cover
Contact Name
Ahmad Rayhan
Contact Email
ahmadrayhan30@gmail.com
Phone
+62 819-1763-7016
Journal Mail Official
synergyjcs@sinesia.id
Editorial Address
Puri Cempaka Azalea, Panancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang, Prov. Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Synergy: Journal of Collaborative Sciences
ISSN : -     EISSN : 31095208     DOI : https://doi.org/10.69836/synergy
Synergy: Journal of Collaborative Sciences E-ISSN : 3109-5208 is a peer-reviewed, open-access academic journal dedicated to advancing knowledge through interdisciplinary and collaborative research. The journal provides a platform for scholars, practitioners, and researchers from diverse academic backgrounds to explore the intersections of science, technology, humanities, social sciences, health, and the environment.Our mission is to promote integrative thinking and innovative solutions to complex global and local issues by encouraging dialogue across disciplines. We welcome original research articles, review papers, case studies, and theoretical contributions that highlight collaborative approaches and cross-disciplinary methodologies.Synergy: Journal of Collaborative Sciences 2 (two) issues a year in June And December, however articles that have been declared accepted will be queued in the In-Press issue before published in the determined time. Interdisciplinary science and technology Sustainable development and environmental studies Public policy and governance Health sciences and community well-being Education and knowledge systems Artificial intelligence and its societal impacts Social sciences and humanities in the digital age Ethics, law, and innovation ETC Synergy seeks to bridge academic silos and foster a culture of shared inquiry, aiming to be a hub for impactful research that transcends conventional disciplinary boundaries..
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
Literasi Hukum Dan  Pemahaman  Resiko Penipuan Transaksi Jual Beli Online Terhadap  Siswa SMK Rian Rusmana; Elisa; Hendi Riyadi; Novianah; Rohmatullah
Synergy: Journal of Collaborative Sciences Vol. 2 No. 2 (2026): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/synergy.v2i2.304

Abstract

Meningkatnya transaksi e-commerce di Indonesia turut diiringi oleh lonjakan kasus penipuan dalam transaksi jual beli online yang secara tidak proporsional menyasar konsumen muda dengan literasi hukum yang minim. Penelitian hukum normatif-empiris ini mengkaji efektivitas intervensi pendidikan hukum terstruktur dalam meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap kerangka hukum yang mengatur transaksi jual beli online di Indonesia. Dengan menggunakan desain kuasi-eksperimental pre-test dan post-test, data dikumpulkan dari 40 siswa SMKN 6 Kota Serang, Kecamatan Kasemen, Provinsi Banten. Program intervensi terdiri dari empat sesi terstruktur yang mencakup UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016, hak perlindungan konsumen berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999, serta identifikasi tipologi penipuan yang lazim terjadi di platform jual beli digital. Analisis kuantitatif menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test) menunjukkan peningkatan skor pengetahuan hukum yang signifikan secara statistik (p < 0,001), dengan skor rata-rata naik dari 48,3 menjadi 76,9 (skala 100), menghasilkan effect size Cohen's d sebesar 2,37. Temuan kualitatif memperlihatkan meningkatnya kemampuan peserta dalam mengidentifikasi pola transaksi berindikasi penipuan serta menyebutkan upaya hukum yang tersedia berdasarkan hukum positif Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pendidikan hukum terstruktur di tingkat sekolah menengah merupakan strategi efektif untuk mengurangi kerentanan remaja terhadap penipuan komersial digital, dan merekomendasikan pengintegrasian literasi hukum konsumen digital ke dalam kurikulum SMK nasional.
Implementasi Manajemen SDM Dalam Proses Perizinan Dan Pengelolaan Tenaga Kerja Asing Di Perusahaan Indonesia Putti Nilam Sari; Lia Kian
Synergy: Journal of Collaborative Sciences Vol. 2 No. 2 (2026): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/synergy.v2i2.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan implementasi manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia, dengan fokus pada proses perizinan, pengelola SDM dan Knowledge transfer. Peningkatan jumlah TKA di Indonesia menunjukan kebutuhan Perusahaan terhadap kompetensi global yang tidak sepenuhnya tersedia dipasar tenaga kerja lokal. Menurut data Kementerian ketenagakerjaan jumlah TKA meningkat dari 102.902 orang (2021) menjadi 183.964 orang (2024), menunjukan tren peningkatan signifikan yang membutuhkan sistem manajemen SDM  yang efektif dan adaptif. Metode penelitian menggunakan pendekatan  metode kualitatif deskriptif melalui studi Pustaka dengan menggunakan sumber primer berupa peraturan perundang-undangan serta sumber sekunder dari jurnal ilmiah dan dan laporan penelitian terdahulu. Analisis menggunakan perspektif Manajemen sumber daya manusia (HRM) dan Resource-Based View (RBV) untuk memahami bagaimana Perusahaan memanfaatkan tenaga kerja asing sebagai sumber daya strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen SDM dalam proses perizinan dan pengelolaan tenaga kerja asing telah dilakukan  melalui proses administrasi perizinan, perekrutan, penempatan kerja, pelatihan, pengawasan, serta evaluasi kinerja tenaga kerja asing. Namun, perusahaan masih menghadapi beberapa kendala seperti perubahan peraturan ketenagakerjaan, hambatan administrasi terkait otorisasi, perbedaan budaya ditempat kerja, dan proses knowledge transfer kepada tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan koordinasi antara perusahaan dan pemerintah serta memperkuat sistem manajemen SDM agar pengelolaan tenaga kerja asing dapat beroperasi dengan cara yang lebih efisien dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Analisis Komparatif Tren Harga Emas Dunia dan Profitabilitas PT Aneka Tambang Tbk Periode 2021-2025 Yulika Dwi Rismawati; Budi Rahardjo
Synergy: Journal of Collaborative Sciences Vol. 2 No. 2 (2026): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/synergy.v2i2.347

Abstract

Harga emas dunia merupakan faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja keuangan perusahaan pertambangan emas, namun hubungan keduanya tidak selalu bersifat linear mengingat kompleksitas struktur bisnis dan biaya perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif tren harga emas dunia dengan profitabilitas PT Aneka Tambang Tbk periode 2021–2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan komparatif tren. Data bersumber dari laporan keuangan konsolidasian audited PT Aneka Tambang Tbk tahun 2021–2025 serta data harga emas rata-rata tahunan yang diterbitkan oleh World Gold Council, dengan indikator profitabilitas Return on Assets (ROA) dan Net Profit Margin (NPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga emas mengalami kenaikan akseleratif dari USD 1.793,38 menjadi USD 3.518,43 per troy ounce dengan pertumbuhan kumulatif 96,2%, sementara profitabilitas perusahaan bergerak fluktuatif dengan puncak tertinggi pada 2025. Analisis komparatif terhadap empat fase pergerakan menunjukkan hubungan yang tidak konsisten dan non-linear, di mana dua fase bergerak searah, satu fase berlawanan, dan satu fase bersifat parsial, yang disebabkan oleh fluktuasi volume penjualan, ekspansi aset yang belum produktif, dan lonjakan beban pokok pembelian logam mulia dari pihak ketiga. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa analisis profitabilitas perusahaan pertambangan perlu mempertimbangkan struktur biaya, strategi pengadaan, dan keputusan investasi secara simultan, tidak cukup bertumpu pada pergerakan harga komoditas semata.
Tinjauan Yuridis terhadap Efektivitas Peraturan Mahkamah Agung Tentang Prosedur Mediasi dalam Menekan Penumpukan Perkara Perdata Anne Ryoga Putri Gandakusumah; Sabrina Muntazah; Anggi Simarmata
Synergy: Journal of Collaborative Sciences Vol. 2 No. 2 (2026): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/synergy.v2i2.254

Abstract

Artikel ini mengkaji efektivitas mediasi yang diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2022 tentang mediasi di pengadilan secara elektronik serta implikasi hukum bagi para pihak yang tidak beriktikad baik dalam pelaksanaannya. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Analisis diarahkan pada hubungan antara PERMA Nomor 3 Tahun 2022, PERMA Nomor 1 Tahun 2016, dan asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PERMA Nomor 3 Tahun 2022 memperkuat kapasitas mediasi di pengadilan dengan memperluas akses melalui sarana elektronik, mengurangi hambatan prosedural, dan mendukung efisiensi peradilan. Meskipun demikian, efektivitasnya dalam menekan penumpukan perkara perdata masih bersifat kondisional karena bergantung pada ketersediaan infrastruktur digital, kapasitas mediator, kesiapan para pihak dan kuasa hukum, serta budaya damai di lingkungan pengadilan. Di samping itu, implikasi hukum bagi pihak yang tidak beriktikad baik tetap penting karena keberhasilan mediasi tidak hanya ditentukan oleh desain prosedur, melainkan juga oleh kesungguhan partisipasi para pihak. Artikel ini menyimpulkan bahwa mediasi elektronik merupakan instrumen penting pembaruan manajemen perkara, tetapi daya tekannya terhadap backlog perkara hanya akan optimal apabila pelaksanaannya terintegrasi, diawasi, dan didukung penerapan sanksi serta insentif prosedural secara konsisten.
Perjuangan Pengembalian Perampasan Hak Tanah Adat Padumaan-Sipituhuta : Konflik Agraria PT. Toba Pulp Lestari Vs Masyarakat George Neles Saribulan
Synergy: Journal of Collaborative Sciences Vol. 2 No. 2 (2026): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/synergy.v2i2.317

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya konflik agraria akibat ekspansi industri berbasis lahan dan praktik perampasan tanah (land grabbing) yang mengancam ruang hidup serta hak-hak masyarakat adat di Indonesia. Salah satu kasus yang berlangsung panjang terjadi antara Masyarakat Adat Padumaan-Sipituhuta dan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, di mana 5.172 hektare wilayah adat dan hutan kemenyan (Tombak Haminjon) dimasukkan ke dalam konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) tanpa persetujuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik agraria tersebut dalam perspektif ekonomi politik pembangunan serta merumuskan strategi penyelesaian konflik yang berkeadilan dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan melalui analisis dokumen, pemetaan pemangku kepentingan (stakeholder mapping), Power-Interest Grid, analisis SWOT, dan analisis skenario kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketimpangan relasi kekuasaan antaraktor. Pemerintah Pusat dan PT. TPL menempati kuadran Players (High Power-High Interest) dengan kontrol atas regulasi, kewenangan politik, dan modal ekonomi. Sebaliknya, Masyarakat Adat Padumaan-Sipituhuta berada pada posisi Subject (Low Power-High Interest) yang memiliki ketergantungan serta kepentingan hidup yang sangat tinggi terhadap wilayah adat namun memiliki kapasitas hukum, politik, dan kelembagaan yang terbatas. Sementara itu, NGO (AMAN) dan Pemerintah Daerah berada pada posisi Middle Interest-Middle Power, serta Kepolisian Daerah sebagai Context Setter. Penyelesaian konflik agraria tidak dapat dicapai hanya melalui jalur hukum sektoral atau litigasi semata. Penguatan posisi tawar masyarakat adat memerlukan strategi skenario kolaboratif multipihak yang mengintegrasikan advokasi berbasis bukti oleh NGO dan akademisi, fasilitasi legal-administratif oleh Pemerintah Daerah, serta kemauan politik Pemerintah Pusat untuk mereformasi kebijakan dan mengakui hak-hak ulayat guna mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.
Analisis Komparatif Kinerja Keuangan Perusahaan Emas di Indonesia (Studi Perbandingan: 2020 - 2025) Virginnura&#039;ini; Lia Kian
Synergy: Journal of Collaborative Sciences Vol. 2 No. 2 (2026): Multidicipline
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/synergy.v2i2.329

Abstract

Periode 2020–2025 diwarnai ketidakpastian ekonomi intens akibat pandemi COVID-19, ketegangan geopolitik global, dan fluktuasi harga komoditas yang berdampak signifikan pada sektor pertambangan emas Indonesia. Meski emas dikenal sebagai instrumen safe haven, tidak semua perusahaan emas mencatatkan kinerja keuangan yang kuat secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan lima perusahaan emas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu ANTM, MDKA, HRTA, PSAB, dan ARCI selama periode 2020–2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Rasio keuangan yang dianalisis meliputi Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), ROA, ROE, dan NPM. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata CR menurun dari 328% pada 2020 menjadi 126% pada 2024 sebelum membaik ke 135% di 2025, dengan PSAB konsisten berada di bawah 100% sepanjang periode. Dari sisi solvabilitas, rata-rata DER turun dari 187% pada 2020 ke 111% pada 2022 namun naik kembali ke 141% di 2025; ANTM mempertahankan DER terendah 44% sedangkan DER HRTA melonjak dari 109% menjadi 290%. Profitabilitas membentuk pola U: rata-rata ROA turun dari 6,70% pada 2020 ke titik terendah 3,06% pada 2023, lalu melonjak ke 7,54% pada 2025, dengan ANTM mencapai ROA 15,08% dan ROE 21,64%, sementara ROA MDKA mendekati nol pada 2023–2024. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pergerakan harga emas semata tidak menjamin kinerja optimal; efisiensi internal dan manajemen modal tetap penentu utama. Temuan ini berimplikasi praktis bagi investor, manajemen perusahaan, dan pembuat kebijakan agar keputusan di sektor emas berbasis analisis fundamental yang komprehensif.

Page 4 of 4 | Total Record : 36