cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 422 Documents
Pengaruh Religiusitas terhadap Kecerdasan Emosi pada Siswa Perempuan SMA Muhammadyah 1 Denpasar Nuzhatul Imani Shata; Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Kecerdasan emosi merupakan aspek penting yang perlu dimiliki siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Denpasar. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kecerdasan emosi adalah religiusitas. Religiusitas merupakan keyakinan dimana seseorang merasakan dan mengakui adanya kekuatan tertinggi, yang menaungi kehidupan dan hanya kepada-Nya bergantung dan berserah hati yang kemudian diwujudkan dengan ketaatan menjalankan agama. Pada masa remaja perkembangan keagamaan ditandai dengan adanya keragu-raguan terhadap ketentuan-ketentuan agama. Namun pada dasarnya sebagai manusia, remaja tetap membutuhkan agama sebagai pegangan dalam kehidupan, terutama pada saat menghadapi kesulitan. Praktik agama juga dapat mempengaruhi kecerdasan emosi remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui pengaruh religiusitas terhadap kecerdasan emosi pada siswa SMA Muhammadiyah 1 Denpasar. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 57 orang siswa SMA Muhammadiyah 1 Denpasar dengan menggunakan teknik cluster sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala religiusitas dan kecerdasan emosi yang dibuat sendiri oleh peneliti. Reliabilitas skala religiusitas sebesar 0,951 dan skala kecerdasan emosi dengan reliabilitas sebesar 0,937. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan R= 0,460 dan R square sebesar 0,211. Hal tersebut menjelaskan bahwa religiusitas memiliki peran sebesar 21,10% terhadap kecerdasan emosi. Koefisien beta terstandarisasi religiusitas sebesar 0,460 dan signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa religiusitas berpengaruh terhadap kecerdasan emosi pada siswa perempuan SMA Muhammadiyah 1 Denpasar. Kata kunci: Kecedasan Emosi, Religiusitas, Siswa perempuan SMA Muhammadiyah 1 Denpasar.
Hubungan antara Komparasi Sosial dengan Citra Tubuh pada Remaja Laki-Laki di Denpasar Gusti Ayu Komang Tri Eka Wahyuni; Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Pada masa remaja konsep tubuh negatif dan tidak realistis terjadi karena bentuk tubuh yang dilihat tidak sesuai dengan bentuk tubuh yang diharapkan. Tidak hanya remaja perempuan yang memerhatikan citra tubuh, akan tetapi remaja laki-laki juga sebenarnya memerhatikan citra tubuh. Penilaian tentang kondisi fisik dalam ilmu psikologi sering dihubungkan dengan konsep citra tubuh. Remaja yang mengalami perubahan fisik akan cenderung melakukan perbandingan diri dengan orang lain. Perilaku membandingkan diri sendiri dan orang lain dalam ilmu psikologi berkaitan dengan istilah komparasi sosial. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara komparasi sosial dengan citra tubuh pada remaja laki-laki di Denpasar. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel adalah cluster sampling, dengan responden merupakan remaja laki-laki di Denpasar yang memiliki rentang usia 12 tahun sampai dengan 22 tahun dengan total responden sebanyak 100 remaja laki-laki. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala komparasi sosial dan skala citra tubuh. Metode analisis data untuk menguji hubungan korelasi dengan pearson product moment dengan bantuan perangkat lunak SPSS 20.0 for Window untuk mengetahui hubungan variabel komparasi sosial dan variabel citra tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang searah antara komparasi sosial dengan citra tubuh pada remaja laki-laki di Denpasar (r=0,589; p=0,000< 0,05). Hubungan yang positif pada nilai r menunjukkan bahwa hubungan antara variabel komparasi sosial dengan citra tubuh searah, yang berarti semakin tinggi komparasi sosial maka semakin tinggi citra tubuh pada remaja laki-laki, sebaliknya jika komparasi sosial rendah maka citra tubuh pada remaja laki-laki rendah. Kata kunci: komparasi sosial, citra tubuh, remaja laki-laki
Ni Putu Eka Yulias Puspitasari Ni Putu Eka Yulias Puspitasari; Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Perkawinan Pada Gelahang merupakan bentuk perkawinan yang menjadi alternatif bagi masyarakat Hindu Bali yang tidak bisa melaksanakan bentuk perkawinan biasa maupun Nyentana. Setiap bentuk perkawinan memiliki tantangan yang memerlukan penyesuaian diri sehingga dapat tercapai sebuah kepuasan dalam perkawinan. Membahas secara langsung proses penyesuaian diri pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang di masyarakat Hindu Bali merupakan sebuah cara yang tepat, unik, dan realistis dalam memahami penyesuaian diri sekaligus memelajari budaya perkawinan dalam masyarakat Hindu Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran proses penyesuaian diri yang dilakukan oleh pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang di masyarakat Hindu Bali. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan melalui in depth interview, joint interview dan observasi pada tiga pasangan responden penelitian. Data kemudian dianalisis dengan theoretical coding dari Strauss dan Corbin (1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak laki-laki memiliki hambatan yang lebih besar ketika memutuskan untuk melakukan perkawinan Pada Gelahang. Hasil berikutnya adalah ketiga pasangan melakukan strategi personal dan social coping dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang dialaminya. Personal coping meliputi strategi being a good person, problem delay, self control, ignore the problem, being assertive, dan pray then try. Social coping meliputi strategi looking for social support, planful problem solving, dan using kids as a glue. Berdasarkan strategi yang ada, ditemukan bahwa penyesuaian diri pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang belum optimal karena masih melibatkan strategi yang mengarah pada represi. Kata kunci: Penyesuaian diri, penyesuaian personal, penyesuaian sosial, perkawinan Hindu Bali, perkawinan Pada Gelahang
Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Citra Tubuh terhadap Motivasi Melakukan Olahraga Street Workout dalam Komunitas Semeton Workout Bali (SWB) Nanda Wiprayana Adguna; I Gusti Ayu Putu Wulan Budisetyani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Street workout merupakan olahraga yang sedang berkembang saat ini, olahraga ini melakukan aktivitasnya diluar ruangan dengan menggabungkan latihan bodyweight exercise dan calisthenics. Street workout telah berkembang dari jenis olahraga menjadi sebuah komunitas yang bernama komunitas Semeton Workout Bali (SWB). Kegiatan olahraga yang dilakukan dalam komunitas tersebut cukup berat sehingga memerlukan motivasi yang tinggi untuk dapat bertahan pada jenis olahraga ini. Motivasi merupakan daya pendorong yang menyebabkan individu melakukan suatu aktivitas. Motivasi seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu dukungan sosial teman sebaya. Dukungan sosial teman sebaya dapat diperoleh oleh penggiat olahraga street workout berupa pemberian bantuan instrumental, bantuan emosional, dan pemberian informasi oleh sesama penggiat street workout lainnya. Faktor lain yang dapat memengaruhi motivasi adalah faktor internal, yaitu berupa citra tubuh. Citra tubuh merupakan representasi internal seseorang mengenai bentuk tubuhnya, dimana salah satu tujuan penggiat street workout menekuni olahraga tersebut adalah untuk memiliki tampilan tubuh yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan citra tubuh terhadap motivasi pada penggiat olahraga street workout. Responden penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 42 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik parametrik. Teknik pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi ganda. Penelitian ini menggunakan 3 alat ukur, yaitu Skala Dukungan Sosial yang memiliki reliabilitas 0,887, Skala Citra Tubuh yang memiliki reliabilitas 0,891, dan Skala Motivasi dengan nilai reliabilitas sebesar 0,879. Hasil uji regresi berganda menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), hal tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan citra tubuh terhadap motivasi pada penggiat olahraga street workout. Kata kunci: Dukungan sosial teman sebaya, citra tubuh, motivasi, street workout.
Perbedaan Agresivitas Remaja yang Mengikuti Olahraga Beladiri Pencak Silat dan yang tidak mengikuti Olahrga Beladiri Pencak Silat ditinjau dari Efikasi Diri di Denpasar I Nyoman Gede Dyatmanu Mahayana; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Pada masa remaja individu banyak mengalami perubahan secara kognitif, sosio-emosional dan hormonal sehingga memengaruhi perilaku individu. Salah satu fenomena yang patut diberikan perhatian adalah perilaku agresif dikalangan remaja. Agresivitas dapat berbentuk verbal atau nonverbal. Bentuk-bentuk agresivitas nonverbal terdapat dalam teknik beladiri dalam olahraga beladiri Pencak Silat, dan juga untuk menekan dan menyalurkan rasa frustrasi agar tidak menjadi sumber agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan agresivitas remaja yang mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat dan remaja yang tidak mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat ditinjau dari efikasi diri. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik stratified sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 226 remaja di Denpasar yang terdiri dari 95 remaja yang mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat dan 131 remaja yang tidak mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala agresivitas dan skala efikasi diri. Hipotesis penelitian diuji dengan analisis kovarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,00 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa keikutsertaan dalam olahraga beladiri Pencak Silat dan efikasi diri remaja memberikan kontribusi terhadap dorongan agresivitas pada diri remaja. Kata Kunci :Agresivitas, Efikasi Diri, Keikutsertaan dalam Olahraga Beladiri Pencak Silat, Remaja
Peran Konformitas Teman Sebaya dan Self Monitoring Terhadap Impulsive Buying pada Remaja Madya Putri di Denpasar Ni Made Desi Ernayanti; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Remaja madya kerap melakukan pembelian secara impulsive pada suatu barang yang dikarenakan barang tersebut terlihat menarik baginya, namun faktanya remaja madya putri membeli barang karena terlalu memantau dirinya (self monitoring) hingga berpengaruh pada perilaku sosial remaja madya, karena mengikuti konformitas teman sebaya dalam prilaku berbelanja dan self monitoring yang berlebih pada dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konformitas teman sebaya dan self monitoring terhadap impulsive buying pada remaja madya putri di Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 230 siswa perempuan yang masih bersekolah SMA di Denpasar. Penelitian ini diukur menggunakan tiga skala yaitu skala konformitas teman sebaya, skala self monitoring, dan skala impulsive buying. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cluster sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda yang hasilnya menunjukkan R=0,289 dan adjusted R square sebesar 0,083. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel konformitas teman sebaya dan self monitoring memberikan peran terhadap impulsive buying pada remaja putri di Denpasar sebesar 8,3%. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan konformitas teman sebaya dan self monitoring secara bersama-sama berperan terhadap impulsive buying. Kata kunci: Konformitas teman sebaya, self monitoring, impulsive buying pada remaja madya putri.
Hubungan antara kecemasan akademik dan sleep paralysis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun pertama Karla Amanda Permata; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p01

Abstract

Sleep paralysis adalah gangguan tidur dimana individu memiliki kesadaran saat tidur tetapi tidak mampu bergerak dan berbicara dalam beberapa detik atau menit bahkan sulit bernapas serta merasakan sesak di dada. Sleep paralysis dapat dialami paling tidak satu kali dalam hidup manusia. Usia rata-rata individu pertama kali mengalami ganguan tidur ini adalah 14-18 tahun. Salah satu penyebab terjadinya sleep paralysis adalah kecemasan. Sedangkan bentuk kecemasan mahasiswa adalah kecemasan akademik. Kecemasan akademik adalah perasaan gelisah yang tidak menyenangkan yang mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis mahasiswa dalam situasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara kecemasan akademik terhadap terjadinya sleep paralysis. Subyek dalam penelitian ini adalah 80 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2016/2017 tahun pertama. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling daerah. Instrumen penelitian ini adalah skala kecemasan akademik dan skala sleep paralysis. Hasil yang diperoleh dari analisis chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kecemasan akademik terhadap terjadinya sleep paralysis. Kata kunci: Sleep paralysis, Kecemasan Akademik, Mahasiswa FK Unud
Hubungan intensitas menonton film porno terhadap maskulinitas remaja laki-laki di Bali Ratih Ryoningrat; Yohanes Kartika Herdiyanto
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p02

Abstract

Masa remaja sebagai periode transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa, yang melibatkan perubahan-perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Remaja ingin mengetahui banyak hal serta ingin selalu mencoba berbagai hal baru dan ingin mengetahui berbagai informasi tentang seksualitas, karena berhubungan dengan perubahan dan perkembangan aspek fisiologis yang dialaminya. Oleh karena itu, pada masa ini, remaja mulai tertarik untuk mengeksplorasi pengetahuan tentang seksualitas dari berbagai macam sumber, termasuk mengaksesnya dari pornografi salah satunya film porno karena dianggap lebih membangkitkan gairah seksual remaja. Selain itu film porno juga memengaruhi konsep “maskulinitas” ketika remaja ingin menunjukkan pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya dan ingin di akui oleh teman sebayanya. Maskulinitas adalah peran gender, kedudukan, perilaku, dan bentuk konstruksi kelelakian terhadap laki-laki yang dihubungkan dengan kualitas seksual kemudian dibentuk oleh kebudayaan (Barker, 2001). Maskulinitas yang tinggi juga ditemukan pada budaya yang menganut garis keturunan patrilineal yang mengganggap posisi laki-laki lebih dominan dibandingkan perempuan dalam segala hal. Darwin (2001) mengemukakan bahwa timbulnya “maskulinitas yang tinggi” pada budaya patriarki karena adanya anggapan bahwa laki-laki menjadi sejati jika berhasil menunjukkan kekuasaannya atas perempuan. Berdasarkan pemaparan diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan intensitas menonton film porno terhadap maskulinitas remaja laki-laki di Bali Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 243 remaja laki-laki pada rentang usia 15-18 tahun dan tengah menempuh pendidikan di SMAN Bali yang dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu cluster sampling. Instrumen penelitian ada dua, yaitu skala intensitas menonton film porno (r= 0,925) dan skala sifat maskulinitas (r= 0.882). Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dengan hasil signifikansi sebesar 0,136 (p>0,05), sehingga kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan intensitas menonton film porno terhadap maskulinitas remaja laki-laki di Bali. Kata kunci: Intensitas menonton film porno, maskulinitas, remaja Bali.
Perbedaan motivasi berpretasi dan dukungan sosial teman sebaya antara mahasiswa perantau dan non perantau di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Nurul Lady Choirunisa; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p03

Abstract

Setiap individu berhak mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya, salah satunya dengan menempuh perkuliahan di perguruan tinggi. Tujuan utama menjadi mahasiswa adalah mencapai prestasi akademik. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi antara lain motivasi berprestasi dan dukungan sosial teman sebaya. Motivasi berprestasi sebagai keinginan individu untuk menjalani proses perkuliahan dengan baik, sedangkan dukungan sosial teman sebaya sebagai bantuan dari teman dalam berbagai bentuk. Mahasiswa perantau dan non perantau memiliki kondisi yang berbeda, sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan antara motivasi berprestasi dan dukungan sosial teman sebaya yang dimiliki oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 238 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala motivasi berprestasi dan dukungan sosial teman sebaya. Analisis data menggunakan Independent Sample T-Test dengan hasil signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05) pada motivasi berprestasi dengan mean empiris perantau lebih tinggi yaitu 110,38 dan mean empiris non perantau 106,98. Hasil signifikansi dukungan sosial teman sebaya sebesar 0,047 (p<0,05) dengan mean empiris perantau lebih tinggi yaitu 173,70 dan mean empiris non perantau sebesar 170,95. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan motivasi berprestasi dan dukungan sosial teman sebaya antara mahasiswa perantau dan non perantau di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Mahasiswa perantau memiliki motivasi berprestasi dan dukungan sosial yang lebih tinggi daripada mahasiswa non perantau. Kata Kunci: Dukungan sosial teman sebaya, motivasi berprestasi, mahasiswa non perantau mahasiswa perantau.
Peran stres akademik dan hardiness terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis pada mahasiswa kedokteran tahun pertama I Made Riantama Adi Saputra; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p04

Abstract

Gangguan psikofisiologis merupakan gangguan fisik yang disebabkan oleh faktor-faktor psikologis terutama stres. Gangguan psikofisiologis memfokuskan perhatian pada hubungan kausal satu arah pada interaksi antara psike dan soma, atau dampak dari faktor psikologis secara negatif terhadap kondisi medis secara umum. Bagi sebagian individu, pendidikan kedokteran dipersepsikan sebagai keadaan yang penuh dengan stres. Adanya stres akademik pada mahasiswa kedokteran, khususnya mahasiswa kedokteran tahun pertama memiliki konsekuensi yang merugikan terhadap kondisi kesehatan, seperti kecenderungan gangguan psikofisiologis. Hardiness merupakan sekumpulan trait dari karakteristik kepribadian yang menjadi sumber perlawanan ketika individu berhadapan dengan peristiwa yang penuh dengan stres. Adanya hardiness pada mahasiswa kedokteran tahun pertama akan membantu untuk mengatasi stres akademik secara efektif sehingga tidak mengarah pada kecenderungan gangguan psikofisiologis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran stres akademik dan hardiness terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis pada mahasiswa kedokteran tahun pertama. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sebanyak 158 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa digunakan sebagai subjek dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Somatic Symptom Scale–8, Skala Gangguan Psikofisiologis, Skala Stres Akademik, dan Skala Hardiness. Hasil uji Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan nilai koefisien parameter individual stres akademik sebesar 0,727 dengan signifikansi 0,028 (p<0,05), yang berarti stres akademik berperan seacara signifikan terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis, selanjutnya nilai koefisien parameter individual moderasi Hardiness sebesar -0,003 dengan signifikansi 0,348 (p>0,05), yang berarti Hardiness tidak berperan secara signifikan dalam memperkuat ataupun memperlemah hubungan antara stres akademik terhadap kecenderungan gangguan psikofisiologis. Kata Kunci: Stres Akademik, Hardiness, Kecenderungan Gangguan Psikofisiologis Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama