cover
Contact Name
Serdianus
Contact Email
dhypha1987@gmail.com
Phone
+6282394669244
Journal Mail Official
bida.iakntoraja@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IAKN Toraja Jalan Poros Makale - Makassar Km. 11,5, Kelurahan Rante Kalua', Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia (91871).
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30629241     DOI : https://doi.org/10.34307/bida.v1i1
Core Subject :
Bida, sinonimnya: keturunan (bangsawan Toraja), zuriah. Dari perspektif filsafat-antropologi Toraja dimaknai sebagai manusia yang ter/di-pilih karena dianggap sebagai keturunan yang memiliki kecakapan: kebijaksanaan (kinaa), kekayaan (sugi’) dan keberanian (barani). Dalam budaya tradisional Toraja, ketiga kapabilitas tersebut bukan hanya melulu bersifat genealogis, tetapi terutama diperoleh melalui pengembangan, latihan, habituasi yang melahirkan karakter. Bida menjadi atribut karakter diri manusia Toraja yang memperoleh pertumbuhan kualitas hidup dengan mendayagunakan kultur domestik sebagai medium humanisasi. Secara teologis, setiap orang percaya telah diangkat menjadi anak dari Pencipta alam semesta (Puang Matua), dengan demikian setiap orang percaya yang memiliki ketiga keunggulan tersebut adalah bida. FOCUS AND SCOPE Jurnal ini memuat ide maupun hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat maupun penelitian terapan . Secara khusus Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat , berfokus pada kegiatan pengembangan dan implementasi pemberdayaan, pengembangan dan peningkatan potensi masyarakat meliputi: Pelayanan masyarakat: Pelatihan dan Pendampingan; Pemberdayaan masyarakat; Pengembangan Pendidikan Berkelanjutan (education for sustainable development).
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
MENGGAGAS PENDIDIKAN BAHASA TORAJA MAMASA DAN SEKO: PENDEKATAN PEDAGOGI BARU MENANAM KESADARAN IDENTITAS BUDAYA DALAM KURIKULUM IAKN TORAJA Rannu Sanderan; Frans Paillin Rumbi; Jimmy Sucipto; Stevi Olan; Anjas Putrawan; Alfretrifal Alfretrifal; Gebi Armianti; Yoberlian Napa'; Febriana Febriana; Oktasahyudi Oktasahyudi; Heriayanto Heriayanto; Juprianto Palayukan; Rosmawati Rosmawati
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v2i1.18

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menggagas pengembangan mata kuliah Bahasa Toraja Mamasa dan Seko sebagai strategi pedagogis berkelanjutan untuk merevitalisasi bahasa daerah dalam kurikulum IAKN Toraja. Melalui simulasi informal berbasis lapangan, aktivitas partisipatif, dan kajian literatur, program ini mengevaluasi dampak pembelajaran bahasa berbasis budaya terhadap keterlibatan mahasiswa dan pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan linguistik dan kepekaan budaya mahasiswa, serta mengungkapkan harapan besar masyarakat agar calon pelayan gereja memiliki kecakapan berbahasa Mamasa atau Seko. Kegiatan ini mendorong partisipasi aktif mahasiswa, integrasi pengetahuan tradisional, dan pemanfaatan aplikasi Alkitab audio berbahasa daerah. Program ini menegaskan pentingnya pendidikan bahasa berbasis identitas budaya dan memberikan rekomendasi praktis untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dalam pelestarian bahasa lokal. This community engagement program proposes the development of Toraja Mamasa and Seko language courses as a sustainable pedagogical strategy to revitalize local languages within the IAKN Toraja curriculum. Through field-based informal simulations, participatory activities, and literature review, the program evaluates the impact of culturally grounded language instruction on student engagement and community empowerment. The results show significant improvements in students’ linguistic skills and cultural sensitivity, while also highlighting strong community expectations for future church leaders to be proficient in Mamasa or Seko. The initiative promotes active student involvement, the integration of traditional knowledge, and the use of local-language audio Bible applications. This program underscores the importance of identity-based language education and offers practical recommendations for addressing resource limitations in local language preservation.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL REMAJA DI ERA DIGITAL: “BAPERAN? NGGAK MASALAH, ASAL SADAR DIRI!” Wanda Hadiansyah Siregar; Nabila Zulfa; Nazwa Syafrida; Nurul Izzati; Benny Pratama; Afdhal Al Hafish; Solihin Parmohonan; Dimas Bagus; Dinda Tri
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v2i1.19

Abstract

Era digital telah membawa perubahan besar dalam cara hidup, bekerja, dan berinteraksi, terutama bagi generasi muda yang tumbuh bersama teknologi. Di balik kemudahan dan akses informasi yang luas, terdapat tantangan serius terhadap kesehatan mental mereka. Berbagai penelitian menunjukkan peningkatan kasus gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan tidur yang dipengaruhi oleh perbandingan diri di media sosial, cyberbullying, FOMO (fear of missing out), serta kecanduan gawai. Kajian ini menggunakan metode systematic review dengan menganalisis inti pembahasan dari berbagai sumber ilmiah yang valid. Studi literatur dilakukan melalui penelusuran elektronik menggunakan Google Scholar dan Science Direct dengan kata kunci: pengaruh media sosial, anak remaja, kesehatan mental, dan kesehatan fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam dampak negatif penggunaan teknologi terhadap kesehatan mental generasi muda, serta merumuskan strategi intervensi yang tepat dan berkelanjutan. Hasil kajian ini diharapkan menjadi dasar dalam merancang program edukatif dan preventif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. The digital era has profoundly transformed how we live, work, and interact, especially among the younger generation who have grown up with technology. Despite the convenience and access it provides, serious challenges to mental health have emerged. Studies have reported rising cases of depression, anxiety, and sleep disorders linked to social media comparison, cyberbullying, FOMO (fear of missing out), and gadget addiction. This study employed a systematic review method by analyzing the core discussions from various valid scientific sources. Literature was collected through electronic searches using platforms such as Google Scholar and Science Direct with keywords such as social media influence, teenagers, mental health, and physical health. This research aims to gain deeper insight into the negative impact of technology use on youth mental health and formulate effective and sustainable intervention strategies. The findings are expected to serve as a foundation for designing educational and preventive programs applicable in schools and communities.
SAHABAT DISABILITAS: MENJALIN PERSAHABATAN DENGAN SAUDARA DISABILITAS MELALUI PROGRAM KKN-T IAKN TORAJA DI KELURAHAN SAPAN Sait Sait; Novianty Lande
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v2i1.26

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Angkatan V Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dengan mengusung tema “Penguatan Kesehatan Mental Berbasis Kearifan Lokal”. Salah satu lokasi kegiatan adalah Kelurahan Sapan, Kecamatan Buntu Pepasan, Kabupaten Toraja Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendekatan eksperimental dan partisipatoris. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah “Sahabat Disabilitas”, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dengan kebutuhan khusus (disabilitas) dan janda. Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan: survei lokasi, penyusunan program, keberangkatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu membangun kesadaran kemanusiaan di kalangan masyarakat dan peserta KKN-T, khususnya dalam memandang penyandang disabilitas sebagai Imago Dei yang setara dengan manusia pada umumnya, serta meningkatkan kepedulian terhadap janda sebagai bagian dari komunitas yang perlu diperhatikan secara sosial dan spiritual. The Community Service Program of Thematic Field Work (KKN-T) Batch V by the Institute of Christian Religion Affairs (IAKN) Toraja was conducted over approximately two months under the theme “Strengthening Mental Health Based on Local Wisdom”. One of the implementation sites was the Sapan Subdistrict, Buntu Pepasan District, North Toraja Regency. This program aimed to realize the Tri Dharma of Higher Education through experimental and participatory methods. A key initiative, “Sahabat Disabilitas” (Friends of the Disabled), focused on empowering individuals with special needs and widows in the local community. The program followed five stages: location survey, program design, deployment, implementation, and evaluation. The results positively impacted both the community and KKN-T participants, fostering humanitarian awareness by recognizing persons with disabilities as Imago Dei—equal in dignity to all humans—and encouraging social and spiritual attention toward widows as integral members of society.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK AYAM DI MENGKENDEK, KE’PE-TINORING Alfian Bonggalangi; Evendi Trisael
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v2i1.28

Abstract

Peternakan ayam merupakan sektor strategis yang berkembang pesat di Indonesia dan berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari peternakan ayam skala kecil yang dikelola secara mandiri di wilayah Mengkendek, Lembang Ke’pe-Tinoring. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi lapangan dan wawancara semi-struktural. Hasil kajian menunjukkan bahwa peternakan ayam berperan dalam penyediaan protein hewani yang terjangkau, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan rumah tangga. Di sisi lain, tantangan seperti penyakit ternak dan pencemaran lingkungan masih menjadi hambatan utama. Penerapan praktik berkelanjutan dan teknologi tepat guna terbukti mampu meningkatkan efisiensi produksi. Selain itu, keberadaan koperasi peternak berkontribusi dalam memperkuat daya tawar dan akses terhadap permodalan. Penelitian ini merekomendasikan strategi pengembangan berbasis komunitas untuk mengoptimalkan peran peternakan ayam dalam pembangunan ekonomi lokal dan ketahanan pangan. Poultry farming has become a rapidly growing and strategic sector in Indonesia, contributing significantly to community welfare. This study examines the economic, social, and environmental impacts of small-scale, independently managed chicken farms in Mengkendek, Lembang Ke’pe-Tinoring. Using a qualitative descriptive approach through field observation and semi-structured interviews, the findings reveal that poultry farming provides affordable animal protein, generates employment, and increases household income. However, challenges such as livestock diseases and environmental pollution persist. Adopting sustainable practices and appropriate technologies has proven effective in enhancing production efficiency. Furthermore, farmer cooperatives play a vital role in strengthening bargaining power and improving access to capital. This study recommends community-based development strategies to optimize the role of poultry farming in local economic growth and food security.
OPTIMALISASI FUNGSI UKS MELALUI EDUKASI DAN SIMULASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA SISWA TINGKAT SMP Dendy Kharisna; Nurma Sela; Delviana Safitri
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v2i1.30

Abstract

Pertolongan pertama merupakan langkah awal yang sangat penting dalam menangani kondisi darurat guna mencegah cedera lebih lanjut, kecacatan, bahkan kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMP IT Dar Al-Ma’arif Pekanbaru mengenai pertolongan pertama melalui pendekatan edukatif dan simulatif. Sebanyak 107 siswa dan beberapa guru terlibat aktif dalam kegiatan ini, dengan materi utama meliputi penanganan pingsan, luka ringan, mimisan, dan tersedak (choking). Edukasi dilakukan melalui penyampaian teori dan praktik langsung, termasuk teknik membalut luka, manuver Heimlich, serta penanganan korban pingsan. Penilaian dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berbasis kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana persentase siswa dengan kategori pengetahuan “Sangat Baik” meningkat dari 0% menjadi 90,65% setelah pelatihan, sementara kategori “Kurang Baik” menurun menjadi 0%. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri dan keterampilan praktis mereka. Edukasi pertolongan pertama diharapkan menjadi program berkelanjutan yang dapat diterapkan secara luas, guna membentuk budaya tanggap darurat sejak usia dini dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan peduli terhadap keselamatan bersama. First aid is a vital initial emergency response to prevent further injury, disability, or death. This community service initiative aimed to enhance the knowledge and skills of students at SMP IT Dar Al-Ma’arif Pekanbaru regarding first aid through educational and simulation-based approaches. One hundred seven students and several teachers participated in the program, covering key topics such as managing fainting, minor wounds, nosebleeds, and choking. The sessions combined theoretical instruction with hands-on simulations, including wound dressing techniques, the Heimlich maneuver, and procedures for unconscious individuals. Students’ knowledge was assessed using pre-test and post-test questionnaires. The results showed significant improvement, with the percentage of students with “Very Good” knowledge rising from 0% to 90.65% after the training, while the “Poor” category dropped to 0%. This activity improved students’ understanding and preparedness for emergencies in the school environment and boosted their confidence and practical health skills. First aid education is expected to become a sustainable program that can be widely implemented, fostering a culture of early preparedness and contributing to a safer, more responsive school and community environment.
OPTIMALISASI FUNGSI PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT LITERASI MELALUI PROGRAM ZONA LITERASI DI SMP NEGERI 8 MAGELANG Fadhilah Al Mar'atus Sholikhah; Aulia Keysha Sabila; Ihdiana Ikhtiarini Subaktini; Muhammad Abyan Hermawan; Ratna Ayu Yuliasari; Sita Kurnia Anggraeni; Renitawati Renitawati; Tesalonika Kristianto Putri
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v2i2.51

Abstract

Program “Zona Literasi” dilaksanakan oleh Tim Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Untidar di Perpustakaan “Mutiara Ilmu” SMP Negeri 8 Magelang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi siswa melalui penambahan koleksi buku, penyediaan media pembelajaran interaktif, serta penataan ulang ruang perpustakaan agar lebih nyaman dan inspiratif. Metode yang digunakan adalah observasi, koordinasi dengan pihak sekolah, pengumpulan donasi buku, serta perancangan pohon literasi sebagai ikon utama Zona Literasi. Analisis hasil menunjukkan adanya peningkatan kunjungan siswa ke perpustakaan setelah program dijalankan. Selain itu, media ajar dari berbagai mata pelajaran terbukti menambah motivasi belajar dan memperkuat pemahaman siswa terhadap materi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah program “Zona Literasi” mampu menjadi sarana efektif untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah dan membangun budaya membaca berkelanjutan. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya keberlanjutan dalam pengelolaan koleksi buku, pemeliharaan fasilitas, serta pengembangan kegiatan literasi yang lebih variatif. The “Literacy Zone” program was carried out by the Integrated Educational Internship Team (MKT) of Untidar at the “Mutiara Ilmu” Library, SMP Negeri 8 Magelang. This program aimed to foster students’ literacy culture through book collection enrichment, the provision of interactive learning media, and the rearrangement of the library space to make it more comfortable and inspiring. The method applied included observation, coordination with the school, collection of book donations, and the design of a literacy tree as the main icon of the Literacy Zone. The results analysis revealed an increase in student visits to the library after the program’s implementation. Furthermore, subject-based teaching media enhanced students’ motivation to learn and reinforced their understanding of classroom materials. In conclusion, the “Literacy Zone” program effectively supported the School Literacy Movement and successfully promoted a sustainable reading culture. Recommendations include maintaining the sustainability of book collections, preserving facilities, and expanding the range of literacy activities.
KONTRIBUSI MAHASISWA KKN-T IAKN TORAJA BAGI PENINGKATAN KUALITAS KEBERSIHAN DI KELURAHAN TAWALIAN Serdianus Serdianus; Iis Dahlia; Irmayanti Mangi'; Jhoni Darwin Daen; Mirna Kanna'; Natalia Natalia; Nelawati Limbong Bulawan; Nildon Nildon; Nova Tibe; Rusweni Banawa; Syukur Tandi; Selsilia Bellang; Wenniarti Lius
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v2i2.56

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan dampak positif secara langsung melalui pendekatan partisipatif. Artikel ini membahas kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan di Desa Tawalian. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kerja bakti bersama warga, serta pembuatan sarana pendukung seperti tempat sampah dan papan imbauan. Melalui interaksi yang aktif dan pendekatan yang komunikatif, mahasiswa berhasil mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sejahtera. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran warga terhadap pentingnya kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. Dengan demikian, KKN menjadi sarana yang efektif dalam membangun sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat lokal dalam mewujudkan perubahan sosial yang positif. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa bukan hanya sekadar menjalankan program formal, melainkan mampu menghadirkan nilai yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat. The Community Service Program (KKN) is a form of student community service that aims to deliver a direct, positive impact through a participatory approach. This article discusses the contributions of KKN students to improving environmental cleanliness and health in Tawalian Village. Activities included education on clean and healthy living behavior (PHBS), community service with residents, and the creation of supporting facilities such as trash cans and warning boards. Through active interaction and a communicative approach, students encouraged community participation in maintaining a prosperous environment. The results of this activity show an increase in community awareness of clean areas and the importance of environmental cleanliness as part of efforts to create a better quality of life. Thus, KKN is an effective means of building synergy between higher education and local communities in realizing positive social change. This activity also proves that the presence of students is not just about carrying out formal programs but is able to present sustainable values that benefit the community.

Page 2 of 2 | Total Record : 17