cover
Contact Name
Lalu Auliya Akraboe Littaqwa
Contact Email
tres.publine@gmail.com
Phone
+6281882840231
Journal Mail Official
tres.publine@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tawak-tawak No.5 Karang Sukun, Kel. Mataram Timur, Kec. Mataram, Kota Mataram - NTB, Indonesia 83121
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Trends Research of Environmental Studies
ISSN : -     EISSN : 31102085     DOI : https://doi.org/10.70716/tres
Core Subject : Social,
Trends Research of Environmental Studies (TRES) (e-ISSN: 3110-2085) is an open access and peer reviewed journal published by Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara (PUBLINE Institute). TRES is devoted to the dissemination of new and original knowledge in all branches of Environmental Studies. This journal contains research and review results in the environmental science and engineering that have never been published in other publishers. It should be noted that TRES Journal only accepts original articles and is not being submitted in other journals. The scope of TRES Journal includes environmental health and work safety, environmental technology and engineering, environmental accounting conservation and energy efficiency, green infrastructure, environment and sustainable development, urban development and rural environment.
Articles 15 Documents
Pemanfaatan Biofilter Alami untuk Perbaikan Kualitas Air Sumur di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur Nur Alfatiha; Farra Nur Hidayatul Wachidah; Muhamad Danil Amin
Trends Research of Environmental Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Trends Research of Environmental Studies, June 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/tres.v2i1.570

Abstract

This study aims to design and test the effectiveness of local-based natural biofilters in improving well water quality in Pemongkong Village, East Lombok. An experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) was applied with three treatments of layered media (gravel, silica sand, zeolite, sponge, and cotton). The results indicated that the natural biofilter was effective in improving the physical and chemical parameters of the well water. The most significant reduction in Total Dissolved Solids (TDS) and salinity occurred in the treatment with a thicker zeolite layer. Dissolved Oxygen (DO) levels increased, although they did not yet meet the quality standards. Conversely, Biological Oxygen Demand (BOD) values increased due to an insufficient Hydraulic Retention Time (HRT). ANOVA analysis revealed that the variations in media composition had no statistically significant effect on all water quality parameters. Generally, this biofilter has the potential to reduce physical parameters, but further development regarding media design and aeration systems is required.
Analisis Tingkat Kebisingan dan Kualitas Udara Ambien: Studi Kasus Jalan Bypass Ngurah Rai, Provinsi Bali Allan Darma Putra Pramudita; Muhammad Anang Hadiat
Trends Research of Environmental Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Trends Research of Environmental Studies, June 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/tres.v2i1.572

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan yang pesat, seperti pada ruas Jalan Bypass Ngurah Rai, esensial bagi pertumbuhan ekonomi, namun seringkali menimbulkan pencemaran lingkungan, seperti kebisingan dan udara ambien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan lalu lintas dan kualitas udara ambien untuk menilai kepatuhannya terhadap baku mutu di wilayah Denpasar, Bali. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengukuran tingkat kebisingan Lavg, Lmin, dan Lmaks menggunakan Sound Level Meter secara berkelanjutan di empat stasiun strategis. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan ambang batas baku mutu 70 dB(A) untuk kawasan perdagangan dan jasa, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996. Pengukuran udara ambien dilakukan pada parameter Nitrogen dioksida (NO2), Sulfur dioksida (SO2), Debu, Hidrokarbon (HC), Karbon monoksida (CO), Ozon (O3), dan Timbal (Pb) dibandingkan langsung dengan baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 22 tahun 2021 lampiran VII. Temuan menunjukkan bahwa tingkat kebisingan rata-rata Lavg pada tiga dari empat stasiun berada pada batas maksimum atau bahkan melampaui standar yang diizinkan, yaitu Stasiun 1 (70,5 dBA), Stasiun 3 (70,3 dBA), dan Stasiun 4 (70,0 dBA). Sedankan hasil pengujian kualitas udara ambien pada seluruh titik pengamatan masih memenuhi baku mutu lingkungan yang berlaku. Hal ini menyimpulkan bahwa ruas Jalan Bypass Ngurah Rai mengalami tekanan akustik yang signifikan akibat volume dan kecepatan lalu lintas, menjadikannya sumber polusi kebisingan dominan di wilayah studi. Temuan ini menjadi landasan krusial bagi pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan pengendalian kebisingan yang efektif dan mengimplementasikan upaya mitigasi, seperti pemasangan penghalang bising atau pengendalian komposisi lalu lintas, guna menjaga kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar
Peran Koridor Hijau Perkotaan dalam Meningkatkan Kenyamanan Termal: Studi pada Kota-Kota Menengah Beriklim Tropis di Indonesia Nabila Sekar Arumi; Aditya Farhan; Dea Aprilia
Trends Research of Environmental Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Trends Research of Environmental Studies, June 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/tres.v2i1.690

Abstract

Increasing urban temperatures and the urban heat island phenomenon have become major challenges for medium-sized cities located in tropical climates in Indonesia. These conditions reduce outdoor thermal comfort and affect the quality of the urban environment. This study aims to analyze the role of urban green corridors in improving thermal comfort in medium-sized tropical cities in Indonesia. A quantitative descriptive approach was employed through a review of empirical findings regarding the effects of vegetation, green open spaces, and ventilation corridors on urban microclimatic conditions. The analysis focused on the relationship between green corridor characteristics and changes in air temperature, relative humidity, and thermal comfort conditions. The results indicate that urban green corridors contribute to mitigating excessive heat through shading effects, enhanced evapotranspiration, and improved air circulation. The integration of green corridors with green open spaces and urban ventilation corridors provides significant benefits for enhancing thermal comfort in tropical urban areas. These findings highlight the importance of incorporating green corridors into climate adaptation strategies and sustainable urban planning for medium-sized cities in Indonesia.
Indeks Keanekaragaman Plankton dan Bentos Sebagai Bioindikator Lingkungan Perairan di Sungai Barito, Kalimantan Selatan Allan Pramudita; Gunawan Ismail
Trends Research of Environmental Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Trends Research of Environmental Studies, June 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/tres.v2i1.705

Abstract

Sungai Barito di Kalimantan Selatan merupakan jalur perairan vital yang menopang kehidupan masyarakat setempat, namun saat ini menghadapi tekanan yang semakin meningkat akibat aktivitas antropogenik, sehingga diperlukan penilaian terhadap kondisi kesehatan ekologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat keanekaragaman dan stabilitas komunitas plankton serta bentos sebagai bioindikator utama pada empat stasiun pengamatan di wilayah sungai. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui pengambilan sampel langsung di lapangan menggunakan jaring plankton standar dan alat pengambil sampel bentik. Komposisi, kelimpahan, dan distribusi organisme dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) dan Indeks Dominansi Simpson (D’). Hasil analisis mengidentifikasi 49 spesies fitoplankton, 20 spesies zooplankton, dan 3 spesies bentos. Temuan utama menunjukkan bahwa nilai total Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) pada seluruh stasiun berkisar antara 1,172 hingga 2,864, yang mengindikasikan kualitas perairan sungai tergolong tercemar sedang dengan stabilitas komunitas biotik pada tingkat sedang. Sementara itu, nilai Indeks Dominansi Simpson (D’) berkisar antara 0,362 hingga 0,884, yang menunjukkan tidak adanya dominansi spesies tunggal sehingga komunitas organisme masih relatif seimbang meskipun berada dalam kondisi tertekan. Hasil tersebut menegaskan bahwa beban pencemaran yang berasal dari aktivitas masyarakat dan industri telah terjadi, namun sungai masih memiliki kapasitas sedang dalam menampung beban pencemaran tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan rutin oleh pemerintah serta pengelolaan yang proaktif guna mencegah peningkatan tingkat pencemaran yang dapat mengganggu daya dukung dan kapasitas asimilasi sungai, sehingga keberlanjutan ekosistem Sungai Barito dapat tetap terjaga dalam jangka panjang
Sintesis Zeolit dari Abu Terbang Batubara untuk Penjerapan Amonium pada Air Limbah Peternakan Rafin Mahendra; Lalu Auliya Akraboe Littaqwa; Muhsinun Muhsinun
Trends Research of Environmental Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Trends Research of Environmental Studies, June 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/tres.v2i1.709

Abstract

Pencemaran amonium pada air limbah peternakan merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan teknologi pengolahan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis zeolit dari abu terbang batubara menggunakan metode alkali fusion-hidrotermal dan mengevaluasi kinerjanya dalam menjerap amonium pada air limbah peternakan. Abu terbang direaksikan dengan NaOH pada suhu 550°C selama 1 jam dan dikristalisasi secara hidrotermal pada suhu 100°C selama 24 jam untuk menghasilkan zeolit tipe NaA. Hasil karakterisasi menunjukkan peningkatan kapasitas tukar kation dari 38,6 menjadi 176,4 meq/100 g setelah proses sintesis. Pengujian adsorpsi dilakukan menggunakan variasi dosis adsorben 1–8 g/L, waktu kontak 15–120 menit, dan konsentrasi awal amonium 25–200 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan amonium meningkat dari 52,8% pada dosis 1 g/L menjadi 91,7% pada dosis 8 g/L. Kondisi optimum diperoleh pada dosis adsorben 8 g/L dan waktu kontak 120 menit dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 31,84 mg/g. Analisis isoterm menunjukkan bahwa adsorpsi mengikuti model Langmuir dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,987, sedangkan model kinetika pseudo-second-order memberikan kecocokan terbaik dengan nilai R² sebesar 0,992. Pengujian kolom kontinu menghasilkan efisiensi penyisihan rata-rata 93,4% sebelum mencapai titik breakthrough. Uji regenerasi menunjukkan bahwa zeolit masih mempertahankan 84,6% kapasitas adsorpsinya setelah lima siklus penggunaan. Hasil penelitian membuktikan bahwa zeolit berbasis abu terbang batubara memiliki kemampuan tinggi dalam menjerap amonium dan berpotensi diterapkan sebagai adsorben berbiaya rendah untuk pengolahan air limbah peternakan secara berkelanjutan.

Page 2 of 2 | Total Record : 15