cover
Contact Name
Wheny Utariningsih
Contact Email
lembagarisetm@gmail.com
Phone
+6282213200972
Journal Mail Official
lembagarisetm@gmail.com
Editorial Address
Komplek Firya Mansion, Jl Paya Billi - Panggoi, Dusun A Bahagia, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31108377     DOI : -
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin published by Lembaga Riset Mandiri Nusantara that published in multidisciplinary fields, covering the fields of Education, Psychology, Law, Economics, Religions, Education, Health, Engineering, Public Policy, Tourism, Social and Politics, Culture and Arts.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Nilai–Nilai Pancasila Sebagai Landasan Moral Dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap Perempuan di Indonesia Adyssa Aulya Harza; Karina Gisayu Larasati; Larasati Pratikno; Nagita Ramadhan; Nelly Zahra Arifah
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18006950

Abstract

Meskipun terdapat berbagai instrumen hukum nasional dan internasional yang menjamin kesetaraan dan perlindungan, pelanggaran hak asasi manusia terhadap perempuan di Indonesia tetap menjadi masalah yang serius dan terus berkembang. Esai ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana ideologi Pancasila berfungsi sebagai landasan moral utama untuk mencegah dan memerangi pelanggaran hak asasi manusia perempuan. Budaya patriarki yang kuat, penegakan hukum yang lemah, dan pendidikan hak asasi manusia yang tidak memadai merupakan beberapa alasan utama pelanggaran yang diidentifikasi dalam studi ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagi masyarakat dan lembaga penegak hukum untuk mengadopsi nilai-nilai Pancasila, khususnya nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, guna memerangi diskriminasi gender.
Dampak Perbedaan Ilmu Qiraat Terhadap Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia Rosmila; Nasrullah Bin Sapa; Muhammad Amin Sahib
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18006967

Abstract

Indonesia merepresentasikan realitas sosial yang plural, baik secara etnis, budaya, maupun agama, sehingga menuntut kerangka keberagamaan yang mampu mengelola perbedaan secara konstruktif. Sejumlah peristiwa intoleransi menunjukkan masih lemahnya kesadaran terhadap pluralitas sebagai keniscayaan sosial. Artikel ini mengkaji perbedaan ilmu qirāʾāt sebagai fondasi epistemologis Islam yang menegaskan legitimasi keberagaman pemahaman teks suci serta relevansinya bagi penguatan kerukunan umat beragama di Indonesia. Kajian ini bertumpu pada riset kepustakaan melalui pendekatan analitis-deskriptif atas literatur klasik dan kontemporer terkait ʿilm al-qirāʾāt, toleransi (tasāmuḥ), dan wacana moderasi beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan qirāʾāt lahir melalui transmisi riwayat yang sahih dan mutawātir, mencerminkan fleksibilitas ajaran Islam terhadap variasi bahasa, dialek, serta ekspresi bacaan Al-Qur’an. Tradisi penerimaan terhadap keragaman bacaan tersebut menegaskan bahwa perbedaan tidak dimaknai sebagai ancaman terhadap autentisitas wahyu, melainkan sebagai kekayaan metodologis yang memperkuat sikap inklusif. Pemahaman komprehensif atas ilmu qirāʾāt berkontribusi pada pembentukan paradigma keberagamaan moderat, menolak eksklusivisme, serta menopang nilai Islam tasāmuḥ pada relasi antarumat beragama. Kajian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai pluralitas tekstual Islam memiliki signifikansi strategis bagi penguatan harmoni sosial dan kerukunan umat beragama pada konteks Indonesia yang multikultural.
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X SMA Edisi 2017 Muhammad Rifai Taha; Nur Qalbi Andini. A; Munawwar
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18053817

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan berbahasa dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas X SMA Edisi 2017 dengan fokus pada aspek penggolongan kata, penggunaan konjungsi, redundansi, serta ketidaktepatan sintaksis dan semantik. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya celah penelitian sebelumnya yang belum banyak membandingkan edisi buku, masih terbatas pada analisis jenis teks tertentu, serta jarang mengaitkan kesalahan berbahasa dengan dampaknya terhadap keterampilan menulis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Data berupa kutipan teks dalam buku dianalisis dengan cara mengidentifikasi bentuk kesalahan, mengklasifikasikan berdasarkan kategori kebahasaan, dan menafsirkan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah kesalahan berbahasa dalam buku teks edisi 2017, antara lain penggolongan kata adalah dan merupakan sebagai konjungsi, penggunaan namun pada intrakalimat yang seharusnya tetapi, redundansi berupa serta dan, serta pemakaian sedang yang seharusnya sedangkan. Kesalahan-kesalahan tersebut berpotensi menimbulkan miskonsepsi pada peserta didik, khususnya dalam memahami kategori kata, fungsi konjungsi, dan efektivitas kalimat. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kualitas kebahasaan buku teks perlu ditingkatkan melalui proses penyuntingan yang lebih cermat. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kajian analisis kesalahan berbahasa dengan pendekatan linguistik wacana, sedangkan secara praktis hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi penulis, penyunting buku, maupun guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Akad Utang Piutang Uang dengan Pelunasan Barang di Desa Lampasio Kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli Rahim, Abd.; Bakri, Mukhlis; Ridwan, Muhammad
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245089

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tinjauan hukum Islam terhadap praktik akad utang piutang uang dengan pelunasan barang yang terjadi di Desa Lampasio Kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)  praktik akad utang piutang uang dengan pelunasan barang di Desa Lampasio Kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli. (2) tinjauan hukum Islam terhadap praktik akad utang piutang uang dengan pelunasan barang di Desa Lampasio Kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metodologi jenis penelitian kualitatif dengan sumber data primer dari wawancara dan observasi masyarakat serta data sekunder dari literatur terkait. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan praktik utang piutang dengan pelunasan barang di Desa Lampasio dalam tinjauan hukum Islam. Kemudian dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai permasalahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik akad utang piutang uang dengan pelunasan barang di Desa Lampasio dilakukan secara lisan berdasarkan rasa saling percaya, dengan bentuk pelunasan berupa hasil panen, hewan ternak, dan barang elektronik. Dalam tinjauan hukum Islam, praktik ini diperbolehkan selama memenuhi rukun akad (pemberi dan penerima utang, objek pinjaman, serta ijab qabul) dan syarat akad (kerelaan kedua pihak, kejelasan nilai barang, kewajiban pelunasan, serta bebas dari riba dan gharar).
Implementatif Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 10 Tahun 2023 tentang Pengembalian Dokumen Keimigrasian Anak Akibat Status Kewarganegaraan Ganda Rasyidi, Para Reja; Suhariyanto, Didik; Hartana
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 10 Tahun 2023 yang mengatur pengembalian dokumen keimigrasian anak akibat status kewarganegaraan ganda di Indonesia. Latar belakang munculnya regulasi ini berangkat dari kenyataan bahwa perkawinan campuran antara warga negara Indonesia dan warga negara asing menghasilkan anak-anak yang memiliki kewarganegaraan ganda. Fenomena ini menimbulkan implikasi hukum yang kompleks, terutama berkaitan dengan hak keimigrasian, pendaftaran status kewarganegaraan, serta pengembalian dokumen keimigrasian setelah anak memilih kewarganegaraan definitif. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi doktrin, menelaah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia serta Permenkumham Nomor 10 Tahun 2023 sebagai fokus utama. Penelitian ini menemukan bahwa peraturan terbaru mengadopsi sistem digitalisasi pelayanan keimigrasian dan menekankan kewajiban administratif orang tua atau wali untuk mendaftarkan status kewarganegaraan anak secara elektronik, baik di dalam negeri melalui Kantor Imigrasi maupun di luar negeri melalui Perwakilan RI. Selain itu, penelitian ini membahas keterkaitan pengaturan tersebut dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia, di mana setiap anak memiliki hak atas kewarganegaraan yang jelas serta perlindungan dari status tanpa kewarganegaraan (apatride) maupun kewarganegaraan ganda berkepanjangan (bipatride). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan baru ini diharapkan dapat menyederhanakan birokrasi keimigrasian dan memperkuat kepastian hukum bagi anak-anak hasil perkawinan campuran, meskipun tantangan di tingkat implementasi masih perlu diperhatikan, termasuk kesiapan infrastruktur teknologi dan koordinasi antar instansi terkait. Dengan demikian, Permenkumham Nomor 10 Tahun 2023 diharapkan mampu memberikan kepastian status hukum kewarganegaraan anak sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 serta prinsip-prinsip perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.
Peran Influencer Indonesia sebagai Penggerak Sosial dalam Penanganan Bencana Alam di Sumatera (Analisis Dramaturgi)Peran Influencer Indonesia sebagai Penggerak Sosial dalam Penanganan Bencana Alam di Sumatera (Analisis Dramaturgi) Yasir, Muhammad; Saleh, Muhammad; Darmadi
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245216

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran influencer Indonesia sebagai penggerak sosial dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta perspektif dramaturgi Erving Goffman. Kajian ini berfokus pada bagaimana influencer menampilkan performa kemanusiaan di ruang publik digital (front stage) dan bagaimana proses persiapan, strategi komunikasi, serta koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan di balik layar (back stage). Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer memiliki peran penting dalam membentuk opini publik, membangun empati, dan memobilisasi solidaritas sosial melalui narasi emosional, visualisasi kondisi bencana, serta ajakan partisipatif yang disampaikan secara konsisten. Keberhasilan performa kemanusiaan tersebut sangat dipengaruhi oleh aktivitas back stage, seperti perencanaan konten, pengelolaan pesan, dan kerja sama dengan lembaga kemanusiaan serta relawan lokal. Selain itu, praktik manajemen kesan menjadi strategi utama dalam komunikasi bencana, di mana influencer tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun citra kepedulian sosial yang kredibel. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi bencana oleh influencer merupakan proses sosial yang terorganisir dan bermakna, serta berkontribusi dalam mempercepat respons publik dan penanganan bencana di Aceh.
Mempersiapkan Guru Pada Strategi Pembelajaran  Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Haqq, Shirny Fathanal; Usman; Alwi, Besse Marjani
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245265

Abstract

Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran merupakan tuntutan penting dalam menghadapi pendidikan abad ke-21. Keberhasilan integrasi TIK tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi sangat bergantung pada kesiapan dan kompetensi guru dalam merancang serta mengelola strategi pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep strategi pembelajaran berbasis TIK, tujuan pengintegrasian TIK dalam pembelajaran, pendekatan pembelajaran berbasis TIK, serta hambatan implementasinya, sekaligus menganalisis praktik penerapan pembelajaran berbasis TIK melalui studi mini research di SMP Integral Persada Tamalatea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan strategi pembelajaran berbasis TIK yang meliputi strategi pengorganisasian, penyampaian, dan pengelolaan pembelajaran sesuai dengan teori Pitoyo Yuliatmojo. Pembelajaran berbasis proyek digital mampu mendorong literasi digital, kolaborasi, dan keterampilan komunikasi siswa. Namun, implementasi pembelajaran belum berjalan optimal akibat keterbatasan perangkat, koneksi internet yang tidak stabil, serta keterbatasan alokasi waktu pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan guru dalam pembelajaran berbasis TIK sudah cukup baik, tetapi memerlukan dukungan fasilitas, kebijakan sekolah, dan penguatan infrastruktur agar integrasi TIK dapat berdampak maksimal terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Penerapan Strategi Pembelajaran Tematik di Madrasah Ibtidaiyah Al Bashirah Manggala Kota Makassar Furkan, Muhammad; Alwi, Besse Marjani; Usman
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245350

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan salah satu pendekatan pembelajaran terpadu yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, landasan teoretis, prinsip, model, serta implementasi strategi pembelajaran tematik di Madrasah Ibtidaiyah, khususnya di MI Al Bashirah Manggala, Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran tematik memiliki landasan teoretis yang kuat dari teori perkembangan kognitif Piaget, teori pembelajaran bermakna Ausubel, konstruktivisme, serta teori kecerdasan majemuk Gardner. Implementasi pembelajaran tematik di MI Al Bashirah Manggala telah berjalan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, meskipun masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan sarana dan kreativitas guru dalam perencanaan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru dan dukungan institusional untuk mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran tematik.
Strategi Self-Directed Learning dalam Pendidikan Agama Islam: Studi Kasus Diferensiasi Implementasi pada Siswa Jurusan AKL dan TKJ di SMK Persada Tamalatea Haqq, Zidny Irfanal; Alwi, Besse Marjani; Usman
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245379

Abstract

Transformasi pendidikan dalam era Kurikulum Merdeka menuntut pergeseran paradigma menuju pendekatan pembelajaran yang memberdayakan peserta didik, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental tunggal ini bertujuan untuk menganalisis diferensiasi implementasi strategi self-directed learning (SDL) pada siswa jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Persada Tamalatea. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Temuan penelitian mengungkapkan diferensiasi signifikan dalam respons dan kebutuhan pembelajaran: siswa TKJ menunjukkan adaptabilitas tinggi dalam eksplorasi digital mandiri, sementara siswa AKL memerlukan scaffolding yang lebih terstruktur dan kontekstual. Faktor penentu utama yang mempengaruhi diferensiasi ini adalah habitus kejuruan dan tingkat literasi digital peserta didik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SDL dalam PAI sangat bergantung pada kapasitas pendidik untuk menerapkan diferensiasi pedagogis yang responsif terhadap konteks kejuruan, melampaui pendekatan satu-untuk-semua. Implikasi studi ini menyoroti perlunya pengembangan model pendampingan yang adaptif dan kurikulum yang fleksibel guna mengakomodasi keragaman profil pembelajar dalam pendidikan agama.
Front Stage Solidaritas Dan Back Stage Kontroversi: Analisis Dramturgi Zulkifli Hasan Hadapi Tuduhan Pemicu Banjir Aceh 2025 Nuzula, Firdausi; Saleh, Muhammad; Darmadi
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18245490

Abstract

Banjir bandang Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Sumatra (25-30 November 2025) picu kerugian Rp68T, isolasi wilayah, kelaparan massal, dan dinamika komunikasi politik via aksi Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) angkat karung beras viral (81K like, 104K komentar). Penelitian kualitatif analisis konten tematik (15 video/postingan Instagram, triangulasi BNPB/PAN/netizen) pakai Teori Dramaturgi Goffman ungkap front stage solidaritas (props beras 15kg, narasi "aduh berat", gestur rangkul anak, engagement positif 85% awal) kontras back stage bocor (tuduhan pencitraan rekam jejak kehutanan 1,6 juta ha sawit, kondangan mewah "plot twist", sindiran Rocky Gerung, 68% komentar negatif "sok pahlawan") . Temuan: Impression management gagal akibat akselerasi bocor digital (<24 jam vs era analog), decay engagement 72%, embarrassment PAN (rating -15%), netizen auditor kritis hubungkan performa dengan kebijakan lingkungan akar banjir (deforestasi 690K ha Sumatra). Implikasi teoritis: Model Aceh 2025 adaptasi Goffman untuk krisis digital Indonesia, ubah audiens pasif jadi auditor aktif. Praktis: Pejabat 2026 prioritaskan live-stream logistik real-time, hindari props repetitif, team inklusif lokal pulihkan trust.