cover
Contact Name
Wheny Utariningsih
Contact Email
lembagarisetm@gmail.com
Phone
+6282213200972
Journal Mail Official
lembagarisetm@gmail.com
Editorial Address
Komplek Firya Mansion, Jl Paya Billi - Panggoi, Dusun A Bahagia, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31108377     DOI : -
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin published by Lembaga Riset Mandiri Nusantara that published in multidisciplinary fields, covering the fields of Education, Psychology, Law, Economics, Religions, Education, Health, Engineering, Public Policy, Tourism, Social and Politics, Culture and Arts.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Dampak Perang Sunggal terhadap pembentukan identitas sosial dan budaya Masyarakat Sunggal Tahun 1872-1895 Rauf, Baharudin; Paralihan, Hotmatua; Yasmin, Nabila
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Februari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18690916

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana dampak Perang Sunggal (1872–1895) dalam membentuk identitas sosial dan budaya masyarakat Sunggal. Kajian ini menelusuri transformasi struktur sosial, pergeseran nilai budaya, dan ekspresi resistensi terhadap kolonialisme Belanda dan elit lokal yang pro-kolonial. Penelitian ini membahas karakteristik perlawanan masyarakat adat Sunggal terhadap konsesi tanah oleh Kesultanan Deli kepada perusahaan tembakau Belanda serta bentuk-bentuk resistensi simbolik dan identitas kolektif yang muncul pascaperang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan identitas sosial dan budaya masyarakat Sunggal sebagai dampak dari konflik kolonial. Metode yang digunakan adalah metode sejarah kualitatif dengan pendekatan interdisipliner. Teknik pengumpulan data terdiri dari empat macam, yaitu studi pustaka, dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Teknik wawancara dilakukan melalui wawancara semi-struktural dengan tokoh adat dan sejarawan lokal, sedangkan dokumentasi dilakukan dengan menganalisis arsip kolonial dan foto-foto sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perang Sunggal (1872–1895) merupakan peristiwa penting yang menandai perlawanan terhadap kolonialisme Belanda sekaligus menjadi tonggak pembentukan identitas sosial dan budaya masyarakat Sunggal. Perang ini muncul sebagai reaksi atas politik konsesi dan perampasan tanah adat oleh kolonial yang didukung elite komprador Kesultanan Deli. Dipimpin Badiuzzaman Surbakti, perlawanan tidak hanya bersifat teritorial, tetapi juga mempertahankan martabat, nilai-nilai, dan struktur sosial adat. Dampaknya bersifat multidimensional: secara politik mengakhiri otonomi lokal; secara sosial menyebabkan dislokasi dan perubahan struktur kekerabatan; secara ekonomi memunculkan proletarisasi; dan secara budaya memicu transformasi adat serta revitalisasi simbol identitas lokal. Identitas sosial masyarakat pascaperang dibentuk melalui dialektika antara dominasi kolonial dan memori kolektif.Penelitian ini sesuai dengan teori identitas budaya (Stuart Hall), resistensi simbolik (James C. Scott), identitas sosial (Henri Tajfel), serta teori konflik sosial (Karl Marx dan Lewis Coser) sebagai landasan teoritik dan sekaligus sebagai pisau kritik terhadap narasi hegemonik kolonial.
An Analysis of the Implementation of English for Specific Purposes (ESP) in Vocational High Schools: A Case Study of the Visual Communication Design Program at SMK Negeri 2 Gorontalo Husain, Nurlaila
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18691631

Abstract

This study aims to analyze the implementation of English for Specific Purposes (ESP) in English instruction within the Visual Communication Design (DKV) program at SMK Negeri 2 Gorontalo. The research employed a qualitative approach with a case study design to explore the extent to which classroom practices align with ESP principles, particularly in terms of needs analysis, materials development, and assessment. Data were collected through semi-structured interviews with one English teacher, classroom observations, and document analysis. The findings reveal that instruction has begun to reflect contextual ESP principles through the integration of digital design projects and vocabulary relevant to the students’ field of study. However, the implementation remains adaptive in nature and is not yet grounded in a systematic and formal needs analysis. Gaps were also identified in the reinforcement of technical vocabulary, pronunciation development, and performance-based assessment. The study underscores the importance of industry-oriented needs analysis and authentic evaluation strategies to strengthen ESP implementation in vocational education.
EFL Learners’ Perspectives on Syntactic Awareness in Academic Writing Ali, Sri Widyarti
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18716154

Abstract

This study explores EFL learners’ perspectives on syntactic awareness in academic writing within an Indonesian higher education context. Although syntax is often taught as rule-based grammar, little attention has been given to how learners conceptualize and utilize syntactic awareness in their writing processes. Employing a qualitative case study design, data were collected through semi-structured interviews with 15 undergraduate students in an English Education program who had completed Academic Writing and English Syntax courses. The data were analyzed using thematic analysis. The findings reveal that learners perceive syntactic awareness as conscious attention to sentence structure, a strategy for achieving academic complexity, an error-monitoring mechanism, a bridge between grammatical knowledge and writing practice, a cognitive challenge, a product of reflective practice, a source of writing confidence, and a meaning-making resource. The study concludes that syntactic awareness extends beyond grammatical knowledge and functions as a dynamic metalinguistic and metacognitive process supporting academic literacy development. These findings highlight the importance of integrating reflective syntactic engagement into EFL writing pedagogy.
Tradisi Hesofui Kawi Bagi Masyarakat Buton Sebelum Akad Nikah Menurut Pandangan Syariat Islam (Studi Kasus Desa Wandoka Kecamatan Wangi-Wangi) Azah, Isti; Akil, M.; Zen, Jufri Muhammad
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Februari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18812557

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi Hesofui Kawi sebagai salah satu bentuk mandi pengantin yang dilakukan oleh masyarakat Buton, khususnya di Desa Wandoka, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Tradisi ini merupakan rangkaian prosesi penyucian diri sebelum akad nikah yang diyakini mengandung nilai penghormatan, kesiapan batin, serta permohonan keberkahan bagi calon mempelai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan tradisi Hesofui Kawi serta menelaahnya dari perspektif syariat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, keluarga calon pengantin, serta pelaku budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hesofui Kawi memiliki makna simbolik seperti pembersihan diri secara lahir dan batin, mempererat hubungan kekerabatan, serta mempersiapkan calon pengantin memasuki kehidupan rumah tangga. Dari perspektif syariat Islam, tradisi ini termasuk dalam kategori ‘urf yang dapat diterima (al-‘urf al-ṣaḥīḥ) selama tidak diyakini sebagai syarat sahnya perkawinan dan tidak disertai unsur keyakinan syirik maupun ritual yang bertentangan dengan aqidah. Dengan demikian, prosesi mandi pengantin ini tetap dapat dilestarikan sebagai identitas adat daerah sepanjang berada dalam batasan norma Islam.
Ketentuan Perkawinan Wanita Hamil dalam Hukum Islam (Analisis Terhadap Pasal 53 Kompilasi Hukum Islam Prespektif Maqasid Syariah) Firliani; Syarifuddin, Said; Martini
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Maret 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18840316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketentuan perkawinan wanita hamil perspektif pasal 53 kompilasi hukum islam dan mengetahui ekhsistensi perkawinan Wanita hamil prespektif pasal 53 kompilasi hukum islam. Penelitian ini termasuk dalam penelitian hukum normatif (kepustakaan), yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji norma-norma hukum positif (pasal 53 kompilasi hukum islam). Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yuridis normatif dengan pendekatan maslahat, yang bertujuan untuk mengumpulkan sumber data melalui analisis terhadap pasal 53 Kompilasi Hukum Islam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketentuan kawin hamil dalam kompilasi hukum islam yang telah dijelaskan dalam pasal 53 yaitu: a) seorang wanita hamil diluar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya; b) perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat (1) dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya; c) dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir. Ketika ketentuan kawin hamil dalam pasal 53 khi dikaitkan dengan maqashid syari’ah, tentu akan berkaitan pula dengan lima unsur kemaslahatan pokok. keberadaan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta yang disebut dengan lima unsur pokok kemaslahatan, dikaitkan dengan kelompok peringkat daruriyyat, hajiyyat dan tahsiniyyat, kemudian dijadikan analisis keberlakuan ketentuan pasal 53 KHI.
Konsep Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Untuk Mewujudkan Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Pada Perusahaan Hidayat, Ahmad; Ismail; Hartana
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Maret 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19402650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan dan kepastian hukum bagi pekerja dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Perubahan pengaturan PKWT, khususnya terkait jangka waktu maksimal hingga lima tahun, menimbulkan implikasi terhadap fleksibilitas hubungan kerja dan potensi ketidakpastian status pekerja. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan analisis kualitatif terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah mengatur hak-hak pekerja PKWT seperti kompensasi, upah, jaminan sosial, waktu kerja, serta perlindungan atas pemutusan hubungan kerja, dalam praktik masih ditemukan penyimpangan, terutama perpanjangan kontrak yang melampaui batas waktu dan penggunaan PKWT untuk pekerjaan yang bersifat tetap. Kondisi tersebut berpotensi melemahkan kepastian hukum dan perlindungan hak pekerja. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan pemerintah, peningkatan kesadaran hukum para pihak, serta penegakan hukum yang tegas guna menjamin keseimbangan dan keadilan dalam hubungan kerja
Literasi Keuangan Syariah sebagai Instrumen Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Perbankan Syariah: Analisis Yuridis terhadap Implementasi Prinsip-Prinsip Hukum Perbankan Putri, Sherenika; Ekawahyuni, Nur Aini; Ervansyah, Muhammad Azriel; Kurniawan, Alia Herawati; Baidhowi
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Maret 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19402798

Abstract

This study aims to examine the role of Islamic financial literacy in increasing public participation in Islamic banking, from the perspective of Islamic banking law in Indonesia. The method used is a normative legal approach with a conceptual approach through literature review. The results of the study indicate that financial literacy in Islamic finance plays an important role not only as an educational tool but also as a normative instrument related to the principles of transparency, consumer protection, and balance in the legal relationship between banks and customers. Low literacy levels can lead to information imbalances and disputes, while increased literacy has been shown to foster public trust and participation. In addition, literacy serves as a preventative tool to reduce banking disputes. However, its implementation still faces challenges such as low public understanding and limited access to information. Therefore, more comprehensive and sustainable policy strengthening and education are needed.
Ketahanan Keluarga bagi Perempuan yang Ditinggal Mati Suami (Janda) dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Kecamatan Pangkajene) Jumardi, Siti Naila; Baedah, Said Syarifuddina Abu; Rosmiati
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - April 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19402602

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana upaya perempuan yang ditinggal mati suami (janda) dalam mewujudkan ketahanan keluarga di Kecamatan Pangkajene serta bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap upaya tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi perempuan janda dalam menjaga ketahanan keluarga dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data nonstatistik. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Pangkajene dan dilakukan selama dua bulan. Sumber data meliputi data primer dan sekunder, dengan subjek penelitian perempuan janda, tokoh agama, dan masyarakat setempat. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perempuan janda berperan ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh anak, membagi waktu antara pekerjaan dan pengasuhan, serta membangun komunikasi dan nilai moral dalam keluarga. Tinjauan hukum Islam menegaskan bahwa upaya ini sesuai dengan prinsip tanggung jawab, perlindungan anak, dan pemeliharaan keluarga. Upaya perempuan janda mencerminkan ikhtiar menjaga keberlangsungan keluarga dan mendidik anak agar mandiri dan berakhlak baik. Kesimpulannya, (1) Perempuan yang ditinggal wafat suami di Kecamatan Pangkajene berupaya menjaga ketahanan keluarga dengan bekerja memenuhi kebutuhan ekonomi, mengasuh dan memperhatikan pendidikan anak, serta menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak. Mereka juga menjaga komunikasi yang baik dengan anak agar keluarga tetap harmonis meskipun tanpa kehadiran ayah. (2) Tinjauan hukum Islam menunjukkan upaya tersebut sejalan dengan konsep ḥaḍānah dalam fiqh al-munākaḥāt, yaitu kewajiban orang tua memelihara, melindungi, dan mendidik anak sebagai amanah dari Allah SWT agar kebutuhan fisik, pendidikan, dan akhlaknya terpenuhi sehingga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berakhlak baik.
Tradisi Penyebutan Mahar Pada Akad Nikah Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Marannu Kecamatan Lau Kabupaten Maros) Awalia, Mawar Resky; Darmawangsa, Andi; Zen, Jufri Muhammad
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - April 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19435270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi penyebutan mahar dalam akad nikah di Desa Marannu Kecamatan Lau Kabupaten Maros serta menganalisisnya dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, penghulu, imam desa, serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua variasi penyebutan mahar dalam akad nikah, yaitu secara eksplisit dan secara sederhana. Secara eksplisit dilakukan dengan menyebutkan jenis dan nominal mahar secara rinci, sedangkan secara sederhana cukup dengan ungkapan “dengan mahar tersebut”. Sebagian masyarakat menganggap bahwa penyebutan mahar secara benar merupakan syarat sah akad nikah. Dalam perspektif hukum Islam, penyebutan mahar bukan merupakan rukun maupun syarat sah akad nikah. Berdasarkan fikih dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), akad tetap sah meskipun mahar tidak disebutkan atau terjadi kesalahan dalam penyebutannya. Tradisi tersebut dapat dikategorikan sebagai ‘urf (adat kebiasaan) yang dibolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat dan tidak memberatkan.
Peran Tuan Guru H. Sulaiman Tarigan dalam Penyebaran Islam di Tanah Karo 1902-1961 Tarigan, Wahdini Br; Siregar, Yusra Dewi; Nasution, Kasron
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - April 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuan Guru H. Sulaiman Tarigan merupakan tokoh penyebar agama Islam di Desa Tiga Beringin, Kec.Tiga Binanga, Kab. Karo. H.Sulaiman Tarigan dalam menyebarkan agama Islam ialah dengan cara berdakwah dan lebih bersosialisasi dengan Masyarakat sekitar. Tujuan Penelitian ini untuk mengindetifikasi peran H Sulaiman Tarigan dalam penyebaran Islam serta memahami dan menganalisis Upaya metode dakwah H.Sulaiman Tarigan dalam penyebaran Islam di Tanah Karo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Penelitian Kualitatif dipilih karena memberikan kedalaman pemahaman tentang konteks budaya dan asyar yang melingkupi fenomena tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur, wawancara, dan observasi langsung. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Tanah Karo merupakan proses Panjang yang melibatkan interaksi social, budaya dan agama. H. Sulaiman Tarigan secara khusus berkontribusi dalam pengembangan Islam dengan mendirikan Pondok Pesantren Sirajul Huda di Tiga Binanga pada tahun 1906. Beliau menggunakan wewenangnya untuk mendirikan dan mengembangkan Pondok Pesantren Sirajul Huda di Tiga Binanga.Pesantren ini menjadi Lembaga pendidikan Islam formal pertama di Tanah Karo dan pusat penyebaran ilmu agama. Pendekatan dakwah H. Sulaiman Tarigan yang bijaksana (bil hikmah) dan inklusif, menghargai adat serta budaya lokal, membuat Islam diterima secara harmonis oleh masyarakat Karo.