cover
Contact Name
Ratu Tsamarah Kusumaning Ayu
Contact Email
ratu.tsamarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Brigjen Dharsono No. 12 B, Kedawung, Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : https://doi.org/10.38165/
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan is a health scientific journal under Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon. This journal is published as a platform for academics and healthcare practitioners to disseminate information about the development of science and technology in the healthcare sector. The scope of this journal covers: public health, nursing, midwifery, physiotherapy, radiodiagnostic, pharmacy, and health analysis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 224 Documents
HUBUNGAN KETERPAPARAN PORNOGRAFI MELALUI MEDIA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMK BIT BINA AULIA Iis Iis
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.126

Abstract

Perilaku seksual remaja akan mengakibatkan terjadinya seks bebas yaitu perilaku seksual yang tidak bertanggungjawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperjelas dan memperdalam tentang  hubungan keterpaparan pornografi melalui media dengan perilaku seksual remaja di SMK BIT Bina Aulia Kabupaten Bogor Tahun 2014. Metode penelitian ini adalah Survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini diambil dari seluruh siswa SMK BIT Bina Aulia Kabupaten Bogor tahun 2014. Hasil penelitian didapatkan bahwa siswa memiliki  perilaku  seksual berat  39,1% dan  terdapat  hubungan yang signifikan  antara  keterpaparan pornografi melalui media, keterpaparan pornografi melalui handphone, keterpaparan pornografi melalui televisi dan keterpaparan pornografi melalui dvd/film (p<0,05) dengan perilaku seksual remaja.Variabel yang paling dominan  mempengaruhi  perilaku seksual adalah  keterpaparan pornografi melalui dvd/film dengan OR 2,716 artinya siswa yang  pernah  melihat pornografi melalui dvd/film  akan memiliki  perilaku  seksual berat 3 kali lebih besar  dibandingkan  dengan  siswa yang tidak pernah melihat pornografi melalui dvd/film setelah di kontrol oleh variabel  keterpaparan  pornografi  melalui  televisi  dan sikap orang tua.Disarankan  kepada Dinas Kesehatan/Puskesmas untuk lebih  mensosialisasikan  lagi  tentang kegiatan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) sehingga menjadi wadah bagi remaja berkonsultasi mengenaii masalah  kesehatan reproduksi. Kepada pihak sekolah diharapkan adanya kerjasama dengan orang tua siswa untuk lebih  memberikan pengawasan terkait dengan semakin meluasnya pornografi termasuk dalam pengawasan  terhadap pembelian kaset dvd/film.Kata kunci             : Remaja, Perilaku Seksual, Pornografi, Media  ABSTRACTAdolescent sexual behavior will result in free sex is irresponsible sexual behavior. The purpose of this studyis to clarify and deepen your relationship with the media exposure of pornography through the sexual behavior of teenagers in vocational BIT Bina Aulia Bogor Regency 2014. This research method is analytic survey with a cross-sectional approach. Sampling was not performed in this study were drawn from all students of SMK Bina BIT Aulia Bogor district in 2014.The results showed that students 39.1% weight of sexual behavior and there is a significant relationship between exposure to pornography through the media, exposure to pornography through mobile phones, pornography exposure through television and exposure to pornography through the dvd/movie (p 0.05) with adolescent sexual behavior. The most dominant variable affecting sexual behavior is exposure to pornography through the dvd/movie with OR 2,716 meaning that students who had seen pornography through the dvd/movie will have heavy sexual behavior 3 times greater than students who had never seen pornography via dvd/films after exposure variable controlled by pornography on television and the attitude of the parents.Meaning that students who had seen pornography through the dvd/movie will have heavy sexual behavior 3 times greater than students who had never seen pornography via dvd/films after exposure variable controlled by pornography on television and the attitude of the parents.To the school expected the cooperation with parents to provide supervision over related to the more widespread pornography included in the surveillance tapes to purchase dvd/movie.Keywords             : Adolescent, Sexual Behavior, Pornography, Media
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN UPAYA PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA KARYAWAN DI PD SURABRAJA FOOD INDUSTRY KASUGENGAN KIDUL Suzana Indragiri
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.127

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu kecelakaan yang paling sering terjadi selain menimbulkan korban jiwa dan kerugian material, kebakaran juga dapat merusak lingkungan serta gangguan kesehatan yang diakibatkan dari asap kebakaran. Oleh karena itu, untuk meminimalisasi terjadinya kebakaran maka perlu penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kecelakaan termasuk kebakaran. Pengetahuan, sikap dan upaya karyawan merupakan suatu hal penting dalam menghadapi situasi tanggap darurat bencana kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan upaya penanggulangan kebakaran pada karyawan di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon Tahun 2016.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh karyawan di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon yang berjumlah 106 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh pada bulan Agustus 2016, instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan metode penelitian wawancara, analisa data menggunakan uji statistik chi square.Hasil uji bivariat dengan menggunakan uji statistik, pada variabel pengetahuan menunjukan nilai p value = 0,035, hal ini menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan upaya penanggulangan kebakaran dan variabel sikap menunjukan nilai p value = 0,084, hal ini menunjukan tidak ada hubungan sikap dengan upaya penanggulangan kebakaran di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon Tahun 2016.Perlunya meningkatkan pengetahuan terhadap upaya penanggulangan kebakaran pada karyawan, diharapkan perusahaan mengadakan pelatihan dan sosialisasi terhadap tenaga kerja guna meningkatkan pengetahuan tentang penanggulangan kebakaran di tempat kerja di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon Tahun 2016.Kata Kunci     : Pengetahuan, Sikap, Upaya Penanggulangan Kebakaran ABSTRACTFire is one of the most common accidents besides causing casualties and material losses, fires can also damage the environment and health problems resulting from smoke fire. Therefore, to minimize the occurrence of fire, the necessary implementation of Health and Safety as prevention and control of accidents including fire. Knowledge, attitudes and behavior of employees is an important thing in the face of a fire emergency response situations.Knowledge, attitude and effort of employees is an important thing in dealing with emergency response situation fire. The purpose this study was to determine the relationship of knowledge and attitude with the fire-fighting effort in employees in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon 2016.This study uses a quantitative approach to the cross-sectional design. The population in this research that all employees in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon regency totaling 106 people. The sampling technique in this study using saturation sampling in August 2016, research instruments using a questionnaire and interview research methods, data analysis using chi square test.Bivariate test results using statistical tests on the knowledge variables showed p value = 0.035, this shows there is a relationship of knowledge with the fire-fighting effort and attitude variables showed p value = 0.084, this shows there is no correlation with the attitude of fire fighting effort, Companies are expected to conduct training and socialization of labor in order to increase knowledge about fire prevention in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon 2016.The need to improve the knowledge of the fire-fighting effort in employees in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon 2016Keyword                : Knowledge, Attitude, Fire Fighting Effort
HUBUNGAN HYGIENE PENJAMAH DENGAN JUMLAH COLIFORM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG Eti Sumiati; Herlinawati Herlinawati
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.128

Abstract

Peningkatan kebutuhan akan air minum yang sehat dan praktis mendorong tumbuhnya Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) dan hal ini merupakan dasar pilihan masyarakat untuk menggunakan air isi ulang, DAMIU berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan konsumen jika tidak ada regulasi yang efektif, Isu yang terjadi saat ini adalah rendahnya jaminan kualitas terhadap air minum yang dihasilkan. Jika tidak dikendalikan dengan maksimal, akan menimbulkan kerugian bagi kesehatan konsumen. Misalnya keracunan zat kimia persisten maupun penyebaran penyakit melalui air (water borne disease). Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan hygiene penjamah dengan jumlah coliform air minum pada DAMIU di Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon Tahun 2016. Penelitian ini adalah explanatory research dengan rancangan cross sectional study, populasi penelitian adalah seluruh  Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) yang berada di wilayah Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 28 DAMIU. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Total sampling yaitu sebanyak 28 DAMIU. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan pemeriksaan laboratorium. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan observasi serta botol sampel yang sudah disteril untuk pengambilan sampel pengujian mikrobiologis air minum. Data dalam penelitian ini dianalisis secara statistik dengan  menggunakan Uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil uji statistik didapatkan bahwa variabel hygiene penjamah DAMIU (p=0,000) berhubungan dengan variabel coliform (p=0,05) atau dikatakan juga bahwa meningkatnya jumlah coliform pada DAMIU di Kecamatan Gunung Jati berhubungan dengan tingkat higyene penjamahnya.Kata Kunci : Hygiene Penjamah, Coliform, DAMIU ABSTRACTIncreased demand for safe drinking water and practically encourage the growth Depot Water Refill (DAMIU) and this is the basis of people's choice to use water refill, DAMIU potentially negative impact on the health of consumers if there is no effective regulation, Issue happened today is the low quality assurance of the drinking water produced. If not controlled to the maximum, it will cause harm to the health of consumers. Eg persistent chemical poisoning and the spread of disease through water (water borne disease). The purpose of this research was to determine the relationship of hygiene handlers by the number of coliform in drinking water in DAMIU Gunung Jati Subdistrict Cirebon Regency Year 2016. This research is explanatory research with cross sectional study, the study population was the whole Depot Water Refill (DAMIU) which located in the District Gunung Jati Cirebon comprising 28 DAMIU. The sampling was done by using total sampling as many as 28 DAMIU. Methods of data collection using interviews, observations and laboratory tests. The instruments used are questionnaires and observation sheets and sample bottles that have been sterilized for sampling microbiological testing of drinking water. The data were statistically analyzed using Chi Square test with significance level of 5% (0.05) The results of statistical test showed that the variables handlers DAMIU hygiene (p = 0.000) associated with coliform variables (p = 0.05) or say also that increasing the number of coliform DAMIU in District Gunung Jati associated with penjamahnya higyene level.Keywords: Hygiene handlers, Coliform, Depot Water Refill
PENGARUH TERAPI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI BESAR DI RUMAH SAKIT CIREMAI CIREBON TAHUN 2015 Agus Sutarna; Riana Budi Arti
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.129

Abstract

Pembedahan, baik elektif maupun kedaruratan adalah peristiwa kompleks yang menegangkan. Cemas merupakan suatu keadaan emosi tanpa suatu objek yang spesifik dan pengalaman subjektif dari individu  serta dan tidak dapat  diobservasi dan dilihat secara langsung. Sebelum  dilakukan operasi terdapat masalah kecemasan yang merupakan reaksi emosional pasien yang sering muncul. Terapi medis saja tanpa disertai dzikir tidaklah lengkap. Untuk menurunkan  tingkat  kecemasan  pada  pasien pre operasi besar dengan cara terapi dzikir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi besar di Rumah Sakit Ciremai Cirebon tahun 2015.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Experiment dengan rancangan one group pretest – posttest. Populasi dalam penelitian ini yaitu 103 pasien. Sampel dalam penelitian ini yaitu 32 subjek dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran  tingkat  kecemasan  menggunakan  skala  kecemasan  Hamilton  Anxiety Rating Scale (HARS). Cara pengambilan data menggunakan Kuesioner. Teknik analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian nilai ρ value  0,000  (ρ < 0,05).  Hal ini berarti H0 gagal ditolak,  yang artinya  bahwa  terapi dizikir dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi besar di Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon Tahun 2015.Penelitian ini diharapkan sebagai sumber informasi dalam rangka meningkatkan upaya pelayanan kesehatan dengan melakukan pelatihan terapi dzikir, khususnya pada pasien pre operasi besar yang mengalami kecemasan.Kata Kunci : Pre Operasi, Kecemasan, Terapi Dzikir  ABSTRACTSurgery, both elective and emergency is complex stressful events. Anxiety is an emotional state without a specific object and the subjective experience of the individual as well and can not be observed and seen directly. Before the operation there is a problem that concerns the patient's emotional reactions that often arise. Medical therapy alone without dzikir is not complete. To reduce the level of anxiety in patients with preoperative great by the way dhikr therapy. The purpose of this study was to determine the effect of the decrease in the level of dhikr therapy in patients with preoperative anxiety large in Ciremai hospital cirebon 2015.This study uses a type of research design Quasi Experiment with one group pretest - posttest. Population in this research is 103 patients. The sample in this study is 32 subjects using purposive sampling technique. Measuring the level of anxiety using the Hamilton anxiety scale Anxiety Rating Scale (HARS). How to collect data by questionnaire. Data analysis techniques using Wilcoxon test. The results of the research value of ρ value of 0.000 (ρ <0.05). which means H0 = ditolak, dhikr therapy can reduce the level of anxiety in patients with mayor preoperativei in Cirebon City Hospital Ciremai Year 2015.This research is expected as resources in order to improve health care efforts by conducting training dhikr therapy, especially in patients who undergo major surgery pre anxiety.Keywords : Pre Operations , anxiety , therapy dzikir
STUDI KASUS TENTANG HUBUNGAN STATUS BIDAN PRAKTEK SWASTA DENGAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH PUSKESMAS BUMIJAWA KABUPATEN TEGAL TAHUN 2016 Baeti Rizki; Lilis Banowati
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.130

Abstract

Banyak faktor yang mempengaruhi terpenuhinya cakupan K4, diantaranya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan serta kualitas tenaga kesehatan. Berdasarkan data dari Ikatan Bidan Indonesia cabang Kabupaten Tegal, bahwa jumlah bidan yang telah mempunyai izin praktik di wilayah Kabupaten Tegal adalah 513 bidan, sedangkan yang sudah bersertifikat sebagai bidan delima sebanyak 105  orang bidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status bidan praktek swasta dengan pelayanan antenatal care di wilayah puskesmas Bumijawa Kabupaten Tegal tahun 2016. Jenis penelitian adalah survei analitik, desain penelitian yang digunakan observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini bidan yang membuka praktik mandiri di wilayah Puskesmas Bumijawa sejumlah 24 bidan. Teknik sampelnya menggunakan metode total sample yaitu 24 responden. Karakteristik bidan yang bekerja di wilayah Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal bahwa rata-rata umur responden 36,29 tahun, sebagian besar responden berpendidikan D-III (91,7%), sebagian besar lama mengabdi responden 5-10 tahun (54,2%). Status bidan sebagian besar dengan status bidan praktek swasta bukan delima (58,3%). Pelayanan Antenatal Care sebagian besar bermutu (58,3%). Ada hubungan yang signifikan antara status bidan praktek swasta dengan pelayanan antenatal care di wilayah kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal tahun 2016 (X2 hitung 5,531 dan p value=0,024). Hal ini berarti bahwa bidan dengan status bidan delima lebih profesional dalam pelayanan ANC dibandingkan dengan bidan praktek swasta yang bukan delima, dengan menjadi bidan delima secara tidak langsung fasilitas pelayanan akan tersedia, sehingga akan meningkatkan  mutu pelayanan.Diharapkan bidan praktek swasta yang belum delima agar dapat mengikuti program bidan delima, sehingga dalam melakukan pelayanan ANC sesuai dengan standar pelayanan, serta dengan memasang famplet acuan pelayanan ANC sesuai dengan petunjuk dari Departemen Kesehatan.Kata Kunci  : Status bidan, antenatal care  ABSTRACTMany factors affect the fulfillment of K4 coverage, including public awareness about the importance of prenatal care and the quality of health workers. Based on data from the Indonesian Midwives Association branch Tegal regency, that the number of midwives who already have a license in the district of Tegal is 513 midwives, while that has been certified as a midwife pomegranate were 105 midwives. The aim of research to determine the relationship status private midwife with antenatal care in the health centers Bumijawa Tegal 2016.This type of research is an analytical survey, design research used observational with cross sectional approach. The population in this study independent midwife who practices in the area at Puskesmas Bumijawa some 24 midwives. Mechanical sample using a method that is on the total sample of 24 respondents.Characteristics of midwives who work in the District of Tegal Bumijawa that the average age of 36.29 years old respondents, the majority of respondents educated D-III (91.7%), the majority of respondents serve 5-10 years old (54.2%) , Status midwives mostly with private midwife status instead of pomegranate (58.3%). Antenatal Care qualified majority (58.3%). There was a significant correlation between the status of private midwives with antenatal care in districts of Bumijawa Tegal 2016 (X2 count 5.531 and p value=0.019). This means that the midwife with midwife status pomegranate professionals in ANC compared with private midwife is not a pomegranate, with a midwife indirectly pomegranate service facilities will be available, so that will increase the quality of care.Expected private midwives who have to follow our pomegranate midwife program, so that in conducting ANC in accordance with service standards, and by installing a reference pamphlet ANC in accordance with the instructions of the Ministry of Health.Keywords   : Status midwife, antenatal care
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUNYARAGI KOTA CIREBON Siti Matoya; Iin Kristanti
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.131

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Berdasarkan data perilaku hidup bersih dan sehat tatanan rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Sunyaragi tahun 2013 dengan jumlah 1988 rumah tangga, status rumah tangga sehat baru mencapai 60%. Padahal Rencana Strategis (Restra) Kementerian Kesehatan tahun 2010-2014 mencantumkan target 70% rumah tangga sudah mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan karakteristik ibu dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Sunyaragi Kota Cirebon Tahun 2014.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Hal yang ingin di teliti adalah hubungan antara pengetahuan, sikap dan karakteristik ibu dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistic Package For Social Science) versi 18. Populasi penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sunyaragi kota cirebon yaitu sebanyak 2761 responden. Jumlah sampel sebanyak 97 ibu rumah tangga yang diambil secara systematic random sampling. Data dianalisis secara statistik menggunakan Uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 5% (0,05).Hasil uji statistik didapatkan bahwa umur (P-value = 0,584), tidak ada hubungan antara umur dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Tingkat pendidikan (P-value) = 0,000), ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Status pekerjaan (P-value = 1,000), tidak ada hubungan antara status pekerjaan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengetahuan (P-value = 0,000), ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Sikap (P-value = 0,000), ada hubungan antara sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat.Kata Kunci          : Pengetahuan, Sikap, Karakteristik Ibu ( umur, tingkat pendidikan,  status pekerjaan) ABSTRACTClean and healthy living behavior is all the health behaviors conducted on the awareness that a family member or family to help themselves in the field of health and can play an active role in the activities in public health. Based on data from a clean and healthy living behavior order households in Puskesmas Sunyaragi 2013 to 1988 the number of households, household healthy status only reached 60%. Whereas the Strategic Plan (Restra) The Ministry of Health in 2010-2014 included a target of 70% of households own practice clean and healthy living behavior. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitudes and behavior characteristics of mothers with healthy and clean life in order households in Puskesmas Sunyaragi Cirebon 2014.The method used in this research is analytic survey using cross sectional design. Things that you want to study is that the relationship between knowledge, attitude and behavior characteristics of mothers with healthy and clean life. Data was collected through interviews using a questionnaire. Processing and analysis of data using SPSS (Statistic Package For Social Science) version 18. The study population was a housewife in the working area of Puskesmas Sunyaragi UPTD Cirebon city as many as 2761 respondents. The total sample of 97 housewives who were taken by systematic random sampling. Data were statistically analyzed using Chi Square test at the 5% significance level (0.05).Statistical test results showed that age (P-value = 0.584), there was no relationship between age and behavior of clean and healthy. The level of education (P-value) = 0,000), there is a correlation between level of education and behavior of clean and healthy. Employment status (P-value = 1.000), there was no association between employment status with a clean and healthy living behavior. Knowledge (P-value = 0.000), there is a relationship between knowledge and behavior of clean and healthy. Attitudes (P-value = 0.000), there is a correlation between attitude and behavior of healthy and clean life.Keywords: Knowledge, Attitude, Mrs. characteristics (age, education level, employment status)
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI IBU POST PARTUM PRIMIPARA DI RUANG WIDYA RUMAH SAKIT CIREMAI CIREBON TAHUN 2015 Reni Fatmawati; Uus Husni
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.132

Abstract

Tidak keluarnya ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi salah satu penyebab tidak terwujudnya pemberian ASI ekskusif. Terlambatnya pengeluaran ASI dapat disebabkan oleh terhambatnya sekresi oksitosin yang sangat berperan dalam kelancaran pengeluaran ASI. Pijat oksitosin merupakan  salah satu cara yang efektif untuk merangsang sekresi oksitosin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum primipara di Ruang Widya Rumah Sakit Ciremai Cirebon tahun 2015.Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasy Experiment, populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum primipara di Ruang Widya Rumah Sakit Ciremai pada tanggal 11 Maret sampai 1 April 2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 12 responden untuk setiap kelompok.  Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan teknik pengambilan data dengan cara penyebaran kuesioner. Penelitian menggunakan ujibeda t-test independent. Penelitian dilakukan di Ruang Widya Rumah Sakit Ciremai Cirebon pada tanggal 11 Maret sampai 1 April 2015.Dari hasil penelitian didapatkan pengeluaran ASI pada kelompok intervensi dalam kategori lancar yaitu sebanyak 75% sedangkan pada kelompok control dalam kategori tidak lancar yaitu sebanyak 75%. Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji beda t-test independent sample diperoleh nilai signifikansi 0,000, dibandingkan dengan nilai signifikansi α=5% (0,05) maka    p value < 0,05 berarti ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran pengeluaran ASI ibu post partum primipara.Sehubungan dengan hasil penelitian diharapkan perlunya memberikan informasi tentang pijat oksitosin ini bagi  rumah sakit, ilmu keperawatan, praktik keperawatan dan  ibu post partum.Kata Kunci    : Pijat Oksitosin,  ASI, Ibu post partum primipara, Pengeluaran ASI  ABSTRACTBreast milk that doesn’t come out on first day after birthing can be one cause of not realization exclusive breastfeeding. Delayed breast milk’s output can be cause by inhibition secretion of oxytocin which very important in continuity breast milk’s output. Oxytocin massage is one of method which effective for stimulates the secretion of oxytocin. The purpose of this research is to know the effect of oxytocin massage to continuity breast milk’s output on post partumprimipara’s mother in Widya Ward Ciremai Hospital Cirebon 2015.The type of this research is Quasy Experiment, and population in this research is post partumprimipara’s mother in Widya Ward Ciremai Hospital at 11thof March until 1stof April 2015.Sample was taken by purposive sampling technique with total sample is 12 samples for each group. Instrument that used in this research is questionnaire and data collection techniques used is by distributing questionnaire. This research is using t-test independent for research statistic test. This research conducted in Widya Ward Ciremai Hospital Cirebon 11thof March until 1stof April 2015.The result of this research is most of the output breast milk in intervention group in the smooth category as much 75%, but in control group most of the output breast milk in the not smooth category as much 75%. The result of the bivariat analysis by using t-test independent is obtained p value 0,000, be compared with p value in α=5% (0,05) so  p value < 0,05and there iseffect of oxytocin massage to continuity breast milk’s output on post partumprimipara’s mother in Widya Ward Ciremai Hospital Cirebon 2015.Related with the result of this researchwill needs to provide information about oxytocin massage for hospital, nursing science, nursing practice and post partum’s mother.Keyword   : Oxytocyn massage, Breast milk, Post partumprimipara’s mother, breast milk’s output
PENGARUH PEMBERIAN TEHNIK AKUPRESUR TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I PADA IBU PRIMIPARA DI RUANG WIDYA RUMAH SAKIT CIREMAI CIREBON TAHUN 2016 Awaludin Jahid Abdillah; Iyus Meni
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.133

Abstract

Nyeri persalinan dapat menimbulkan stres yang menyebabkan pelepasan hormon yang berlebihan seperti katekolamin dan steroid. Hormon ini dapat menyebabkan terjadinya ketegangan otot polos dan vasokontriksi pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan kontraksi uterus,penurunan sirkulasi utero plasenta, pengurangan aliran darah dan oksigen ke uterus, serta timbulnya iskemia uterus yang membuat impuls nyeri bertambah banyak akupresur, stimulasi kulit dapat memberi efek penurunan nyeri yang efektif. Tehnik akupresur dapat dimanfaatkan sebagai menurunkan rasa nyeri pada saat persalinan. Tujuannya adalah  untuk mengetahui pengaruh  pemberian tehnik akupresur terhadap nyeri persalinan kala I pada ibu primapara. Jenis penelitian ini adalah Pre eksperiment dengan rancangan pre and post test design.  Populasi adalah  ibu bersalin kala I primipara di ruang Widya Rumah Sakit Ciremai Cirebon Tahun 2016, Sampel menggunakan tehnik total sampling dengan jumlah sampel 22 responden. Instrumen penelitian menggunakan  Numerical Rating Scale. Metode pengambilan data dalam  penelitian ini menggunakan observasi, dianalisis dengan Wilcoxon Matchead Pairs p-value ≤0.05.Dari hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon Matchead Pairs, menunjukan nilai ρ=0.000 (0,000≤0.05), berarti ada pengaruh pemberian tehnik akupresur terhadap penurunan nyeri persalinan. Sehubungan dengan hasil penelitian diharapkan perlunya memberikan pelatihan tentang tehnik akupresur baik bagi rumah sakit, ilmu keperawatan, praktik keperawatan dan ibu bersalin primipara.Kata Kunci : intensitas nyeri, persalinan, tehnik akupresur  ABSTRACTLabor pain can cause stress which causes excessive release of hormones such as catecholamines and steroids. These hormones can cause smooth muscle strain and vasoconstriction of blood vessels. This can lead to decreased uterine contractions, decline in utero placental circulation, reducing blood flow and oxygen to the uterus, as well as the onset of ischemia of the uterus which make implus pain increased. acupressure, skin stimulation can provide effective pain reduction effect. Acupressure technique can be used as a decrease pain during labor . The purpose is to determine the effect on the provision of acupressure techniques to the first stage of labor pain in the mother primapara.This research is a Pre experimental design with pre and post test design maternity respondents in the room when I primiparas Widya Hospital Cirebon Ciremai 2016, use the technique of total smpling with a sample of 22 respondents . research instruments using Numerical Rating Scale. The method of collecting data in this study using observation, Matchead Pairs analyzed by Wilcoxon p-value ≤0.05 .From the results of research using the Matchead Pairs Wilcoxon, research results show the value ρ = 0.000 ( 0,000≤0.05 ), means that there is the effect of acupressure techniques to decrease labor pain.In connection with the research results expected need for providing training in acupressure technique is good for hospitals , nursing science, nursing practice and maternal primiparous.Keywords : pain intensity, labor, acupressure technique
PENGARUH SELF HYPNOSIS TERHADAP PERUBAHAN INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA REMATIK Awaludin Jahid Abdillah; Didik Nugraha
Jurnal Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.136

Abstract

Penyakit rematik merupakan suatu istilah terhadap sekelompok penyakit (gabungan untuk lebih dari seratus penyakit) dengan manifestasi klinis berupa nyeri menahun pada sistem muskuloskeletal, kekakuan sendi, serta pembengkakan jaringan sekitar sendi dan tendon. Meskipun kelainan terutama terjadi pada sendi, tetapi penyakit rematik dapat pula mengenai jaringan ekstra artikuler. Manajemen Nyeri yang tepat diperlukan untuk menangani respon nyeri. Tujuan penelitan untuk mengetahui pengaruh self hypnosis terhadap perubahan intensitas nyeri pada penderita rematik di Desa Kertawinangun Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Tahun 2015. Jenis penelitian adalah penelitian Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pre-test Post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita rematik di Desa Kertawinangun Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Tahun 2015 berjumlah 26 orang dan pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yaitu 26 orang. Pengambilan data penelitian menggunakan lembar observasi. Nyeri diukur dengan menggunakan Verbal Descriptor Scales (VDS). Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Uji normalitas data menggunakan Saphiro Wilk. Hasil penelitian ini berdasarkan analisa statistik uji dengan wilcoxon signed rank test menunjukan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri pada responden sebelum diberikan penyuluhan rerata 3,50 dan sesudah penyuluhan rerata 2,27 dengan nilai z (-4,137) serta nilai probabilitas (p =0,000). Hasilnya ada pengaruh signifikan self hypnosis terhadap perubahan intensitas nyeri pada penderita rematik di Blok Manis Desa Kertawinangun Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan.Kata kunci           :     Self Hypnosis, Intensitas Nyeri, Penderita Rematik. ABSTRACTReumatism is a term for diseases (combination for more than 100 diseases) with clinical manifestations such as chronic pain on musculoskeletal system, joints stiffness, also tissue swelling around jounts and tendons. Although the main abnormality happens on joins, but reumatism also can afflicts extra-articular tissue. Proper Pain Management is needed to handle pain respons. The purpose of this research is to know the influence of self hypnosis to the changes of rheumatism patients pain intensity at Kertawinangun village area UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Tahun 2015.  The type of this research is Quasi Experiment research with One Group Pre-Test Post-Test plan. Populations in this research are rheumatism patients at Kertawinangun village area UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan, amounts 26 patients and sampling using total sampling method which are 26 patients. Research data collection uses observation sheets.  Pain is measured by using Verbal Descriptor Scales (VDS). We use univariat and bivariat data analysis. For normality test, we use Saphiro Wilk. The results of this study based on statistical analysis of test with Wilcoxon signed rank test showed that there were differences in pain intensity on the respondent before the given extension after extension mean 3.50 and 2.27 with a mean value of z (-4.137) and the probability value (p = 0.000). The result is no significant effect of self hypnosis to the changes of rheumatism patients pain intensity at Kertawinangun village area UPTD Puskesmas Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan.Key words: Self Hypnosis, Pain Intensity, Rheumatism Patients.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) TERHADAP PELAYANAN PROGRAM BPJS KESEHATAN Fajar Ardianing Gofur; Cucu Herawati
Jurnal Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.137

Abstract

Berdasarkan  hasil  laporan  Indeks  Kepuasan  Msyarakat  (IKM)  tahun  2013  di UPTD Puskesmas Astanagarib Kota Cirebon, dilaporkan bahwa Puskesmas Astanagarib berada di peringkat 4 terbawah dengan persentase tingkat kepuasan secara keseluruhan 73,54% dengan jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS)  selama  5  bulan  terakhir  sebanyak  2.577  peserta  dari  5.983 penduduk, rendahnya persentase dalam IKM dan jumlah peserta BPJS tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti kemudahan dalam prosedur pelayanan, informasi, ketepatan waktu pelayanan, kehandalan, kecepatan dalam pelayanan, kenyamanan lingkungan, serta kesopanan dan keramahan. Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  hubungan  antara  faktor-fakto yang berhubungan dengan  kepuasan  peserta  Badan  Penyelenggara  Jaminan  Sosial (BPJS) terhadap pelayanan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di UPTD Puskesmas Astanagarib Kota Cirebon tahun 2014. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain studi Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta BPJS di Kelurahan Pekalipan (wilayah kerja UPTD Puskesmas Astanagarib) Kota Cirebon tahun 2014 sebanyak 2.577 peserta. Jumlah sampel sebanyak 97 peserta yang diambil secara Accidental Sampling.  Data  dianalisis  secara  statistik  menggunakan  uji  Chi  Square  pada tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara ketepatan waktu dengan kepuasan pelayanan program BPJS Kesehatan (p = 0,00), ada hubungan yang bermakna antara informasi dengan kepuasan pelayanan program BPJS Kesehatan (p = 0,00), ada hubungan  yang bermakna antara kompetensi teknis dengan dengan kepuasan pelayanan program BPJS Kesehatan (p = 0,00) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara hubungan antar manusia dengan dengan kepuasan pelayanan program BPJS Kesehatan (p = 0,39).Kata Kunci : Tingkat Kepuasan, peserta BPJS ABSTRACTBased on report result of Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2013 in UPTD local government clinic of Astanagrip Cirebon, reviewed that Astanagrip local government clinic was in bottom 4 through overall of satisfaction percentage is 73,54% with participants of Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) as long as 5 months are 2.577 of 5.983 inhabitants, the low of percentage on IKM and the number of BPJS participants is influenced on kind of factors like easy of service procedure, information, punctuality of service, professionalism, speed, comfortable, polite behavior and friendly. Aim of this research is to know the relation of that related factors with Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) participants   satisfaction              on   Badan   Penyelenggara   Jaminan   Sosial   (BPJS) Kesehatan program service in UPTD local government clinic of Astanagrip Cirebon 2014. Analytical Descriptive research with Cross Sectional design. Population in this research is all of district Pekalipan (UPTD local government clinic work area) Cirebon BPJS participants 2014 are 2.577 participants. The writer has taken 97 participants by Accidental Sampling for the sample of research. The data was analyzed by statistical accounting used Chi Square test on sense level 5% (0, 05). Result of this research shows that there was a means relation between punctuality of service with BPJS Kesehatan program service satisfaction (p = 0,00), information  with  BPJS  Kesehatan  program  service  satisfaction  (p  =  0,00), technical competence with BPJS Kesehatan program service satisfaction (p = 0,00), and there wasn’t a means relation between people relation with BPJS Kesehatan program service satisfaction (p = 0,39).Key Words  : Level of Satisfaction, participants BPJS

Page 8 of 23 | Total Record : 224