cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 422 Documents
Hubungan kematangan emosi dan konformitas teman sebaya terhadap agresivitas remaja di SMAN 3 Denpasar Tarate Timur Raviyoga; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p05

Abstract

Menurut survei, SMAN 3 Denpasar merupakan salah satu sekolah yang dipilih sebagai sekolah dengan tingkat agresivitas siswa rendah. Namun, ditemukan perbedaan fakta di lapangan yang menjelaskan kasus-kasus agresivitas yang dilakukan oleh siswa SMAN 3 Denpasar yang tidak diketahui oleh pihak luar sekolah. Agresivitas pada remaja dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal penyebab agresivitas pada remaja adalah pelampiasan dari emosi marah dan frustrasi yang tidak tepat yang disebabkan oleh rendahnya kematangan emosi remaja. Emosi yang tidak stabil mendorong remaja bertndak tanpa berpikir kritis. Sedangkan faktor eksternal yakni adanya pengaruh serta tekanan dari lingkungan pergaulan remaja yang muncul dalam bentuk konformitas teman sebaya. Ketika remaja konform, maka remaja rela melakukan berbagai hal sekalipun melanggar normal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat agresivitas siswa dan melihat hubungan antara kematangan emosi dan konformitas teman sebaya dengan agresivitas siswa SMAN 3 Denpasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan subjek sejumlah 258 siswa SMAN 3 Denpasar, berusia 15-18 tahun, serta berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode klaster. Instrumen penelitian ini adalah skala agresivitas, kematangan emosi, dan konformitas yang sudah diuji validitasnya. Metode analisis data menggunakan regresi berganda dengan signifikansi 0.00 (p<0.05) yang menjelaskan agresivitas siswa dipengaruhi oleh kematangan emosi dan konformitas teman sebaya. Nilai R Square sebersar 0,140 artinya kematangan emosi dan konformitas teman sebaya menjelaskan 14% dari agresivitas siswa. Sebanyak 10,46% subjek yang memiliki skor diatas mean teoritis. Hal ini sekaligus menjelaskan bahwa tingkat agresivitas siswa SMAN 3 Denpasar dapat dikatakan rendah.. Kata kunci: Agresivitas, kematangan emosi, konformitas teman sebaya, remaja.
Peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional remaja madya di SMA Negeri 1 Tabanan Ni Luh Putu Nina Idelia Aryantha Putri; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p06

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk mengenali, memotivasi, dan mengelola emosi pada diri sendiri maupun orang lain. Kecerdasan emosional dapat berkembang karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya adalah pola asuh. Disamping pengaruh lingkungan, kecerdasan emosional juga dipengaruhi oleh cara individu memandang penyebab kejadian dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional pada remaja madya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja madya yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tabanan berjumlah 107 orang. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R sebesar 0,617 (p<0,05), dengan demikian koefisien determinasi adalah 0,381 yang berarti pola asuh otoritatif dan internal locus of control secara bersama-sama memiliki sumbangan efektif sebesar 38,1% terhadap kecerdasan emosional. Koefisien beta terstandarisasi dari pola asuh otoritatif menunjukkan nilai sebesar 0,167 (p<0,05), sehingga pola asuh otoritatif berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Koefisien beta terstandarisasi dari internal locus of control menunjukkan nilai sebesar 0,537 (p<0,05), sehingga internal locus of control berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Kata kunci: Kecerdasan emosional, pola asuh otoritatif, internal locus of control, remaja madya.
Hubungan antara citra tubuh dengan kecenderungan body dysmorphic disorder (BDD) pada remaja akhir laki-laki di Denpasar Anak Agung Istri Galuh Ganeswari; Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p07

Abstract

Masa remaja juga merupakan suatu tahap dalam perkembangan individu mengalami perubahan-perubahan yang sangat pesat diantaranya perubahan fisik. Hal ini yang mendasari remaja cenderung lebih banyak memperhatikan penampilan fisik. Pada masa sekarang bentuk tubuh remaja akhir laki-laki adalah bentuk tubuh atletis dan proporsional dengan bentuk tubuh kurus dengan otot. Tak jarang hal tersebut menimbulkan ketidakpuasan pada tubuh remaja akhir laki-laki, ketidakpuasan ini jika terjadi secara terus menerus maka dapat menyebabkan munculnya kecenderungan Body Dysmorphic Disorder. Individu dengan Body Dysmorphic Disorder (BDD) biasanya melebih-lebihkan daya tarik dari kecantikan wajah dan merendahkan penampilan sendiri. Salah satu faktor yang menyebabkan adalah citra tubuh, citra tubuh merupakan pemikiran seseorang tentang bagaimana penilaian dari orang lain terhadap bentuk tubuhnya. Adanya distorsi dan citra tubuh yang negatif yang menyebabkan munculnya ketidakpuasan tubuh pada remaja akhir laki-laki. Berdasarkan pemaparan tersebut tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada remaja akhir laki-laki di Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 208 remaja akhir laki-laki dengan rentang usia 17-22 tahun yang merupakan mahasiswa di Denpasar yang dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu cluster area. Instrumen penelitian terdapat dua, yaitu skala citra tubuh (r= 0,912) dan skala kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) (0,909). Metode analisis menggunakan korelasi product moment dengan hasil signifikansi sebesar 0,007 (p<0,05), sehingga kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara citra tubuh dengan kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD) pada remaja akhir laki-laki di Denpasar. Kata kunci: Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder (BDD), citra tubuh, remaja akhir laki-laki.
Peran pola asuh orangtua dan penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak prasekolah Kadek Dwinita Viandari; Luh Kadek Pande Ary Susilawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p08

Abstract

Masa prasekolah adalah masa anak-anak belajar mengenal lingkungan sosial, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan membentuk kemandirian. Kemampuan berinteraksi sosial yang baik sangat diperlukan pada masa ini, guna mencapai perkembangan sosial yang optimal. Pola asuh yang diterapkan oleh orangtua terhadap anak dapat mempengaruhi kemampuan interaksi sosial anak. Belajar dari figur orangtua, anak-anak dapat menerapkan cara berinteraksi dan melakukan hubungan timbal balik dengan teman seusianya. Penggunaan teknologi gadget pada anak prasekolah juga dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap interaksi sosial anak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola asuh orangtua dan penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak prasekolah. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Adhi Mekar dan Taman Kanak-Kanak Bintang Besar yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala interaksi sosial, skala pola asuh orangtua, dan angket penggunaan gadget. Hipotesis penelitian diuji menggunakan teknik analysis of covariance (ancova). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi pada corrected model sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pola asuh orangtua dan penggunaan gadget secara bersama-sama berperan terhadap interaksi sosial anak prasekolah. Kata kunci: Interaksi sosial, pola asuh orangtua, penggunaan gadget.
Hubungan antara komunikasi interpersonal orangtua-remaja dengan keterampilan sosial remaja Kinanti Larasati; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p09

Abstract

Remaja adalah salah satu masa perkembangan yang dimulai dari usia 13 tahun sampai 21 tahun. Pada masa ini kebanyakan waktu dihabiskan remaja dalam kegiatan sekolah atau bersama teman sebaya. Interaksi dan penerimaan teman sebaya merupakan hal penting bagi perkembangan remaja. Untuk dapat berinteraksi dan diterima dengan baik oleh lingkungan, remaja diharapkan dapat memiliki keterampilan sosial yang baik. Keterampilan sosial terutama diperoleh melalui proses pembelajaran (terutama pembelajaran sosial, termasuk observasi, modeling, latihan, dan proses umpan balik). Salah satu faktor yang memengaruhi keterampilan sosial seseorang adalah keluarga. Komunikasi orangtua dengan anak merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku anak, yang berpengaruh pada perkembangan anak dan disinilah unsur pendidikan terhadap anak akan dibentuk. Remaja akan belajar cara berinteraksi dan berperilaku yang baik melalui interaksi mereka dengan orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal orangtua-remaja dengan keterampilan sosial remaja. Subjek pada penelitian ini adalah 114 orang siswa SMA Dwijendra Denpasar. Instrument dalam penelitian ini adalah skala komunikasi interpersonal orangtua-remaja dan skala keterampilan sosial remaja. Hasil analisis korelasi product moment menunjukkan angka korelasi sebesar 0,681 dan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal orangtua-remaja dengan keterampilan sosial remaja. Semakin efektif komunikasi interpersonal yang dimiliki orangtua-remaja maka akan semakin tinggi keterampilan sosial yang dimiliki remaja, begitu pula sebaliknya semakin kurang efektif komunikasi interpersonal orangtua-remaja maka akan semakin rendah keterampilan sosial yang dimiliki remaja. Kata kunci: Remaja, komunikasi interpersonal antara orangtua-remaja, keterampilan sosial.
Hubungan antara citra tubuh dan konformitas terhadap perilaku konsumtif pada remaja putri di Universitas Udayana Ni Luh Ayu Putri Windayanti; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p10

Abstract

Perilaku konsumtif adalah tindakan yang dilakukan individu untuk membeli barang atau jasa yang berlebihan dan tanpa pertimbangan yang rasional, demi kepuasan fisik dan dorongan untuk memuaskan keinginan. Munculnya perilaku konsumtif tidak terlepas dari adanya faktor-faktor yang mempengaruhi seperti konformitas dan citra tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran citra tubuh dan konformitas pada remaja putri di Universitas Udayana. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik one stage cluster random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswi di Universitas Udayana yang berjumlah 227 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Perilaku Konsumtif, Skala Konformitas, dan Skala Citra tubuh yang sudah diuji reliabilitas dan validitasnya. Hasil uji regresi menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,335 dan koefisien determinasi sebesar 0,113, dengan signifikasi sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti citra tubuh dan konformitas secara bersama-sama berperan sebesar 11,3% dalam menjelaskan varian perilaku konsumtif. Konformitas secara mandiri diyakini dapat beperan dalam mempengaruhi perilaku konsumtif dan citra tubuh secara mandiri tidak berperan secara signifikan terhadap perilaku konsumtif. Citra tubuh hanya dapat berperan ketika bersama-sama dengan variabel konformitas. Kata kunci: Perilaku konsumtif, konformitas, citra tubuh.
Kontribusi intensitas komunikasi di media sosial Instagram terhadap citra tubuh remaja perempuan pelajar SMA di Denpasar Ida Ayu Budha Brahmini; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p11

Abstract

Citra tubuh adalah persepsi individu secara menyeluruh terhadap tubuhnya, yang meliputi pikiran, perasaan, dan perilaku terhadap tubuh yang dimilikinya. Penilaian tersebut tidak dapat dipisahkan dari faktor sosial, khususnya media. Melalui media remaja perempuan mengetahui informasi mengenai standar tubuh yang dianggap ideal di masyarakat. Beberapa tahun belakangan, media sosial berbasis gambar seperti Instagram menjadi alat komunikasi yang banyak digunakan oleh kalangan remaja perempuan. Penggunaan media sosial Instagram dapat ditinjau dari intensitas komunikasi antara pengguna media sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran intensitas komunikasi di media sosial Instagram terhadap citra tubuh remaja perempuan dalam rentang usia 15-18 tahun di Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik one stage cluster sampling. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja perempuan yang merupakan pengguna media sosial Instagram dari tiga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Denpasar berjumlah 311 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala intensitas komunikasi di media sosial Instagram dan skala citra tubuh. Hipotesis penelitian diuji dengan metode analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang berlawanan arah dan tingkat hubungan sedang antara intensitas komunikasi di media sosial Instagram terhadap citra tubuh remaja perempuan pelajar SMA di Denpasar (R= 0,473; p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas remaja perempuan dalam berkomunikasi di media sosial Instagram maka mengakibatkan semakin rendah citra tubuh yang dimilikinya. Koefisien determinasi (R2) yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,224 dapat dimaknai bahwa sumbangan variabel intensitas komunikasi di media sosial Instagram dalam menjelaskan varian citra tubuh sebesar 22,4%. Kata kunci: Citra tubuh, Instagram, intensitas komunikasi, media sosial.
Hubungan antara kecerdasan emosional dan agresivitas pada remaja madya di SMA Dwijendra Denpasar I Putu Bagus Swadnyana; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p12

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Perubahan-perubahan yang terjadi pada remaja dapat menyebabkan munculnya agresivitas akibat ketidakmampuan individu bertahan terhadap pengaruh negatif dari lingkungan. Mengenali emosi diri, kemampuan mengelola emosi, memahami orang lain serta membina hubungan dengan baik terhadapat lingkungan atau yang disebut dengan kecerdasan emosional erat kaitannya dengan agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan agresivitas pada remaja madya di SMA Dwijendra Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 292 siswa-siswi SMA Dwijendra Denpasar yang berusia 15-18. Subjek terdiri dari 144 pria dan 148 perempuan dengan rata-rata usia 16 tahun sebanyak 158 siswa. Metode pengambilan data menggunakan skala kecerdasan emosional (17 aitem ; ?= 0.746) dan skala agresivitas (16 aitem ; ?= 0.863) yang direplikasi dari penelitian Amanda. Data diolah dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan agresivitas, dengan arah negatif (r = -0.227 ; p = 0.000), sehingga, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional maka tingkat agresivitas semakin rendah. Koefisien determinasi diperoleh sebesar 0.051 yang berarti bahwa variabel kecerdasan emosional dapat menjelaskan 5,1% varians yang terjadi pada variabel agresivitas. Meskipun varians yang dapat dijelaskan nilainya kecil namun hubungan antara agresivitas dan kecerdasan emosional dapat diyakini sebagai hubungan yang fungsional. Kata kunci: Agresivitas, kecerdasan emosional, remaja madya.
Hubungan antara kelekatan orangtua-remaja dengan motivasi belajar pada remaja di SMA Negeri 4 Denpasar Paul Kevin Manalu; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p13

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana manusia sedang berada didalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan anak membutuhkan sebuah dorongan untuk dapat menjalani proses tersebut dengan baik, dorongan tersebut disebut motivasi belajar. Orangtua merupakan salah satu faktor yang dapat membentuk motivasi belajar remaja. Hubungan antara orangtua dan remaja yang terbentuk sejak lama dan memberikan arti khusus pada remaja itu disebut kelekatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelekatan orangtua dan remaja dengan motivasi belajar pada remaja di SMA Negeri 4 Denpasar. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple cluster sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 143 orang, siswa SMA Negeri 4 Denpasar berusia 15-16 tahun dan sedang duduk di kelas XI. Peneliti menyebarkan dua skala yaitu skala kelekatan orangtua-remaja yang disusun oleh Dewi (2013), dan skala motivasi belajar yang disusun berdasarkan aspek motivasi intrinsik dan ekstrinsik yang disusun oleh Uno (2011). Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment untuk melihat hubungan antara variabel kelekatan orangtua dan remaja dengan motivasi belajar. Analisis product moment menghasilkan r hitung 0,356 dengan signifikansi 0,000 (<0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara kelakatan orangtua-remaja dengan motivasi belajar. Nilai koefisien determinannya adalah 0,127 yang berarti bahwa kelekatan mempunyai kontribusi sebesar 12,7% terhadap motivasi belajar. Dengan demikian semakin tinggi kelekatan orangtua-remaja maka semakin tinggi juga motivasi belajar remaja. Kata kunci: Motivasi belajar, kelekatan, remaja.
Peran intensitas bermain game online dan pola asuh permisif orangtua terhadap tingkat agresivitas pada remaja awal di Kota Denpasar I Made Dian Permana; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p14

Abstract

Kebiasan bermain game online diminati tidak hanya oleh anak-anak, remaja, bahkan juga dewasa. Remaja memiliki keinginan yang tinggi untuk menghabiskan waktu bersama teman sebayanya. Keinginan ini dapat mengakibatkan remaja memiliki intensitas yang tinggi pada game online, serta memungkinkan lebih banyak terpapar konten kekerasan yang dapat memicu timbulnya agresivitas. Perilaku agresif bisa dikurangi dengan melibatkan peran keluarga dalam mendidik anak. Pendidikan berkaitan dengan pola asuh. Pola asuh yang kurang memiliki kendali dan kurangnya aspek hukuman dalam kejelasan komunikasi orangtua dengan anak disebut pola asuh permisif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah intensitas bermain game online dan pola asuh permisif orangtua berperan terhadap meningkatnya agresivitas pada remaja awal di kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pemilihan subjek menggunakan cluster sampling. Subjek berjumlah 80 orang, terdiri dari 61 laki-laki dan 19 perempuan dengan rentang 15-18 tahun yang rata-rata usia 15,85 tahun dan mayoritas berusia 16 tahun. Teknik pengujian hipotesis menggunakan uji regresi ganda. Penelitian menggunakan 3 alat ukur, yaitu Skala Intensitas Bermain Game Online berdasarkan pengertian Chaplin, Nashori, Blinka dan Smahel dengan reliabilitas 0,872, Skala Pola Asuh Permisif berdasarkan aspek Baumrind dengan reliabilitas 0,866, dan Skala Agresivitas berdasarkan bentuk agresivitas menurut Johnson dan Medinnus dengan reliabilitas 0,941. Signifikansi hasil uji regresi ganda sebesar 0,000 (p<0,05), berarti intensitas bermain game online dan pola asuh permisif berperan terhadap agresivitas. Koefisien regresi sebesar 0,566 berarti intensitas bermain game online dan pola asuh permisif cukup berperan terhadap tingkat agresivitas. Koefisien determinasi sebesar 0,320 berarti intensitas bermain game online dan pola asuh permisif menentukan 32% taraf agresivitas. Kata kunci: Agresivitas, game online, intensitas bermain game online, pola asuh permisif.