cover
Contact Name
Wheny Utariningsih
Contact Email
lembagarisetm@gmail.com
Phone
+6282213200972
Journal Mail Official
lembagarisetm@gmail.com
Editorial Address
Komplek Firya Mansion, Jl Paya Billi - Panggoi, Dusun A Bahagia, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31108377     DOI : -
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin published by Lembaga Riset Mandiri Nusantara that published in multidisciplinary fields, covering the fields of Education, Psychology, Law, Economics, Religions, Education, Health, Engineering, Public Policy, Tourism, Social and Politics, Culture and Arts.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Peran Psikologi dalam Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Rahmi Maghfirah
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 3 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-November 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana gempa bumi karena berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia. Dampak gempa tidak hanya berupa kerusakan fisik dan korban jiwa, tetapi juga menimbulkan masalah psikologis seperti kecemasan, depresi, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Penelitian ini bertujuan mengkaji peran psikologi dalam penanggulangan bencana gempa bumi, baik pada tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, maupun rehabilitasi pascabencana. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis melalui telaah berbagai sumber ilmiah mengenai psikologi bencana, coping mechanism, resiliensi, serta intervensi psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa trauma psikologis pascagempa dapat dialami oleh semua kelompok usia dengan karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari anak-anak hingga lansia. Intervensi psikologis seperti Psychological First Aid (PFA), terapi kognitif-perilaku, konseling kelompok, serta penguatan jejaring sosial terbukti efektif dalam menurunkan gejala trauma dan meningkatkan ketahanan mental korban. Selain itu, kesiapsiagaan psikologis sebelum bencana melalui edukasi dan pelatihan coping juga berperan penting dalam mengurangi dampak stres pascabencana. Kesimpulannya, pendekatan psikologis harus diintegrasikan secara menyeluruh dalam sistem penanggulangan bencana gempa bumi agar pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan sosial masyarakat.
Manajemen Krisis pada Kasus Pelecehan Seksual Tiyo Dermawansyah
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 3 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-November 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelecehan seksual merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang menimbulkan dampak serius secara psikologis, sosial, dan institusional, sehingga dapat dikategorikan sebagai bencana sosial. Tingginya angka kasus kekerasan seksual di Indonesia serta lemahnya sistem penanganan yang ramah korban menunjukkan perlunya pendekatan manajemen krisis yang terencana dan berbasis psikologis. Tulisan ini bertujuan mengkaji pelecehan seksual sebagai bencana sosial serta penerapan manajemen krisis dalam perspektif psikologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap berbagai sumber ilmiah, kebijakan, dan laporan lembaga terkait kekerasan seksual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelecehan seksual menimbulkan dampak psikologis berat bagi korban, seperti PTSD, depresi, gangguan kecemasan, disosiasi, serta gangguan relasi sosial. Budaya patriarki dan victim blaming menjadi hambatan utama dalam pelaporan dan pemulihan korban. Penerapan manajemen krisis berbasis tahapan deteksi dini, respons awal, penanganan, pemulihan, evaluasi, dan pembelajaran dinilai efektif untuk mengelola kasus kekerasan seksual secara sistemik. Selain itu, penyediaan safe space, intervensi psikososial, dan peran Undang-Undang TPKS menjadi pilar penting dalam perlindungan korban. Kesimpulannya, pelecehan seksual sebagai bencana sosial memerlukan penanganan yang holistik, multidisipliner, dan berpihak pada korban melalui integrasi pendekatan psikologis, hukum, dan kelembagaan.
Manajemen Stres dan Kecemasan dalam Situasi Gempa Bumi Rifa Kumala Sari Shalwa Namyra
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 3 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-November 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap letusan gunung berapi karena berada di kawasan Ring of Fire dan pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia. Dengan lebih dari 120 gunung api aktif, letusan dapat menimbulkan kerusakan fisik, gangguan lingkungan, hilangnya nyawa, hingga dampak psikologis yang signifikan. Tulisan ini bertujuan mengkaji strategi mitigasi bencana letusan gunung berapi di Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa mitigasi bencana perlu dilakukan secara terencana dan terpadu melalui pendekatan teknis, manusia, administratif, dan kultural. Pendekatan teknis mencakup pembangunan jalur evakuasi, sabo dam, tempat pengungsian aman, serta pemantauan vulkanik melalui sistem peringatan dini. Pendekatan sosial dan kultural menekankan edukasi masyarakat, sosialisasi tanda bahaya, serta pelibatan komunitas lokal dalam simulasi evakuasi. Selain itu, aspek psikologis korban juga menjadi bagian penting dalam proses mitigasi, terutama karena penyintas, termasuk anak-anak, sering mengalami trauma, kecemasan, dan stres pascabencana. Faktor dukungan sosial, resiliensi individu, serta kondisi pengungsian yang kondusif berpengaruh besar terhadap pemulihan psikologis. Kajian ini menegaskan bahwa mitigasi bencana letusan gunung berapi harus bersifat menyeluruh, berkelanjutan, dan melibatkan sinergi antara pemerintah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik.
Manajemen Stres dan Kecemasan dalam Situasi Gempa Bumi Rifa Kumala Sari
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 3 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-November 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi sebagai bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba sering menimbulkan dampak psikologis yang cukup besar bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di kawasan rawan. Ketakutan, kepanikan, stres, dan kecemasan muncul sebagai respon alami akibat guncangan kuat, kerugian materi, dan kehilangan orang tercinta. Kondisi ini dapat mengganggu kesehatan mental baik pada individu maupun komunitas. Penelitian ini membahas bagaimana stres dan kecemasan muncul saat gempa serta bagaimana masyarakat dapat mengelolanya melalui dukungan sosial, edukasi, dan strategi penanganan psikologis. Selain itu, berbagai studi kasus di Indonesia menunjukkan bahwa intervensi psikososial sangat diperlukan untuk membantu korban pulih dari trauma dan membangun ketahanan mental menghadapi bencana
Penanggulangan Bencana Banjir dan Dampak Psikologis Bagi Masyarakat Najwa Safhira
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Oktober 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia akibat kondisi geografis, perubahan tata ruang, degradasi lingkungan, serta curah hujan tinggi yang melebihi kapasitas penampungan air. Fenomena banjir, terutama pada wilayah rawan, tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi masyarakat. Kondisi ini diperparah oleh hilangnya lingkungan tempat tinggal, terganggunya aktivitas ekonomi, serta ancaman keselamatan yang berulang setiap terjadinya banjir. Dampak psikologis yang muncul antara lain stres, kecemasan, depresi, trauma, gangguan tidur, hingga risiko gangguan stres pascatrauma. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir seringkali harus mengembangkan strategi adaptasi untuk mengurangi beban psikologis, termasuk membangun resiliensi dan memanfaatkan dukungan sosial dari keluarga maupun komunitas. Resiliensi berperan penting dalam membantu individu bangkit dari situasi sulit, menjaga stabilitas emosi, serta kembali menjalankan aktivitas setelah bencana. Dukungan sosial juga menjadi faktor protektif yang membuat korban merasa diperhatikan, dihargai, dan tidak menghadapi bencana secara sendirian. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan dampak psikologis banjir, faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan mental korban, serta pentingnya dukungan sosial dalam proses pemulihan. Dengan memahami dinamika ini, diharapkan berbagai upaya penanggulangan bencana dapat mencakup aspek psikologis sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana secara berkelanjutan.
Perbandingan Substansi Hukum Pidana Antara KUHP Baru dengan KUHP Lama: Dekolonisasi, Demokratisasi, dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Kaharuddin; Riski Elan Marhaendra; Timothy Johan Putra; Muhammad Alif Dzaky Mediansyah
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17982859

Abstract

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia telah mengalami pembaruan fundamental melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Pem- baruan ini menandai tonggak sejarah dalam sistem hukum pidana Indonesia setelah lebih dari satu abad KUHP lama berakhir yang merupakan warisan kolonial Belanda. Penelitian ini menganalisis perbandingan substansi hukum antara KUHP baru dengan KUHP lama dengan fokus pada tiga dimensi utama: pertama, perubahan dan pembaruan hukum pidana; kedua, pemenuhan hak asasi manusia; dan ketiga, penerapan prinsip demokrasi. Melalui penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif-analisis, penelitian ini menemukan bahwa KUHP baru membawa pergeseran paradigma fundamental dari orientasi retributif menuju pendekatan korektif, restoratif, dan rehabilitatif. KUHP baru juga mencerminkan komitmen yang lebih kuat terhadap pemenuhan hak asasi manusia melalui pengakuan eksplisit terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dalam setiap ketentuan pidana. Dimensi demokratisasi terwujud melalui pembatasan kekuasaan negara, pengakuan hukum adat, dan perlindungan kebebasan berekspresi dengan tetap mempertahankan keseimbangan dengan norma sosial yang berlaku. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa KUHP baru merupakan manifestasi nyata dari upaya dekolonisasi hukum pidana Indonesia yang memberdayakan nilai-nilai lokal dan prinsip-prinsip demokrasi modern.
Analisis Perang Jamal dan Shiffin Pada Masa Kepemimpinan Ali Bin Abi Thalib Ernike Fatih; Achmad Maftuh Sujan; Siti Salsabila Kamilia; Maharani Salsabila; Sabila Khaerani Putri
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17982897

Abstract

Penelitian ini membahas konflik besar pada masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, khususnya Perang Jamal dan Perang Shiffin, yang menjadi puncak perpecahan politik awal dalam sejarah Islam. Kajian ini dilakukan karena masih kurangnya pembahasan yang menyoroti akar penyebab konflik secara komprehensif, terutama terkait tuntutan qishash, penolakan baiat, dan pengaruh kepentingan politik elite. Penelitian bertujuan untuk memahami sistem pemerintahan Ali, menganalisis latar belakang kedua perang, serta menelaah peran ambisi politik dalam memicu perang saudara. Menggunakan teori kepemimpinan Islam serta metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah dan hermeneutika, penelitian ini menelusuri sumber-sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi keadilan, penataan jabatan, dan kebijakan pemerataan yang diterapkan Ali memunculkan resistensi dari kelompok-kelompok berpengaruh sehingga mendorong terjadinya konflik yang berdampak luas terhadap persatuan umat
Clean Water and Sanitation Issues: Freeport Tailing Case Nasywa Izra; Zahwa Aulia Nurul ‘Aini; Keysha Valeriena Sachenka Whira Andini
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17983021

Abstract

Access to clean water and proper sanitation is a basic human right as stated in Sustainable Development Goal 6. However, achieving this goal still faces serious challenges in areas with large-scale extractive industries, one of which is in Papua due to the management of tailings by PT Freeport Indonesia. This study aims to analyze the impact of tailings management on water quality and sanitation, particularly in the Ajkwa river basin, and its implications for the fulfillment of SDG 6 for indigenous peoples. This study uses a qualitative approach with a descriptive case study method based on secondary data obtained from government reports, company documents, scientific journals, and civil society organization publications. The results of this study show that the disposal of large amounts of tailings has caused a decline in water quality, changes in river and coastal ecosystems, and made it difficult for indigenous peoples to access clean water and safe sanitation. These conditions reflect weak environmental governance, power imbalances between the state, multinational corporations, and local communities, as well as the suboptimal implementation of sustainable development commitments. Therefore, strengthening environmental monitoring, data transparency, and meaningful engagement of indigenous peoples are crucial steps in restoring water quality and achieving SDG 6 in Papua.
Environmentalism beyond Borders: The MT Arman 114 Oil Spill and the Politics of Marine Protection in Indonesia Alsha Nuraini; Aulya Ananda; Ruben Binsar William Manurung
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17983038

Abstract

The oil spill caused by the MT Arman 114 ship in the North Natuna Sea is a clear example of how marine pollution is a transboundary issue with fatal consequences for the environment, economy, and society. This article analyzes the case from an environmentalism perspective in international relations. Indonesia's blue economy development, which is part of its strategic roadmap, presents a paradox in its implementation, which has yet to clarify the legal status of marine governance. The environmental damage that has occurred in Natuna has had a direct impact on the economy of the local community, most of whom are fishermen. Law enforcement by international regimes such as UNCLOS and MARPOL is also still hampered by loopholes in the flag of convenience. Therefore, there must be long-term environmental restoration based on blue justice, economic compensation, and maritime governance reform
Pengaruh Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu Periode 2019–2024 Abdau Badawi; Nabilah Sulistyowati; Gendis Kresna Putri Wibowo; Muhammad Adiyatma Pasaribu
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 4 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Desember 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17983074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu selama periode 2019–2024. Meskipun realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menunjukkan tren peningkatan, laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu relatif tertinggal dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan cakupan sepuluh kabupaten/kota selama enam tahun pengamatan. Hasil uji pemilihan model menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) merupakan model estimasi yang paling sesuai. Hasil estimasi menunjukkan bahwa PAD dan belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Nilai koefisien determinasi sebesar 75,73 persen menunjukkan kemampuan model yang kuat dalam menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas fiskal daerah dan peningkatan kualitas belanja modal guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi Bengkulu.

Page 2 of 3 | Total Record : 25