaan luas, dan profil keamanan yang baik. Namun, penggunaan jangka panjang perlu diawasi karena potensi efek samping dan keterbatasan durasi kerja, sehingga terapi harus disesuaikan dengan kondisi klinis pasien. Kata kunci: antasida; sejarah antasida; klasifikasi antasida; aluminium hidroksida; magnesium hidroksida; kalsium karbonat; mekanisme kerja antasida; efektivitas antasida; penggunaan antasida; efek samping antasida
Pengaruh Prenatal Yoga Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester II Dan III Di PMB Bdn. Nurlita Listiana S.ST Sawangan – Depok Rahmatiar Samtin
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/0cggwt44

Abstract

Introduction: In Indonesia, it has been reported that the prevalence of back pain among pregnant women in the third trimester is 70%, with many experiencing back pain during this period. Objective: To determine the effect of prenatal yoga on reducing back pain in pregnant women. Method: Research design: True Experiment, Posttest-Only Control Design. Respondents consisted of 15 pregnant women experiencing back pain, selected using total sampling technique. Results: Before practicing prenatal yoga, back pain levels were as follows: 1–3 (mild pain) in 4 respondents (27%), 4–6 (moderate pain) in 11 respondents (73%), and 7–10 (severe pain) in 0 respondents (0%). After practicing prenatal yoga, back pain levels were: 1–3 (mild pain) in 15 respondents (100%), 4–6 (moderate pain) in 0 respondents (0%), and 7–10 (severe pain) in 0 respondents (0%). Conclusion: Prenatal yoga has a positive effect on reducing back pain in pregnant women in the second and third trimesters.
Menimbang Harapan dan Kenyataan dalam Penggunaan Proton Pump Inhibitor sebagai Tata Laksana Gastritis: Suatu Kajian Literatur dan Perspektif Klinik Danda Ananda; Dewa Ngakan Nyoman Karyana; Baiq Afra Nurfadilah; Farhan Aqil Putra Hermawan; Muthiah Rahmahdani; Ni Luh Putu Eka Widya Ananta Putri; Nurhidayati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/8x7swp85

Abstract

Abstract Introduction: Gastritis is common gastrointestinal disorder characterized by inflammation of the gastric mucosa caused by various factors, including excessive gastric acid secretion. Proton Pump Inhibitors (PPIs) are widely used in the management of gastritis due to their effective mechanism in suppressing gastric acid production. Objective: To comprehensively review the role of PPIs in the management of gastritis, including their history, definition, mechanism of action, classification, effectiveness as monotherapy or in combination, as well as potential adverse effects and their prevention. Method: This study employed a literature review method with a descriptive qualitative approach. Articles were retrieved from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar using the keywords "proton pump inhibitor," "PPI," "gastritis", "acid suppression therapy," and "mucosal healing." Inclusion criteria were full-text articles in Indonesian or English that published within the last 5-10 years. Results: PPIs have been shown to effectively and irreversibly suppress gastric acid secretion by inhibiting the H+/K+-ATPase pump. As monotherapy, PPIs enhance mucosal healing and alleviate symptoms. In combination with other agents such as prokinetics, alginates, or H2RAs, PPIs provide better symptom control, particularly in refractory cases. However, long-term use may be associated with adverse effects. Conclusion: PPIs are an effective therapeutic option in the management of gastritis, both as monotherapy and in combination therapy. However, monitoring and prudent use are still necessary to reduce the risk of long-term side effects.
Hubungan Pemanfaatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dengan Pengetahuan Tentang Kehamilan Remaja Syaima; Sholaikhah Sulistyoningtyas
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/d53bwh92

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja perlu perhatian serius karena terjadi beragam perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi menjadi faktor utama terjadi berbagai masalah pada remaja, termasuk kehamilan pada remaja. Data Kesga DIY sepanjang tahun 2024 terdapat 40,1% atau 255 kasus persalinan remaja umur 10-19 tahun, sehingga perlunya pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi remaja sebagai sumber informasi yang relevan. PIK-R atau Pusat Informasi dan Konseling Remaja adalah media untuk mendapatkan informasi, bimbingan, dan konseling tentang kesehatan reproduksi pada remaja. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu meneliti hubungan pemanfaatan PIK-R terhadap pengetahuan remaja tentang kehamilan pada remaja Metode: Studi ini berbasis pendekatan cross-sectional. Menggunakan populasi seluruh siswa kelas XI di MAN 3 sebanyak 273 siswa, dengan sampel sebanyak 136 siswa dengan menggunakan proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner yang dimodifikasi dan telah diuji validitas dan reliabilitas dengan nilai Chronbach Alpha 0,735 pada kuisioner pemanfaatan PIK-R dan nilai Chronbach Alpha 0,830 pada kuisioner pengetahuan tentang kehamilan remaja. Analisis data dengan uji Fisher exact. Hasil: Hasil studi didapakan kategori memanfaatkan sebanyak 94,85% dan kategori pengetahuan baik tentang kehamilan remaja sebanyak 55,15%. Hasil analisis Fisher exact didapatkan nilai p 0,242 yang berarti tidak ditemukan hubungan PIK-R dengan pengetahuan tentang kehamilan remaja pada siswa MAN 3 Sleman. Kesimpulan: Pentingnya bagi sekolah untuk meningkatkan pemanfaatan PIK-R yang lebih berorientasi pada peningkatan pemahaman tentang kesehatan reproduksi khususnya kehamilan remaja.
Gambaran Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Pinggang Sebagai Indikator Status Gizi Overview of Body Mass Index and Waist Circumference as Indicators of Nutritional Status Zaenal Arifin; Ilham Ilham; Istianah Istianah; Hapipah Hapipah; Baiq Ruli Fatmawati Baiq Ruli Fatmawati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/d1n6ew56

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi di masyarakat adalah masalah yang berkaitan dengan gizi yang disebabkan akibat adanya masukan yang kurang maupun yang berlebihan. Asupan yang berlebihan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah menggambarkan status gizi melalui pengukuran indikator indeks masa tubuh (IMT) dan pengukuran lingkar pinggang. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik guna mengetahui gambaran status gizi  melalui pengukuran indeks masa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah total populasi. Hasil: hasil penelitian didapatkan sebagian besar 20 responden (66,7%) memiliki indeks masa tubuh normal, 4 responden (13,3%) dengan berat badan lebih dan 2 responden (6,7%) dengan kategori obesitas. Hasil pengukuran lingkar pinggang pada responden laki-laki diketahu 16 orang (55,3%) memiliki lingkar pinggang normal (< 94 cm) dan 1 orang (5,8%) memiliki lingkar pingang lebih dari 94 cm. Sedangkan pada responden perempuan yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm sebanyak 6 orang (46,1%) dan yang memiliki lingkar pinggang kurang dari 80 cm sebanyak 7 orang (53,8%). Kesimpulan: hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi responden berdasarkan indeks masa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang umumnya berada dalam kategori normal, meskipun masih terdapat sebagian kecil responden yang berisiko mengalami kelebihan berat badan dan obesitas, terutama jika dilihat dari indikator lingkar pinggang pada responden perempuan.  Kata kunci: indeks masa tubuh, lingkar pinggang, status gizi ABSTRACT                                                                           Introduction: one of the health problems that still frequently occurs in society is nutrition-related issues caused by insufficient or excessive intake. Excessive intake over a long period of time can lead to overweight and obesity. Objective: the purpose of this study was to describe nutritional status through measurements of body mass index (BMI) and waist circumference. Method: this research is a study.descriptiveThis analytical study aims to determine nutritional status by measuring body mass index (BMI) and waist circumference. This study is a descriptive study with a quantitative approach cross-sectional. The sample in this study consisted of 30 respondents, using the total population sampling technique. Result: the results showed that the majority of 20 respondents (66.7%) had a normal body mass index, 4 respondents (13.3%) were overweight, and 2 respondents (6.7%) were obese.Waist circumference measurements in male respondents showed that 16 people (55.3%) had a normal waist circumference (<94 cm) and 1 person (5.8%) had a waist circumference of more than 94 cm. Meanwhile, among female respondents, 6 people (46.1%) had a waist circumference of more than 80 cm and 7 people (53.8%) had a waist circumference of less than 80 cm. Conclusion: the results of the study showed that sRespondents' nutritional status based on body mass index (BMI) and waist circumference was generally in the normal category, although there was still a small number of respondents who were at risk of being overweight and obese, especially when seen from the waist circumference indicator in female respondents   Keywords: body mass index, waist circumference, nutritional status
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG SADARI PADA REMAJA PUTRI DI  SMK KESEHATAN SADEWA YOGYAKARTA Baiq Rina Wulandari; Fidiya Riska; Wahyu Cahyono
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/3b7rgj56

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang banyak menyerang perempuan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui edukasi kesehatan reproduksi dengan memberikan informasi ilmiah mengenai tubuh perempuan, fungsi reproduksi dalam menjaga kesehatan sejak remaja. (Muflihatin et al., 2021) Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan reproduksi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMK Kesehatan SADEWA Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Februari 2025 di SMK Kesehatan SADEWA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test dengan ukuran sampel 30 orang yang terdiri dari siswi kelas XII. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Analisis data yaitu uji normalitas Shapiro-Wilk <50 dan uji Wilcoxon dilakukan karena hasil uji normalitas tidak terdistribusi normal. Hasil: Tingkat pengetahuan responden dikategori “sedang”, yaitu 15 (77%) saat dilakukan pre test dan tingkat pengetahuan responden dikategorikan “tinggi” 19  (82%) saat dilakukan post test. Distribusi frekuensi sikap Sadari pada siswi sebelum diberikan edukasi yaitu sebanyak 14 (46,7%)  memiliki sikap Sadari yang buruk setelah diberikan edukasi sikap SADARI siswi dikategorikan baik sebanyak 27 (94,2%) dengan uji normalitas Shapiro-Wilk <50, dan uji Wilcoxon dilakukan karena hasil uji normalitas menunjukkan data tidak terdistribusi normal. Kesimpulan: Ada pengaruh pengetahuan siswi sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai sig. 0.000 (p <0.05). Ada pengaruh sikap siswi sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai sig. 0.030 (p <0.05).
ANALISIS KEUNGGULAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DIBANDINGKAN REKAM MEDIS MANUAL Febiana Devi Ariyani; Sinta Novratilova; Indah Julianti; Indi Amelia Pertiwi; Intan Hanifa; Junisha Ekaputri Tangkilisan; Muhammad Kholilullah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/nh56ex16

Abstract

Penggunaan rekam medis elektronik (RME) mulai diterapkan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, kelengkapan dokumentasi, dan mutu layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keunggulan rekam medis elektronik dibandingkan rekam medis manual berdasarkan penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah literature review melalui penelusuran artikel ilmiah Google Scholar tahun 2020–2026 dengan kata kunci rekam medis elektronik, rekam medis manual, efisiensi pelayanan, dan kelengkapan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif naratif dengan membandingkan penelitian yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa RME lebih unggul dalam meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat akses data pasien, meningkatkan kelengkapan dokumentasi, serta kepuasan tenaga kesehatan. Meskipun implementasinya masih menghadapi kendala sumber daya manusia, infrastruktur, dan integrasi sistem, RME terbukti lebih efektif dibandingkan rekam medis manual dan memerlukan evaluasi serta pengembangan berkelanjutan.