cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
gedearda@unud.ac.id
Phone
+6281910872532
Journal Mail Official
jitpagrotechno@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung GA, Kampus Bukit Jimbaran, Universitas Udayana. Jl. Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Telp: 0361 801701
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno
Published by Universitas Udayana
Scientific Journal of Agricultural Technology AGROTECHNO publishes the research results in the field of agricultural technology. This field comprises three main topics, namely Food Science and Technology, Agroindustry Technology and Management, and Agricultural Engineering and Biosystems. We encourage researchers to publish in the following topics: Food Science and Technology: Antioxidant, food development, food characteristics evaluation, nutrition assessment, functional food, food colorant, probiotics, food safety. Agroindustry Technology and Management: Industrial process technology, industrial system engineering, environmental engineering. Agricultural Engineering and Biosystem: Postharvest physiology and Technology of the fresh product, agricultural machinery design, precision farming, Internet of Things in biosystem, instrumentation and automation, biosystem management, water and soil management, composting engineering.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2024): April" : 5 Documents clear
Isolasi Pektin dari Kulit Kakao Menggunakan Metode Ektraksi dengan Variasi Konsentrasi HCl Razita Hariani; Anna Dhora; Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i01.p01

Abstract

Kulit buah kakao mengandung pektin antara 6 - 30%, jumlahnya dipengaruhi oleh tingkat kematangan dan kesegaran buah kakao. Jika buah kakao masih mentah kandungan pektin pada kulitnya berkisar 25 - 30%, sedangkan untuk buah kakao yang sudah matang kandungan pektin pada kulitnya berkisar diantara 6 - 12%. Dalam industri pangan, pektin berperan sebagai bahan pokok pembuatan jeli, selai, dan marmalade. Pektin dalam industri farmasi sebagai agen pembentuk gel, pengental, penstabil dan pengemulsi. Pektin juga dapat digunakan sebagai bahan terapi diare, sembelit, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi HCl pada isolasi pektin dari kulit kakao dengan metode ekstraksi. Variasi konsentrasi pelarut HCl adalah 0.02 N, 0.04 N, 0.06 N, 0.08 N dan 0.10 N dengan suhu 80 0C selama 90 menit. Pektin yang dihasilkan dianalisa karakteristiknya meliputi rendemen, berat ekivalen, kadar metoksil dan kadar galakturonat. Hasil penelitian ini menunjukkan rendemen tertinggi di hasilkan pada konsentrasi pelarut 0,08 N yaitu 10,59%. Kadar air pektin yang di hasilkan berkisar antara 10%- 13,33%, kadar air terendah pada konsentrasi pelarut 0,1N. Kadar air pektin pada konsentrasi 0,1 N sudah memenuhi standar. Berat ekivalen yang di hasilkan berkisar antara 3.012 mg – 10.869 mg, berat ekivalen pektin belum memenuhi standar. Kadar metoksil pektin yang di peroleh berkisar antara 2,51% – 4,34%, kadar metoksil pektin termasuk kadar metoksil rendah. Kadar galakturonat pektin berkisar antara 61,95% - 113,34%. Karakteristik kimia dari pektin hasil ekstraksi dari kulit kakao menunjukkan bahwa kadar metoksil dan kadar galakturonat sudah memenuhi standar.
Analisis Emisi Gas Buang dari Daur Hidup (Life Cycle Assessment) Produk Tahu di Perusahaan XYZ Denpasar Ni Komang Pitryani Diah Marsistha; I Gusti Ayu Lani Triani; Agung Suryawan Wiranatha
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i01.p02

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memberikan dampak besar terhadap peningkatan taraf perekonomian Indonesia. Namun, industri kecil seringkali menjadi penyumbang sampah karena taraf efisiensi energi dan penggunaan teknologi yang minim. Salah satu UMKM di Denpasar, yaitu perusahaan XYZ memproduksi tahu pada skala rumahan yang terletak di antara pemukiman masyarakat. Sejak tahun 1995, usaha ini secara konsisten melakukan produksi dengan kapasitas 100 kg kedelai/hari. Pembuatan tahu menghasilkan emisi karbon dari penggunaan mesin bertenaga listrik dan pembakaran serbuk kayu. Emisi tersebut menjadi salah satu polutan pemicu besar kerusakan ekosistem dan kesehatan makhluk hidup. Life Cycle Assessment (LCA) adalah perhitungan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak lingkungan dari daur hidup pembuatan produk. Metode ini memberikan titik-titik penting penghasil emisi CO2 sehingga perbaikan dapat dilakukan secara efisien. Dalam penelitian ini, batasan yang digunakan yakni gate-to-gate, atau analisis mengacu pada seluruh tahapan produksi tahu di pabrik seperti perendaman hingga pengemasan. Metode ini dilakukan dengan mengacu pada ISO 14040 dan IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories 2006 untuk menakar jejak karbon dan dampak lingkungan dari produksi tahu. Analisis dampak lingkungan dilakukan pada software OpenLCA seri 1.11.0 menggunakan database Agribalyse 3.0.1 dan metode IPCC 2013 GWP 100a. Hasilnya, penelitian ini menunjukkan bahwa dalam satu kali produksi, perusahaan XYZ akan menghasilkan perubahan iklim sebesar 488,94636 kg CO2e dan jejak karbon sebesar 1,47 kg CO2e/kg tahu.
Pengaruh Konsentrasi Natrium Hidroksida terhadap Karakteristik Selulosa Mikrobia dari SCOBY Balia Dwiki Yusuf Fachriza; I Wayan Arnata; Luh Putu Wrasiati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i01.p03

Abstract

Selulosa mikrobia adalah selulosa yang dihasilkan dari proses fermentasi dengan melibatkan bakteri dan yeast, memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku alternatif pengganti serat sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NaOH terhadap karakteristik selulosa mikrobia dan menentukan konsentrasi NaOH yang menghasilkan karakteristik selulosa mikrobia terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan variasi konsentrasi NaOH yang terdiri dari 6 taraf yaitu (0%; 5%; 10%; 15%; 20%; 25% b/v). Masing-masing perlakuan dikelompokkan menjadi 3 berdasarkan waktu pembuatan selulosa mikrobia sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu ketebalan, kuat tarik, perpanjangan saat putus, elastisitas, dan pengembangan tebal. Data yang diperoleh dianalisis keragamannya dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH berpengaruh nyata terhadap terhadap nilai kuat tarik, perpanjangan saat putus (elongation at break), elastisitas dan pengembangan tebal (swelling), namun berpengaruh tidak nyata terhadap ketebalan selulosa mikrobia. Konsentrasi NaOH 15% (b/v) menghasilkan karakteristik selulosa mikrobia terbaik dengan nilai kuat tarik 39,63±1,33 Mpa; perpanjangan saat putus yaitu 6,43±0,35%; elastisitas 607,98±26,26 Mpa dan pengembangan tebal yaitu 126,19±2,06%.
Pengaruh Suhu dan Lama Pengadukan dalam Pemurnian Minyak Goreng Bekas sebagai Bahan Baku Sabun Padat Dewa Ayu Anom Yuarini; Luh Putu Wrasiati; Gede Arie Mahendra Putra; I Made Bagus Wisesa Yogiswara
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i01.p04

Abstract

Minyak Goreng Bekas (MGB) adalah minyak dan lemak yang telah digunakan untuk memasak atau menggoreng di industri pengolahan makanan, restoran, makanan cepat saji dan di tingkat konsumen atau rumah tangga. MGB apabila tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan ditandai dengan naiknya kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) dalam perairan, serta juga menimbulkan bau busuk akibat degradasi biologi. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk memperbaiki mutu minyak goreng bekas dapat menggunakan arang aktif, karena memiliki daya absorpsi yang tinggi sehingga dapat menyerap gas atau bau dan warna yang terdapat pada MGB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik MGB yang dimurnikan dengan menggunakan arang aktif dan untuk menentukan karakteristik sabun padat yang diolah dari MGB hasil pemurnian arang aktif. Penelitian ini didahului dengan memurnikan MGB menggunakan arang aktif dan diuji karakteristiknya. MGB yang sudah dimurnikan kemudian digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan sabun padat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu adsorpsi dan lama pengadukan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar asam lemak bebas, kadar air dan intensitas warna, interaksi antar perlakuan waktu pengadukan dan suhu sangat berpengaruh terhadap asam lemak bebas, tingkat kecerahan dan tingkat kemerahan. Peningkatan suhu adsorpsi sampai 100°C dan waktu pengadukan sampai 80 menit dapat meningkatkan tingkat kecerahan serta menurunkan kadar air dan kandungan asam lemak bebas pada minyak goreng bekas. Perlakuan terbaik dari proses pemurnian minyak goreng bekas menggunakan arang aktif adalah perlakuan suhu 100°C dan waktu pengadukan 80 menit, dengan karakteristik kandungan asam lemak bebas 0,36 % kadar air 0,19 %, tingkat kecerahan 60,83, tingkat kemerahan -11,61 dan tingkat kekuningan 40,43. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu adsorpsi dan lama pengadukan berpengaruh sangat nyata terhadap pH, tekstur, kadar busa dan uji sensoris, interaksi antar perlakuan waktu pengadukan dan suhu sangat berpengaruh terhadap pH dan uji sensoris sabun padat minyak goreng bekas.
Pengaruh Variasi Rasio Pati Talas (Colocasia Esculenta L) dengan Karagenan dan Konsentrasi Pemlastis Putih Telur terhadap Karakteristik Komposit Bioplastik Diana Hilmalia Putri; Amna Hartiati; I Nyoman Semadi Antara
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i01.p05

Abstract

Bioplastik terbuat dari bahan alami yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme, sehingga dinilai lebih ramah lingkungan daripada plastik sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio pati talas-karagenan dan konsentrasi putih telur terhadap karakteristik komposit bioplastik, menentukan perlakuan variasi rasio pati talas-karagenan dan konsentrasi putih telur yang menghasilkan komposit bioplastik perlakuan terbaik serta mengidentifikasi gugus fungsi komposit bioplastik perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor. yaitu variasi rasio bahan baku pati umbi talas-karagenan dan konsentrasi putih telur. Variabel yang diamati yaitu kuat tarik, perpanjangan saat putus, elastisitas, pengembangan tebal, biodegradasi, dan identifikasi gugus fungsi untuk perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan variasi rasio pati umbi talas karagenan berpengaruh terhadap elastisitas, perpanjangan saat putus, swelling, biodegradasi, kuat tarik, sedangkan pemlastis putih telur berpengaruh terhadap kuat tarik, elastisitas, pengembangan tebal dan biodegradasi, tidak berpengaruh terhadap perpanjangan saat putus. Karakteristik komposit bioplastik terbaik ada pada rasio pati talas:karagenan 50:50 dan konsentrasi putih telur 30%(1,5 g) dengan nilai kuat tarik 3,21±0,66 MPa; perpanjangan saat putus 4,74±0,78%; elastisitas 119,35±17,94 MPa; pengembangan tebal 53,54±10,25% dan biodegradasi 6 hari. Gugus fungsi bahan penyusun bioplastik yang teridentifikasi menunjukkan bahwa pada komposit bioplastik perlakuan terbaik ditemukan beberapa gugus yang hilang yaitu gugus keton, alkuna, asam karboksilat dan tidak ditemukan adanya gugus fungsi baru pada bioplastik terbaik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5