cover
Contact Name
Dwi Indah Iswanti
Contact Email
dwi.indah.iswanti@unkaha.ac.id
Phone
+6281325758841
Journal Mail Official
ljmw.linkep@gmail.com
Editorial Address
Golden Wood Blok D32 Citragrand, Sambiroto, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50276, Indonesia. Email: link.educationpublication@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Midwivery
ISSN : -     EISSN : 30896630     DOI : https://doi.org/10.63425
Core Subject : Health,
Journal of Midwivery is the dissemination of information related to all midwivery area including basic research in midwivery, Birth, Pregnancy, Child and Maternal Health, Newborn, Adolescent, Family Planning, Climacterium, Midwifery Community, Midwifery Education, Midwifery Complementary Therapy, Nutrition in Pregnancy and Child. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Articles 17 Documents
Determinan dan upaya pencegahan stunting pada remaja: systematic review dalam perspektif kebijakan nasional Saputri, Reny Eka; Juhrotun Nisa
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 1 (2026): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i1.131

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia. Pendekatan siklus kehidupan menempatkan remaja putri sebagai kelompok strategis pencegahan karena berperan sebagai calon ibu. Namun, bukti tentang determinan dan efektivitas upaya pencegahan stunting pada remaja putri masih tersebar dan jarang disintesis dengan konteks kebijakan nasional dan daerah. Tujuan: Mengkaji faktor determinan dan upaya pencegahan stunting pada remaja putri serta implikasinya bagi praktik kebidanan dalam kerangka kebijakan nasional dan Jawa Tengah. Metode: Systematic review mengikuti PRISMA. Lima belas artikel (2019-2025) tentang remaja/stunting, determinan dan intervensi diseleksi berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi. Data disintesis secara naratif tematik. Hasil: Empat tema utama diidentifikasi: determinan biologis-gizi (pola makan, anemia, riwayat lahir), faktor sosial ekonomi-lingkungan (pendidikan, pendapatan, sanitasi), faktor psikososial-sosial budaya (nikah dini, self-efficacy, kesehatan mental) dan intervensi pencegahan (edukasi berbasis sekolah/komunitas dan media digital) yang meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri. Simpulan: Stunting pada remaja putri bersifat multidimensional. Penguatan promosi-preventif sejak remaja, selaras dengan kebijakan nasional dan Jawa Tengah, relevan untuk praktik kebidanan dalam memutus siklus antargenerasi stunting.
Gambaran karakteristik ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal care di puskesmas leyangan Lutfihandayani, Izzatul Ukhra; Eko Mardiyaningsih
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 1 (2026): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i1.132

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi permasalahan serius. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan AKI adalah melalui pemeriksaan kehamilan yang optimal Antenatal Care (ANC). Pemerintah telah menetapkan standar minimal enam kali kunjungan ANC selama masa kehamilan, namun cakupan ANC di beberapa daerah masih rendah, termasuk Puskesmas Leyangan Kabupaten Semarang. Tujuan: mengetahui gambaran karakteristik ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC di Puskesmas Leyangan Kabupaten Semarang. Metode: desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sampel adalah ibu hamil di wilayah Puskesmas Leyangan dengan 114 responden yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji univariat. Hasil: Mayoritas responden berada pada kelompok usia 20–35 tahun (88,6%), paritas multipara (63,2%), berpendidikan tinggi (36%), bekerja (65,8%), melakukan kunjungan ANC sebanyak 4 kali (43,9%) dan berada pada usia kehamilan trimester III (48,2%). Kesimpulan: Ibu hamil dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam melakukan pemeriksaan ANC sesuai standar minimal enam kali kunjungan serta aktif mencari informasi terkait kehamilan, gizi dan pencegahan komplikasi demi kesehatan ibu dan bayi.
Penerapan terapi relaksasi hipnosis lima jari untuk mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea (SC) Siti Nurmala; Eko Mardiyaningsih
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 1 (2026): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i1.133

Abstract

Latar belakang: Kecemasan merupakan respon psikologis yang dialami pasien sebelum prosedur bedah, termasuk operasi sectio caesarea. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang digunakan untuk meredakan kecemasan adalah teknik hipnosis lima jari, yang mengombinasikan relaksasi dengan sugesti positif. Tujuan: Mengevaluasi penerapan terapi hipnosis lima jari terhadap tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani operasi sectio caesarea. Metode: Pendekatan studi kasus yang menggunakan metode penelitian desain deskriptif, melibatkan tiga (3) pasien yang mengalami kecemasan sebelum tindakan operasi sectio caesarea. Instrument menggunakan SOP terapi hipnosis lima jari dan lembar observasi kecemasan. Hasil dianalisis secara deskriptif. Hasil: Terdapat perubahan secara signifikan yaitu penurunan tingkat ansietas setelah diberikan dalam waktu 1 hari selama 10 menit, Ny. N tingkat ansietas menjadi 67 kecemasan sedang, Ny. D tingkat ansietas menjadi 56 kecemasan ringan, Ny. S tingkat ansietas menjadi 60 kecemasan sedang. Terdapat penurunan tingkat ansietas setelah pemberian terapi hipnosis lima jari. Pada ke tiga pasien di Ruang Anyelir 2 RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kesimpulan: Terapi relaksasi hipnosis lima jari dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea.
The effect of murottal al-quran surah al-mulk therapy on the sleep quality of babies aged 0-6 months Setyaningsih, Erna
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 1 (2026): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i1.135

Abstract

Introduction: There are quite a lot of babies who experience sleep problems in Indonesia, namely around 44%. However, almost or even more than 72% of parents do not consider sleep disturbances in babies as a problem. In fact, sleep problems can interfere with the baby's growth, cause vulnerable immune function, and disrupt the regulation of the endocrine system. Sleep disorders in babies are more recommended for non-pharmacological treatment, namely music therapy. One of the music therapies is listening to murottals of the Al-Qur'an surah Al-Mulk to improve the quality of baby’s sleep. Objective: The purpose of this study is to determine the effect of murottal Al-qur’an surah al-mulk therapy on the sleep quality of babies aged 0-6 months. Method: The research used a pre-experiment method by using one group pre-test and post-test. The research sample used an accidental sampling technique of 5 babies with sleep disorders. The instrument used by researchers was a baby sleep quality questionnaire sheet. Data analysis using test Wilcoxon because of data distributed No normal. Results: There is an effect of Al-Quran surah Al-Mulk murottal therapy on baby sleep quality with a p value of 0.006 (<0.05). The average quality of the baby's sleep before being given Al-Quran murottal therapy was 2.60 and the average after being given Al-Quran murottal therapy was 1.70. Conclusion: There is an influence of Al-Qur'an surah Al-Mulk murrotal therapy on the quality of baby's sleep. This is because murrotal Al-Qur'an therapy can have a calming effect on babies, so that babies can achieve good quality sleep. The research hopes that surah Al-Mulk murrotal therapy can be applied independently and continuously at home so that babies do not have difficulty sleeping. 
Studi fenomenologi: pengalaman menarche pada anak remaja usia sekolah Machmudah; Salsabilla, Naswa Aliya; Sri Rejeki; Nikmatul Khayati
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 2 (2026): July: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i2.137

Abstract

Pendahuluan: Menarche merupakan menstruasi pertama yang menandai awal pubertas pada remaja perempuan dan sering disertai perubahan fisiologis, psikologis, serta spiritual. Kurangnya kesiapan dan pemahaman dapat menimbulkan kecemasan, ketakutan, dan kebingungan dalam menghadapi perubahan tersebut Tujuan: menggali dan memahami pengalaman menarche pada remaja usia sekolah ditinjau dari aspek fisiologis, psikologis, dan spiritual. Metode: menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi. Partisipan adalah siswi SD Islam Tunas Harapan berusia 10–12 tahun yang telah mengalami menarche dalam 3–6 bulan terakhir, dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik Hasil: Ada lima tema utama hasil penelitian, yaitu: (1) gejala fisik saat menarche, (2) perubahan fisik saat menarche, (3) respon psikologis terhadap menarche, (4) pemaknaan spiritual terhadap pengalaman menarche, dan (5) cara mengolah serta membersihkan pembalut. Simpulan: Pengalaman menarche pada remaja usia sekolah merupakan pengalaman multidimensional yang melibatkan perubahan fisik, emosional, dan spiritual. Dukungan keluarga serta edukasi kesehatan reproduksi berperan penting dalam membantu remaja beradaptasi secara positif.
Penerapan terapi thought stopping dalam menurunkan ansietas pada ibu post sectio caesarea Desi Suistiwijaya; Lowei Asyera Narwastiti; Sukron Makmun; Widyaningrum, Wurshinta; Niken Sukesi
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 2 (2026): July: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i2.140

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas pada ibu pasca Sectio Caesarea merupakan periode transisi yang penting dan menuntut adaptasi fisik serta psikologis yang signifikan. Ansietas merupakan masalah psikologis yang sering dialami oleh ibu post Sectio Caesarea, yang dipicu oleh nyeri pasca operasi, keterbatasan mobilisasi, kekhawatiran terhadap kondisi bayi, serta penyesuaian peran sebagai ibu. Ansietas yang tidak tertangani dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kesejahteraan ibu. Tujuan: mengevaluasi efektivitas terapi thought stopping dalam menurunkan tingkat ansietas pada ibu post Sectio Caesarea. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel terdiri dari empat ibu primigravida post Sectio Caesarea yang mengalami ansietas, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di Ruang St. Anna RSU Budi Rahayu pada tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari melalui pengkajian keperawatan komprehensif, wawancara mendalam, observasi langsung, pemeriksaan fisik, serta telaah dokumentasi keperawatan. Tingkat ansietas diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) sebelum dan sesudah intervensi. Terapi thought stopping diterapkan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan setelah intervensi. Hasil: adanya penurunan ansietas pada seluruh pasien, yang ditandai dengan berkurangnya kekhawatiran berlebihan, meningkatnya kemampuan mengendalikan pikiran negatif, kondisi emosional yang lebih tenang, serta meningkatnya kesiapan ibu dalam melakukan mobilisasi dini dan perawatan diri. Simpulan: Terapi thought stopping terbukti efektif dalam menurunkan ansietas dan mendukung adaptasi psikologis pada ibu post Sectio Caesarea. Peneliti merekomendasikan agar terapi thought stopping diintegrasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis rutin dalam asuhan keperawatan ibu nifas guna meningkatkan kesejahteraan psikologis dan mempercepat proses pemulihan.
Gambaran distribusi frekuensi faktor risiko depresi postpartum di wilayah Indonesia Rafika Putri, Siti; Ari Yuniastuti; Bambang Budi Rahardjo; Mochammad Darmawan Saputra
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 1 (2026): January: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i1.142

Abstract

Pendahuluan: Depresi postpartum merupakan gangguan kesehatan mental maternal yang berdampak luas terhadap ibu, bayi, keluarga, dan masyarakat. Kondisi ini masih sering tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Berbagai faktor demografis, obstetri, psikologis, dan sosial diketahui berkontribusi terhadap kejadian depresi postpartum, sehingga pemetaan faktor risiko menjadi penting sebagai dasar perencanaan kebijakan dan intervensi kesehatan mental maternal berbasis bukti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi frekuensi faktor risiko yang berkaitan dengan depresi postpartum di Indonesia. Metode: desain deskriptif dengan analisis data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Sampel mencakup seluruh anggota rumah tangga terpilih yaitu 222.526, yang memenuhi kriteria survei di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Variabel meliputi: status depresi postpartum, usia, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, paritas, riwayat abortus, dan komplikasi kehamilan. Status depresi postpartum dinilai menggunakan Mini International Neuropsychiatric Interview (MINI). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Mayoritas ibu dengan depresi postpartum berada pada usia 20–35 tahun dan >35 tahun. Tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA, sebagian besar responden tidak bekerja, dan mayoritas berstatus menikah. Hampir seluruh responden mengalami depresi ringan hingga sedang, sementara depresi berat ditemukan dalam proporsi yang sangat kecil. Dari aspek obstetri, sebagian besar responden merupakan multipara, tidak memiliki riwayat abortus, dan tidak mengalami komplikasi kehamilan. Kesimpulan: Depresi postpartum di Indonesia ditemukan pada berbagai kelompok ibu dengan karakteristik demografis dan obstetri yang relatif beragam. Temuan ini menegaskan bahwa depresi postpartum tidak terbatas pada kelompok berisiko klinis tinggi, sehingga diperlukan pendekatan promotif dan preventif yang bersifat universal melalui skrining kesehatan mental maternal yang terintegrasi dalam pelayanan antenatal dan postpartum.

Page 2 of 2 | Total Record : 17