cover
Contact Name
Andre Agachi Purba
Contact Email
pt.lembagappn@gmail.com
Phone
+6282181396566
Journal Mail Official
pt.lembagappn@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kakak Tua No. 17 Kec. Medan Sunggal, Kota Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Golden Generation Multidisciplinary
ISSN : -     EISSN : 31236278     DOI : https://doi.org/10.65244/jggm
Journal of Golden Generation Multidisciplinary (E-ISSN : 3123-6278) adalah jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan open access, diterbitkan oleh PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi platform publikasi bagi penelitian inovatif dan gagasan teoretis dari seluruh disiplin ilmu. Fokus utama kami adalah mendorong dialog lintas-bidang dan pendekatan interdisipliner untuk memecahkan masalah kompleks. Journal of Golden Generation Multidisciplinary menyambut naskah berkualitas tinggi dari berbagai bidang, termasuk Ilmu Sosial dan Humaniora, Sains dan Teknologi (STEM), Ilmu Kesehatan, Ekonomi, Pendidikan, serta Pertanian dan Lingkungan. Setiap naskah akan melalui proses double-blind peer review yang ketat untuk menjamin kualitas dan orisinalitasnya. Jurnal ini terbit enam kali setahun pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember, serta menyediakan akses terbuka untuk mendukung pertukaran pengetahuan global. Kami mengundang para peneliti dan akademisi untuk mengirimkan karya terbaik mereka.
Arjuna Subject : Umum - Analisis
Articles 126 Documents
Pendekatan Balāghah dalam Tafsir Al-Qur’an: Studi tentang Al-Isti‘arah dan Al-Tasybih Muhammad Fadhil Mubarok; Hidayat Azhar Al Ikhlash; Isma Suci; Akhmad Dasuki
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 3 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i3.773

Abstract

Studi mengenai al-istiarah dan al-tasybih merupakan aspek penting dalam bidang balaghah yang memilikiperansignifikan dalam memahami keindahan dan kedalaman makna dari bahasa Al-Qur’an. Al-Isti‘arah dan Al-Tasybih menegaskan bahwa kedua bentuk bahasa ini lebih dari sekadar hiasan retoris, tetapi merupakan alat utama untuk menyampaikan pesan ilahi secara efisien, persuasif, dan menyentuh dimensi rasional maupun emosional pembaca. Al-tasybih sebagai perumpamaan yang jelas menghadirkan makna yang abstrak ke dalam bentuk yang konkret, sehingga mempermudah pemahamanmanusiaterhadap berbagai konsepakidah, etika,dan eskatologi. Sementaraitu,alisti‘arah bertindak sebagaimetafora yang implisit, memb erikankedalamanmaknamelaluipemadatan ungkapandankekuatanimajinatif, yang menghasilk an efek estetika dan teologis yang signifikan. Dengan menggunakan pendekatan analisis linguistik dan tafsir tematik, penelitian ini menunjukkan bahwa banyak ayat dalam Al-Qur’an mengaplikasikan kedua gaya bahasa tersebutuntuk menerangkan realita iman,kekufuran,petunjuk,kesesatan,serta interaksi manusia dengan Allah dan sesamanya. Pemahaman yang benar mengenai al-isti‘arah dan al-tasybih dapat menghindarkan dari kesalahan penafsiran literal terhadap ayat-ayat yang bersifat majazi. Dengan demikian, penguasaan konsep tersebut menjadi penting
TRANSFORMASI DARI MUSHAF KE DIGITAL:EFEKTIVITAS AL QURAN DIGITAL DALAM SPIRITUALITAS ISLAM DI ERA MODERN Aqiilah Khairunnisa Azahrah; Bunga Ramadania; Jahraa Maritza; Rifky Nur Hafiz; Risma Hariza Salsabilla; Zahra Safira Rabbani; Edi Suresman
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 3 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i3.774

Abstract

Perkembangan peradaban di era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital memberikan pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan umat Islam, terutama pada perubahan bentuk mushaf Al-Qur’an dari versi cetak ke platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan aplikasi Al-Qur’an digital sebagai media yang dapat membantu meningkatkan kualitas dan intensitas ibadah di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, serta didukung oleh teknik wawancara untuk menggali pengalaman pengguna secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi Al-Qur’an memberikan dampak positif, terutama dalam hal kemudahan akses yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, sehingga memungkinkan umat Islam tetap dapat berinteraksi dengan ayat-ayat Al-Qur’an di tengah kesibukan sehari-hari. Fitur-fitur yang tersedia seperti terjemahan, tajwid, tafsir, dan audio murottal dinilai cukup membantu dalam meningkatkan pemahaman serta mendukung proses menghafal Al-Qur’an secara lebih fleksibel. Namun demikian, penggunaan Al-Qur’an digital juga menghadirkan tantangan berupa distraksi dari perangkat digital. Meski begitu, sebagian pengguna mampu menyikapinya dengan baik melalui penerapan literasi digital religius, seperti mengaktifkan mode fokus dan menjaga niat saat beribadah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknologi digital dapat menjadi sarana yang mendukung praktik spiritual umat Islam secara lebih inklusif dan berkelanjutan, serta tetap relevan dalam membantu memperkuat hubungan manusia dengan Al-Qur’an di era modern.  
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH ISLAM MODERAT DI KALANGAN GENERASI MUDA April Yanti Ananda; Febria Sri Rezeqi Fadillah; Gizalsa Syabilla; Hasna Nisrina; Muhammad Rizalul Zidan Akbar; Islaeda Yushan Dini; Edi Suresman
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 3 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i3.776

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah dakwah Islam dari pendekatan konvensional menjadi praktik digital yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai Islam moderat di kalangan generasi muda, dengan mengkaji pengaruh algoritma, pergeseran otoritas keagamaan, dan komodifikasi konten religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap 17 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021–2026 yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti Instagram, YouTube, TikTok, dan X berfungsi sebagai ekosistem yang efektif dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi (wasathiyyah), toleransi, dan inklusivitas. Namun, sistem berbasis algoritma cenderung memprioritaskan konten yang viral dan emosional dibandingkan pesan keagamaan yang substantif, sehingga berpotensi mengurangi kedalaman pemahaman. Selain itu, pergeseran otoritas keagamaan dari ulama tradisional ke influencer digital menimbulkan kekhawatiran terkait kredibilitas. Praktik monetisasi dan personal branding juga menunjukkan adanya kecenderungan komodifikasi konten keagamaan di ruang digital. Oleh karena itu, penguatan literasi digital keagamaan serta integrasi antara otoritas keilmuan dan kompetensi digital menjadi hal yang penting untuk memastikan keberlanjutan dakwah Islam moderat di era digital.
A Semantic Analysis of Deictic Expressions in “Indonesia Launches Ambitious Free-Meal Program to Combat Stunting” Published by The Jakarta Post Maria Anjelita Hutauruk; Bernieke Anggita Ristia Damanik
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 3 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i3.781

Abstract

Studi ini meneliti bagaimana frasa deiktik digunakan dan apa artinya dalam artikel berita berjudul “Indonesia Siap Meluncurkan Program Makan Gratis Ambitius untuk Memerangi Stunting.” Tujuan utamanya adalah untuk menemukan berbagai jenis kekurangan dan memahaminya secara bermakna, menggunakan gagasan dari Levinson (1983) dan Huang (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis deiksis dalam artikel tersebut: persona, temporal, misalnya; spasial; wacana; dan sosial. Ini berarti bahwa deiksis persona lebih umum daripada yang lain dari waktu ke waktu, yang menunjukkan bahwa fleksibilitas ini terutama memengaruhi partisipan. Pentingnya ekspresi deiktik berasal dari perannya dalam menghubungkan kata-kata dengan situasi di mana kata-kata tersebut digunakan. Studi ini juga menunjukkan bagaimana analisis semantik dan pragmatik terhubung ketika menjelaskan deiksis, dengan makna semantik yang lebih umum dan makna praktis yang berubah berdasarkan situasi. Oleh karena itu, kedua perspektif tersebut diperlukan untuk memahami bagaimana bahasa digunakan. Pada akhirnya, deiksis memainkan peran kunci dalam pelaporan berita karena membantu menyajikan informasi secara jelas dan membuatnya lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Mempelajari cara menafsirkan frasa deiktik dapat meningkatkan pemahaman pembaca terhadap berita. Ini berarti menemukan penyebutan yang terhubung dengan bagian teks lainnya.  
An Analysis of Semantics: Denotative and Connotative Meaning in the Song “Exile” by Taylor Swift Jeyola Josevine Pangaribuan; Bernieke Anggita Ristia Damanik
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 3 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i3.782

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk menguji bagaimana kita memahami makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu "Exile" karya Taylor Swift. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis penggunaan makna denotatif dan konotatif yang terdapat dalam lagu "Exile" karya Taylor Swift. Semantik, sebagai cabang linguistik, memiliki peran penting dalam menjelaskan bagaimana makna terbentuk dalam bahasa dan memainkan peran penting dalam memahami bagaimana makna dibangun dalam bahasa, baik secara harfiah maupun kiasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memeriksa lirik lagu untuk mengidentifikasi kata, frasa, dan ekspresi yang mengandung makna denotatif (harfiah) dan konotatif (tersirat). Temuan menunjukkan bahwa meskipun beberapa lirik menyampaikan makna denotatif yang jelas, sejumlah besar ekspresi kaya akan makna konotatif yang mencerminkan kedalaman emosional. Aspek konotatif ini memperkaya interpretasi lirik, memungkinkan pendengar untuk memahami makna di balik permukaan dan terhubung lebih dalam dengan alur cerita emosional lagu, seperti perasaan patah hati, kesalahpahaman, dan perpisahan. Unsur-unsur konotatif dalam lagu berkontribusi pada interpretasi yang lebih dalam di luar makna literal, memungkinkan pendengar untuk terhubung dengan narasi emosional. Oleh karena itu, studi ini menyoroti pentingnya analisis semantik dalam memahami lirik lagu dan menunjukkan bagaimana makna denotatif dan konotatif bekerja bersama untuk meningkatkan pesan keseluruhan sebuah lagu. Kesimpulannya, studi ini menggarisbawahi pentingnya analisis semantik dalam menafsirkan lirik lagu dan menggambarkan bagaimana kombinasi makna denotatif dan konotatif membantu mengkomunikasikan pesan keseluruhan secara lebih efektif.  
ANALISIS TUGAS DAN FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DESA PENGUJAN, KECAMATAN TELUK BINTAN, KABUPATEN BINTAN Fauzan Lidra Ramadhani; Nabil Daffa Rizky
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 3 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i3.794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pengujan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan kepala desa, anggota BPD, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPD Desa Pengujan secara normatif telah menjalankan fungsi-fungsi utamanya, seperti penyerapan aspirasi masyarakat, penyelenggaraan musyawarah desa, pembahasan peraturan desa, serta pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa. Namun, efektivitas pelaksanaan fungsi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, ketimpangan partisipasi masyarakat, serta kesenjangan antara prosedur formal dan praktik substantif. Pengawasan BPD cenderung bersifat administratif, sementara partisipasi masyarakat dalam proses legislasi desa belum sepenuhnya inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan peran BPD tidak hanya memerlukan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga peningkatan kapasitas kelembagaan, transparansi, dan mekanisme partisipasi masyarakat yang lebih substantif.

Page 13 of 13 | Total Record : 126