cover
Contact Name
Ratu Tsamarah Kusumaning Ayu
Contact Email
ratu.tsamarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Brigjen Dharsono No. 12 B, Kedawung, Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : https://doi.org/10.38165/
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan is a health scientific journal under Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) of Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon. This journal is published as a platform for academics and healthcare practitioners to disseminate information about the development of science and technology in the healthcare sector. The scope of this journal covers: public health, nursing, midwifery, physiotherapy, radiodiagnostic, pharmacy, and health analysis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 224 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS AIR MINUM SECARA BAKTERIOLOGIS PADA DEPOT AIR MINUM Iis Rosyiah; Lilis Banowati
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.96

Abstract

Air merupakan kebutuhan vital bagi manusia, pengadaan air minum harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Air minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan secara fisika, bakteriologis, kimia, dan radioaktif. Air merupakan media penyebar berbagai macam penyakit. Depot air minum merupakan salah satu pengolah air minum dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas air sehingga aman dan tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat yang menggunakannya, saat ini yang murah dan mudah diperoleh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lokasi kegiatan depot air minum, bangunan depot air minum, sumber air baku depot air minum, alat produksi depot air minum terhadap kualitas air minum secara bakteriologis di Kabupaten Majalengka tahun 2017. Jenis  penelitian  ini  adalah  survey dengan  pendekatan  cross sectional. Subyek penelitian ini adalah seluruh Depot air minum di willayah Kabupaten Majalengka. Jumlah sampel sebanyak 60 depot air minum yang diambil secara proportional random sampling. Data diperoleh dengan wawancara dan observasi menggunakan ceklis pemeriksaan depot air minum dan dianalisis secara statistik  menggunakan Uji Chi square pada tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi kegiatan depot air minum 56,7% memenuhi syarat, bangunan depot air minum 90 % memenuhi syarat, sumber air baku pada umumnya menggunakan PDAM dan alat produksi depot air minum memenuhi syarat 33%. Hasil uji statistik didapatkan bahwa lokasi kegiatan (p = 0,019) dan alat produksi (p = 0,000) mempunyai hubungan yang bermakna dengan kualitas air secara bakteriologis pada depot air minum di Kabupaten Majalengka tahun 2017.Kata Kunci : Lokasi kegiatan, Bangunan, Sumber Air Baku, Alat Produksi, dan Kualitas Air Minum Secara Bakteriologis  ABSTRACTWater is vital for human needs, provision of drinking water must meet the requirements that are already set by the Government. Safe drinking water for health if it meets the requirements in physics, chemistry, and be bacteriologically radioactive. Water is the medium range of spreaders of the disease. Depot is one of the drinking water processing is intended to improve the quality of the water so it is safe and does not harm to the health of the community that use it, the moment is cheap and easy to obtain. The purpose of this research is to know the relation between the location of the activity depot, depot building drinking water, raw water sources drinking water depot, depot drinking water production tools to the quality of drinking water in be bacteriologically in Kabupaten Majalengka in 2017. Type of this research is a survey with cross sectional approach. The subject of this research is the entire drinking water Depot in Kabupaten Majalengka Area. The number of samples as many as 60 depot drinking water taken in proportional random sampling. The data obtained by interviewing and observations using the depot drinking water inspection checklist and statistically analyzed using Chi square Test on the level of significance of 5% (0.05). The results showed that the location of the depot drinking water activities 56.7% qualified, building depot drinking water 90% qualified, raw water sources in General using TAPS and tool production of qualified drinking water depot 33%. The results of statistical tests is obtained that the location of activity (p = 0.019) and production (p = 0.000) have a meaningful relationship with water quality in drinking water be bacteriologically at depot in Kabupaten Majalengka in 2017.Keywords : location, activities, buildings, Raw water source, means of production, and the quality of drinking water In be bacteriologically
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA TENAGA KERJA BAGIAN JARING Endang Nur Amaludin; Suzana Indragiri
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.97

Abstract

Sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja tidak lepas dari masalah-masalah yang berkaitan dengan keselamatan dalam bekerja yang langsung berhubungan dengan peralatan dan mesin untuk menunjang proses produksi. Penggunaan berbagai alat dan mesin ini menyebabkan tenaga kerja tidak akan terlepas dari resiko yang menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja. Risiko ini dapat menimpa tenaga kerja kapan dan dimana saja, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak yang berkaitan seperti pengusaha, tenaga kerja dan perusahaan. Perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja dan mempunyai potensi bahaya yang ditimbulkan oleh proses produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan APD pada tenaga kerja bagian jaring di PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan yang bersifat studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja bagian jaring sebanyak 222 tenaga kerja, jumlah sample 89 tenaga kerja yang dipilih berdasarkan metode proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner, metode pengolahan data dengan menggunakan wawancara analisa data dengan menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan uji statistik (Chi-Square) menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) nilai P value = 0,946, dan ada hubungan antara sikap dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) nilai P value = 0,000, pada tenaga kerja bagian jaring PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon Tahun 2016.  Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, penggunaan alat pelindung diri   ABSTRACT Human resources as labor can not be separated from issues relating to safety in work directly related to the equipment and machinery to support the production process. The use of various tools and machinery have led to labor will not be separated from the risks relating to occupational safety and health. This risk can override the workforce anytime and anywhere, thus requiring special attention from various parties associated as employers, labor and business. Companies that employ workers and have the potential dangers posed by the production process that can cause accidents such as explosions, fires, pollution and occupational diseases, shall implement occupational safety and health. This study aims to determine the relationship of knowledge and attitudes to the use of PPE in the labor section nets in PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon. The research method is descriptive analytic approach that is both cross-sectional study. The population in this study is a part of the net the entire workforce of 222 workers, the number of workers 89 samples were selected based on proportional random sampling method. Data were collected by questionnaires, data processing method using interview data analysis using statistical tests. The results showed that, based on statistical tests (Chi-Square) shows that there is no relation between knowledge and the use of personal protective equipment (PPE) P value = 0.946, and there is a relationship between attitudes to the use of personal protective equipment (PPE) P value = 0,000, the labor section nets PT. Arteria Daya Mulia (ARIDA) Cirebon 2016.Keywords : knowledge, attitude, use of personal protective equipment
PENGARUH TERAPI GENGGAM BOLA TERHADAP PENINGKATAN MOTORIK HALUS PADA PASIEN STROKE Nelly Nurartianti; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.98

Abstract

Stroke adalah penyakit penyebab kecacatan nomor satu di dunia dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menyatakan terjadinya peningkatan kasus stroke di Indonesia dari tahun 2007 sebanyak 8,3% sedangkan 2013 menjadi 12,1% per1000 orang. Gejala stroke adalah kelemahan otot pada lengan bagian kanan atau kiri bila tidak mendapatkan penanganan yang baik akan menimbulkan kecacatan, sehingga untuk meminimalkan kecacatan tersebut dengan melakukan terapi genggam bola secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi genggam bola terhadap peningkatan motorik halus pada pasien stroke di ruang rawat inap RSUD Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2017. Desain penelitian ini adalah pre eksperiment. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik Accidental sampling. Variabel independent terapi genggam bola sedangkan variabel dependent motorik halus. Penelitian ini dilaksanakan 06 Februari-06 Maret 2017. Analisa data dengan menggunakan uji statistik wilcoxon.Hasil analisa menunjukan bahwa ada perbedaan antara motorik halus sebelum dan sesudah terapi genggam bola 2 kali sehari dengan nilai 20,67 menjadi 35,13.  P value  0,000  <0,05 sehingga dalam penelitian ini ada pengaruh terapi genggam bola terhadap peningkatan motorik halus pasien stroke.Kata kunci     : Motorik Halus, Terapi Genggam Bola   ABSTRACTStroke is a leading cause of disability in the world and the third cause of death in the world.  Resultsfrom Health Research Association (RISKESDAS) in 2013 declared an increase in cases of stroke in Indonesia from 2007 to 8.3% in 2013 to 12.1% while per1000 people. Stroke symptoms is muscle weakness in the right or left arm when not get a good handling will cause disability, so as to minimize the disability by performing handheld ball therapy.This study aims to determine the effect of  handheld ball therapy  to increase  motor skills in stroke patients in hospitals GunungJati Cirebon Year 2017. This study desain usedquasy experiment. Number of samples  30 respondents with a Accidental sampling.Independent variabelhandheld ball therapy while the dependent variable is motor skills. This study was undertaken 06 February to 06 March 2017 using Wilcoxon statistical test. The analysis shows that there is a different between motor skills before and after handheld ball therapy 2 times a day with a value of 20,67 into 35,13. p value = 0,000 <0,05 so that in this study take effect handheld ball therapy to increase motor skills stroke patients.Keywords : Motor Skills, Handheld Ball Therapy
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN R. Nur Abdurakhman
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.99

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di Puskesmas Gunung Jati, data dari bulan Januari-Mei 2015 jumlah ibu hamil keseluruhan 313 orang, kasus ibu dengan hipertensi dalam kehamilan sebanyak 16 orang. Hipertensi dalam kehamilan merupakan peningkatan sistolik sebesar 30 mmHg atau diastolic sebesar 15 mmHg di atas nilai dasar tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi dalam kehamilan berdasarkan pengetahuan, usia ibu dan paritas di Puskesmas Gunung Jati  Kabupaten Cirebon tahun 2015.  Metode yang digunakan di dalam penelitian ini metode survey analitik dengan pendekatan cross secrtional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder,  pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan 76 responden yang berusia < 20 terdapat 8 orang  (10,5%), yang berusia 20-35 tahun terdapat 50 orang (65,8%), dan yang berusia >35 tahun terdapat 18 orang (23,7%). Responden berdasarkan tingkat pengetahuan dengan kriteria kurang berjumlah 19 orang (25%), dengan kriteria cukup terdapat 37 orang (48,7%), dan responden dengan kriteria baik terdapat 20 orang (26,3%). Hasil uji didapatkan ada pengaruh faktor pengetahuan, factor umur, dan factor paritas terhadap  terjadinya hipertensi dalam kehamilan.Kata Kunci : Hipertensi Dalam Kehamilan, Pengetahuan, Umur, Paritas.   ABSTRACTBased on preliminary study that has been done at Puskesmas Gunung Jati, data from January to May 2015 the total number of pregnant women 313 people, cases of mothers with hypertension in pregnancy as many as 16 people. Hypertension in pregnancy is a 30 mmHg or diastolic systolic increase of 15 mmHg above the baseline blood pressure value. This study aims to find out the factors that influence the occurrence of hypertension in pregnancy based on knowledge, age and parity at Puskesmas Gunung Jati Cirebon Regency in 2015. The method used in this study analytical survey method with cross secrtional approach. The number of samples in this study were 76 respondents. The data used are primary and secondary data, data collection using questionnaires given to the respondents. Data analysis in this study using chi square test. The result of this research is 76 respondents aged <20, there are 8 people (10,5%), aged 20-35 years there are 50 people (65,8%), and those aged> 35 years there are 18 people (23,7%) . Respondents based on the level of knowledge with criteria of less 19 (25%), with sufficient criteria there are 37 people (48.7%), and respondents with good criteria there are 20 people (26.3%). The test results obtained there is the influence of knowledge factor, age factor, and parity factor to the occurrence of hypertension in pregnancy.Keywords: Hypertension in Pregnancy, Knowledge, Age, Parity.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENURUNAN KECEMASAN PADA LANJUT USIA SAAT HOSPITALISASI Rokhmatul Hikhmat; Armelinda Armelinda
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.100

Abstract

Kecemasan merupakan salah satunya gangguan mental yang sering dialami lanjut usia saat menjalani hospitalisasi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Ruang Pratama dan Pratiwi Rumah Sakit Ciremai Cirebon selama 3 bulan terakhir didapatkan data jumlah pasien lansia sebanyak 246 pasien, yaitu 82 pasien pada bulan Desember, 83 pasien pada bulan Januari dan 81 pasien pada bulan Februari 2016. Dengan rata-rata usia 45-66 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan penurunan kecemasan pada lanjut usia saat hospitalisasi di Ruang Pratama dan Pratiwi Rumah Sakit Ciremai Cirebon Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan data dilakukan dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 45 responden.Berdasarkan hasil uji stastistik Chi Square didapatkan Asymp.sig (p value) sebesar 0.005 (0.005 ≤ 0.005) maka Ho ditolak. Artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan penurunan kecemasan pada lanjut usia saat hospitalisasi di Ruang Pratama dan Pratiwi Rumah Sakit Ciremai Tahun 2016.Penelitian ini diharapkan dapat disempurnakan oleh peneliti selanjutnya, karena penelitian masih banyak membutuhkan perbaikan dan masukan. Serta dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan masukan untuk penelitian lebih lanjut.Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Kecemasan, Lansia, Hospitalisasi  ABSTRACTAnxiety represent one of them mental disorder  which is often experienced of elderly hospitalization. Pursuant to result of done antecedent study in Pratama room and Pratiwi room of   Ciremai Hospital of Cirebon during last 3 months in getting data of is amount of patient of elderly counted 246 patient, that is 82 patient in December, 83 patient in January and 81 patient in Februari 2016. With age mean 45-66 year. Target of this research is to know family support relation with degradation of dread at continuing moment age of hospitalization in Pratama room and of Pratiwi room of Ciremai Hospital  in 2016. This research have the character of descriptively of correlation. Method which in using for this research is survey method. Intake of data in doing with approach of sectional cross by using quesioner. Technique intake of sampel which in using is sampling purposive, with amount of sampel 45 responder. Pursuant to result of test of ststistik Chi Square got[by asymp.Sig ( value p) equal to 0.005 ( 0.005 ≤ 0.005) hence Ho refused and Is Ha accepted. Its meaning there is relation which is signifikan between family support with degradation of dread at continuing moment age of hospitalization in  Pratama room and Pratiwi room of  Ciremai Hospital In 2016. This research is expected can be completed by its researcher, because research still requiring many input and repair. And also can be made upon which input and reference for furthermore research.Key words  : family support, anxiety, elderly, hospitalization
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN SOSIALISASI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG Supriatin Supriatin; Pebi Risdayanti
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.101

Abstract

Anak tunagrahita yaitu anak yang  memiliki  fungsi intelektual di bawah rata-rata (70) dan disertai dengan keterbatasan dalam kemampuan kognitif, kemampuan verbal, kemampuan motorik dan kemampuan sosialisasi. Sosialisasi adalah suatu proses seseorang belajar berperilaku tertentu sesuai dengan tuntunan budaya tempat ia hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok pada kemampuan sosialisasi anak tunagrahita sedang. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen dengan metode pendekatan one group pretest-posttest, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 10 orang. Data diperoleh dengan cara observasi dan dianalisis secara statistika menggunakan analisa uji paired t-test, dengan tingkat signifikasi 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan terapi dari 10 orang responden dengan nilai median11,50 dan nilai minimal 10 serta maksimal 14 dengan katagori tidak mampu, sedangkan setelah dilakukan terapi didapatkan hasil median 13,00 dengan nilai minimal 10 serta maksimal 17 dengan kategori mampu. Dari hasil uji statistik menggunakan paired sampel t-test didapatkan hasil atau nilai p value yaitu 0,000 yang artinya bahwa (0,000<0,05). Berarti  ada pengaruh terapi aktivitas kelompok terhadap kemampuan sosialisasi anak tunagrahita sedang di SLB-C  Pancaran Kasih Kota Cirebon 2017. Terapi aktivitas kelompok terhadap kemampuan sosialisasi anak tunagrahita sedang di SLB-C Pancaran Kasih Kota Cirebon dengan metode bermain kartu diharapkan bisa menjadi bahan kegiatan untuk stimulasi kemampuan sosialisasi yang dapat dilakukan oleh sekolah maupun orang tua sesuai dengan SOP pada anak tunagrahita.Kata Kunci: Kemampuan sosialisasi anak tunagrahita  ABSTRACTChildren with intellectual challenges of children who have intellectual functioning below average (70) and is accompanied by limitations in cognitive abilities, verbal skills, motor skills and socialization skills. Socialization is a process of learning to behave in a particular manner in accordance with the guidance of the culture in which he lives. The purpose of this study was to determine the effect of group activity therapy on the ability of socialization of children with mental retradation. The purpose of this study was to determine the effect of group activity therapy on children with ental retradation socialization skills were.This research is pre-experimental approach method one group pretest-posttest, The sampling technique using purposive sampling with the number of samples 10 people. Data obtained by observation and analyzed statistically using analysis of paired t-test, with a significance level of 0.05. From the results obtained prior to therapy of the 10 respondents with a median value 11,50 and a minimum value of 10 and a maximum of 14 in the category of inadequacy, whereas after therapy showed a median of 13.00 with a minimum value of 10 and a maximum of 17 categories capable .From the results of statistical tests using paired sample t test or the results obtained p value is 0.000, which means that (0.000 <0.05). There is the effect of group activity therapy to children with mental retradation socialization skills were in SLB-C Pancaran Kasih Cirebon 2017. Activity therapy on the ability of socialization of children mental retradation being in SLB-C Pancaran Kasih Cirebon with the method of playing cards is expected to be a material activity for the stimulation of socialization skills that can be done by schools and parents in accordance with SOP in children mental retradation.Keywords: Socialization skills of children intellectual challenges
PENGARUH ASUPAN TINGGI SERAT DAN CAIRAN TERHADAP TERJADINYA KONSTIPASI PADA LANSIA Agus Sutarna; Asiah Asiah; Nila Purmula Sari
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.102

Abstract

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya konstipasi adalah terapi asupan tinggi serat dan cairan yang cukup. Konstipasi adalah persepsi gangguan buang air besar berupa berkurangnya frekuensi buang air besar, sensasi tidak puas/lampiasnya buang air besar, terdapat rasa sakit, perlu ekstra mengejan atau feses yang keras. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asupan tinggi serat dan cairan yang  cukup terhadap terjadinya konstipasi pada lansia di Panti Wredha Wilayah Cirebon Tahun 2017. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian pre experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia di panti wredha wilayah cirebon sejumlah 28 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel yang ditemui saat dilakukan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum diberikan asupan tinggi serat dan cairan sebagian besar mengalami konstipasi sebanyak 24 orang (85,7%). sesudah diberikan asupan tinggi serat dan cairan semua responden mengalami asupan tinggi serat dan cairan cukup sebanyak 28 orang (100%). Pengujian dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukan bahwa nilai p < 0,05 yaitu 0,046 maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti terapi asupan tingi serat dan cairan berpengaruh terhadap penurunan terjadinya konstipasi.Kata Kunci    : Asupan tinggi serat, konstipasi   ABSTRACTOne way that can be used to prevent the occurrence of constipation is using a high intake of fiber and adequate fluids theraphy. Constipation is a perception of defecation in the form of reduced frequency of defecation, sensation of dissatisfaction/alloy defecate, there is pain, need extra strain or hard stool. The purpose of this study was to determine the influence of high intake of fiber and fluid sufficient to the occurrence of constipation in the elderly in Panti Wreda Cirebon Area Year 2017. This type of research uses pre experiment research. The population in this study is all 28 elderly in nursing home cirebon region. Sampling technique in this study using total sampling. The sample used in this research is the samples encountered during the research. The results showed that before given the high intake of fiber and liquid most constipation experience as many as 24 people (85.7%). After being given a high intake of fiber and fluids all respondents experienced a high intake of fiber and fluids quite as much as 28 people (100%). Tests using wilcoxon test showed that the p value <0.05 is 0.046 then Ho is rejected and Ha accepted means high intake therapy of fiber and fluid effect on the decrease of constipation. Keywords : High intake of fiber, constipation
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DAN PANDANGAN POSISI ANAK DENGAN SIKAP ORANG TUA TERHADAP KEKERASAN PADA ANAK Ati Nurwita; Elzza Nurfitriani; Sri Yuniarti
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.103

Abstract

Keluarga merupakan lini terdepan untuk membentuk anak-anak yang berkualitas melalui pemberian pola asuh yang tepat. Terdapat beberapa fenomena dalam keluarga untuk menerapkan kedisiplinan pada anak yaitu dengan kekerasan. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2014, terdapat 93 kasus kekerasan pada anak, 13% pelakunya adalah keluarga. Faktor penyebab orang tua melakukan kekerasan pada anak diantaranya kemiskinan dan pandangan keliru tentang posisi anak dalam keluarga. Tujuan penelitian untuk menganalisis Hubungan Status Ekonomi Dan Pandangan terhadap Posisi Anak Dengan Sikap Orang Tua Terhadap Kekerasan Pada Anak. Jenis penelitian analitik, desain cross sectional. Responden penelitian sebanyak 73 ibu di Kampung Cidahu Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Data yang dikumpulkan data primer, dengan kuesioner dan lembar ceklist. Analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan dari 73 responden sebagian besar (94,5%) dari responden status ekonomi menengah kebawah, sebagian besar (53,4%) memiliki pandangan tidak keliru tentang posisi anak dalam keluarga  dan setengahnya (47,9%) memiliki sikap positif terhadap kekerasan pada anak. Uji bivariat status ekonomi dengan sikap didapatkan nilai p = 0,616 (p > α) dan pandangan posisi anak dengan sikap ibu didapatkan nilai p = 0,743 (p > α). Hal ini menunjukkan H0 gagal ditolak yang berarti tidak ada hubungan status ekonomi keluarga dan pandangan terhadap posisi anak dengan sikap ibu terhadap kekerasan pada anak.Kata Kunci: Kekerasan pada anak, Status ekonomi, Posisi anak  ABSTRACTThe family is the leading line for shaping quality children with the provision of parenting.There are several phenomena in the family to apply discipline to children by child abuse.  Data from KPAI at 2014 there  93 child abuse cases and  13 %  the perpetrators is  families. Factors the cause  parent make child abuse such as economic state and value of child in families. This research to analys the relationship economic status and value of the child in families with mother’s attitude about child abuse. The research is analytic with cross sectional design.  The subjects were 73 mothers, live in Cidahu Villages, Ngamprah District, Bandung Barat. The Collect data is primer with questionnaireand checklist. Analys of data with univariate and bivariate. Obtained from 73 respondences: there 94,4%  of midle and lower economic status, there 53,4%  had a true value of child, and 47,9 % respondences  have a positive attitude about child abuse. The bivariate analysis for economic status with attitude obtained p value= 0,616 (p > a) and the value of child with attitude obtained p value= 0,743 (p > 0).This indicates that H0 fails to be rejected, which means that there is no relationship between the family's economic status and the value of the child with the mother's attitude about child abuse.Keyword: Child abuse, Economic status, value of the child
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP TINGKAT KONTROL ASMA PADA PENDERITA ASMA Anas Firdaus; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.104

Abstract

Tingkat kontrol asma merupakan ukuran sejauh mana manifestasi asma dapat diminimalkan dengan intervensi pengobatan. Ketika asma tidak terkontrol, hal tersebut berkaitan erat dengan beban asma, penurunan kualitas hidup, dan peningkatan pemanfaatan fasilitas kesehatan, tingkat kontrol asma harus dinilai pada setiap kunjungan dan pengobatan harus disesuaikan untuk mencapai kontrol. Salah satu penanganan  nonfarmakologinya adalah dengan teknik pernafasan Buteyko, Buteyko merupakan salah satu teknik olah napas yang betujuan untuk menurunkan ventilasi alveolar terhadap hiperventilasi paru penderita asma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kontrol pada penderita asma sebelum dan sesudah teknik pernafasan buteyko dilakukan. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen group pretest-postest, dengan intervensi teknik pernapasan Buteyko di RSUD Gunung Jati Cirebon. Sampel sebanyak 29 penderita asma di ambil dari total sampling, instrumen penelitian dengan lembar kuesioner ACT (asthma control test) dan analisa bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil analisis data sebelum dilakukannya teknik pernafasan sebagian besar dengan asma tidak terkontrol yaitu 18 orang  (62,1%) dan hasil analisi data sesudah dilakukan  teknik pernafasan sebagian besar dengan asma terkontrol baik yaitu 17 orang (58,6%). Analisa data dengan menggunakan  uji statistik non parametric test Wilcoxon, didapatkan hasil p value 0,000 bahwa teknik pernafasan Buteyko berpengaruh meningkatkan kontrol asma pada penderita asma (p < 0,05).Kata kunci           : Teknik Pernafasan Buteyko, Tingkat Kontrol Asma  ABSTRACTThe level of asthma control is a measure of the extent to which asthma manifestations can be minimized by treatment intervention. When asthma is not controlled, it is closely related to asthma load, decreased quality of life, and increased utilization of health facilities, asthma control levels should be assessed at each visit and treatment should be adjusted to achieve control. One of the non-pharmacological treatments is by Buteyko breathing technique, Buteyko is one of the techniques of breathing that aims to reduce alveolar ventilation to hyperventilation of the lungs of asthmatics. The purpose of this study was to determine the level of control in patients with asthma before and after buteyko breathing techniques performed. This type of research is quasy experiment one group pretest-postest, with Buteyko respiratory technique intervention in Gunung Jati Hospital Cirebon. A sample of 29 asthma patients were taken from total sampling. Research instrument with ACT questionnaire (asthma control test) and Wilcoxon test was employed in bivariate  analysis.  The result of analysis before the technique of breathing mostly with uncontrolled asthma that is 18 people (62,1%) and result of data analysis after done respiration technique mostly with controlled asthma good that is 17 people (58,6%). Analysis using non parametric test statistic test Wilcoxon, got result p value 0,000 that Buteyko respiratory technique have an effect to improve control of asthma in patient of asthma (p <0,05). Keywords             : Buteyko Breathing Technique, Asthma Control Level
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN SOSIALISASI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG DI SLB-C PANCARAN KASIH Lin Herlina; Febi Risdayanti
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.105

Abstract

Anak tunagrahita yaitu anak yang  memiliki  fungsi intelektual di bawah rata-rata (70) dan disertai dengan keterbatasan dalam kemampuan kognitif, kemampuan verbal, kemampuan motorik dan kemampuan sosialisasi. Sosialisasi adalah suatu proses seseorang belajar berperilaku tertentu sesuai dengan tuntunan budaya tempat ia hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok pada kemampuan sosialisasi anak tunagrahita sedang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan metode pendekatan one grouppretest-posttest, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 10 orang yaitu pada kelas 1 sampai kelas 4. Data diperoleh dengan cara observasi dan dianalisis secara statistika menggunakan analisa uji paired t-test, dengan tingkat signifikasi 0,05. Dari hasil penelitian didapatkan hasil sebelum dilakukan terapi dari 10 orang responden dengan nilai median11,50 dan nilai minimal 10 serta maksimal 14 dengan katagori tidak mampu, sedangkan setelah dilakukan terapi didapatkan hasil median 13,00 dengan nilai minimal 10 serta maksimal 17 dengan kategori mampu.Dari hasil uji statistik menggunakan paired sampel t-test didapatkan hasil atau nilai p value yaitu 0,000 yang artinya bahwa (0,000<0,05). Dengan demikian ada pengaruh terapi aktivitas kelompok terhadap kemampuan sosialisasi anak tunagrahita sedang di SLB-C  Pancaran Kasih Kota Cirebon 2017. Berdasarkan hasil penelitian terapi aktivitas kelompok terhadap kemampuan sosialisasi anak tunagrahita sedang di SLB-C Pancaran Kasih Kota Cirebon dengan metode bermain kartu diharapkan bisa menjadi bahan kegiatan untuk stimulasi kemampuan sosialisasi yang dapat dilakukan oleh sekolah maupun orang tua sesuai dengan SOP pada anak tunagrahitaKata Kunci          : Kemampuan sosialisasi anak tunagrahita  ABSTRACTChildren with intellectual challenges of children who have intellectual functioning below average (70) and is accompanied by limitations in cognitive abilities, verbal skills, motor skills and socialization skills.Socialization is a process of learning to behave in a particular manner in accordance with the guidance of the culture in which he lives. The purpose of this study was to determine the effect of group activity therapy on the ability of socialization of children with mental retradation. The purpose of this study was to determine the effect of group activity therapy on children with ental retradation socialization skills were. This research is a quasi-experimental approach method one group pretest-posttest, The sampling technique using purposive sampling with the number of samples 10 people are in classes 1 to 4. Data obtained by observation and analyzed statistically using analysis of paired t-test, with a significance level of 0.05. From the results obtained prior to therapy of the 10 respondents with a medianvalue11,50 and a minimum value of 10 and a maximum of 14 in the category of inadequacy, whereas after therapy showed a median of 13.00 with a minimum value of 10 and a maximum of 17 categories capable .From the results of statistical tests using paired sample t test or the results obtained p value is 0.000, which means that (0.000 <0.05). Thus there is the effect of group activity therapy to children with mental retradation socialization skills were in SLB-C Pancaran Kasih Cirebon 2017. Based on the results of group activity therapy on the ability of socialization of children mental retradation being in SLB-C Pancaran Kasih Cirebon with the method of playing cards is expected to be a material activity for the stimulation of socialization skills that can be done by schools and parents in accordance with SOP in children mental retradation.Keywords             : Socialization skills of children intellectual challenges

Page 5 of 23 | Total Record : 224