cover
Contact Name
Widhi Kurniawan
Contact Email
kurniawan.widhi@uho.ac.id
Phone
+62 813-1023-6923
Journal Mail Official
jipho@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo. Kampus Hijau Bumi Tridharma Jl. H.E.A. Mokodompit, Anduonohu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia 93232.
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25481908     DOI : https://doi.org/10.56625
Fokus JIPHO mempublikasikan hasil penelitian original dan artikel tentang peternakan tropis seperti sapi, kambing, kerbau, babi, domba, kelinci, kuda, ayam, itik, angsa, puyuh, dan aneka ternak lainnya. Ruang lingkup Ruang lingkup JIPHO meliputi pemuliaan dan genetika, reproduksi, fisiologi, nutrisi, teknologi pakan, hijauan pakan, produksi ternak, bioteknologi, tingkah laku, kesehatan, sistem peternakan, sosial ekonomi, kebijakan, dan teknologi hasil ternak.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2024):" : 15 Documents clear
Pengaruh Kepadatan kandang Terhadap Performa Produksi Ayam Kampung (Gallus gallus domesticus) Fase Grower Rahmat Hidayat; Rusli Badaruddin; Asma Bio Kimestri; Hamdan Has
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i1.45350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kepadatan kandang terhadap performa produksi ayam kampung (Gallus gallus domesticus) fase grower. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 5 ulangan sehingga terdapat 15 unit satuan percobaan, setiap ulangan terdiri dari 12, 14, dan 16 ekor ayam. Perlakuan yang digunakan adalah : P1 = kepadatan 12 ekor/kandang, P2 = kepadatan 14 ekor/kandang, P3 = kepadatan 16 ekor/kandang. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (pbb), dan konversi pakan (FCR). Berdasarkan hasil penelitian, kepadatan kandang memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap konversi pakan ayam kampung.
Pengaruh Subtitusi Daging Ikan Lele Terhadap Kualitas Fisik Dan Organoleptik Bakso Daging Ayam Petelur Afkir St Nur Anggraeni; Muh Amrullah Pagala; Harapin Hafid
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i1.43432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh subtitusi ikan lele terhadap kualitas fisik dan sensori bakso ayam petelur afkir. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut, (P0) 100% daging ayam petelur afkir, (P1) 80% daging ayam petelur afkir: 20% ikan lele, (P2) 70% daging ayam petelur afkir: 30% ikan lele, (P3) 60% daging ayam petelur afkir: 40% ikan lele, (P4) 50% daging ayam petelur afkir: 50% ikan lele. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah Uji Organoleptik Bakso Daging Ayam Petelur Afkir tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Terhadap semua peubah baik warna, bentuk, aroma, tekstur, cita rasa dan penerimaan umum terhadap bakso, aroma, keempukan, rasa, tekstur dan warna bakso. Kata Kunci: Daging Ayam afkir, Ikan Lele, Bakso, Kualitas Organoleptik.
Pengaruh Level Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Total Bakteri, pH dan Keempukan Daging Sapi Citra Kusuma; Herlina Irawati Permadi; Anna Dwi Putri
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i1.46139

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh level ekstrak daun kecombrang (Etlingera elatior) terhadap total bakteri, pH dan keempukan pada daging sapi sebagai bahan pengawet alami. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan ulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan terdiri dari 6 macam perlakuan yaitu T0 = Daging sapi dengan perendaman aquades, T1 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 1,5%, T2 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 3%, T3 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 4,5%, T4 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 6% dan T5 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 7,5%. Perendaman dilakukan selama 30 menit. Peubah yang diukur adalah total bakteri, pH dan keempukan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa level ekstrak daun kecombrang berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap total bakteri dan pH. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial hubungan level perendaman ektrak daun kecombrang terhadap total bakteri digambarkan secara cubic dengan persamaan garis y = 8,862 – 0,388x + 0,077x2 – 0,009x3 dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 55,7%. Hasil yang diperoleh dari total bakteri yaitu tertinggi pada T0 total bakteri sebesar 8,94±0,70 log cfu/gr dan terendah pada T5 sebesar 6,52±0,31 log cfu/gr. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial hubungan level perendaman ektrak daun kecombrang terhadap pH digambarkan secara linier dengan persamaan garis y = 5,10 + 0,019x dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 53,9%. Hasil pH terendah pada T1 sebesar 5,10 ± 0,03 dan tertinggi pada T5 sebesar 5,20 ± 0,02. Pada keempukan berpengaruh tidak nyata (P> 0,05) dengan rataan kisaran 0,02-0,03 mm/gr/dt. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi level ekstrak daun kecombrang, maka semakin dapat menurunkan total bakteri dan meningkatkan pH daging sapi.
Uji Resistesi Salmonella sp. terhadap Ampisilin, Isolat Hasil Koleksi dari Ayam Broiler pada Tempat Pemotongan Unggas di Pasar Tradisional Kota Kendari Fardin Fardin; Achmad Selamet Aku; Yamin Yaddi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i1.44932

Abstract

Peternakan ayam broiler merupakan salah satu komoditas peternakan yang memiliki prospek pengembangan yang sangat baik baik pada skala industri maupun skala peternakan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Salmonella sp. dari ayam broiler pada kandang penampungan di Tempat Pemotongan Unggas pasar tradisional Kota Kendari, serta mengetahui tingkat resistensi Salmonella sp. tersebut terhadap ampisilin. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah usap kloaka, dengan total jumlah sampel sebanyak 25 sampel. Sampel berasal dari 5 pasar tradisional dengan tingkat pemotongan terbanyak di Kota Kendari. Identifikasi dilakukan dengan mengkultur bakteri pada media Salmonella Shigella Agar (SSA) yang merupakan media spesifik untuk bakteri Salmonella sp. Kultur bakteri diinkubasi pada suhu 37 °C selama 48 jam. Hasil positif ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan bakteri berwarna hitam pada media SSA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Salmonella sp. dapat diisolasi dari usap kloaka ayam broiler pada seluruh pasar tradisional di Kota Kendari. Uji Resitensi Salmonella sp. terhadap ampisilin pada 25 sampel menunjukkan hasil masing-masing 40% (25/10) sampel masih sensitif/susceptible, 32% (8/28) telah resisten dan 28% (7/25) tergolong Intermediate. Status resistensi bakteri Salmonella sp. pada ayam broiler dapat terjadi karena penggunaan antibiotic yang tidak terkontrol selama masa pemeliharaan dan/atau melalui interaksi/infeksi yang terjadi saat ayam tersebut berada di kandang penampungan di Tempat Pemotongan Unggas yang berada di pasar tradisional. Kata kunci: Ampisilin ,Ayam broiler, Resisten, Salmonella sp.
Estimasi Kualitas Karkas Hidup pada Kerbau Rawa dan Kerbau Sungai dengan Ultrasonografi pada Berbagai Umur Veni RVS; Isdoni Isdoni; Agung S. P. Lumban Tobing; Mokhamad Fakhrul Ulum
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i1.30041

Abstract

Ultrasonography is a non-invasive diagnostic tool which potential for examining carcasses periodically, cheap, easy, and accurate to demonstrate carcass characteristics, quantity and quality of meat. This study aims to predict the quality of live carcass in swamp buffaloes and river buffaloes based on age and breed by ultrasonography. Ultrasound imaging was carried out with a longitudinal and transverse point of view using a convex transducer with a frequency of 5 MHz and a depth of 180 mm. There were 10 swamp buffaloes and 10 river buffaloes that were grouped into 1-3 years (n = 5) and 3-6 years (n = 5). The result of ultrasound images appears as anechoic images of muscle and hyperechoic images of fat and bone. Carcass analysis used AUSMEAT with the regression y = 0.4546+0.1697 x with R2 of 0.9833 for marbling score and the regression y = - 0.03003+0.4217 x with R2 of 0.9933 for percentage of intramuscular fat showed that swamp buffaloes and river buffaloes aged 3-6 years had the Longissimus dorsi muscle thickness, rump muscle thickness, backfat thickness, rump fat thickness, marbling score and percentage of intramuscular fat were higher than aged 1-3 years (P<0.05). However, analysis of ultrasound images based on breed showed that swamp buffaloes and river buffaloes had the same carcass quality (P>0.05).

Page 2 of 2 | Total Record : 15