cover
Contact Name
Serdianus
Contact Email
dhypha1987@gmail.com
Phone
+6282394669244
Journal Mail Official
bida.iakntoraja@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IAKN Toraja Jalan Poros Makale - Makassar Km. 11,5, Kelurahan Rante Kalua', Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia (91871).
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30629241     DOI : https://doi.org/10.34307/bida.v1i1
Core Subject :
Bida, sinonimnya: keturunan (bangsawan Toraja), zuriah. Dari perspektif filsafat-antropologi Toraja dimaknai sebagai manusia yang ter/di-pilih karena dianggap sebagai keturunan yang memiliki kecakapan: kebijaksanaan (kinaa), kekayaan (sugi’) dan keberanian (barani). Dalam budaya tradisional Toraja, ketiga kapabilitas tersebut bukan hanya melulu bersifat genealogis, tetapi terutama diperoleh melalui pengembangan, latihan, habituasi yang melahirkan karakter. Bida menjadi atribut karakter diri manusia Toraja yang memperoleh pertumbuhan kualitas hidup dengan mendayagunakan kultur domestik sebagai medium humanisasi. Secara teologis, setiap orang percaya telah diangkat menjadi anak dari Pencipta alam semesta (Puang Matua), dengan demikian setiap orang percaya yang memiliki ketiga keunggulan tersebut adalah bida. FOCUS AND SCOPE Jurnal ini memuat ide maupun hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat maupun penelitian terapan . Secara khusus Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat , berfokus pada kegiatan pengembangan dan implementasi pemberdayaan, pengembangan dan peningkatan potensi masyarakat meliputi: Pelayanan masyarakat: Pelatihan dan Pendampingan; Pemberdayaan masyarakat; Pengembangan Pendidikan Berkelanjutan (education for sustainable development).
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
PENDAMPINGAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM PELAKSANAAN EKPD DI GEREJA KIBAID TONDON SANGBUA Serdianus Serdianus; Ayu Ningtias Gelong; Mariani Dudung
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i1.1

Abstract

Eksplorasi Kepribadian dan Potensi Diri (EKPD) di Gereja KIBAID Jemaat Tondon Sangbua merupakan bagian dari pengejawantahan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Kristen (PAK). EKPD ini adalah salah satu usaha mahasiswa untuk menjalin relasi dan terlibat dalam pelayanan gerejawi. Gereja KIBAID Tondon Sangbua berpotensi untuk menjadi tempat EKPD karena di gereja ini terdapat ibadah umum jemaat, ibadah pemuda, ibadah sekolah minggu, dan perkunjungan ke rumah jemaat. Pada ibadah-ibadah ini gereja setempat membutuhkan tenaga tambahan agar pelaksanaan pelayanan semakin menjangkau lebih banyak jemaat. Pada bagian inilah mahasiswa dapat mengambil peran dalam EKPD. Metode pelaksanaan EKPD di Gereja KIBAID Jemaat Tondon Sangbua adalah parsipatoris dan eksperimental dengan lima tahapan, yaitu pembekalan, survei lokasi, pengantaran, monitoring, dan penarikan. Melalui pelaksanaan EKPD di Gereja KIBAID Jemaat Tondon Sangbua ditemukan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan sikap percaya diri seperti tampil di depan umum sebagai liturgis, memimpin doa, menyampaikan renungan, dan pelayanan sebagai guru sekolah minggu; menjelaskan materi cerita Alkitab dengan baik; mampu mendampingi anak sekolah minggu yang membutuhkan perhatian khusus seperti anak yang minder atau bahkan anak yang terlalu aktif ketika ibadah berlangsung; hingga mampu mengembangkan kemampuan sosial dan komunikasi yang baik dengan jemaat setempat. The Exploration of Personality and Self-Potential at KIBAID Church, Tondon Sangbua, is a manifestation of the Three Pillars of Higher Education by Christian Religious Education students. This initiative aims to foster relationships and engage in church services, addressing the church's need for additional assistance during various congregational activities. The EKPD implementation method is participatory and experimental, encompassing orientation, location survey, facilitation, monitoring, and evaluation stages. Results show that students successfully developed self-confidence by actively participating in public roles, such as leading prayers and delivering reflections. They excelled in explaining Bible stories, effectively accompanying Sunday school children with special needs, and improving their social and communication skills within the local congregation. The EPSP program not only benefits students but also contributes to enhancing church services and community engagement.
LITERASI ALKITAB SIKLUS TAHUN GEREJA MASA ADVEN SAMPAI NATAL DI GEREJA TORAJA JEMAAT MA’DONG DAN BUTTU LEPONG, DENPINA, TORAJA UTARA Mery Toban; Serdianus Serdianus; Setblon Tembang; Christian Elyesar Randalele; Yanni Paembonan; Bartolomius Budi; Anugerah Agustus Rando; Lorensy Kadang; Defri Meilepen; Erayanti Paelongan; Tania Stevannie
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i1.3

Abstract

Alkitab sebagai dasar hidup orang Kristen sangat perlu dibaca. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat, remaja lebih mempunyai aktivitas yang memanfaatkan gadget dalam aktivitasnya. Peluang inilah yang dimanfaatkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK). Pengenalan yang mendalam dapat diperoleh melalui kronologi kisah Alkitab, yang dapat membantu mereka memahami nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung di dalamnya. Masalah yang terjadi adalah sebagian besar anak remaja belum rutin membaca Alkitab, sehingga pengetahuan tentang Alkitab masih sangat kurang. Hal serupa ditemukan ketika tim FKIPK melaksanakan kegiatan desa binaan di Ma’dong, Denpina, Toraja Utara. Khususnya di Gereja Toraja Jemaat Ma’dong dan Jemaat Buttu Lepong ditemukan bahwa sekolah minggu anak remaja yang mengikuti Gerakan Cinta Alkitab (GCA) belum konsisten saat monitoring dan evaluasi dilaksanakan dalam PkM tahun 2022. Metode yang digunakan adalah bercerita, video atau gambar, permainan atau aktivitas, aplikasi Quizizz. Berhubung keterbatasan waktu maka fokus pada kronologi kisah dan karakter tokoh Alkitab, didasarkan pada kalender gerejawi dengan memilih kisah dan tokoh pada masa Adven sampai Natal. Berdasarkan hasil penelitian PkM maka dapat disimpulkan bahwa anak remaja memahami konteks sejarah dan budaya, kisah dan karakter tokoh dalam Alkitab dan menunjukkan penerapan nilai-nilai spiritual dan moral melalui kisah dan karakter tokoh dalam Alkitab. The Bible as the basis of Christian life really needs to be read. With the increasingly rapid development of technology, teenagers have more activities that utilize gadgets in their activities. This opportunity is utilized in Community Empowerment activities at the Faculty of Teacher Training and Christian Education. An in-depth introduction can be obtained through the chronology of Bible stories, which can help them understand the spiritual and moral values ??contained therein. The problem that occurs is that most teenagers do not read the Bible regularly, so their knowledge of the Bible is still very lacking. A similar thing was found when the faculty team carried out assisted village activities in Ma'dong, Denpina, North Toraja. Especially in the Toraja Church, Ma'dong Congregation and Buttu Lepong Congregation, it was found that the Sunday school of teenagers who took part in the Bible Love Movement was not consistent when monitoring and evaluation was carried out in Community Empowerment in 2022. The methods used were storytelling, videos or pictures, games or activities, Quizizz app. Due to time constraints, the focus is on the chronology of the stories and characters of Bible characters, based on the ecclesiastical calendar by selecting stories and characters from Advent to Christmas. Based on the results of the Community Empowerment research, it can be concluded that teenagers understand the historical and cultural context, stories and characters of figures in the Bible and demonstrate the application of spiritual and moral values ??through the stories and characters of figures in the Bible.
PENGUATAN SOLIDARITAS BERBASIS KEARIFAN LOKAL: KERUKUNAN ANTARUMAT BERAGAMA DALAM TRADISI MA’GERE’ TEDONG DI LEMBANG GANDANGBATU Syukur Matasak; Darius Darius; Jems Alam; Ones Kristiani Rapa; Yohanes Krismantyo Susanta; Ferdy Alextian Sapan; Jimmy Sucipto; Prani Yustiana; Kristen Rahel Palimbong; Jeni Bunga; Berniwati
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i1.4

Abstract

Masyarakat plural adalah masyarakat yang beragam dalam hal agama, budaya, suku, tras, bahasa, dan lain. Konteks masyarakat berbeda seperti ini selain indah, namun juga rentan dengan hadirnya konflik. Salah satu masyarakat plural di Tana Toraja adalah masyarakat Gandangbatu. Meskipun  masyarakat ini sarat dengan berbagai agama, suku, dan bahasa, namun masyarakat ini justru hidup harmonis satu dengan yang lain. Keberadaan masyarakat yang harmonis ini, maka pentingnya untuk terus memberikan penguatan untuk mempertahakan kehidupan yang harmonis melalui solidaritas kearifan lokal. Karena itu, metode yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Focus Group Discussion. Metode ini dilakukan dilakukan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan  Institut Agama Kristen Negeri Toraja secara kolaboratif dan sinergitas memberikan peguatan solidaritas sosial kearifan lokal untuk mempertahakan kerukunan antarumat beragama dalam tradisi ma’gere’ tedong di Lembang Gandangbatu. Hasil dari Pengabdian kepada Masyarakat  ini menunjukkan bahwa Tradisi ma’gere’ tedong bukan hanya sebagai praktik budaya, tetapi memiliki makna untuk mempersatukan masyarakat plural. Selain itu, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan Perguruan tinggi Institut Agama Kristen Negeri Toraja memiliki peran besar untuk memberikan penguatan-penguatan dan menjaga kearifanl lokal di tengah masyarakat Gandang batu. A plural society is a society that is diverse in terms of religion, culture, ethnicity, race, language, and so on. The context of a different society like this is not only beautiful but also vulnerable to the presence of conflict. One of the pluralistic communities in Tana Toraja is the Gandangbatu community. Even though this society is characterized by various religions, tribes and languages, this society actually lives in harmony with one another. For the existence of a harmonious society, it is important to continue to provide reinforcement to maintain a harmonious life through local wisdom and solidarity. Therefore, the method used in this Community Service is Focus Group Discussion. Focus Group Discussions carried out by involving religious leaders, traditional leaders, community leaders, youth leaders, women's leaders, and universities in a collaborative and synergistic manner to strengthen social solidarity with local wisdom to maintain harmony between religious communities in tradition ma’gere’ tedong in Lembang Gandangbatu. The results of this Community Service show that Tradition ma’gere’ tedong not only as a cultural practice but has the meaning of uniting a pluralistic society. Apart from that, religious leaders, traditional leaders, community leaders, youth leaders, women's leaders, and Institut Agama Kristen Negeri Toraja have a big role in providing reinforcement and maintaining local wisdom in the Gandangbatu community.
INKUBASI LAYANAN MELALUI PEMBINAAN DESA MODERASI BERAGAMA: MERAJUT PERUBAHAN POSITIF DI LEMBANG KAYUOSING Rannu Sanderan; Joni Tapingku; Frans Paillin; Rismawati Ta’dung; Norpin Sangapa
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i1.5

Abstract

Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mempromosikan pengembangan masyarakat di Lembang Kayuosing dengan menerapkan empat pilar Moderasi Beragama dalam lanskap sosio-kultural Toraja yang terus berkembang, dipengaruhi oleh agama dan budaya tradisional. Menggunakan Metode Penelitian Tindakan Partisipatif, studi ini dilakukan di Lembang Kayuosing, melibatkan 11 dosen, 6 mahasiswa, 4 pemimpin desa, dan organisasi masyarakat (170 warga). Metodologi melibatkan seminar, kuliah, dan Diskusi Kelompok Fokus. Toraja menghadapi keragaman agama saat menuju identitas yang berbeda melalui prinsip-prinsip Moderasi Beragama. Lembang Kayuosing dapat berfungsi sebagai model perubahan sosial di setiap desa. Fase penelitian melibatkan pemilihan lokasi, survei, koordinasi rencana kolaborasi, dan eksekusi kegiatan dengan pemantauan dan evaluasi. Layanan PkM membimbing masyarakat untuk memberikan prioritas pada prinsip-prinsip Moderasi Beragama, bertindak sebagai platform untuk pengembangan masyarakat di Desa Moderasi Beragama. Keefektifan PkM dikreditkan kepada Direktorat Bimbingan Masyarakat Kristen, Kementerian Agama, yang mendukung Tim Layanan Inkubasi PkM di IAKN Toraja dan Pemerintah Daerah Tana Toraja. This Community Service (PkM) aims to promote community development in Lembang Kayuosing by applying the four pillars of Religious Moderation within the evolving socio-cultural landscape of Toraja, influenced by religion and traditional culture. Utilizing Participatory Action Research, the study is conducted in Lembang Kayuosing, involving 11 lecturers, 6 students, 4 village leaders, and community organizations (170 residents). The methodology includes seminars, lectures, and Focus Group Discussions. Toraja faces religious diversity as it navigates towards a distinct identity through Religious Moderation principles. Lembang Kayuosing can serve as a model for societal change within each village. The research phases involve site selection, survey, collaboration plan coordination, and activity execution with monitoring and evaluation. The PkM service guides the community to prioritize Religious Moderation principles, acting as a platform for community development in the Religious Moderation Village. The effectiveness of PkM is credited to the Directorate of Christian Guidance, Ministry of Religious Affairs, supporting the PkM Incubation Service Team at IAKN Toraja and Tana Toraja Regional Government.
PENINGKATAN AKSES DAN KUALITAS PENDIDIKAN BERBASIS PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL UNTUK MENDORONG MODERASI BERAGAMA DI DESA PABATAN Anissa Citra Paonganan; Admadi Balloara Dase; Sernilia Malino; Sepriadi Bunga; Sumiati Putri Natalia; Markus Sakke Pauranan; Hasrat Dewi Rante Allo; Zefanya Sambira; Saputra Tandi Linggi'; Andrio Ratte; Kesaktian Panan; Sriyanti Rahayu Pabebang
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i1.6

Abstract

Indonesia merupakan negara yang majemuk yang memiliki keberagaman suku, budaya, ras, agama dan lain sebagainya. Keberagaman tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi geografis. Pada kondisi tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pendidikan. Kualitas, fasilitas dan akomodasi menjadi penghalang bagi sekolah-sekolah yang ada di daerah terpencil. Kami melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam rangka membuka wawasan untuk meraih cita-cita mereka. Oleh karena itu, metode yang kami gunakan yaitu pembelajaran multikultural serta pendampingan dengan menerapkan konsep mentoring. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu siswa merasa terdorong dalam belajar, memiliki semangatan juga mampu meluapkan emosi mereka melalui metode-metode pembelajaran yang diberikan.  Indonesia is a diverse country that has a diversity of ethnicities, cultures, races, religions, and so on. This diversity is also influenced by geographical conditions. This condition has a significant impact on education. The quality, facilities and accommodation are barriers for schools in remote areas. So, the authors carried out community service to provide opportunities for students to open their minds to achieve their dreams. Therefore, the method that the authors usedmulticultural learning and mentoring by applying the concept of mentoring. The result of this community service is that students feel encouraged to learn, have enthusiasm  and are able to express their emotions through the learning methods provided.
EDUKASI PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESEHATAN MENTAL REMAJA Antonius Ian Bayu Setiawan
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i2.7

Abstract

Bullying telah menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan dan memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental bagi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab bullying, dampaknya terhadap remaja, dan kaitannya dengan pencegahan bullying untuk menjaga kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode participatory action research (PAR), penelitian ini melibatkan partisipasi aktif siswa untuk berbagi pengalaman (sharing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying disebabkan oleh faktor multidimensional, meliputi aspek individual, keluarga, teman sebaya, sekolah, dan pengaruh media sosial. Dampak bullying mencakup dimensi fisik, psikologis, dan sosial, dengan dampak yang dapat bertahan hingga usia dewasa. Secara khusus, bullying berkorelasi kuat dengan penurunan kesehatan mental, menimbulkan berbagai gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan penurunan harga diri. Berdasarkan hasil berbagi pengalaman (sharing) dari siswa, penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab bullying seperti keluarga, teman sebaya, dan media sosial. Perilaku bullying juga berdampak terhadap dimensi fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu upaya pencegahan dan intervensi bullying memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai stakeholder baik di lingkungan sekolah dan masyarakat. Edukasi pencegahan bullying tidak hanya bertujuan mengurangi kasus bullying, tetapi juga sebagai langkah proaktif dalam menjaga kesehatan mental remaja sekaligus menekankan pentingnya membangun lingkungan yang aman dan mendukung bagi perkembangan generasi muda. Bullying has become a serious problem in the world of education and has a significant impact on the mental health of adolescents. This study aims to analyze the factors that cause bullying, its effects on adolescents, and its relationship to mental health. This study uses the Participatory Action Research (PAR) method, which involves students’ active participation in the research process. The study results indicate that bullying is caused by multidimensional factors, including individual, family, peer, school, and social media influences. The impact of bullying includes physical, psychological, and social dimensions, with implications that can last into adulthood. In particular, bullying is strongly correlated with decreased mental health, causing several psychological disorders such as depression, anxiety, and reduced self-esteem. This study concludes that bullying prevention and intervention efforts require a holistic approach involving several stakeholders in the school environment and the community. Bullying prevention education is not only aimed at reducing cases of bullying but also as a proactive step in maintaining adolescent mental health while emphasizing the importance of building a safe and supportive environment for the development of the younger generation.
PEMBERDAYAAN REMAJA PEREMPUAN GAP YEAR LEWAT PELATIHAN BUKET BUNGA KREATIF DI BAYUMUNDU Nadlira Nurazkia
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i2.8

Abstract

Banyak Remaja gap year khususnya perempuan di Desa Bayumundu, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang yang membutuhkan kegiatan produktif untuk mengisi kekosongan di masa jeda tahun. Dalam situasi seperti ini, pelatihan membuat buket bunga adalah solusi alternatif yang kreatif dan berpotensi menguntungkan. Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis kepada remaja, tetapi juga membuka kemungkinan bagi mereka untuk mengeksplorasi dan mengembangkan usaha kreatif. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Peserta pelatihan cukup antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian dari awal sampai dengan selesai. Many teenagers taking a gap year, especially girls in Bayumundu Village, Kaduhejo District, Pandeglang, need productive activities to fill their time during this period. In this situation, flower bouquet making training offers a creative and potentially profitable alternative. This training not only provides practical skills to teenagers but also opens opportunities for them to explore and develop creative businesses. The training was conducted in three stages: preparation, implementation, and evaluation. The participants were very enthusiastic about taking part in the community service activities from start to finish.
SEMINAR KEHARMONISAN KELUARGA: PEMBINAAN TERHADAP KELUARGA KRISTEN DI PPA ID0622 ZION TAKONG, KEC. TOHO, KAB. MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT Romelus Blegur; Rajokiaman Sinaga; Nehemia Natanael Simatupang; Jepriadi Jepriadi
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i2.9

Abstract

Keharmonisan keluarga merupakan hal yang penting dalam membangun keutuhan keluarga di tengah maraknya konflik dan perceraian dalam keluarga. Masalah tersebut bersifat global sehingga tidak ada satupun keluarga yang luput dari ancamannya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan guna mengantisipasi ancaman tersebut yang berpotensi terjadi di tengah keluarga anak PPA ID0622 Zion Takong. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi guna membangun dialog yang aktual serta relevan dengan pengalaman konteks. Beberapa pokok yang dikemukakan dalam ceramah dan diskusi adalah: pertama, pengertian keharmonisan keluarga; kedua, landasan alkitabiah keharmonisan keluarga; ketiga, Keharmonisan dalam keluarga menurut Efesus 5:22-25; 6:1-4. Hasil dai kegiatan ini adalah peserta memberikan respon positif serta menerima tantangan untuk berkomitmen membangun keluarga yang harmonis. Family harmony is important in building family unity amidst widespread conflict and divorce in the family. This problem is global so that no family is immune from the threat. Community Service Activities were carried out to anticipate this threat which could potentially occur in the family of child PPA ID0622 Zion Takong. The methods used in this activity are lectures and discussions to build dialogue that is actual and relevant to the contextual experience. Some of the points raised in the lectures and discussions were: first, the meaning of family harmony; second, the biblical basis for family harmony; third, harmony in the family according to Ephesians 5:22-25; 6:1-4. The results of this activity were that participants gave positive responses and accepted the challenge to commit to building a harmonious family.
PENGABDIAN MASYARAKAT INTERNASIONAL: LAYANAN PADA PEKERJA MIGRAN INDONESIA, PENGUNGSI, DAN KERJASAMA INTERNASIONAL DI MALAYSIA Naomi Sampe; Berna Sule; Budin Nurung; Andarias Tandi Sitammu; Jhon Ua' Tandipau'
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i2.13

Abstract

Pengabdian masyarakat Prodi Misiologi IAKN Toraja di Malaysia bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada pekerja migran Toraja yang menghadapi tantangan status ilegal, serta penguatan jejaring lintas-budaya melalui studi misi dan layanan internasional. Dengan melibatkan tujuh peserta, kegiatan ini meliputi kunjungan ke gereja-gereja seperti Gereja Toraja Jemaat Kuala Lumpur dan International Church of Mont Kiara, lembaga misi internasional, serta Elshaddai Refugee Center di Klang. Metode yang diterapkan mencakup pendekatan partisipatif melalui penguatan spiritual, pemberian bantuan praktis, dan studi banding misiologi diaspora. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas akademik dan profesional dosen serta mahasiswa melalui pengalaman lapangan langsung, selain memberikan manfaat signifikan kepada mitra eksternal seperti gereja-gereja dan pengungsi. Temuan utama mencakup keberhasilan dalam membangun kerja sama internasional, memperkuat jejaring misi lintas-budaya, dan memberikan dampak positif pada kelompok marginal. Studi ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas-negara dalam mendukung komunitas diaspora dan pengungsi. Pengabdian ini juga memberikan kontribusi strategis terhadap pengembangan misiologi diaspora sebagai bagian dari agenda akademik global. The community service program by the Missiology Department of IAKN Toraja in Malaysia aimed to provide assistance to Torajan migrant workers facing challenges related to their illegal status and to strengthen cross-cultural networks through mission studies and international service. Involving seven participants, the activities included visits to churches such as the Toraja Church of Kuala Lumpur and the International Church of Mont Kiara, international mission organizations, and the Elshaddai Refugee Center in Klang. The methods employed were participatory approaches encompassing spiritual support, practical assistance, and comparative studies on diaspora missiology. The results demonstrated significant improvements in the academic and professional capacities of faculty and students through hands-on field experiences, while also benefiting external partners such as churches and refugees. Key findings included the successful establishment of international collaborations, the strengthening of cross-cultural mission networks, and a positive impact on marginalized groups. This study underscores the importance of cross-national collaboration in supporting diaspora communities and refugees. Additionally, the program contributes strategically to developing diaspora missiology as part of the global academic agenda.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK BABI DI TANA TORAJA MELALUI MANAJEMEN PAKAN DAN PEMELIHARAAN EFISIEN Yosbekasa Yosbekasa; Dorce Dasa
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i2.17

Abstract

Ternak babi memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Tana Toraja. Namun, produktivitas ternak babi sering menghadapi tantangan berupa efisiensi pemberian pakan, manajemen pemeliharaan, dan keterbatasan penerapan teknologi modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan yang dapat meningkatkan produktivitas ternak babi melalui manajemen pakan yang efisien dan teknologi modern. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan peternak, serta uji penerapan formulasi pakan berbasis bahan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi pakan dapat meningkat hingga 30% dengan pendekatan modern, sementara produktivitas babi meningkat sebesar 20% dibandingkan metode tradisional. Penelitian ini memberi rekomendasi integrasi teknologi modern dan pelatihan peternak untuk mendukung keberlanjutan peternakan babi di Tana Toraja. Pigs play a vital role in the social, cultural, and economic life of the Tana Toraja community. However, pig farming productivity often faces challenges such as inefficient feed management, suboptimal maintenance practices, and limited application of modern technologies. This study aims to identify approaches to enhance pig farming productivity through efficient feed management and the adoption of modern technologies. The research was conducted through field observations, interviews with local farmers, and trials using locally sourced feed formulations. The results indicate that feed efficiency can be improved by up to 30% with modern approaches, while pig productivity increased by 20% compared to traditional methods. This study recommends the integration of modern technology and farmer training to support the sustainability of pig farming in Tana Toraja.

Page 1 of 2 | Total Record : 17