cover
Contact Name
Firmansyah
Contact Email
panipahanf@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiir@uinsa.ac.id
Editorial Address
Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, State Islamic University (UIN) Sunan Ampel Surabaya Address: Dr. Ir. H. Soekarno Street No. 682, Gununganyar, Surabaya, Indonesia, Postal Code 60294, Phone (031) 8479384, Fax (031) 8413300 (Zaky), E-mail: jiir@uinsa.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Integrative International Relations
ISSN : 24773557     EISSN : 27970345     DOI : https://doi.org/10.15642/jiir
Core Subject : Humanities, Social,
Journal of Integrative International Relations (JIIR) published by Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, State Islamic University of Sunan Ampel Surabaya in association with The Indonesian Islamic Studies and International Relations Association (INSIERA). The journal published multi-disciplinary, inter-disciplinary, and trans-disciplinary approach articles on various issues in the field of International Relations. Special attention is given to the acedemic articles related to Islamic Integration methodology which synthesis critically between Islamic Studies and International Relations.
Articles 83 Documents
Analisis Politik Luar Negeri Arab Saudi Dalam upaya Melakukan Normalisasi Arab Saudi-Israel Adam Maulana Wijaya
Journal of Integrative International Relations Vol. 9 No. 2 (2024): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2024.9.2.70-81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik luar negeri Arab Saudi dalamupaya melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Dalam konteks regionalyang kompleks di Timur Tengah, normalisasi Saudi-Israel telah menjadi topik yangsangat sensitif dan kontroversial. Penelitian ini mengidentifikasi sejumlah faktoryang memengaruhi kebijakan luar negeri Saudi terkait normalisasi, termasuktekanan dari Amerika Serikat, perubahan geopolitik regional terutama berkaitandengan Iran, normalisasi oleh negara-negara Arab lainnya, hubungan denganPalestina, perubahan kepemimpinan di Saudi Arabia, dan pertimbangan keamanandan ekonomi. Hasil penelitian ini menggambarkan dinamika kompleks dalamkebijakan luar negeri Saudi dan bagaimana faktor-faktor ini saling berhubungandalam upaya mencapai normalisasi dengan Israel.
Analisis Kebijakan Politik Luar Negeri: Menganalisis Strategi Diplomasi Malaysia di Era Kepemimpinan Anwar Ibrahim Haider Arkananta; Cikal Jalu Ghazy Farhan; Nailul Inayah
Journal of Integrative International Relations Vol. 10 No. 1 (2025): May
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2025.10.1.48-60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara mendalam dan menganalisis strategi diplomasi Malaysia selama periode kepemimpinan Anwar Ibrahim, seorang tokoh yang memiliki dampak signifikan dalam arah kebijakan luar negeri negara. Fokus utama penelitian ini adalah pada strategi diplomasi yang diadopsi oleh Malaysia di tingkat global, melibatkan aspek hubungan bilateral, partisipasi dalam organisasi internasional, serta penanganan isu-isu global yang menjadi fokus utama. Tujuan penelitian ini mencakup analisis mendalam terhadap strategi diplomasi Malaysia di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim, menilai efektivitas kebijakan luar negeri dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara kunci, meneliti kontribusi Malaysia dalam konteks organisasi internasional dan kerjasama multilateral, serta mengevaluasi respons Malaysia terhadap isu-isu global dan dampaknya terhadap citra negara di arena internasional. Ruang lingkup penelitian mencakup periode kepemimpinan Anwar Ibrahim, dengan fokus pada rentang waktu yang relevan untuk menganalisis kebijakan luar negeri yang diimplementasikan selama masa tersebut. Aspek-aspek kunci yang dicakup mencakup evolusi hubungan bilateral, peran Malaysia dalam organisasi internasional, serta respons terhadap isu-isu global yang muncul selama periode penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami peran Malaysia dalam dinamika hubungan internasional, menggali kontribusi negara ini dalam organisasi internasional, dan menyajikan dampak strategi diplomasi di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim terhadap citra dan posisi Malaysia di tingkat global. Kendati demikian, penelitian ini juga memiliki keterbatasan terkait dengan keterbatasan data dan interpretasi subjektif atas kebijakan luar negeri. Kata kunci: Anwar Ibrahim, Malaysia, Diplomasi
Evaluating the US Decision to Get Involved in the 2003 Iraq War Using a Bureaucratic Politics Model Mohammad Mazi Fatur Rahman Chalimi; Arfiansyah Putra Pradana Hadi; Ahmad Farhan Dzaky Kafrawi
Journal of Integrative International Relations Vol. 9 No. 1 (2024): May
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2024.9.1.36-44

Abstract

This comprehensive policy brief delves into the intricate US decision to engage in the 2003 Iraq War, shedding light on the multifaceted aspects that influenced this pivotal moment in international relations. The Iraq War is renowned for its controversy and profound global repercussions, making it an essential subject of study. The evaluation framework utilized in this research is the Bureaucratic Politics Model, which scrutinizes the inner workings of the US government in foreign policy decisions. To understand the depth of this decision, the research encompasses an extensive analysis of the political, economic, military, and diplomatic landscape that surrounded the choice to invade Iraq. This investigation uncovers the inner dynamics of US foreign policy by highlighting the roles and diverse objectives of key decision-makers within the government, offering valuable insights into the complexity of the decision-making process. The findings underscore the significance of internal factors in shaping foreign policy and emphasize the need for transparency within the decision-making process. Furthermore, it underscores the importance of prioritizing diplomacy as a tool for conflict resolution and the necessity of considering the long-term consequences of foreign policy decisions. In a world where international relations are ever-evolving, this research serves as a poignant reminder of the intricacies of foreign policy and its far-reaching implications.
Sumber Konflik Perang Sipil Myanmar Pasca Kudeta Militer Tahun 2021 Annisa Febrianti Putri Indrasari; Taufik Muhammad Ramadhan; Prilla Marsingga
Journal of Integrative International Relations Vol. 8 No. 2 (2023): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2023.8.2.98-114

Abstract

The research was intended to find out why the civil war in Myanmar was possible, by trying to identify the sources of the conflict of the post-military coup in 2021. Using a framework of human needs theories developed by John Burton as the chief analysis tool. The theory provides the framework for understanding conflict resolution and peace development by emphasizing the importance of governments to meet the basic needs of their individual citizens. When it comes to the theory of conflict resolution, research that uses a thorough approach to meeting aspects of human need remains rare. The study shows that the source of Myanmar's civil war conflict proved unable to be contained after a military campaign in 2021 caused by various factors, with the failure to meet the basic human need for continued peace and stability. Systematic violations of security, identity, recognition and participation by the military junta have intensified the cycle of conflict, suffering poverty and food among Myanmar's civilians. Meeting these basic human needs is essential to achieving continued peace and reconciliation in myanmar. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu mengapa perang sipil di Myanmar bisa terjadi, dengan berusaha mengidentifikasi sumber-sumber konflik nya pasca-kudeta militer di tahun 2021. Dengan menggunakan kerangka teori-teori Kebutuhan Dasar Manusia (Human Needs Theory) yang dikembangkan oleh John Burton sebagai alat analisis utama. Teori tersebut memberikan kerangka kerja untuk memahami resolusi konflik dan pembangunan perdamaian dengan menekankan pentingnya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar individu warga nya. Jika berbicara mengenai teori resolusi konflik, penelitian yang menggunakan pendekatan menyeluruh pada pemenuhan aspek kebutuhan dasar manusia masih jarang dilakukan. Penelitian ini menunjukkan, sumber konflik Perang sipil Myanmar terbukti tak lagi bisa dibendung pasca kudeta militer pada tahun 2021 yang disebabkan oleh berbagai faktor, dengan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang mendasar untuk mencapai perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan. Pelanggaran sistematis terhadap keamanan, identitas, pengakuan, dan partisipasi oleh junta militer telah memperparah siklus konflik, penderitaan kemiskinan dan pangan di antara rakyat sipil Myanmar. Memenuhi kebutuhan dasar manusia ini merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai perdamaian dan rekonsiliasi yang berkelanjutan di Myanmar
Peran ASEAN Menangani Global Waste Trade di Asia Tenggara Pasca National Sword Policy China Tahun 2019 Muhamad Syahril Jumhur
Journal of Integrative International Relations Vol. 6 No. 2 (2021): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2021.6.2.125-141

Abstract

Perdagangan sampah global merupakan aktivitas yang sudah dianggap lumrah. Negara-negara maju di utara memilih untuk mengekspor sampahnya ke negara berkembang di selatan, karena biayanya lebih ekonomis daripada mengelola sendiri di dalam negeri. China merupakan importir limbah plastik terbesar di dunia, sebelum pemerintahnya mengadopsi kebijakan ban impor limbah pada tahun 2018. Namun setelah itu, terdapat perubahan struktur perdagangan sampah global yang membuat Asia Tenggara menjadi target ekspor sampah selanjutnya. ASEAN selaku organisasi regional di Asia Tenggara perlu memberikan solusi atas permasalahan ini. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk meneliti bagaimana peran ASEAN dalam menangani dampak yang timbul dari perdagangan sampah di kawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber sekunder dari artikel ilmiah, laporan, berita, dan website resmi. Dari penelitian ini, ditemukan penjelasan bahwa peran ASEAN pasca ban impor China tidak langsung mengarah pada penindakan terhadap perdagangan sampah di kawasan, sehingga tindakan penanganan perdagangan sampah ditangani secara individu oleh negara anggota. Peran ASEAN hanya mendorong tindakan regional untuk mengatasi polusi plastik di lautan ASEAN yang menjadi dampak dari aktifitas perdagangan sampah yang masif. 
Analisis Peran Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Penyelenggaraan High Level Meeting World Water Forum ke-10 Karin Wahyu Cahyaningrum
Journal of Integrative International Relations Vol. 9 No. 2 (2024): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2024.9.2.95-103

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana peran Kemlu RI dalam penyelenggaraan HLM pada WWF-10. Dengan mengacu pada konsep peran nasional K. J. Holsti, penelitian ini mengidentifikasi relevansi nilai-nilai peran nasional yang diterapkan oleh Kemlu RI dalam mempersiapkan dan melaksanakan acara tersebut. Penelitian ini mengungkap bahwa peran aktif Kemlu RI dalam HLM WWF-10 selaras dengan nilai Active-Independent, yang menekankan pentingnya kerja sama internasional dan partisipasi aktif dalam forum global untuk mengatasi tantangan sumber daya air. Partisipasi Kemlu RI dalam WWF-10 tidak hanya memperkuat posisinya dalam arena internasional tetapi juga meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan dalam upaya mencapai kesejahteraan bersamaan untuk seluruh lapisan masyarakat sebagaimana nilai Developer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi multilateral dan kontribusi Kemlu RI dalam WWF-10 merupakan langkah strategis untuk mempromosikan solusi bagi negara-negara yang mengalami krisis air, sejalan dengan tujuan nasional Indonesia untuk mendukung pembangunan berkelanjutan secara global.
Kolaborasi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan UNESCO dalam Program Man and The Biosphere untuk Pengembangan Ekowisata Risky Ayunda Rahmasari
Journal of Integrative International Relations Vol. 8 No. 2 (2023): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2023.8.2.75-91

Abstract

Kolaborasi antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan UNESCO dalam Program Man and the Biosphere (MAB) memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata. Kerja sama ini bertujuan untuk menyelaraskan upaya konservasi dengan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan keahlian dan sumber daya, program ini berusaha menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial di wilayah tersebut. Melalui pendekatan partisipatif, program ini berupaya mendorong keterlibatan dan kepemilikan masyarakat, memastikan bahwa manfaat pariwisata didistribusikan secara adil di antara pemangku kepentingan lokal. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan konservasi biodiversitas tetapi juga mempromosikan praktik pariwisata yang bertanggung jawab. Dengan memanfaatkan jaringan global UNESCO dan pengetahuan lokal otoritas taman, kolaborasi ini berpotensi untuk memperkuat dampak positif ekowisata sambil menjaga warisan alam dan budaya yang unik dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Analisis Promosi Keamanan Manusia oleh Kemlu RI: Studi Kasus Keanggotaan Indonesia di Dewan HAM PBB Karin Wahyu Cahyaningrum
Journal of Integrative International Relations Vol. 8 No. 2 (2023): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2023.8.2.92-97

Abstract

Artikel ini membahas peran dan upaya Kemlu RI dalam mempromosikan keamanan manusia selama masa keanggotaannya di Dewan HAM PBB. Sebagai institusi yang bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri Indonesia, Kemlu RI berperan aktif dalam berbagai forum internasional untuk mengadvokasi perlindungan dan pemajuan HAM. Indonesia berkomitmen untuk memastikan bahwa isu-isu HAM menjadi bagian integral dari kebijakan dan program internasional, mencakup pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, dan keamanan global. Inisiatif yang dilakukan meliputi advokasi dalam pembangunan berkelanjutan, perlindungan kelompok rentan, peningkatan kapasitas nasional, serta dialog dan transparansi. Melalui diplomasi multilateral, Indonesia mendorong negara-negara lain untuk memperkuat komitmen mereka terhadap HAM dan mengakhiri perang serta konflik yang menyebabkan penderitaan individu. Artikel ini juga menyoroti pentingnya Dewan HAM PBB dalam mengatasi tantangan HAM terkini, dengan mendorong transparansi, dialog, dan introspeksi atas kinerja mereka. Hasil dari upaya-upaya ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berperan aktif dalam menciptakan dunia yang lebih adil dan aman, tetapi juga menunjukkan dedikasi Indonesia terhadap HAM secara global. Dengan demikian, artikel ini memberikan gambaran komprehensif tentang kontribusi Kemlu RI dalam mempromosikan keamanan manusia di panggung internasional.
Mengungkap Hubungan antara Ketahanan Pangan dengan Pengeluaran Militer Dunia pada Tahun 2022 Fidyyola Syahwaludin Pratama; Muhammad Qobidl 'Ainul Arif
Journal of Integrative International Relations Vol. 9 No. 1 (2024): May
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2024.9.1.18-35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi antara tingkat ketahanan pangan (food security) dengan pengeluaran militer (Military Expenditure) masyarakat dunia pada tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-eksplanatif dengan jenis Multiple-Country studies yang membandingkan 104 negara di dunia. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dengan sumber data sekunder dari Economic Impact yang didukung oleh Corteva Agriscience dan SIPRI (Stockholm Internasional Peace Research Institute). Teknik analisis data menggunakan alat uji statistik korelasi Kendall’s Tau. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara tingkat ketahanan pangan dengan pengeluaran militer masyarakat dunia pada tahun 2022 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,533 yang berarti kekuatan hubungan antara kedua variabel berada pada derajat sedang. Kemudian, koefisien determinasi yang sebesar 28% (0,5332= 0,28) menjelaskan bahwa meningkatnya variabel tingkat ketahanan pangan akan berhubungan secara positif  dengan variabel pengeluaran militer masyarakat dunia pada tahun 2022 sebesar 28%.
Kerja Sama Indonesia-Bangladesh dalam Meningkatkan Keamanan Kesehatan Nasional Marshadea Aisyah; Fathiyah Amani Khairunnisa; Bastian Batara Shalom Sirait; Deasy Silvya Sari; Dina Yulianti
Journal of Integrative International Relations Vol. 9 No. 1 (2024): May
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2024.9.1.1-17

Abstract

Kerja sama antara Indonesia dan Bangladesh dalam bidang kesehatan telah menjadi contoh konkret dari kemitraan internasional yang berkelanjutan dan saling menguntungkan dalam memperkuat keamanan kesehatan global. Melalui pertukaran bantuan obat-obatan, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), impor bahan baku farmasi, serta program pelatihan dan penelitian bersama, kedua negara telah menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, memperkuat infrastruktur kesehatan, dan menghadapi tantangan kesehatan global secara bersama-sama. Kerjasama ini tidak hanya menciptakan peluang untuk saling belajar dan bertukar pengetahuan dalam menangani pandemi dan isu kesehatan lainnya, tetapi juga menggambarkan solidaritas antar bangsa yang diperlukan dalam mengatasi tantangan kesehatan yang kompleks di era globalisasi.