Jurnal Psikologi Udayana
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 7 No. 2 (2020)"
:
10 Documents
clear
Penelitian Aksi Terhadap Guru PAUD dan TK: Meningkatkan Pengetahuan Pendidik Tentang Bullying di Sekolah melalui Kegiatan Psikoedukasi
Syntia Agung Liana Puspita;
Ike Herdiana
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p01
Abstrak Perundungan (bullying) kini menjadi permasalahan sosial yang mengkhawatirkan di bidang pendidikan karena memberikan beragam dampak negatif secara fisik maupun psikologis pada korban, pelaku dan saksi. Perundungan juga menjadi perhatian pihak Puskesmas Dupak Surabaya karena banyak pasien dengan permasalahan psikologis memiliki riwayat menjadi korban perundungan di sekolah. Salah satu penyebab perundungan di sekolah adalah kurangnya keterlibatan dan pemahaman guru mengenai perundungan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai perundungan, sehingga guru dapat berperan lebih efektif dalam mencegah kejadian perundungan di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian aksi dengan metode psikoedukasi, diskusi kasus dan pre-post test. Peserta kegiatan ini adalah perwakilan guru-guru PAUD/TK yang berada di kawasan Dupak Surabaya dan dilaksanakan di Puskesmas Dupak Surabaya. Hasil analisis pre-post test dengan uji Wilcoxon menunjukkan angka signifikansi 0.000 (p<0.05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil observasi dan diskusi kasus menunjukkan peserta mengetahui langkah-langkah awal yang dapat dilakukan apabila berhadapan dengan kasus perundungan di sekolah. Abstract Bullying is a social phenomenon that increasingly worrisome cases especially in the field of education because give various negative physical and psychological impacts to bullies, victim, and bystanders especially in early age. Topic of bullying is also a concern of the Dupak Surabaya Community-Health-Center because many patients with psychological problems were victims of bullying at school. One of the causes of bullying in schools is the lack of involvement and knowledge of teachers regarding bullying in early age. This study aims to improve teacher’s knowledge of bullying, so that teachers can play a more effective role in preventing incidence of bullying in school. This study is action-research with lecture, case-discussion (focused group discussion), and pre-post test. Participants in this activity were representatives of early childhood education program’s teachers who were in the Dupak area of Surabaya and carried out at the Dupak Health-Center in Surabaya. Wilcoxon analysis results show a significance number of 0.000 (p<0.05) which means there is a significant difference between the knowledge of participants before and after being given education. The results of observations and case discussions indicate that participants know the initial steps that can be taken when dealing with cases of bullying at school.
Dinamika Psikologis Individu dengan Gangguan Kepribadian Ambang
Ni Luh Krishna Ratna Sari;
Hamidah Hamidah;
Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p02
Borderline personality disorder is one of the personality disorders that is widely encountered in psychiatric and psychological practices. This research aims to explore the psychological dynamics of individuals with borderline personality disorder based on the results of the assessment. The subject in this study is a 24-years-old man that showed the symptoms of borderline personality disorder. The research method used is qualitative with a case study approach. Data were collected through psychological assessment including interviews, observations, and some psychological tests such as graphic tests (BAUM, DAP, and HTP), SPM (Standart Progressive Matrices), SSCT (Sack's Sentence Completion Test), and Drawing Completion Test (DCT). The results showed that the subject had personality aspects such as emotional instability, low control of psychological drive, and the need to depend on others. Subjects have traumatic experiences such as abuse and early separation with parental figures, family dysfunction as well as unsupportive environmental factors. Interactions between these two conditions illustrate the psychological dynamics of the symptoms of borderline personality disorders addresses by subject. Keywords : Borderline personality disorder, traumatic experiences, young adulthood.
Gambaran Konsep Diri Istri Pecandu Narkotika
Ni Made Kristi Dwinitha Sari;
I Gusti Ayu Putu Wulan Budisetyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p03
Pada tahun 2015 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendata bahwa terjadi 200 ribu kasus perceraian per tahun. Suami yang dalam pengaruh alkohol atau narkotika menjadi salah satu pemicu terjadinya perceraian. Keberhasilan maupun kegagalan seseorang istri menghadapi suami pecandu narkotika berkaitan dengan konsep diri istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran konsep diri serta faktor-faktor yang memengaruhi konsep diri istri pecandu sehingga mampu bertahan dalam pernikahannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden pada penelitian ini sebanyak satu orang istri seorang pecandu narkotika yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri responden cenderung positif karena telah memenuhi lima dari enam ciri-ciri konsep diri positif, yakni mengenal dirinya dengan baik, dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang beragam tentang dirinya sendiri, merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas, mampu menghadapi masa depan serta menganggap hidup adalah proses penemuan. Konsep diri responden terdiri dari beberapa aspek, antara lain aspek fisiologis, aspek psikologis, aspek psiko-sosial, aspek psiko-spiritual, serta aspek psiko-etika dan moral. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa konsep diri responden dipengaruhi oleh faktor kemampuan dan penampilan fisik, faktor keluarga, faktor kelompok sebaya, dan faktor peranan harga diri.
Stres Kepala Sekolah: Sumber dan Strategi Coping
Nasib Tua Lumban Gaol
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p04
Kepala sekolah adalah pekerjaan professional yang diperhadapkan dengan berbagai resiko, termasuk resiko terkena stres kerja. Namun, kajian tentang stres kepala sekolah pada konteks Indonesia masih jarang ditemukan. Dengan reformasi sekolah pada abad keduapuluh satu ini, kepala sekolah dituntut supaya mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab dan akuntabilitas. Konsekuensinya, kondisi yang demikian mengarahkan kepala sekolah untuk mangalami stres atas fungsi dan peran mereka sebagai pemimpin di sekolah. Tujuan studi ini adalah berupaya untuk mengidentifikasi berbagai penyebab stres yang dialami kepala sekolah dan menyarankan strategi mengatasi stres yang dialami kepala sekolah. Berbagai artikel jurnal yang relevan digunakan sebagai bahan referensi untuk membahas topik tersebut. Dengan demikian, hasil studi ini menemukan lima penyebab stres kepala sekolah, yaitu interaksi buruk dengan warga sekolah, sumber daya sekolah tidak memadai, kompleksitas peran dan beban kerja, tantangan terkait kebijakan pendidikan, dan skill mengelola waktu yang kurang baik. Selanjutnya, strategi mengatasi stres kepala sekolah terdiri dari pendekatan internal dan pendekatakn eksternal.
Apakah Emotional Intelligence dipengaruhi gender?: Analisis perbedaan kecerdasan emosi kaitannya dengan manajemen konflik suami-isteri dalam masa kritis perkawinan
Bidayatul Hidayah;
Amarina Ashar Ariyanto;
Sugeng Hariyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p05
Kecerdasan emosi/emotional intelligence menjadi menarik dibahas karena selalu bersangktan dengan aspek kehidupan seperti membina hubungan sampai dengan penyelesaian konflik. Studi gender konvensional menyebutkan terdapat perbedaan antara laki-laki dan perempuan terutama dalam emosi keduanya. Hal ini dikaitkan dengan perbedaan jenis kelamin secara fisiologis dan peran gender secara sosial. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan emotional intelligence laki-laki dan perempuan dalam konteks usia kritis perkawinan dimana konflik perkawinan seringkali terjadi. Sebanyak 91 pasangan suami istri (N=182) berpartisipasi dalam studi ini untuk mengetahui emotional intelligence yang dimiliki dan kaitan emotional intelligence terhadap manajemen konflik perkawinan. Temuan mengenai hasil korelasi dan komparasi serta pembahasan akan dibahas lebih lanjut dalam diskusi.
Peran Kecerdasan Emosional dan Efikasi Diri terhadap Resiliensi pada Mahasiswa Universitas Udayana yang Sedang Menyusun Skripsi
Ni Putu Ridha Eka Mahesti;
I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p06
Resiliensi merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk bangkit dari permasalahan atau kesulitan yang dihadapi dengan berbagai cara yang produktif. Resiliensi dipengaruhi oleh kemampuan untuk mengendalikan diri sehingga individu dapat bersikap tenang dan fokus menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Resiliensi juga dipengaruhi oleh keyakinan akan kemampuan yang dimiliki untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap resiliensi pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap resiliensi pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Subjek dalam penelitian ini adalah 149 orang Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi, skala kecerdasan emosional, dan skala efikasi diri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,552, nilai koefisien determinasi sebesar 0,305 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecerdasan emosional sebesar 0,362 dan efikasi diri sebesar 0,355. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan efikasi diri secara bersama-sama berperan meningkatkan taraf resiliensi pada Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi.
Peranan komitmen organisasi dan person job fit terhadap turnover intentiongenerasi Y pada karyawan di Indonesia
Nadya Karunia Pramesti;
Dewi Puri Astiti
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p07
Sejumlah riset terdahulu sudah memperlihatkan bahwa Generasi Y mempunyai nilai turnover yang lebih tinggi dibandingkan generasi lainnya. Pergantian karyawan didahului oleh niat untuk berubah. Nilai niat turnamen pada karyawan yang dipengaruhi oleh komitmen organisasi, dan pekerjaan membutuhkan mereka.Riset ini ialah pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menentukan peranan komitmen organisasi dan bekerja bersama mereka sesegera tujuan turnamen untuk karyawan gen-Y diIndonesia. Subjek terkait dengan riset ialah 176 karyawan Y generasi di Indonesia. Alat pengukuran diterapkan ialah skala komitmen organisasi, skala pekerjaan dan skala skala turnamen. Temuan uji regresi berganda memperlihatkan koefisien regresssion sejumlah 0,598, koefisien determinan 0,357 dan nilai signifikansi 0,000 (p <0,05) dengan koefisien beta (standardize) pada variabel komitmen organisasi -0,434 serta proyek work fit dari variabel 0,259.
Peran kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas terhadap tingkat kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Aldilla Rumintang;
I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p08
Pada setiap peningkatan jenjang pendidikan akan ada perubahan lingkungan, sehingga dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri terhadap perubahan yang terjadi. Adanya tuntutan untuk lebih mandiri, tuntutan dari orangtua, serta perubahan lingkungan dapat menimbulkan kecemasan, terlebih pada dokter muda yang harus menerapkan langsung kepada pasien ilmu yang telah didapatkan selama pre klinik. Banyak faktor yang dapat berperan dalam menurunkan taraf kecemasan dokter muda diantaranya adalah kemampuan mengendalikan emosi dan kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi situasi yang dapat menimbulkan kecemasan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas terhadap tingkat kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek penelitian ini berjumlah 71 mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang sedang menjalankan tahap profesi pada tahun 2019. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi ganda. Hasil uji regresi ganda menunjukkan nilai koefisien regresi 0,743 dengan nilai koefisien determinasi 0,533 dan signifikansi 0,000 dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecerdasan emosional -0,389 dan kecerdasan adversitas -0,407. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas bersama-sama berperan menurunkan taraf kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Pengelolaan Stres dan Peningkatan Produktivitas Kerja selama Work From Home pada Masa Pandemi COVID-19
Muhammad Ishak Shabuur;
Wustari L. Mangundjaya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p09
When the COVID-19 pandemic spread globally, public health guidelines recommend all workers to work from home (WFH). In Indonesia, not many companies have implemented WFH before because of traditional management practices, of course adjusting to WFH is a new experience for most workers. Meanwhile, most of the studies reviewed regarding the effects of quarantine reported negative psychological effects including symptoms of stress, confusion, and anger. Based on this situation, this study aims to review the influence of work flexibility attitudes towards WFH through flexibility working options on work productivity during the COVID-19 Pandemic quarantine period and test the coping strategy as a moderator on the relationship between the two variables. This study involved 421 working from home employees in the private sector, public sectors and government in Indonesia. Participants were taken using convenience sampling techniques through the distribution of questionnaires online. Testing for moderation effects is done by using moderated regression analysis (MRA) technique. The results show that coping strategy positively moderates the relationship, such that the relationship between flexibility working options and work productivity is increasing when employee implement coping mechanisms that focus on problems for control stressors and maintain their work productivity during the COVID-19 pandemic.
Peranan Self-efficacy dan Intelegensi terhadap Prestasi Belajar pada Mahasiswa
Krishervina Rani Lidiawati;
Nurtaty Sinaga;
Ivone Rebecca
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p10
Efikasi diri merupakan keyakinan individu untuk dapat bertahan dan mencapi tujuan tertentu. Efikasi diri dapat mempengaruhi usaha dan ketekunan mahasiswa dalam menyelesaikan tujuan belajarnya. Dalam konteks perguruan tinggi, salah satu indikasi dari keberhasilan tujuan belajar melalui nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh mahasiswa. Selain itu, diperlukan faktor lain yaitu intelegensi individu yang merupakan faktor kognitif, mencakup kemampuan proses berpikir dalam mencari pemecahan masalah serta beradaptasi dengan lingkungan. Untuk mengukur intelegensi dalam penelitian ini menggunakan alat tes Intelegensi yang terstandart yaitu Culture Fair Intelligence Test (CFIT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan efikasi diri dan intelegensi terhadap prestasi belajar pada mahasiswa. Partisipan dalam penelitian ini adalah 155 mahasiswa aktif di Universitas XYZ dengan rentang usia 18 – 21 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh efikasi diri dan intelegensi sebesar 12,4% terhadap prestasi belajar mahasiswa (R=.352, = .124).