cover
Contact Name
-
Contact Email
dyah.rohma87@gmail.com
Phone
+6281317620486
Journal Mail Official
dyah.rohma87@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stikestujuhbelas.ac.id/index.php/jurkestb/about/editorialTeam
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB)
ISSN : 20857098     EISSN : 27150976     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) merupakan media publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, Surakarta. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, studi literatur, konsep keilmuan, dan teknologi inovatif dalam bidang kesehatan. Ruang lingkup artikel meliputi bidang keperawatan, kebidanan, farmasi, dan bidang kesehatan lainnya. Jurnal Kesehatan Tujuh Belas terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan November dan Mei.
Articles 82 Documents
UJI AKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF DARI EKSTRAK BUNGA KRISAN (Chrysanthemum cinerariaefolium (Trevir.)Vis.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Rifkarosita Putri Ginaris
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 4 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masker wajah peel-off persiapan kosmetik perawatan kulit berbasis gel yang akan mengembang,lapisan film elastis setelah dioleskan ke kulit untuk jangka waktu tertentu sebelum mengering,sehingga dapat dikupas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menetapkan tingkat konsentrasipolivinil alkohol (PVA) yang digunakan sebagai bahan dasar masker peel off menggunakanekstrak bunga krisan dan mendapatkan nilai IC50 yang terbaik sebagai antioksidan. Metode yangdigunakan dalam proses ekstraksi adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. KonsentrasiPVA yang digunakan 2,5%; 8,75%; dan 17,5%. Uji sifat fisik meliputi uji organoleptis,homogenitas, daya sebar, pengukuran pH, waktu mengering dan aktivitas antioksidan.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa ekstrak bunga krisan dapat diformulasikanmenjadi sediaan masker wajah peel off, formula dengan konsentrasi PVA 8,75% telah memenuhisyarat sediaan dengan parameter uji organoleptis, daya sebar sebesar 5,69 cm, nilai pH 4,17,waktu mengering 26,5 menit dengan antioksidan kuat nilai IC50 200,15 ppm.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA JERUK KINGKIT (Triphasia trifolia Dc) DENGAN METODE TITRASI IODIMETRI Asri Nur Hayati; Sutaryono; Tri Yudianto
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 4 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk Kingkit (Triphasia trifolia Dc) merupakan salah satu tanaman yang belum banyak dikenalmasyarakat dan mengandung vitamin C yang merupakan salah satu jenis antioksidan yang pentingbagi tubuh. Vitamin C dalam tubuh berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan zat perekatyang menghubungkan sel-sel dengan sel dari berbagai jaringan. Tujuan penelitian ini yaitu untukmengidentifikasi kandungan dan mengetahui kadar vitamin C pada jeruk kingkit (Triphasia trifoliaDc) dengan metode titrasi iodimetri. Penetapan kadar vitamin C dapat dilakukan denganmenggunakan metode iodimetri. Metode penelitian ini adalah observasional. Penelitian inimenggunakan sampel buah jeruk kingkit. Penelitian diawali dengan determinasi tanaman,kemudian dilakukan uji kualitatif, pembuatan larutan baku iodium 0,1 N dan penetapan kadarvitamin C pada jeruk kingkit. Pada saat titrasi dilakukan replikasi 3 kali untuk membandingkanhasil dari setiap titrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara uji kualitatif sampelmengandung vitamin C , dengan normalitas yang diperoleh 0,118 N dan hasil uji kuantitatifmenggunakan metode iodimetri kadar vitamin C pada buah Jeruk Kingkit (Triphasia trifolia Dc)dihasilkan rata-rata sebesar 0,0276 % b/v atau 2,763 mg/10000 mg.
PENGARUH PENGGUNAAN BEDONG TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI USIA 3 BULAN Eka Ramdhani; Reni Purbanova
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 4 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan motoric bayi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah budaya.Budaya di Indonesia yang masih berkembang sampai saat ini adalah pemberian bedong pada bayi.Bedong dipercaya dapat membantu meluruskan kaki bayi, selain itu bayi juga lebih tenang karenabayi merasa lebih hangat dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpemberian bedong terhadap perkembangan motoric bayi usia 3 bulan. Metode penelitian inimenggunakan kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Metode penelitian inidilakukan kepada bayi yang berusia 1-3 bulan dengan jumlah 5 responden yang di dalamnyaterdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan. Bayi tersebut akan diobservasi mengenai perkembanganmotoriknya. Uji statistic uji chi square (?²) menunjukkan nilai ? = 0,025. Maka dari itu nilai ? =0,025 < ? = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara lama pemberianbedong bayi terhadap perkembangan motorik bayi usia 3 bulan. Dari 4 responden yang dibedongdengan waktu cukup lama dan mengalami keterlambatan perkembangan motorik sedangkan 1 bayimengalami perkembangan motorik normal dengan durasi cepat dalam pemberian bedong.Berdasarkan observasi yang didapatkan salah satu pengaruh perkembangan motorik bayi adalahlama pemberian bedong. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan dari keseluruhan respondenpeneliti menyatakan bahwa 4 responden mengalami keterlambatan perkembangan motorik dan 1responden mengalami perkembangan motorik normal.
PENGARUH TERAPI PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI RUANG POST MATERNAL PARTUM (PMP) PUSKESMAS BUMIAYU KABUPATEN BREBES Ahmad Zakiudin; Fitriyani Setiyaningsih
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 4 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI padaibu post partum di ruang post maternal partum (PMP) puskesmas Bumiayu Kabupaten Brebes2020. Metode penelitian yang digunakan adalah pra experiment (kegiatan percobaan yangbertujuan untuk mengetahui suatu pengaruh yang timbul sebagai akibat adanya perlakuantertentu) dengan menggunakan one groups pretest-post test design, yaitu desain eksperimen yangmenggunakan satu kelompok subjek serta melakukan pengukuran sebelum dan sesudahpemeberian perlakuan pada subjek. Rancangan ini untuk mengetahui efek sebelum dan sesudahperlakuan, Analisis pada penelitian ini menggunakan uji t-Test. Dari hasil pengujian statistikdengan menggunakan uji T-test diperoleh nilai significancy 0,000 (p<0,05). Sehingga dapatdisimpulkan secara statistik Ha diterima dan Ho ditolak artinya dapat disimpulkan bahwaterdapat pengaruh terapi pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum diPuskesmas Bumiayu. Sehubungan dengan hasil penelitian ini diharapan ibu-ibu post partumdengan dibantu suami atau keluarga di rumah dapat memberitahukan ke masyarakat sekitarsehingga menambah pengetahuan serta wawasan untuk menerapkan pijat oksitosin sebagai salahsatu solusi untuk mengatasi masalah ASI yang tidak lancar.
MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PUSKESMAS KABUPATEN KARANGANYAR Sinta Wisma Sari; Martha Tamo Inya
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah medis sebagai bahan sisa hasil kegiatan pelayanan medis yang berpotensi terkontaminasi oleh zat yang bersifat infeksius. Kegiatan puskesmas menghasilkan timbulan limbah medis. Limbah medis yang tidak tertangani dengan baik akan mencemari lingkungan puskesmas, untuk meminimalsir hal tersebut, perlu adanya managemen penglolan limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Manajemen Pengelolaan Limbah Medis Puskesmas Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, keabsahan data dilakukan teknik triangulasi baik metode maupun sumber informannya, informan penelitian yaitu informan pertama Puskesmas Tasik Madu, informan kedua puskesmas karanganyar dan informan ketiga Puskesman Jaten I. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pengelolaan limbah medis di Puskesmas tasik madu, Puskesmas karanganyar dan puskesmas jaten di Kabupaten karanganyar secara umum sudah dilakukan dengan baik sesuai dengan standart, namun belom dilakukan secara mandiri dan masih bekerja sama dengan pihak ke-3 yaitu PT. Ara. Perbandingan proses pengelolaan limbah medis di Puskesmas tasik madu, Puskesmas karanganyar dan puskesmas jaten di Kabupaten karanganyar secara umum tergolong sama tidak ada perbedaan yang signifikan dan masih terdapat kelemahan dalam segi pengangkutan sampah yang dilakukan 2 hari sekali padahal seharusnya dalam waktu setiap 24 jam harus diangkut. Kendala pada pengelolaan limbah medis di kabupaten karanganyar yaitu menegemen proses pengelolaan limbah medis belum sepenuhnya maksimal karena pihak puskesmas tidak mempunyai insinerator/ autoklaf/gelombang mikro. Limbah medis dari puskesmas, harus dilakukan pengelolaan limbah medis dengan orientasi memberikan perlindungan terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat, dibutuhkan manajemen dalam pengelolaan yang baik dan benar sesuai statndart. Disarankan bagi pihak puskesmas lebih memaksimalkan dalam manageman penglolaan limbah hingga proses akhir secara mandari tanpa campur tangan pihak lain.
UJI AKTIVITAS DENGAN METODE RANDALL SELITTO EKSTRAK 96% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) Octaviana Dyah Oentari
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi ekstrak daun belimbing wuluh dalam memberikan efek analgesik. Dalam penelitian ini, saya memanfaatkan teknik Randall Selitto yang sering diaplikasikan untuk mengeksplorasi kandidat obat antiinflamasi baru. Proses ekstraksi serbuk daun belimbing wuluh dilaksanakan melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Penelitian ini melibatkan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok, termasuk kelompok yang diberikan ekstrak daun belimbing wuluh 20 mg/200 g berat badan, kelompok kontrol negatif dengan CMC, dan kelompok kontrol positif dengan asam nefemanat.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis 20 mg/200 g berat badan menunjukkan kemampuan analgesik. Diperkirakan bahwa kandungan flavonoid dan steroid dalam daun belimbing wuluh berkontribusi pada efek analgesik tersebut. Efektivitas ekstrak daun belimbing wuluh 20 mg/200 g berat badan terbukti setara dengan kontrol positif, dan pada dosis yang sama, ekstrak tersebut menunjukkan aktivitas analgesik.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL MAHKOTA DAUN NANAS (Ananas comosus) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi Fitri Susilowati; Octaviana Dyah Oentari; Na’imatul Retno Faizah
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas (Ananas comosus) merupkan salah satu tanaman digunakan sebagai bahan herbal alami untuk pengobatan infeksi bakteri. Kandungan kimia mahkota daun nanas adalah kumarin, terpenoid, phlobatannin, alkaloid, fenol, saponin, kuinon, cardiac glycoside, steroid, dan flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol mahkota daun nanas (Ananas comosus) dan konsentrasi ekstrak yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.Ekstraksi mahkota daun nanas menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil ekstraksi dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi menggunakan metode difusi dengan konsentrasi 25 mg/ml, 50 mg/ml, dan 75 mg/ml. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol mahkota daun nanas (Ananas comosus) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, konsentrasi 25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml, dan kontrol positif memiliki respon hambatan lemah. Konsentrasi ekstrak mahkota daun nanas (Ananas comosus) 75 mg/ml paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dengan rata-rata zona hambat 2,20 mm.
UJI MUTU FISIK MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis Soland. Ex Park) DENGAN VARIASI HPMC K15M SEBAGAI GELLING AGENT DAN PROPILEN GLIKOL SEBAGAI HUMEKTAN Alfina Nurrahman
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat antioksidan disebabkan oleh kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang terdapat pada daun kedondong (Spondias dulcis Soland. Ex Park). Setelah diaplikasikan pada kulit dalam jangka waktu tertentu, masker gel peel-off, yaitu sediaan kosmetik berbahan dasar gel, akan mengering dan berubah menjadi lapisan film transparan elastis yang dapat dikupas. Tujuan penelitian ini untuk menilai integritas fisik masker gel peel off yang mengandung ekstrak daun kedondong.Maserasi untuk mengekstraksi daun kedondong memakai etanol 70%. Persentase ekstrak daun kedondong sebesar 1% selanjutnya dimasukkan ke dalam masker gel peel off, dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan HPMC K15M sebagai berikut: Sediaan I (1%:15%) 2%:10% Formula II 3 %:15% Formula III 10%:3% Formula IV 15%: 2% Formula V. Kualitas fisik dievaluasi untuk masing-masing dari lima formulasi.Formulasi masker gel peel off yang mengandung ekstrak etanol 70% daun kedondong secara fisik dikompromikan dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan basa HPMC. Peningkatan konsentrasi propilen glikol mengakibatkan waktu pengeringan lebih lama dan pH asam, sedangkan peningkatan konsentrasi HPMC menurunkan daya sebar dan meningkatkan viskositas.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB.) TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES Na’imatul Retno Faizah
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerawat (acne) adalah penyakit akibat berlebihannya produksi kelenjar minyak (sebum) pada permukaan kulit. Peningkatan jumlah kuman dapat berdampak pada kondisi ini. Bakteri Propionibacterium acnes menyebabkan kulit pecah menjadi pustula dan papula ketika mengekstrak asam lemak bebas dari sebum dan merangsang sel neutrofil membesar. Beberapa tumbuhan, seperti daun pandan aromatik, memiliki sifat antibakteri yang dapat digunakan untuk mengobati jerawat. Penelitian ini merupakan sebuah eksperimen. Daun pandan aromatik dimaserasi dengan etanol 70% kemudian diuapkan dalam rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Kami menggunakan teknik difusi untuk menguji aktivitas antibakteri. Temuan berikut diperoleh dari penelitian ini, yang mengukur zona hambat dalam uji aktivitas ekstrak etanol daun pandan aromatik terhadap bakteri Propionibacterium acnes: 4,43 mm adalah rata-rata zona hambat pada konsentrasi daun pandan aromatik 40 mg/ml. ekstrak; 5,67 mm adalah zona hambat rata-rata pada dosis 50 mg/mlmm.
ANALISIS KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA Reni Purbanova; Ervina Alfidayanti Nugroho
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa remaja merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia yang disebut juga dengan masa transisi, yaitu terjadi perubahan fisik yang cepat dan terkadang tidak seimbang dengan perubahan mental. Kesehatan seksual didefinisikan sebagai keadaan sejahtera secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan seksualitas sedangkan, hak reproduksi adalah hak untuk mencapai standar kesehatan seksual dan reproduksi optimalnya. Termasuk hak untuk membuat keputusan terkait reproduksi tanpa adanya diskriminasi dan kekerasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kesehatan reproduksi pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain penelitian metode deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa sebagian besar remaja mengetahui kehamilan remaja, bahaya rokok, miras dan narkoba, dan penyakit menular seksual dan kekerasan seksual terhadap kesehatan reproduksi pada remaja serta mengetahui tentnag analisis kesehatan reproduksi pada remaja.