cover
Contact Name
Abdul Aziz
Contact Email
eufoni@unpam.ac.id
Phone
+6281808044278
Journal Mail Official
eufoni@unpam.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Pamulang, Jl. Raya Puspiptek No.46, Buaran, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310, Tangerang Selatan, Provinsi Banten
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EUFONI: Journal of Language, Literary, and Cultural Studies
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 25979663     EISSN : 30484448     DOI : -
EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies is a scholarly journal published by English Department of Pamulang University. It is founded in 2017, with registered number ISSN: 2597-9663 (print) and 3048-4448 (Online). EUFONI has commitment to exchange and share ideas as well as research findings from researchers. Also, it provides the interdisciplinary forum for the most recent innovations, trends, concerns, practical challenges encountered and the solutions adopted in the field of Literature, Linguistics, and Cultural Studies: Children Literature Cyber Literature Gender Studies Issues in Eco-literature Literature in the context of Asia Postcolonial Issues in Literature and Culture World Literature Travel Literature Popular Literature Applied Linguistics Discourse Analysis Translation of Literary Works Cultural Studies
Articles 85 Documents
AN ANALYSIS OF NEEDS HIERARCHY IN T HE CHRONICLES OF NARNIA: PRINCE CASPIAN NOVEL (A PSYCHOANALYSIS BY ABRAHAM MASLOW)
EUFONI: Journal of Language, Literary, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2018): EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/efn.v2i1.1609

Abstract

ABSTRACT This research describes the analysis of Abraham Maslow’s Needs Hierarchy of P e t e r P e v e n s i e which are found in The Chronicles of Narnia : Prince Caspian written by C. S. Lewis. The theory of needs by Abraham Maslow is used as the support to the analysis. All findings from the novel are about the characters’ physiological needs, security and safety needs, love and belongingness needs, esteem needs, and self - actualization needs , answer the research’s questions. The research method and approach is qualitative. Main purpose of this research is to find out the kind of needs that the character own which are potrayed in the novel. The result of the study shows that the character experiences all of kinds of needs in the hierarchy, even reaches the highest level of need. Key words: needs, hierarchy, self actualizatio
Pergeseran Nasionalisme dalam Novel Lampuki karya Arafat Nur
EUFONI: Journal of Language, Literary, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2018): EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/efn.v2i1.1611

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat terjadinya pergeseran nasionalisme dalam novel Lampuki karya Arafat Nur. Analisis novel Lampuki ini dilakukan dengan menggunakan konsep postcolonial nation dari Sara Upstone. Konsep ini mendiskusikan bagaimana bangsa merupakan warisan kolonialisme dan hasil konstruksi dari imperialism. Kemudian bangsa hanya diangap tiada karena ia hanya sebatas imagery construct. Hasil penelitian menunjukkan dalam novel ini, nasionalisme yang diusung bukan lagi sekedar nasionalisme pada bangsa Indonesia, tetapi nasionalisme pada tanah Aceh. Ideologi nasionalisme yang telah bergeser menimbulkan kekacauan politi dan militer, tak hanya dalam radius Aceh, namun merambah ke skala nasional. Kata kunci: bangsa, ideologi, nasionalisme, poskolonialisme
Reproduksi Ideologi dalam Cerpen “Mardijkek” Karya Damhuri Muhammad
EUFONI: Journal of Language, Literary, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2018): EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/efn.v2i1.1612

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang cerpen “Mardijker” karya Damhuri Muhammad. Mardijker merupakan cerpen yang dimuat di harian Suara Merdeka edisi Minggu, 18 Januari 2009. Penelitian ini menggunakan teori reproduksi ideologi yang dikemukakan oleh Louis Althusser. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu, pertama, menemukan ideologi yang terkandung dalam cerpen Mardijker ini. Kedua, melihat bagaimana reproduksi ideologi yang ditemukan dalam cerpen Mardijker. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukannya ideologi kapitalisme, yang tercermin dari adanya pertentangan antara dua kelas masyarakat, yaitu kelas proletar dan borjuis/kapitalis. Reproduksi ideologi tersebut dilakukan oleh golongan kapitalis. Mereka menanamkan ideologi dengan begitu halus sehingga tanpa disadari banyak individu yang tersubjeksi oleh ideologi kapitalisme yang dengan suka rela turut mendukung proses produksi demi memenuhi kepentingan golongan kapitalis tersebut. Latanza Café dalam cerpen ini atau mall-mall yang dibangun di jaman modern ini adalah contoh produk-produk kapitalisme yang tanpa disadari telah menjerat individu ke dalam jejaring kapitalisme. Damhuri sebagai pengarang juga tersubjeksi oleh kapitalisme sehingga dalam karyanya dapat dilihat pengaruh ideologi tersebut. Meskipun karyanya menggambarkan sebuah perlawanan, namun hal itu sebenarnya justru melanggengkan dan menunjukkan besarnya kekuasaan ideologi tersebut. Kata kunci: ideologi, reproduksi ideologi, kapitalisme
An Insight To Translation Strategies Of “Tidak Ada New York Hari Ini” Poems
EUFONI: Journal of Language, Literary, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2018): EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/efn.v2i1.1613

Abstract

ABSTRACT This paper examines several translation strategies in attempting to meet naturalness Tidak Ada New York Hari Ini poems. Recently, there have been wide interests to investigate how translators work on literary translation and anticipate the cultural distance between the source text and the target text. According to Nida (2004), there is no absolute correspondence between two languages. In addition she proposes that the translators also need to pay attention to the figurative expressions and metaphors in literary translation. The data collection and analysis were done by reading the poems closely in which the target text and the source text were compared in terms of equivalence. The writer also interviewed the translator of the poetry, John H. McGlynn. Keywords: Translation methods, Newmark, Semantics translation, Poems
RAGAM BAHASA LISAN PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR SERPONG KOTA TANGERANG SELATAN (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
EUFONI: Journal of Language, Literary, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2018): EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/efn.v2i1.1614

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mendeskripsikan bentuk penggunaan ragam bahasa lisan pada penjual di pasar Serpong kota Tangerang Selatan, 2. Mendeskripsikan bentuk penggunaan ragam bahasa lisan pada pembeli di pasar Serpong kota Tangerang Selatan, 3. Mendeskripsikan faktor yang menyebabkan terjadinya ragam bahasa lisan pada penjual dan pembeli di Pasar Serpong kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek Penulis menggunakan data sebanyak 10 data yang diperoleh dengan menggunakan teknik simak dengan teknik dasar berupa teknik sadap dalam hal pengumpulan data, serta teknik catat dan rekam sebagai teknik lanjutan. Acuan teori yang digunakan untuk menganalisis data terkait ragam bahasa lisan dari Chaer (2010), teori dari Kridalaksana (1985) digunakan sebagai acuan analisis data terkait faktor penyebab terjadinya ragam bahasa lisan. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa 1. Ragam bahasa lisan yang digunakan oleh penjual di Pasar Serpong kebanyakan menggunakan bahasa tidak baku dan bersifat informal, 2. Ragam bahasa lisan yang digunakan oleh pembeli di Pasar Serpong kebanyakan menggunakan bahasa tidak baku dan bersifat informal, 3. Pada ragam bahasa lisan terdapat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ragam bahasa pada penjual dan pembeli di Pasar Serpong berakar dari konteks dan situasi seperti waktu, usia, situasi berbahasa. Kata Kunci: ragam bahasa lisan penjual dan pembeli, faktor penyebab ragam bahasa, pengunjung pasar serpong kota tangerang selatan
HASRAT DAN KEINGINAN-KEINGINAN TOKOH DALAM CERPEN “BERSIAP KECEWA BERSEDIH TANPA KATA-KATA” KARYA PUTU WIJAYA
EUFONI: Journal of Language, Literary, and Cultural Studies Vol. 2 No. 1 (2018): EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/efn.v2i1.2404

Abstract

Abstrak Penelitian ini berupaya mengurai problem psikologis yang dialami oleh tokoh utama yang bernama Bapak dalam cerpen “Bersiap Kecewa Bersedih Tanpa Kata-Kata” karya Putu Wijaya berdasarkan teori psikoanalisis Jacques Lacan yang dijelaskan oleh Madan Sarup dalam buku berjudul Panduan Pengantar untuk Me mahami Postruktural dan Posmodernisme . Proses analisis menunjukkan bahwa perilaku aneh tokoh Bapak muncul karena ia mengalami lack berupa kesendirian akibat proses perkembangan diri subjek yang mengalami tahap Real, Imajiner, dan Simbolik. Tahap Simbolik tokoh Bapak teridentifikasi ketika ia merasa sendiri lalu memutuskan membeli bunga yang ditulisi ucapan puitis untuk dirinya sendiri. Bunga dan ucapan puitis ini merupakan upaya Bapak untuk memenuhi kekurangan dan mencapai kepenuhan (Yang Real). Akan tetapi, upaya ini justru secara ironis membuatnya semakin nampak sendiri. Cerpen ini secara general menunjukkan bahwa kesendirian merupakan masalah yang rentan dialami oleh masyarakat modern dan perkotaan. Cara efektif untuk menyelesaikannya ialah bukan sekadar menggunakan medium-medium simbol seperti bunga dan tulisan puitis yang biasa digunakan masyarakat kota, melainkan berupa kebersamaan dan perhatian keluarga, sahabat, atau teman secara nyata meskipun dalam kondisi sibuk. Kata Kunci: masyarakat kota, kebersamaan, kesendirian, psikoanalisis
FORMULASI TEORI FUNGSIONALISME STRUKTURAL TALCOTT PARSONS
EUFONI: Journal of Language, Literary, and Cultural Studies Vol. 2 No. 2 (2018): EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/efn.v2i2.5178

Abstract

Artikel ini merupakan eksplorasi teoretik terhadap teori Fungsionalisme Struktural yang digagas oleh Talcott Parsons. Fungsionalisme Struktural memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang terintegrasi secara fungsional ke dalam suatu bentuk ekuilibrium. Pendekatan fungsionalisme struktural ini timbul lewat cara pandang yang menyamakan masyarakat dengan organisme biologis. Pandangan ini merupakan pengaruh dari pandangan Herbert Spencer dan Auguste Comte yang menjelaskan bahwa adanya saling ketergantungan dan keterkaitan antara satu organ tubuh dengan organ tubuh kita yang lain, dan ini dianggap sama dengan kondisi masyarakat. Parsons dan pengikutnya telah berhasil membawa pendekatan fungsionalisme struktural ke tingkat perkembangannya yang sangat berpengaruh di dalam pertumbuhan teori-teori sosiologi hingga saat ini, namun pendekatan ini juga ternyata telah mengundang banyak perdebatan.Kata kunci: Talcott Parsons, Fungsionalisme Struktural, Sosiologi Sastra
LEGENDA K.H. SALEH DARAT SEMARANG: TINJAUAN SASTRA LISAN ALBERT B. LORD
EUFONI: Journal of Language, Literary, and Cultural Studies Vol. 2 No. 2 (2018): EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/efn.v2i2.5185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi legenda K.H. Saleh Darat dari Kota Semarang dalam perspektif sastra lisan. K.H. Saleh Darat ialah seorang ulama yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Jawa Tengah. Semasa hidupnya, K.H. Saleh Darat terkenal dengan penguasaan ilmunya yang mendalam tentang kitab Al Qur’an, Ilmu Tasawuf, dan Ilmu Falakiyah (ilmu perbintangan). Selain sebagai ulama yang berdakwah dalam bidang pendidikan agama, K.H. Saleh Darat juga dikenal sebagai pejuang yang gigih memimpin masyarakat terutama kaum santri dalam memerangi kolonial Belanda. Narasi legenda K.H. Saleh Darat menarik untuk diteliti karena dalam penceritaannya secara turun temurun, kerap dijumpai adanya persinggungan antara narasi sejarah dan mitos. Pendekatan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sastra lisan menurut Albert B. Lord. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga pokok dari teori sastra lisan Albert B. Lord yang paling dominan dalam legenda ini yaitu: formula, tema, dan fungsi. Kelompok kata yang paling dominan dan mengkonstruksi legenda Kiai Saleh Darat adalah: ulama, moderat, karomah, dan perjuangan. Keempat kata itu juga dapat disubstitusikan dengan kata lain seperti mbah, sabar, sakti, dan perlawanan. Kata kunci: Legenda, Sastra Lisan, Albert B. Lord., Formula.
NARASI IBLIS BERTAUBAT DALAM KARYA-KARYA SASTRA ARAB DAN BARAT: TINJAUAN RESEPSI SASTRA HANS ROBERT JAUSS
EUFONI: Journal of Language, Literary, and Cultural Studies Vol. 2 No. 2 (2018): EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/efn.v2i2.5186

Abstract

Cerpen Asy-Syahid karya Taufik al-Hakim menceritakan mengenai setan yang memutuskan untuk meninggalkan peranannya sebagai setan yang menjadi agen keburukan dan kejahatan. Pada perkebangannya cerpen tersebut memperoleh tanggapan antusias dan beragam dari beragam pembaca di berbagai belahan dunia. Ada beberapa karya seni yang memiliki potensi sebagai bentuk resepsi dari cerpen Asy-Syahid tersebut. Tiga di antaranya adalah novel The Madness of God, cerpen Lelaki yang Kembali Menemui Iblis dan film Wreck-It Ralph. Dalam penelitian ini akan semua karya yang disebutkan diatas akan dikaji dengan menggunakan teori resepsi sastra Jauss untuk mengetahui perbedaan cerpen Asy-Syahid sebagai teks hipogram dengan novel The Madness Of God, cerpen Lelaki yang Kembali Menemui Iblis dan film Wreck-It Ralph sebagai teks transformatifnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa meski terdapat kesamaan terdapat pula perbedaan antara teks hipogram dan transformasi. Secara ontologis bahwa cerpen TMG merupakan perombakan nilai-nilai mapan yang dibawa cerpen ASY. Adapun Cerpen LKMI, Film WIR merupakan resepsi yang berbentuk persetujuan terhadap cerpen ASY, keduanya melakukan resepsi yang afirmatif-normatif. Perbedaan tanggapan teks transformasi TMG, LKMI, dan WIR  disebabkan oleh perbedaan horizon harapan dan semangat zaman para penyambut teks hipogram ASY.Kata kunci: Resepsi Sastra, Struktur Naratif, Intertekstual, Taufik al-Hakim, Jauss.
SARAH GAVRON’S SUFFRAGETTE: SHAPING GENDER EQUALITY IN WOMEN’S RIGHT TO VOTE ISSUE
EUFONI: Journal of Language, Literary, and Cultural Studies Vol. 2 No. 2 (2018): EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/efn.v2i2.5187

Abstract

This study aims to reveal the women struggle in fighting for human rights, especially for women done by women characters in a movie entitled Suffragette, directed by Sarah Gavron. As women who live the life whereas the government of the country is dominated by men, it is hard for women to participate in the government. Based on that, some research problems of this study are related to: (a) how society treat women especially related to women's working condition; (b) how is the oppression of women depicted in the movie; and (c) how is the First Wave of Feminism affects to the women movement. To analyze the movie, this study will use the conception of women's right by Mary Wollstonecraft and a perspective of First Wave of Feminism. The result of this study showed that the female characters want to shape women and men equality in the case of women’s right to vote as civil right. They wanted an equality between the men and the women, being appreciated, and had security from the country by become participant of government.Keywords: Suffragette, Gender Equality, Right to Vote, First Wave of Feminism, Mary Wollstonecraft.

Filter by Year

2017 2025