cover
Contact Name
Dwi Indah Iswanti
Contact Email
dwi.indah.iswanti@unkaha.ac.id
Phone
+6281325758841
Journal Mail Official
ljmw.linkep@gmail.com
Editorial Address
Golden Wood Blok D32 Citragrand, Sambiroto, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50276, Indonesia. Email: link.educationpublication@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Midwivery
ISSN : -     EISSN : 30896630     DOI : https://doi.org/10.63425
Core Subject : Health,
Journal of Midwivery is the dissemination of information related to all midwivery area including basic research in midwivery, Birth, Pregnancy, Child and Maternal Health, Newborn, Adolescent, Family Planning, Climacterium, Midwifery Community, Midwifery Education, Midwifery Complementary Therapy, Nutrition in Pregnancy and Child. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Articles 25 Documents
Hubungan tingkat nyeri dengan ansietas ibu post sectio caesarea Rafika Nova Ndari; Niken Sukesi
Link Journal of Midwivery Vol 3 No 1 (2027): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v3i1.220

Abstract

Latar Belakang: Persalinan dengan metode Sectio Caesarea sering diikuti oleh timbulnya nyeri pascaoperasi yang dapat mengganggu kesejahteraan psikologis dan kondisi fisiologis pasien. Nyeri ini dapat menyebabkan kecemasan, perubahan perilaku, dan gangguan tidur, yang mungkin berlanjut selama 24 hingga 48 jam setelah operasi. Ansietas yang tinggi dapat memperlemah persepsi nyeri sehingga mempengaruhi kemampuan mereka dalam merawat bayi dan mengelola emosi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara tingkat nyeri pascaoperasi sesar dengan tingkat kecemasan pada ibu pascaoperasi di Rumah Sakit QIM Batang. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri atas 30 pasien pasca sectio caesarea, dengan seluruh anggota populasi dijadikan responden melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Numerical Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) untuk menilai tingkat kecemasan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji Chi-Square guna mengidentifikasi hubungan antara kedua variabel. Penelitian dilaksanakan selama periode Oktober hingga November 2025 di Rumah Sakit QIM Batang. Hasil: Hasil uji SPSS yang telah dilakukan menggunakan metode Uji Chi Square menunjukkan nilai p value 0,000 (p value > 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat nyeri dengan ansietas ibu post section caesarea di RS QIM Batang. RS dan tenaga kesehatan diharapkan melakukan pengkajian nyeri dan kecemasan secara rutin pada ibu post sectio caesarea serta memberikan intervensi yang tepat, baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis, untuk mendukung proses pemulihan
Pengaruh edukasi emotional demonstration terhadap pengetahuan ibu balita tentang pencegahan stunting Maria Regolinda Funan; Selasih Putri Isnawati Hadi; Evy Ernawaty
Link Journal of Midwivery Vol 3 No 1 (2027): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v3i1.227

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah kondisi yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan anak akibat malnutrisi berkepanjangan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka stunting tercatat sebesar 21,5%. Angka ini masih melebihi target RPJMN 2020–2024 sebesar 14% yang ditetapkan untuk tahun 2024 dan belum memenuhi standar WHO, yang merekomendasikan prevalensi di bawah 20%. Pada November 2024, angka stunting di Desa Lapeom tercatat sebesar 39,7%. Tujuan: mengevaluasi pengaruh pendidikan berbasis ekspresi emosi terhadap peningkatan pemahaman tentang pencegahan stunting di kalangan ibu balita di Desa Lapeom, yang berada dalam wilayah layanan Puskesmas Mamsena. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok dan dilaksanakan pada Februari 2025. Teknik pengambilan sampel total diterapkan, yang melibatkan 30 peserta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan serta bertempat tinggal di Desa Lapeom. Analisis data dilakukan dengan metode univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan metode bivariat menggunakan uji-t berpasangan. Hasil: sebelum mengikuti pendidikan demonstrasi emosional, skor pengetahuan rata-rata ibu dengan balita adalah 60,67. Setelah intervensi, skor rata-rata tersebut meningkat menjadi 84,53. Analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan ibu sebelum dan sesudah pendidikan demonstrasi emosional, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0,000. Kesimpulan: pendidikan demonstrasi emosional efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai pencegahan stunting pada balita. Edukasi metode Emo-Demo sebagai panduan awal untuk memahami pentingnya upaya pencegahan stunting.
Gambaran status gizi ibu hamil trimester tiga yang mendapatkan tablet multiple micronutrien supplemen Dina Adolfina Mooy; Made Widhi Gunapria Darmapatni; Gusti Ayu Tirtawati; Maria Regolinda Funan
Link Journal of Midwivery Vol 3 No 1 (2027): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v3i1.229

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan merupakan masa paling kritis dalam siklus hidup seorang wanita, di mana seorang ibu hamil tidak hanya harus memenuhi kebutuhan gizi dirinya sendiri, tetapi juga janin dalam kandungannya. Pada tahun 2025, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan program penyediaan tablet suplemen mikronutrien majemuk (MMS) yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial, zat besi, serta asam folat. Tujuan: Untuk memberikan gambaran umum mengenai status gizi ibu hamil trimester ketiga yang menerima tablet MMS di Puskesmas Oelolok, Kecamatan Insana, serta mengidentifikasi ibu hamil trimester ketiga yang menerima tablet MMS berdasarkan kadar hemoglobin (Hb) dan kenaikan berat badan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga April 2026 dengan teknik pengambilan sampel total. Sampel terdiri dari 95 ibu hamil trimester ketiga yang mengonsumsi tablet MMS. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil: sebagian besar responden mengalami peningkatan kadar Hb, termasuk dalam kategori tidak anemia (Hb ≥ 11 g/dl) sebanyak 65 responden (68,4%), sedangkan sebagian kecil responden masih berada dalam kategori anemia (Hb ≤ 11 g/dl) sebanyak 30 responden (31,5%). Mengenai penambahan berat badan, sebagian besar responden mengalami penambahan berat badan yang tidak memadai (≤11 kg) sebanyak 72 responden (75,7%), dan sebagian kecil mengalami penambahan berat badan yang memadai (≥11 kg) sebanyak 23 responden (24,2%). Kesimpulan: peningkatan kadar Hb sebagian besar masih berada dalam kategori normal, sedangkan kenaikan berat badan pada sebagian besar responden masih belum memadai. Hal ini disebabkan oleh usia kehamilan yang masih ≤34 minggu. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi dan konseling mengenai kebutuhan gizi selama masa kehamilan hingga persalinan.
Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan antenatal care Bergitha Bete Un; Ni Nyoman Suindri; Gusti Ayu Eka Utarini; Maria Regolinda Funan
Link Journal of Midwivery Vol 3 No 1 (2027): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v3i1.230

Abstract

Pendahuluan: Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah melalui layanan Pemeriksaan Kehamilan (PK) secara teratur. Pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Tujuan: mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan kepatuhan terhadap kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Sasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 40 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel berturut-turut. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan pengamatan terhadap Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Analisis data menggunakan uji Fisher eksak dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (22 responden), pengetahuan baik (13 responden), dan pengetahuan cukup (5 responden). Sebagian besar responden tidak patuh terhadap kunjungan ANC (27 responden), sedangkan 13 responden patuh. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Kesimpulan: sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan yang kurang mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan tidak patuh terhadap kunjungan ANC. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pendidikan bagi ibu hamil guna meningkatkan kepatuhan terhadap pelayanan antenatal.
Gambaran kadar hemoglobin ibu hamil yang mengalami anemia Maria Fransiska Martha Ones; Ni Nyoman Budiani; Gusti Ayu Eka Utarini; Maria Regolinda Funan
Link Journal of Midwivery Vol 3 No 1 (2027): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v3i1.231

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Prevalensi anemia pada anak-anak di Kabupaten Kupang terus meningkat, mencapai 45,27% pada tahun 2024. Anemia meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti persalinan prematur, keguguran, dan bahkan perdarahan pascapersalinan. Tujuan: Untuk memahami kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil dengan anemia berdasarkan usia, usia kehamilan, paritas, tingkat pendidikan, dan pekerjaan di Pusat Kesehatan Masyarakat Oekabiti (UPTD Puskesmas Oekabiti). Metode: Studi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis observasional dan komparatif. Sebanyak 26 orang dengan anemia hemolitik dimasukkan ke dalam sampel penelitian, yang dikumpulkan menggunakan teknik pengambilan sampel total antara Januari dan April 2026. Data dikumpulkan dari Buku KIA/buku merah muda dan rekam medis. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dengan anemia di UPTD Puskesmas Oekabiti Kabupaten Kupang, Sebagian besar responden mengalami anemia ringan (38,5%), anemia berat (11,5%), dan anemia sedang (50,0%). Berdasarkan karakteristik, prevalensi anemia mencapai 69,2% pada kelompok usia reproduksi, 100% pada trimester ketiga, dan 57,7% pada kelompok multipara/yang memiliki anak. Kesimpulan: Pada trimester ketiga, ibu hamil di wilayah pelayanan UPTD Puskesmas Oekabiti mengalami peningkatan kasus anemia. Tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan pemantauan kadar Hb sejak trimester pertama.

Page 3 of 3 | Total Record : 25