cover
Contact Name
Ratu Tsamarah Kusumaning Ayu
Contact Email
ratu.tsamarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Brigjen Dharsono No. 12 B, Kedawung, Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : https://doi.org/10.38165/
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan is a health scientific journal under Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon. This journal is published as a platform for academics and healthcare practitioners to disseminate information about the development of science and technology in the healthcare sector. The scope of this journal covers: public health, nursing, midwifery, physiotherapy, radiodiagnostic, pharmacy, and health analysis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 224 Documents
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Supriyatun Supriyatun
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.106

Abstract

Faktor sosial ekonomi yang rendah sangat berpengaruh terhadap Berat Bayi Lahir Rendah. Hal ini disebabkan ketidakmampuannya memenuhi kebutuhan gizi yang baik bagi kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik asosiatif. Populasi dalam penelitian sebanyak 534 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling dan jumlah sampel sebanyak  84 responden, intrumen pengumpulan data menggunakan lembar checklist, analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis data secara bivariat menggunakan uji chi square. Hasil analisa data menunjukkan status sosial ekonomi responden kategori non keluarga miskin (gakin) sebesar 94% (79 orang) dan kategori gakin sebanyak 6 % (5 orang). Kejadian BBLR sebesar 7,1% ( 6 orang) dan non BBLR 92,8 % (78 orang). Terdapat hubungan Status sosial ekonomi dengan kejadian BBLR dengan r-value sebesar 0,000.Kata Kunci          : Sosial Ekonomi, BBLR   ABSTRACTLow socioeconomic factors are very influential on Low Birth Weight Baby. This is due to inability to meet the needs of good nutrition for pregnancy. This study aims to determine the relationship of socioeconomic status with the incidence of Low Birth Weight (LBW).Type of research used in this research is analytic associative. The population in the study as many as 534 people. Determination of the sample using random sampling technique and the number of samples of 84 respondents, data collection instruments using checklist sheets, univariate data analysis using frequency distribution and Chi-square was employed in data analysis.The result of data analysis shows the socioeconomic status of the respondents of the non-poor category (gakin) by 94% (79 people) and the gakin category by 6% (5 people). LBW incidence of 7.1% (6 persons) and non BBLR 92.8% (78 people). There is a relationship of socioeconomic status with the occurrence of LBW with r-value 0.000.Keywords: Socioeconomic, LBW
HUBUNGAN FAKTOR DETERMINAN PERILAKU DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA PEMBORAN Suzana Indragiri; Hendri Firnanda
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.107

Abstract

Menurut PT Jamsostek (Persero) yang saat ini telah berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sepanjang tahun 2014 jumlah pesertanya yang mengalami kecelakaan kerja sebanyak 129.911 orang. Kurangnya kesadaran para pekerja untuk senantiasa menggunakan APD dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tindakan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor determinan perilaku dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja pemboran PT. PDSI (RIG 38.2/D1000-E) di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di PT. PDSI (RIG 38.2/D1000-E) di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu tahun 2017 dengan jumlah 50 responden. Jumlah sampel sebanyak 34 sampel responden yang diambil menggunakan proportional random sampling. Instrument menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik menggunakan  uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, ketersediaan APD, kenyamanan APD, peraturan dan pengawasan, serta tidak ada hubungan antara sikap dan pelatihan dengan penggunaan APD pada pemboran PT. PDSI (RIG 38.2/D1000-E) di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Tahun 2017.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan APD, Perilaku Penggunaan APD   ABSTRACTAccording to PT Jamsostek (Persero), which has been transformed into Social Security Agency (BPJS) Employment, throughout 2014 the number of participants injured at work as much as 129 911 people. Lack of awareness of the workers to always use PPE is influenced by several factors that have a considerable influence on the action the use of personal protective equipment to workers. The purpose of this study was to determine Relation Determinant factor with the Behaviour of the use of Personal Protective Equipment (PPE) on Drilling PT. PDSI (RIG 38.2 / D1000-E) in the village of Kaplongan Lor, Karangampel District of Indramayu Regency in 2017. This study uses a quantitative approach to the cross-sectional design. The population in this study were all employees at PT. PDSI (RIG 38.2 / D1000-E) in the village of Kaplongan Lor Karangampel District of Indramayu regency in 2017 with a total of 50 respondents. The total sample of 34 respondents in a sample taken using proportional random sampling. Instrument using a questionnaire. Data were statistically analyzed using Chi Square test at the 5% significance level (0.05). Results of statistical test showed that there is a relationship between knowledge, availability of APD, APD comfort, regulation and supervision, and there is no relationship between attitude and training with the use of PPE in the Drilling PT. PDSI (RIG 38.2 / D1000-E) in the village of Kaplongan Lor Karangampel District of Indramayu Regency in 2017.Keywords : Knowledge, Attitude, availability of APD, Behavior use of PPE
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PERILAKU PEMBUANGAN SAMPAH Iin Kristanti
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.108

Abstract

Jumlah timbunan sampah Kabupaten Cirebon mencapai 4839,31 m³/hari sedangkan yang dapat terangkut hanya 3353,64 m³/ hari atau yang tidak terangkut sebanyak 1.636 m³/hari. Kondisi ini terjadi antara lain karena kemampuan pemerintah Kabupaten Cirebon untuk pengadaan sarana prasarana yang dapat melayani kebutuhan yang ada masih terbatas. Oleh karena itu perlu dipikirkan pengurangan volume sampah melalui dari sumbernya. Hasil pengamatan yang penulis lakukan pada tanggal 2 Januari 2016 di Desa Jagapura Lor Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon masih ditemukan warga masyarakat yang mengolah sampah dengan caradibakar, membuang sampahnya di kali dan dibiarkan terbuka di halaman atau kebun sehingga menimbulkan bau dan kemungkinan terjadinya perkembangbiakan lalat,  tikus, dan nyamuk selain itu dapat menjadi sumber pengotoran tanah, sumber pengotoran air dan pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang hubungan pengetahuan dan sikap tentang pengelolaan sampah dengan Perilaku Pembuangan sampah di Desa Jagapura Lor Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon. Jenis penelitian  yang digunakan adalah bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang  mengelola sampah yang berjumlah 89 orang dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi dan analisis data menggunakan uji chi square. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pengetahuan (pvalue = 0,013) dan sikap (pvalue = 0,037) tentang pengelolaan sampah dengan pembuangan sampah di desa Jagapura Lor kecamatan Gegesik kabupaten Cirebon tahun 2016.Kata Kunci          : Pengetahuan dan sikap, Perilaku Pembuangan Sampah ABSTRACTThe amount of waste Cirebon reach 4839.31 m³ /day while that can be transported only 3353.64 m³ / day or were not transported as much as 1,636 m³/day. This condition occurs partly because the government's ability to procure Cirebon infrastructure that can serve the needs are still limited. Therefore, it needs to consider a reduction in the volume of waste through source. The observation that the author did on January 2, 2016 in Jagapura Lor Gegesik Subdistrict Cirebon still found citizens who process waste by burning, throwing trash at times and left open in the yard or garden so that cause odor and the possibility of proliferation of flies, mice and mosquitoes but it can be a source of ground fouling, fouling water sources and air pollution. This study aimed to analyze the influence of knowledge and attitudes about waste management garbage disposal Behavior in Jagapura Lor Gegesik District of Cirebon. This type of research is descriptive analytic with cross sectional method. The sample in this study is the head of the family who manage waste totaling 89 people by using interview and observation techniques. This study uses a statistical test Chi Square. The results showed no relationship between knowledge (p value = 0.013) and attitude (p value = 0.037) on waste management with waste disposal in rural districts Gegesik Jagapura Lor Cirebon regency in 2016.Keywords             : Knowledge and attitudes, Garbage Disposal Behavior
PENGARUH LATIHAN MENYIKAT GIGI TERHADAP KEMAMPUAN MENYIKAT GIGI PADA ANAK TUNAGRAHITA Sri Wulansari; Ira Faridasari
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.109

Abstract

Tunagrahita merupakan istilah untuk menyebut anak atau orang yang memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Anak dengan tunagrahita memiliki ketidakmampuan beradaptasi dan tingkat kemandirian yang kurang. Pendidikan khusus anak tunagrahita untuk membangun kemandirian dan keterlibatannya dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan bina diri. Menyikat gigi merupakan bagian dari bina diri yang harus dikuasai oleh anak, namun masih banyak anak tunagrahita yang tidak mampu menyikat gigi secara mandiri. Kemampuan menyikat gigi anak tunagrahita dapat ditingkatkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memberikan pelatihan menyikat gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan menyikat gigi terhadap kemampuan menyikat gigi pada anak tunagrahita di SLB C Pancaran Kasih Kota Cirebon tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest posttest. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa SD di SLB C Pancaran Kasih data terbaru Agustus 2016 sebanyak 45 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, didapatkan jumlah responden yaitu sebanyak 10 anak. Data diperoleh dengan cara observasi dan dianalisis secara statistika menggunakan analisa uji paired t-test, dengan tingkat signifikasi 0,05.Hasil penilaian kemampuan anak sebelum dilakukan latihan menunjukkan keseluruhan anak yang mengikuti penelitian ini yaitu sebanyak 10 anak belum mampu menyikat gigi dengan benar. Setelah dilakukan latihan menyikat gigi sebanyak 8 kali selama 2 minggu, anak yang belum mampu berkurang menjadi 4 anak (40%), dan sebanyak 6 anak (60%) mampu menyikat gigi dengan benar. Berdasarkan hasil uji simple paired t-test didapatkan hasil pvalue = 0,000, maka ada pengaruh latihan menyikat gigi terhadap kemampuan menyikat gigi pada anak tunagrahita di SLB C Pancaran Kasih Kota Cirebon Tahun 2017.Kata kunci           : tunagrahita, latihan menyikat gigi, kemampuan  ABSTRACTMental retardation is a term used to refer to children or people who have below average of intellectual capacity. Children with mental retardation have an inability in adaptation and have the lowerlevel of independence. Special education for children with mental retardation is known as self-care, that is to make them involve in daily activities and make them realized to take care their life by themselves. Brush tooth is the part of self care, it must be mastered by children, but there are still many children with mental retardation who can’t brush their teeth independently. There so many ways to increase the ability brush tooth of children with mental retardation, one of them is giving them about training tooth brushing. The aim of the research is to know theeffectiveness of tooth brushing training of ability brushing tooth in child with mental retardation in SLB C Pancaran Kasih Cirebon city 2017. The method of this research is a quasi experiment with one group pretest posttest design. The population in this research are all elementary school student in SLB C Pancaran Kasih latest data 45 student in August 2016. The sampling technique used purposive sampling found the number of respondents as many as 10 children. Data obtained by observation and analyzed statistically using analysis of paired t-test, with a significance level of 0.05. The result showed that there are 10 children who not be able to brush their teeth correctly before they had have training about brushing teeth. After they have trained about to brush their teeth in 8 times in 2 weeks, there are 4 (40%) children who not be able brush their teeth, and there are 6 children (60%) who be able brush their teeth correctly. Based on a simple test of paired t-test showed the p value = 0.000, then there is the effect of training brush tooth of ability brush tooth in child with mental retardation in SLB C Pancaran Kasih Cirebon city 2017.Keyword               : Mental retardation, training tooth brushing, ability
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III Supriatin Supriatin; Siti Aminah
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.110

Abstract

Selama kehamilan  seorang ibu akan mengalami berbagai perubahan-perubahan baik anatomis maupun fisiologis. Upaya yang dilakukan  untuk mengurangi nyeri punggung dengan senam hamil merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan atau prenatal care yang bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot-otot sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester II dan III di puskesmas mundu desa setupatok Kabupaten Cirebon tahun 2017.Jenis penelitian adalah penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Mundu Desa Setupatok Kabupaten Cirebon pada periode bulan Januari-Februari 2017 yang berjumlah 38 orang dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu 22 orang. Pengambilan data menggunakan lembar instrument, penelitian skala numerik atau The Pain Numerical Rating Scale (PNRS). Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari hasil pre-test didapatkan hasil bahwa sebagian besar dengan intensitas nyeri sedang yaitu 13 orang (59,1%). Hasil post-test didapatkan hasil bahwa sebagian besar dengan intensitas nyeri ringan yaitu 14 orang (63,6%). Berdasarkan analisa statistik didapatkan perbedaan rata-rata intensitas nyeri pada ibu hamil trimester II dan III sebelum senam hamil sebesar 5,77 dan sesudah penyuluhan sebesar  3,05 dengan t hitung  (10,304) > t table (2,080) serta nilai probabilitas (p = 0,000), maka Ho ditolak dan artinya senam hamil efektif dalam menurunkan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester II dan III.Kata kunci     : Senam hamil, nyeri punggung, ibu hamil  ABSTRACTDuring pregnancy a mother will undergo various changes both anatomical and physiological efforts are being made to reduce back pain in pregnancy exercise is one of the activities in the ministry during pregnancy or prenatal care, which aims to prepare and train the muscles so that they can be optimally used. This study aims to determine the effect of pregnancy exercise back pain in pregnant women trimester II and III in the clinic mundu Setupatok village Cirebon regency in 2017.This type of research is quasi-experimental research design with one group pre-test post-test. The population in this study were all pregnant women in the third trimester II and Setupatok Village Puskesmas Mundu Cirebon in the period January-February 2017 amounted to 38 people and sampling using purposive sampling method 22. Retrieving data using a numerical scale research instrument sheet or Namerical The Pain Rating Scale (PNRs. Analysis of the data used are univariate and bivariate.This study shows that the results of the pretest showed that most of the pain intensity interval that is 13 people (59.1%). The results of the post-test showed that most of the mild pain intensity, that is 14 people (63.6%). Based on statistical analysis found differences in average pain intensity in pregnant women second and third trimester before pregnancy exercise at 5.77 and after counseling at 3.05 with the t (10.304)> t table (2.080) an the probability value (p 0.000), then Ho rejected and meaning pregnancy exercise effective in reducing the intensity of back pain in pregnant women trimester II and III.Keywords    :
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWA Lilis Banowati; Jongga Adiyaksa
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.111

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global di negara berkembang maupun negara maju dengan konsekuensi yang besar bagi kesehatan manusia serta pembangunan nasional dan ekonomi. Anemia pada remaja akibat  kurang gizi dapat berdampak buruk pada kesehatan, pertumbuhan, dan sistem imun. Penyebab utama anemia gizi ialah konsumsi zat besi yang tidak cukup, absorbsi zat besi yang rendah, dan pola makan yang sebagian besar terdiri dari nasi dan menu yang kurang beraneka ragam. Kebiasaan makan pagi termasuk dalam salah satu dari 13 pesan dasar gizi seimbang. Bagi mahasiswa/remaja, makan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran yang akan meningkatkan prestasi belajar. Makan pagi juga sangat berperan terhadap pemenuhan gizi seimbang pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makan pagi dengan kejadian anemia pada mahasiswa program studi D III Gizi Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.Penelitian ini merupakan penelitian observational dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Prodi D III Gizi Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dengan jumlah 122 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan  teknik  random  sampling  yaitu   sejumlah  35 orang.Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa dari 35 mahasiswa, 29 mahasiswa memiliki kebiasaan makan pagi 29 mahasiswa (83%) yang tidak anemia, jarang sarapan pagi yaitu 1 mahasiswa (2,8%) dan yang tidak pernah sarapan yaitu 5 mahasiswa. Nilai pValue dari uji Chi square yaitu 0,125 (P<0,05). Sehingga hasilnya yaitu ada hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian anemia pada mahasiswaKata kunci: kebiasaan makan pagi, anemia, mahasiswa ABSTRACTAnemia is a global public health problem in both developing and developed countries with great consequences for human health as well as national and economic development. Anemia in adolescents due to malnutrition can adversely affect health, growth, and the immune system. The main causes of nutritional anemia are insufficient intake of iron, low iron absorption, and a diet consisting mostly of rice and a less varied menu. Breakfast habits are included in one of 13 basic messages of balanced nutrition. For students, breakfast can increase the concentration of learning and make it easier to absorb lessons that will improve learning achievement. Breakfast also greatly contribute to the fulfillment of balanced nutrition in children. The purpose of this study to determine the relationship between morning eating habits with the incidence of anemia in the students of study program D III Gizi Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.This research is an observational research using cross-sectional design. The population in this study is a student of Study Program D III Gizi Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya with the number of 122 people. Sampling technique using random sampling technique that is a number of 35 people.The result of the research shows that from 35 students, 29 students have breakfast habit of 29 students (83%) who are not anemic, rarely breakfast that is 1 student (2.8%) and who never breakfast is 5 students. The pValue value of Chi square test is 0,125 (P <0,05). So the result is a relationship between breakfast habits with the incidence of anemia in studentsKeywords: breakfast habits, anemia, students
ALTERNATIF KEBIJAKAN OPERASIONAL PENGGUNAAN SMS GATEWAY PADA RUJUKAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL Ela Rohaeni; Norma Mardiani
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.112

Abstract

Kematian ibu adalah kematian seorang wanita terjadi saat hamil, bersalin, atau 42 hari setelah persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsung terhadap persalinan. Dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian ibu salah satunya adalah dengan memperkuat sistem rujukan. Dalam hal ini pengoptimalan kebijakan SMS Gateway. Tujuan penelitian ini adalah menyusun alternatif kebijakan operasional penggunaan SMS Gateway pada rujukan kegawatdaruratan maternal di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan konfirmatori,  teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik purposive sampling, untuk memperoleh hasil dengan pemahaman mendalam tentang topik penelitian. Informan kunci dalam penelitian ini adalah bidan pelaksana berjumlah 6 orang pelaksana sedangkan informan pendukung yaitu kepala puskesmas, kepala bagian Yankes, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Temuan penelitian ini adalah kebijakan yang ada saat ini yaitu mengenai aspek penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu namun ditemukan dalam pengaplikasiannya belum optimal. Alternatif kebijakan operasional pada rujukan kegawatdaruratan maternal di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon yaitu pembuatan SK Kepala Dinas tentang petunjuk teknis sistem SMS Gateways rujukan pelayanan kesehatan dan Standar Prosedur Operasional SMS Gateway rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.Kata kunci           :  Kebijakan Operasional, SMS Gateway, Rujukan, Kegawatdaruratan Maternal  ABSTRACTMaternal death is the death of a woman occurs during pregnancy, childbirth, or 42 days after delivery with a cause that is directly or indirectly related to labor. In order to accelerate the decline in maternal mortality one of them is by strengthening the referral system. In this case the SMS Gateway policy optimization. The purpose of this research is to formulate operational policy alternatives of SMS Gateway utilization on maternal emergency referral in Cirebon District Health Office 2017. This research is a qualitative research with confirmatory approach data collection technique using purposive sampling technique, to obtain result with deep understanding about research topic. Key informants in this research are midwife implementer is 6 executor while supporting informant is head of puskesmas, head of Yankes department, head of health office of Cirebon regency. The findings of this study are that the existing policy has been about important aspects in efforts to reduce maternal mortality but found in its application not yet optimal. Alternative operational policy on maternal emergency referral at Cirebon District Health Office is making SK Head of Service about technical guidance of SMS Gateways system of referral of health service and Standard of Operational Procedure SMS Gateway referral of maternal and neonatal emergency.Keywords             : Operational Policy, SMS Gateway, Referral, Maternal Emergency
HUBUNGAN ANTARA SENAM, POLA MAKAN, DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA Suharno Suharno; Yophi Nugraha; Muhammad Guntur M
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.113

Abstract

Meningkatnya usia harapan hidup (UHH) menyebabkan peningkatan jumlah lansia. Meningkatnya jumlah lansia menandakan kualitas hidup semakin baik. Jumlah lansia di Puskesmas Majalengka yaitu 2597 orang, sedangkan Puskesmas Cigasong dengan 1876 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Senam, Pola Makan dan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Lansia di UPTD Puskesmas Majalengka Kabupaten Majalengka.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan 97 responden lansia yang diambil secara Accidental Sampling. Rancangan penelitain ini adalah cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan data primer. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukan lebih dari setengahnya lansia mempunyai kualitas hidup tinggi (73,2%), lebih dari setengahnya lansia rutin mengikuti senam (62,9%), lebih dari setengahnya lansia mempunyai pola makan baik (75,3%), dan sebagian besar lansia mendapatkan dukungan tinggi dari keluarganya (76,3%). Hasil uji chi square pada penelitian ini menunjukan ada hubungan yang signifikan antara senam dengan kualitas hidup dengan nilai ρ=0,000; pola makan dengan kualitas hidup dengan nilai ρ=0,000; dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup dengan nilai ρ=0,000.Kata kunci : Lansia, Kualitas Hidup, Senam, Pola Makan, Dukungan Keluarga  ABSTRACTIncreasing life expectancy causes an increase the number of elderly. Increasing the number of elderly indicates that quality of life is get better. The number of elderly in community health center Majalengka is 2597 people, while in community health center Cigasong is 1876 people. This research aims to determine the relationship between gymnastics, diet, and family motivation with quality of life of the elderly in community health center in Majalengka district.This type of research is quantitative with 97 elderly respondents taken by accidental sampling. The design of this study is cross sectional design. Data collected by collection of secondary data and primary data. Data analysis was perfomed using univariate and bi-variate analysis.Results in this study showed more than half of the elderly have high quality of life (73,2%), more than half of the elderly routine follow gymnastics (62,9%), more than half of the elderly have good diet (75,3%), and most elderly get high motivation of his family (76,3%). Chi square test results in this study showed there was a significant relationship between Gymnastics with quality of life with the ρ value = 0,000; Diet with quality of life with the ρ value = 0,000; and Family Motivation with quality of life with the ρ value = 0,000;.Keywords : Elderly, Quality of life, Gymnastics, Diet, Family Motivation
PENGARUH PSIKOEDUKASI TERHADAP DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU PRIMIPARA Awaludin Jahid Abdillah; Septiyani Eka Putri
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i1.114

Abstract

Ibu Postpartum yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan peran barunya akan mengalami gangguan emosional seperti depresi pasca persalinan (DPP). Depresi pasca persalinan (DPP) adalah suatu depresi yang ditemukan pada perempuan setelah  melahirkan, yang terjadi dalam kurun waktu 4 (empat) minggu. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang pengaruh psikoedukasi dalam mengatasi depresi postpartum pada ibu bersalin di Wilayah Kerja  Puskesmas Plered Kabupaten  Cirebon tahun 2016. Sehingga diharapkan dari penelitian dapat mengetahui depresi ibu postpartum sebelum dan sesudah dilakukan Psikoedukasi serta untuk mengetahui ada tidaknya penurunan tingkat depresi setelah dilakukan Psikoedukasi. Penelitian ini berjenis one-group pretest-posttest design  yaitu kelompok subjek diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian di observasi lagi setelah dilakukan intervensi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum primipara berjumlah 24 orang yang berada di wilayah kerja puskesmas Plered pada bulan Febuari tahun 2016 dengan usia post partum 29 hari - 42 hari. Dalam mengambil sampel untuk diteliti, menggunakan teknik total populasi yaitu seluruh dari populasi dijadikan sampel penelitian. Gambaran depresi ibu postpartum primipara sebelum diberikan Psikoedukasi dari 24 responden menunjukan bahwa responden dengan depresi ringan sebanyak 12 responden  50.0%). Dan ibu primipara sesudah diberikan Psikoedukasi dari 24 responden menunjukan bahwa tingkat depresi ringan sebanyak 10 responden (41.7%). Berdasarkan hasil uji T-Test Pengaruh Psikoedukasi Terhadap Depresi Postpartum primipara yaitu dengan nilai p value 0.016 sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan tingkat depresi setelah dilakukan Psikoedukasi pada ibu postpartum primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Plered Kabupaten  Cirebon Tahun 2016.Kata kunci : ibu postpartum, primipara, psikoedukasi  ABSTRACTPostpartum mothers who did not manage to adjust to his new role will experience emotional disorders such as depression postpartum (DPP). Postpartum depression (DPP) is a depression that found in women after giving birth, which occurred within a period of four (4) weeks. The formulation of the issues raised in this study is on the influence of psycho-education in overcoming postpartum depression in mothers giving birth at Puskesmas Plered expected 2016.Sehingga Cirebon year of study can determine maternal postpartum depression before and after psychoeducation as well as to determine whether there is a decrease in the level of depression after psychoeducation.This research was a one-group pretest-posttest design is a group of subjects was observed before the intervention, and then observed again after the intervention. The population in this study were all post partum primiparous mother totaling 24. That was in the working area of Puskesmas Plered in February 2016 human premises postpartum 29 days - 42 days. In taking the sample to be tested, using the technique of total population of the entire study population sampled. Overview of maternal depression postpartum primipara before given psychoeducation of 24 respondents showed that respondents with mild depression were 12 respondents (50.0%). And primiparous mothers after given Psikoediukasi of 24 respondents, shows that the level of mild depression as much as 10 respondents (41.7%). Based on the test results of T-Test Effects of Postpartum Depression PsikoedukasiTerhadap primiparas ie with p value 0.016 thus it can be concluded decreased levels of depression after  psychoeducation maternal postpartum primiparous in Wilayah Cirebon Kerja Puskesmas Plered 2016.Keywords: post partum mothers, primiparous psychoeducation.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PENDERITA HIV/AIDS POST KONSELING TENTANG PENCEGAHAN DAN PENULARAN Setya Vahani; Chandra Isabella Hostanida P
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i1.115

Abstract

Epidemi HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global karena jumlah kasus HIV/AIDS mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Semua penderita HIV/AIDS kasus baru telah mendapatkan konseling oleh perawat konselor HIV tentang dukungan dan informasi HIV/AIDS salah satunya adalah tentang pencegahan dan penularan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap penderita HIV/AIDS post konseling tentang pencegahan dan penularan di Klinik Seroja RSUD Gunung jati. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan dan sikap penderita HIV/AIDS tentang pencegahan dan penularan. Jenis penelitian menggunakan deskriptif, instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner, dan telah dilakukan  uji validitas dan reliabilitas. Populasinya adalah penderita HIV/AIDS post konseling yang berkunjung di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati rentang waktu bulan April sampai dengan Juni 2011, total jumlah sampel yang terkumpul sesuai kriteria inklusi 50 responden, pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Analisa data mengunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan penderita post konseling tentang pencegahan dan penularan HIV/AIDS mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 60%, serta sikap penderita post konseling tentang pencegahan dan penularan HIV/AIDS mempunyai sikap favorable sebanyak 66%.Kata Kunci : pengetahuan, sikap, pencegahan dan penularan HIV/AIDS   ABSTRACTEpidemic of HIV/AIDS still become the problem of global health because amount of case of HIV /AIDS increasing from year to year. All patient of new HIV/AIDS case have got counseling by nurse of HIV counselor about support and information of HIV/AIDS one of them is about prevention and transmission. This study aims to identify the patient's knowledge and attitudes of HIV/AIDS post counseling about prevention and transmission in Clinic of Seroja  District Hospital of Gunung Jati. Variables studied were knowledge and attitudes of patients with HIV/AIDS about prevention and transmission. This descriptive study, the instrument used was a questionnaire, and tested the validity and reliability. Its population is patient of HIV/AIDS post counseling paying a visit in Clinic of Seroja  period April to June 2011, the total number of samples collected according to the inclusion criteria 50 respondents, using sampling nonprobability with technique of consecutive sampling. Analysis of data using univariate analysis. The results obtained by the patient's knowledge post counseling about prevention and transmission of HIV/AIDS have fair as much knowledge 60%, and also patient's attitude post counseling about prevention and transmission of HIV/AIDS has a favorable attitude as much 66%.Keywords: knowledge, attitudes, prevention and transmission of HIV/AIDS

Page 6 of 23 | Total Record : 224