cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 422 Documents
Kreativitas pada pelukis di Bali A.A Gd Gita Galah; Yohanes Kartika Herdiyanto
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p15

Abstract

Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik di dunia menawarkan beragam keindahan alam dan budayanya. Pariwisata Bali yang berkembang pesat membuat adanya lapangan kerja untuk para seniman dengan menjual jasa pada wisatawan yang datang ke Bali, khususnya pelukis. Pelukis memiliki kecenderungan untuk berkarya tanpa adanya batasan tertentu, namun dengan menjadikan melukis sebagai profesi, mengharuskan pelukis untuk menuruti permintaan pemesan maupun tren lukisan yang laku di pasaran, hal ini tentu berdampak dengan kreativitas yang dimiliki oleh pelukis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kreativitas pada pelukis di Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang tergabung dalam penelitian payung dengan tema “proses kreatif pada seniman di Bali” yang diinisiasi oleh Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Peneliti menggunakan 7 responden laki-laki berusia 20 hingga 60 tahun yang berdomisili di Bali dan mempunyai profesi sebagai pelukis. Hasil penelitian yang didapatkan adalah faktor penghambat dan pendukung kreativitas secara internal maupun eksternal. Pelukis mengembangkan kreativitas melalui proses merenung, pengamatan hingga mengubah stres untuk menjadi sumber inspirasi, serta adanya pengaruh pariwisata terhadap kreativitas. Kata kunci: Kreativitas, pariwisata Bali, pelukis.
Hubungan dukungan sosial dan efikasi diri dengan motivasi berprestasi pada remaja awal dan tengah yang tinggal di panti asuhan di Bali Ida Bagus Purwa Arsha Manuaba; Luh Kadek Pande Ary Susilawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p16

Abstract

Remaja yang ditelantarkan atau berpisah dari orangtua akan mencari alternatif untuk menggantikan fungsi keluarga yang hilang agar hak-haknya tetap terpenuhi, melalui alternatif berbasis panti asuhan. Remaja yang tinggal di lingkungan panti asuhan sebagian besar akan mengalami tekanan dan masalah selama tinggal di panti asuhan, hal ini dikarenakan dukungan berupa bantuan dari pengasuh yang kurang didapatkan oleh remaja, lingkungan panti asuhan yang berbeda dengan lingkungan tempat tinggal, serta adanya perbedaan norma, kebiasaan, dan budaya yang berbeda dengan daerah asalnya. Remaja yang tinggal di panti asuhan perlu mendapatkan dukungan sosial untuk mengurangi tekanan yang dirasakan sehingga remaja dapat meningkatkan motivasi berprestasi selama tinggal di panti asuhan. Efikasi diridinyatakan dapat membantu individu dalam mengatasi tekanan yang dihadapi selama tinggal di panti asuhan, serta dapat mempermudah remaja untuk meningkatkan motivasi berprestasi selama tinggal di panti asuhan di Bali. Subjek dalam penelitian ini adalah 95 orang remaja awal dan tengah yang tinggal di panti asuhan. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regrresi sebesar 0,574 dan koefisien determinasi sebesar 0,329, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), dengan demikian terdapat hubungan dukungan sosial dan efikasi diri dengan motivasi berprestasi pada remaja awal dan tengah yang tinggal di panti asuhan di Bali.Koefisien beta terstandarisasi dari dukungan sosial menunjukkan nilai sebesar 0,368 dan signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga dukungan sosial berhubungan secara signifikan dengan motivasi berprestasi pada remaja awal dan tengah. Koefisien beta terstandarisasi dari efikasi diri menunjukkan nilai sebesar 0,303 dan signifikansi 0,002 (p<0,05), sehingga efikasi diri berhubungan secara signifikan dengan motivasi berprestasi pada remaja awal dan tengah. Kata kunci: motivasi berprestasi, dukungan sosial, efikasi diri, remaja panti asuhan, Bali
Peran self regulated learning dan task commitment terhadap prestasi akademik remaja akhir yang kuliah dan bekerja paruh waktu di Denpasar dan Badung Ni Luh Kade Nadia Rastafary; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p17

Abstract

Prestasi akademik merupakan indikator utama keberhasilan sebuah proses pendidikan, utamanya bagi remaja akhir. Manfaat prestasi akademik yang tinggi bagi remaja yaitu mempermudah dalam mendapatkan pekerjaan yang layak, meningkatkan kematangan karier, meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan karier secara optimal, mempercepat masa studi dan membuka kesempatan penerimaan beasiswa. Namun tidak semua remaja mampu meraih prestasi akademik tinggi, salah satunya disebabkan oleh rutinitas lain di luar jam perkuliahan yakni bekerja. Keberhasilan remaja yang menjalankan perkuliahan sambil bekerja dalam meraih prestasi akademik tinggi tidak terlepas dari pengaturan strategi belajar yang baik dan komitmen yang tinggi terhadap tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self regulated learning dan task commitment terhadap prestasi akademik remaja akhir yang kuliah sambil bekerja di Denpasar dan Badung. Subjek dalam penelitian ini adalah 185 orang mahasiswa yang sedang menjalankan kegiatan perkuliahan sambil bekerja di Denpasar dan Badung. Pengumpulan data dilakukan dengan arsip Indeks Prestasi Kumulatif, skala Self Regulated Learning dan skala Task Commitment. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,353, nilai koefisien determinasi sebesar 0,125 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel self regulated learning sebesar 0,354 dan task commitment sebesar -0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa self regulated learning dan task commitment secara bersama-sama berperan terhadap prestasi akademik remaja akhir yang kuliah sambil bekerja di Denpasar dan Badung. Kata kunci: remaja akhir, self regulated learning, task commitment, prestasi akademik
Pengaruh dukungan sosial teman sebaya dan kontrol diri terhadap perundungan (bullying) pada remaja awal di Denpasar Isza Gita Susanti; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p18

Abstract

Perundungan atau yang disebut bullying merupakan perilaku yang bersifat menyerang, negatif, dan merugikan, yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang dengan tidak adanya keseimbangan kekuatan antara korban dan pelaku. Beberapa faktor diperlukan agar perundungan dapat ditekan kemunculannya. Dukungan sosial teman sebaya merupakan faktor eksternal dan kontrol diri merupakan faktor internal yang dapat menekan munculnya perilaku perundungan pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial teman sebaya dan kontrol diri terhadap perundungan pada remaja awal di Denpasar. Responden penelitian ini dipilih melalui two stage cluster sampling yang berjumlah 210 orang remaja awal usia 12-15 tahun dan berstatus sebagai siswa SMP Swasta di Denpasar. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi 0,430 (P> 0,05) yang menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya dan kontrol diri secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap munculnya perundungan. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor lainnya yang kemungkinan mempengaruhi munculnya perundungan tidak diteliti seperti dinamika keluarga, jenis kelamin, iklim dan budaya sekolah. Kata kunci: dukungan sosial teman sebaya, kontrol diri, perundungan (bullying).
Resiliensi ibu dengan anak autisme Claudia Putu Desiana Chyntia Dewi; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p19

Abstract

Kehadiran anak dengan gangguan autisme di tengah-tengah keluarga menjadi pengalaman tersendiri bagi ibu dalam mendampingi dan mengasuh anak dengan autisme, yang dapat menimbulkan perubahan besar dan krisis bagi ibu. Ketidakmampuan ibu dalam mengatasi krisis yang dialami dapat mengganggu fungsi dan peran ibu terkait pengasuhan. Resiliensi menjadi salah satu faktor yang membantu ibu dalam menjalankan peran pengasuhan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi ibu dengan anak autisme. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Responden yang terlibat di dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak dengan gangguan autisme. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan laporan diri responden. Data yang terkumpul dianalisis dengan theoretical coding dari Strauss dan Corbin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu melakukan mekanisme penyesuaian diri dan mekanisme koping dalam usaha mencapai resiliensi. Mekanisme penyesuaian diri yang dikembangkan oleh ibu dengan anak autisme dibagi menjadi dua yaitu mekanisme penyesuaian terhadap karakteristik anak dan mekanisme penyesuaian terhadap respon lingkungan sekitar. Sedangkan mekanisme koping yang dikembangkan berupa kontrol diri, berpasrah, melakukan pengalihan, mencari informasi, mencari bantuan, dan pemecahan masalah bersama. Kata Kunci: Ibu dengan anak autisme, Resiliensi
Konflik peran pada jero yang menjalani prosesi ngerawang Di kabupaten Bangli Ni Luh Mas Ristha Cempaka; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p20

Abstract

Bali sangat terkenal dengan kebudayaan dan upacara-upacara adat yang hingga saat ini masih dilestarikan. Salah satu upacara adat yaitu ngerawang merupakan upacara agama yang hingga saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat salah satu desa di Kabupaten Bangli. Individu yang telah melaksanakan upacara ngerawang memiliki sebutan sebagai seorang jero dan harus melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin upacara. Seorang jero juga memiliki peran-peran lain yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun peran sebagai seorang jero tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Individu yang tidak dapat menjalankan peran-peran yang dimiliki dengan baik, dapat menimbulkan permasalahan yang memicu timbulnya konflik antar peran. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui konflik peran pada jero yang menjalani prosesi ngerawang kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah responden pada penelitian ini adalah dua orang. Responden pertama berjenis kelamin laki-laki, berusia 35 tahun dengan pekerjaan utama sebagai seorang guru dan responden kedua berjenis kelamin perempuan berusia 24 tahun yang bekerja sebagai bidan. Kedua responden penelitian ini menjalankan prosesi ngerawang dan memiliki peran sebagai jero. Penelitian ini menghasilkan dua tema temuan, yaitu tema pertama adalah pengalaman awal responden sebelum melaksanakan prosesi ngerawang dan tema kedua adalah konflik peran yang merupakan temuan utama dalam penelitian ini. Kata kunci: Jero, konflik, konflik peran, ngerawang
Peran problem focused coping dan dukungan sosial teman sebaya terhadap kecemasan remaja SMA yang akan menempuh ujian nasional I Gusti Ngurah Ade Pradana; Luh Kadek Pande Ary Susilawati
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Ujian Nasional (UN) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang dianggap strategis dan mudah dalam memetakan serta mengukur standar pendidikan sejak tahun 2005. Masalah yang sering dialami remaja SMA terkait dengan menghadapi UN adalah kecemasan. Salah satu pemilihan cara mengatasi masalah disebut dengan proses coping. Coping yang dipergunakan adalah problem focused coping. Kecemasan menghadapi UN dapat juga dikurangi dengan dukungan sosial. Siswa yang mendapat dukungan sosial yang tinggi dari teman sebayanya akan merasa dicintai dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Rasa percaya diri yang tinggi akan merasa mampu menyelesaikan UN dengan hasil maksimal, sebaliknya yang memiliki dukungan sosial yang rendah akan merasa gagal dan kurang memilki motivasi belajar yang berakibat pada meningkatnya kecemasan sebelum menempuh UN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran problem focused coping dan dukungan sosial teman sebaya terhadap kecemasan remaja SMA yang akan menempuh Ujian Nasional. Subjek dalam penelitian ini 214 remaja SMA Negeri di Denpasar yang akan menempuh Ujian Nasional, terdiri dari 69 laki-laki dan 145 perempuan dengan rentang usia 15-18 tahun sebagian besar berusia 18 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala problem focused coping berdasarkan dimensi dari Lazarus dan Folkman (1984) dengan reliabilitas 0,902, dukungan sosial teman sebaya berdasarkan aspek Haber (2010) dengan reliabilitas 0,922, dan skala kecemasan berdasarkan gejala kecmasan Nevid (2005) dengan reliabilitas 0,864. Analisis data dilakukan teknik regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,581, nilai koefisien determinasi sebesar 0,337, nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), nilai koefisien beta terstandarisasi variabel problem focused coping sebesar -0,625 dan variabel dukungan sosial teman sebaya sebesar 0,067. Hasil tersebut menunjukkan bahwa problem focused coping dan dukungan sosial teman sebaya berperan terhadap kecemasan remaja SMA yang akan menempuh Ujian Nasional. Kata Kunci: Dukungan sosial teman sebaya, kecemasan, problem focused coping, remaja
Pengaruh citra tubuh terhadap penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar Ni Komang Anggun Sasmitha Iswari; Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Pada masa remaja awal, hubungan sosial menjadi semakin dominan. Remaja akan melakukan segala kegiatan yang dapat mendongkrak eksistensinya dalam penyesuaian diri untuk bisa masuk ke dalam lingkungan sosial. Selama proses penyesuaian diri, sangat mungkin remaja mengalami konflik yang dapat menghambat perkembangan sosialnya. Konflik seperti stres dapat dialami remaja saat transisi dari Sekolah Dasar memasuki Sekolah Menengah Pertama karena berbagai perubahan-perubahan yang dialami, salah satunya yaitu pubertas. Aspek psikologis dari pubertas, yaitu perhatian remaja terhadap tubuhnya. Salah satu faktor yang memengaruhi penyesuaian diri yang menjelaskan cara remaja memandang diri sendiri, adalah citra tubuh. Citra tubuh bisa memengaruhi hubungan individu yang bersifat publik maupun paling intim dalam kehidupan sehari-hari. Ketidakpuasan terhadap citra tubuh dapat menyebabkan remaja merasa kurang percaya diri, bahkan kurang bahagia. Fenomena ini muncul di SMPN 1 Denpasar berdasarkan hasil studi pendahuluan. Berdasarkan pemaparan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra tubuh terhadap penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek berjumlah 191 remaja usia 12-15 tahun di SMPN 1 Denpasar. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu simple random sampling dengan metode undian. Instrumen penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu skala Citra Tubuh dan skala Penyesuaian Diri. Metode analisis menggunakan regresi linier sederhana dengan hasil (t = 12,721; p = 0,000), sehingga dapat disimpulkan bahwa citra tubuh memiliki hubungan yang fungsional atau hubungan sebab akibat dengan penyesuaian diri pada remaja awal di SMPN 1 Denpasar. Nilai R sebesar 0,261 dan R square sebesar 0,068. Kata kunci: Citra tubuh, penyesuaian diri, remaja awal
Peran dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa SMA di Kota Denpasar Putu Avril Katleyana; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Motivasi belajar diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri individu yang menimbulkan, menjamin kelangsungan, serta memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan tertentu. Terwujudnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa SMA di Kota Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dari SMA Negeri 1 Denpasar dan SMA Dwijendra berjumlah 266 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Motivasi Belajar, Skala Dukungan Sosial Orangtua, dan Skala Persepsi Siswa mengenai Kompetensi Pedagogik Guru. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,540 dan koefisien determinasi sebesar 0,292, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru secara bersama-sama berperan terhadap motivasi belajar dengan memberikan pengaruh sebesar 29,2%. Dukungan sosial orangtua berperan terhadap motivasi belajar, begitu pula persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru berperan terhadap motivasi belajar. Kata kunci: Dukungan sosial orangtua, motivasi belajar, persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru
Peran self control dan self regulated learning terhadap prokrastinasi akademik siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Ni Made Pradnyaswari; Luh Kadek Pande Ary Susilawati
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Pendidikan merupakan suatu kewajiban mutlak yang harus dijalani pada usia remaja. Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) harus belajar secara optimal, efektif dan efisien sesuai dengan tuntutan yang dihadapi. Masalah pengelolaan belajar yang sering dialami oleh siswa adalah penundaan dalam mengerjakan tugas. Menunda mengerjakan tugas merupakan penundaan dalam bidang akademik sehingga disebut dengan prokrastinasi akademik. Individu yang melakukan prokrastinasi cenderung impulsif, mudah teralihkan, dan kurang memiliki self control. Siswa SMA yang memiliki self control yang tinggi mampu mengatur perilaku agar tidak melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik juga cenderung terjadi karena penyesuaian dan pengaturan diri siswa yang kurang dalam menghadapi tuntutan tugas yang ada. Dalam penelitian ini pengaturan diri diartikan sebagai self regulated learning. Siswa yang kehilangan strategi dalam self regulated learning maka mengakibatkan proses belajar dan performa yang lebih buruk, sehingga siswa akan cenderung melakukan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self control dan self regulated learning terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Subjek dalam penelitian ini adalahsiswa SMA yang berjumlah126 orang yang dipilih dengan teknik cluster sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Self Control, SkalaSelf Regulated Learning dan SkalaProkrastinasi Akademik. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalahregresi berganda. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai R2= 0,583. Hasil ini menunjukkan bahwaself controldanself regulated learning berperan terhadap prokrastinasi akademik sebesar 58,3 %. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (0<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa self control dan self regulated learning secara bersama-sama berperan terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Kata kunci : Prokrastinasi akademik, self control, self regulated learning, siswa SMA