cover
Contact Name
Bahrur Rosi
Contact Email
bahrur.rosi10@gmail.com
Phone
+6281228020216
Journal Mail Official
bahrur.rosi10@gmail.com
Editorial Address
Jalan Mushola RT 008 RW 02 Nomor 9 H, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati DKI Jakarta 13520
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Deliberatif
ISSN : -     EISSN : 30321786     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Deliberatif adalah jurnal yang terbit dua kali dalam setahun: Juni dan Desember di bawah Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup (Gardapoli), Indonesia. Jurnal ini bertujuan memperluas dan memperdalam wawasan mengenai isu hukum, politik, sumber daya manusia, dan lingkungan hidup. Keberadaan Jurnal Deliberatif diharapkan menjadi opsi bacaan bagi masyarakat umum, terutama yang menaruh minat dengan hukum, politik, sumber daya manusia dan lingkugan hidup dan menjadi kebaruan atau temuan dari penelitian terutama yang berfokus kepada hukum, politik, sumber daya manusia, dan lingkungan hidup. Setiap artikel akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidangnya. Proses review bersifat double-blind dimana setiap reviewer tidak mengetahui identitas penulis dan sebaliknya penulis juga tidak mengetahui identitas reviewer. Sebelum mengirimkan, harap pastikan bahwa naskah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal Deliberatif, ditulis dalam bahasa Indonesia dan abstrak ditulis dalam bahasa Inggris serta bahasa Indonesia, dan mengikuti pedoman penulis & template naskah kami. Jika naskah yang dikirimkan tidak sesuai dengan pedoman atau menggunakan format yang berbeda, maka akan ditolak oleh tim redaksi sebelum ditinjau. Tim Redaksi hanya akan menerima naskah yang memenuhi persyaratan format yang ditentukan.
Articles 42 Documents
Melek Industri Belum Tentu Melek Finansial : Analisis Kualitatif Literasi Keuangan Dan Perilaku Pengambilan Keputusan Ekonomi Karyawan Pada Sebuah Perusahaan Asuransi Dalam Group Ekosistem Keuangan Terintegrasi Indri Anggraeni Wulansari; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Financial literacy is a key determinant of individuals' economic behavior and decision-making quality. The 2024 National Survey on Financial Literacy and Inclusion (SNLIK) reports a national financial literacy index of only 65.43%, lower than the 75.02% financial inclusion index, indicating that access to financial products has outpaced understanding of them. This warrants investigation among financial industry employees, typically assumed to be financially literate. This paper examines the financial literacy of employees at an insurance company within an integrated financial ecosystem group, and its correlation with economic behavior and decision-making. Using a qualitative descriptive case study approach, data were gathered through in-depth interviews with seven informants across different positions, observation, and document analysis, then analyzed thematically (Miles & Huberman), with validity assessed via source and technique triangulation. Findings show generally good financial literacy, particularly regarding risk concepts, but weaknesses in investment diversification. All informants agreed that working in finance does not equate to being financially literate; knowledge does not always translate into disciplined behavior. The group's integrated financial ecosystem proved a double-edged sword, improving financial behavior overall while fostering consumptive tendencies among junior employees. The study proposes a sustainable, practical internal financial education program incorporating planning simulations as an HR development strategy. Keywords: financial literacy, financial behavior, economic decision-making, human resource management, insurance
Transformasi SDM Surveyor Marine Independen: Kajian Kritis Terhadap Kompetensi, Profesionalisme, dan Tuntutan Layanan Samekto Siswantoro Siswantoro; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan digitalisasi dan regulasi di sektor maritim menuntut peningkatan kompetensi Independent Marine Surveyor (IMS). Penelitian ini menganalisis perubahan sumber daya manusia (SDM) IMS di Perusahaan X, khususnya pada aspek kompetensi, profesionalisme, dan kebutuhan layanan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga informan, yaitu seorang IMS senior, broker asuransi marine joint venture, dan marine underwriter asuransi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan kemampuan digital antara surveyor senior dan junior. Selain itu, standar STCW 2010 Amandemen Manila belum sepenuhnya menjawab kebutuhan kompetensi IMS, sementara tuntutan pemangku kepentingan terhadap isi laporan menjadi tantangan yang umum dihadapi. Penelitian ini juga menemukan strategi 3D (Data, Diplomasi, dan Dokumen) yang digunakan surveyor untuk menjaga objektivitas dan independensi laporan. Kesimpulannya, transformasi SDM IMS perlu mengintegrasikan kompetensi teknis dan digital dengan profesionalisme etis. Oleh karena itu, Perusahaan X disarankan mengembangkan pelatihan terpadu, program mentoring dua arah, serta pelatihan diplomasi profesional guna menjaga kualitas laporan survei yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya. Kata kunci: SDM maritim, Independent Marine Surveyor, kompetensi digital, profesionalisme, fairness
Mekanisme Penerapan Insurance Asset I-ready Dalam Asset Management di Industri Perkebunan Kelapa Sawit Sebagai Solusi Pelaporan Aset Untuk Proses Cover Asuransi: Insurance Asset I-ready Muhammad Harun Alrasyid; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas cara bagaiman mengelola aset di industri perkebunan kelapa sawit untuk mendukung proses asuransi yang lebih akurat dan tepat waktu. Permasalahan utama yang di hadapi pada industry tersebut adalah data aset yang tidak diperbarui, aset yang sudah tidak digunakan lagi tetapi masih tercatat, dan lambatnya respon dalam meminta data aset. Hal ini dapat menyebabkan penginputan data asuransi yang tidak akurat, risiko underinsurance atau overinsurance, dan proses renewal yang tidak tepat waktu. Penelitian ini mengusulkan kerangka konseptual yang disebut Insurance Asset I-ready (IAR), sebagai konsep kerangka untuk mengatasi permasalahan ini. Kerangka ini memastikan pengelolaan data aset yang baik, verifikasi siklus hidup asset yang sesuai, penyesuaian nilai asuransi yang wajar, integrasi digital asset yang efektif, dan pengendalian risiko yang maksimal. Dengan demikian, perusahaan perkebunan sawit dapat memiliki dasar yang lebih kuat dalam menentukan objek asuransi, nilai pertanggungan asuransi, dan jenis perlindungan asuransi yang dibutuhkan sesuai dengan deskripsi maupun terhadap kategori aset.
Peran Strategis Industri Asuransi terhadap Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs): Peluang, Tantangan, dan Implikasi Kebijakan Publik: Indonesia Haposan Bakara
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) requires the active participation of various stakeholders, including the financial services sector. As one of the key institutions in risk management, the insurance industry plays a strategic role in supporting sustainable development through financial protection, risk mitigation, and long-term investment mobilization. This study aims to analyze the strategic role of the insurance industry in achieving the SDGs, identify the opportunities and challenges faced by the industry, and examine the public policy implications necessary to strengthen its contribution to sustainable development. This research employs a qualitative approach using a literature review method by analyzing academic publications, policy documents, regulations, and relevant reports related to insurance, sustainable development, and public policy. The findings indicate that the insurance industry contributes significantly to several SDGs, particularly those related to poverty reduction, health, economic growth, sustainable infrastructure, and climate action. However, the industry faces various challenges, including low insurance penetration, limited sustainable insurance products, regulatory constraints, human resource capacity gaps, and increasing environmental risks due to climate change. Therefore, strengthening regulatory frameworks, enhancing insurance literacy, developing sustainable insurance products, and integrating environmental, social, and governance (ESG) principles into insurance business practices are essential to optimize the industry's contribution to sustainable development. The study concludes that the insurance industry has substantial potential to become a strategic partner in achieving the SDGs, provided that comprehensive public policy support and stakeholder collaboration are effectively implemented.
Peranan Kompetensi Sumber Daya Manusia Dalam Pengambilan Keputusan Ekonomi Berbasis Risiko Pada Perusahaan Pialang Asuransi Di Indonesia: Studi Literatur Kualitatif Muhammad Sahwir Pasah; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insurance brokers play a crucial role in helping companies manage and transfer their risks through informed decision-making regarding insurance programs. The increasing complexity of the business environment and rising economic uncertainty force companies to rely on the skills of their Human Resources (HR) to make informed and effective decisions, while considering the various risks they face. This study analyzes the role of HR skills in this context, identifies the skills that have the greatest impact on decision-making quality, and formulates strategies for developing these skills among insurance brokers in Indonesia. The study employed qualitative methods and included a literature review of ten relevant journals published over the past ten years. Data analysis was conducted through data reduction and presentation, and conclusions were drawn based on a synthesis of previous research. The findings indicate that HR management skills, including knowledge, skills, experience, analytical thinking, and risk management insights, contribute significantly to improving the quality of risk-based business decisions. Furthermore, a risk-oriented corporate culture, the use of information technology, and ongoing HR training will foster effective decision-making. This study recommends that insurance brokers strengthen their personnel development programs through training, professional certification, fostering a risk-oriented culture, and leveraging technology and data analytics to improve business decision quality and enhance competitiveness.
Kolaborasi Global dalam Penguatan Kualitas Keputusan Underwriting pada Perusahaan Asuransi Umum Joint Venture di Indonesia Kabul Eka Priana; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keputusan underwriting pada industri asuransi umum semakin kompleks akibat persaingan harga, kenaikan biaya klaim, tuntutan permodalan, dan PSAK 117. Penelitian ini menganalisis peran kolaborasi global dalam memperkuat kualitas keputusan underwriting dan membentuk perilaku ekonomi sumber daya manusia pada perusahaan asuransi umum joint venture di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus reflektif. Data bersumber dari observasi profesional, telaah kebijakan dan alur referral yang dianonimkan, serta analisis regulasi, informasi industri, dan literatur. Triangulasi sumber membandingkan pengalaman operasional, ketentuan kebijakan, dan bukti eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedoman global, risk grading, disiplin harga, mekanisme referral, audit teknis, dan pembelajaran lintas negara meningkatkan konsistensi serta akuntabilitas keputusan, terutama ketika perusahaan menghadapi tekanan pertumbuhan premi dan ketidakpastian klaim. Efektivitasnya ditentukan oleh kemampuan SDM menerjemahkan standar global ke dalam karakteristik risiko lokal, praktik pasar, ketentuan OJK, dan implikasi PSAK 117. Penelitian mengusulkan adaptive underwriting governance yang memadukan risk appetite, kewenangan lokal terukur, referral edukatif, dokumentasi alasan keputusan, pengembangan kompetensi, dan umpan balik portofolio.
Strategi Human Resource Management dalam Menghadapi Hiring Freeze pada Perusahaan Pialang Asuransi: Suatu Systematic Literature Review Savitri Sri Lestari; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study examines Human Resource Management (HRM) strategies for responding to hiring freeze policies in insurance brokerage companies through a Systematic Literature Review (SLR). The review analyzes national and international scholarly publications issued between 2021 and 2026 using a structured process of literature identification, screening, quality assessment, and synthesis guided by the perspectives of Strategic Human Resource Management, the Resource-Based View, Human Capital Theory, and Dynamic Capabilities. The findings indicate that hiring freezes are commonly adopted to address economic uncertainty, accelerate organizational efficiency, and support digital transformation. Although this policy can reduce labor costs, it may also increase employee workload, weaken engagement, and limit organizational performance when not supported by effective HR practices. The literature consistently highlights strategic workforce planning, employee upskilling and reskilling, internal talent development, employee engagement initiatives, digital HR transformation, adaptive performance management, and succession planning as key strategies for sustaining organizational capability during recruitment restrictions. The review concludes that the effectiveness of a hiring freeze depends primarily on an organization's ability to maximize existing human capital rather than merely suspending external recruitment. Accordingly, HRM should function as a strategic business partner that strengthens organizational resilience, service quality, and long-term competitiveness within the insurance brokerage industry.
Pengaruh Gejolak Geopolitik di Timur Tengah terhadap Supply Kapasitas Reasuransi Global dan Dampaknya terhadap Pendapatan Brokerage Perusahaan Broker Reasuransi Bayu Kristianto; sitti rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis bagaimana gejolak geopolitik di Timur Tengah—khususnya rangkaian konflik Israel–Hamas, serangan Houthi di Laut Merah, serta eskalasi ketegangan yang melibatkan Iran di sekitar Selat Hormuz—memengaruhi penawaran (supply) kapasitas reasuransi global dan, pada gilirannya, pendapatan brokerage perusahaan broker reasuransi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan basis studi kepustakaan dan data sekunder dari laporan broker global (Aon, Guy Carpenter, Gallagher Re, Howden Re), lembaga pemeringkat (S&P, Moody’s, Morningstar DBRS), serta data pasar marine war risk, penelitian menemukan adanya paradoks penawaran kapasitas. Pada tingkat agregat, kapital reasuransi global mencapai rekor tertinggi sekitar USD 785 miliar pada akhir 2025 sehingga memicu pasar lunak (soft market) dengan penurunan tarif yang tajam pada lini katastrofa properti. Namun pada lini spesialis yang sensitif terhadap konflik (marine war, aviation war, terrorism, political violence, dan cyber), kapasitas justru mengetat, dengan repricing premi yang ekstrem, klausul pembatalan tujuh hari, kenaikan attachment point, dan perluasan pengecualian. Dampak terhadap pendapatan brokerage bersifat dua arah: pelunakan tarif lini inti menekan brokerage per unit, sementara repricing dan lonjakan permintaan pada lini spesialis, peningkatan penempatan fakultatif, serta jasa advisory dan structuring justru menopang pendapatan. Secara empiris, pertumbuhan organik divisi reasuransi broker besar tetap tangguh pada kisaran 6–8% sepanjang 2025–2026. Penelitian menyimpulkan bahwa gejolak Timur Tengah berperan sebagai penyangga (cushion) dan sumber margin tinggi yang spesifik, bukan sebagai pendorong utama pendapatan brokerage, karena lini terdampak hanya merupakan irisan kecil dari kolam premi reasuransi global. Kata kunci: risiko geopolitik; kapasitas reasuransi; soft market; marine war risk; pendapatan brokerage; broker reasuransi. ABSTRACT This study analyses how geopolitical turmoil in the Middle East—particularly the Israel–Hamas conflict, Houthi attacks in the Red Sea, and the escalation of tensions involving Iran around the Strait of Hormuz—affects the supply of global reinsurance capacity and, in turn, the brokerage income of reinsurance broking firms. Using a qualitative descriptive-analytical method based on a literature review and secondary data from global broker reports (Aon, Guy Carpenter, Gallagher Re, Howden Re), rating agencies (S&P, Moody’s, Morningstar DBRS), and marine war-risk pricing data, the study identifies a capacity-supply paradox. At the aggregate level, global reinsurance capital reached a record high of around USD 785 billion at year-end 2025, driving a soft market with sharp rate reductions in property catastrophe lines. Yet in conflict-sensitive specialty lines (marine war, aviation war, terrorism, political violence, and cyber), capacity tightened, with extreme premium repricing, seven-day cancellation clauses, higher attachment points, and broadened exclusions. The effect on brokerage income is two-directional: softening core-line rates compress per-unit brokerage, while repricing and surging demand in specialty lines, increased facultative placements, and advisory and structuring services support income. Empirically, the organic growth of major brokers’ reinsurance divisions remained resilient at 6–8% throughout 2025–2026. The study concludes that Middle East turmoil acts as a cushion and a high-margin niche rather than the principal driver of brokerage income, because the affected lines represent only a small slice of the global reinsurance premium pool. Keywords: geopolitical risk; reinsurance capacity; soft market; marine war risk; brokerage income; reinsurance broker.
PENGARUH PENERAPAN M-BIZ DALAM KEGIATAN MARKETING DAN PENINGKATAN MARKET SHARE PADA PT. ASURANSI KREDIT INDONESIA: PENGARUH PENERAPAN M-BIZ DALAM KEGIATAN MARKETING DAN PENINGKATAN MARKET SHARE PADA PT. ASURANSI KREDIT INDONESIA ZEPRI MANALU
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut perusahaan asuransi untuk bertransformasi dalam strategi marketing. PT Askrindo sebagai BUMN penjaminan dan asuransi menghadapi persaingan ketat dalam merebut market share. Salah satu inisiatif transformasi digital yang diterapkan adalah M-Biz, sebuah platform mobile business untuk mempermudah proses pemasaran, akuisisi nasabah, dan layanan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan M-Biz terhadap efektivitas kegiatan marketing dan peningkatan market share PT Askrindo periode 2024-2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey dan analisis data sekunder. Data diperoleh dari laporan penjualan, data penggunaan M-Biz, dan kuesioner kepada 120 agen dan marketing officer PT Askrindo.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan M-Biz berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi waktu marketing sebesar 42%, peningkatan produktivitas agen sebesar 35%, dan peningkatan market share sebesar 8,7% dalam 1 tahun. Faktor utama yang memengaruhi adalah kemudahan akses, kecepatan proses underwriting, dan integrasi data real-time, serta efesiensi dalam kunjungan marketing ke mitra dan nasabah.
PENGARUH BUDAYA PERUSAHAAN AKHLAK TERHADAP KINERJA DAN PERILAKU KERJA PEGAWAI PT. ASURANSI KREDIT INDONESIA: PENGARUH BUDAYA PERUSAHAAN AKHLAK TERHADAP KINERJA DAN PERILAKU KERJA PEGAWAI PT. ASURANSI KREDIT INDONESIA Fachrul Septianto
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Budaya organisasi merupakan faktor fundamental yang memengaruhi perilaku, etos kerja, dan kinerja pegawai. Dalam konteks Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian BUMN telah menetapkan nilai-nilai dasar AKHLAK—Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif—sebagai pedoman perilaku seluruh insan BUMN. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana budaya AKHLAK diinternalisasi dan diimplementasikan oleh pegawai PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) serta bagaimana nilai-nilai tersebut memengaruhi kinerja mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang berfokus pada pemahaman makna dan pengalaman subjektif pegawai dalam konteks penerapan budaya organisasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 informan yang terdiri atas pegawai dari berbagai divisi dan level jabatan, observasi partisipatif terhadap aktivitas kerja dan interaksi antarpegawai, serta analisis dokumen berupa pedoman budaya AKHLAK, laporan kinerja, dan kebijakan internal perusahaan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya AKHLAK telah terinternalisasi secara cukup kuat di lingkungan Askrindo dan berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja pegawai. Nilai Amanah membentuk integritas dan tanggung jawab kerja; Kompeten mendorong profesionalisme dan pembelajaran berkelanjutan; Harmonis menciptakan hubungan kerja yang inklusif dan saling menghargai; Loyal memperkuat komitmen dan rasa memiliki terhadap organisasi; Adaptif menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi meskipun masih menghadapi tantangan dalam penerapan transformasi digital; dan Kolaboratif menjadi kekuatan utama dalam membangun sinergi lintas divisi. Secara keseluruhan, budaya AKHLAK berfungsi sebagai sistem nilai yang membentuk perilaku kerja positif, memperkuat kohesi sosial, dan meningkatkan efektivitas organisasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan budaya AKHLAK tidak hanya berperan sebagai pedoman perilaku, tetapi juga sebagai roh organisasi yang menuntun pegawai untuk bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan semangat kolaboratif. Budaya ini menjadi fondasi penting dalam membangun kinerja unggul dan memperkuat daya saing Askrindo sebagai BUMN yang berintegritas dan adaptif terhadap perubahan.   Abstrac Organizational culture is a fundamental factor influencing employee behavior, work ethics, and performance. In the context of Indonesian State-Owned Enterprises (SOEs), the Ministry of SOEs has established the core values of AKHLAK—Amanah (Trustworthy), Kompeten (Competent), Harmonis (Harmonious), Loyal (Loyal), Adaptif (Adaptive), and Kolaboratif (Collaborative)—as behavioral guidelines for all employees. This study aims to explore in depth how the AKHLAK culture is internalized and implemented by employees of PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) and how these values affect their performance. This research employs a qualitative descriptive approach, focusing on understanding the meaning and subjective experiences of employees in applying organizational culture. Data were collected through in-depth interviews with 15 informants from various divisions and job levels, participant observation of daily work activities and interpersonal interactions, and document analysis of AKHLAK guidelines, performance reports, and internal policies. Data were analyzed thematically using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the AKHLAK culture has been well internalized within Askrindo and positively influences employee performance. The value of Amanah fosters integrity and accountability; Kompeten promotes professionalism and continuous learning; Harmonis builds inclusive and respectful relationships; Loyal strengthens commitment and organizational belonging; Adaptif encourages innovation despite challenges in digital transformation; and Kolaboratif enhances teamwork and cross-divisional synergy. Overall, the AKHLAK culture functions as a value system that shapes positive work behavior, strengthens social cohesion, and improves organizational effectiveness. The study concludes that the implementation of the AKHLAK culture serves not only as a behavioral guideline but also as the soul of the organization, guiding employees to work with integrity, professionalism, and collaboration. This culture forms a strong foundation for achieving superior performance and enhancing Askrindo’s competitiveness as an ethical and adaptive state-owned enterprise.